Bab 10 : Bertemu lawan main

Melati pun terpaksa menyetujui permintaan Kumbang.

"Baiklah! Aku setuju, dan aku juga minta tolong sama kamu, jangan usik pekerjaan Mas Surya lagi, itu akan impas untuk kita berdua," balas Melati yang membuat Kumbang bahagia, setidaknya dirinya masih bisa bertemu dengan anaknya meskipun Melati tidak mau berpisah dengan suaminya.

"Iya, aku berjanji padamu, tapi jika aku melihat Surya menyakiti hatimu, aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan membuatnya menyesal, ingat itu!" ucap Kumbang sebelum mereka mengakhiri obrolan.

Setelah kejadian itu, hari-hari Melati pun sedikit tenang, setidaknya dirinya tidak khawatir lagi karena Kumbang tidak akan menceritakan tentang rahasia kehamilannya kepada sang suami.

Si sisi lain, saat kondisi kehamilan Melati yang membutuhkan perhatian lebih dari sang suami, nyatanya Surya terlihat semakin sibuk dengan urusan kantornya, padahal sang istri berharap bisa pergi ke dokter kandungan bersama.

"Mas! Hari ini kamu bisa pulang cepat, nggak?" tanya Melati yang berharap bisa ditemani oleh sang suami untuk check up ke dokter.

"Aduhhh, kayaknya nggak bisa deh, Mel! Karena pagi ini aku harus segera berangkat keluar kota, jadi aku tidak bisa menemanimu dulu, kamu bisa ngerti, kan? Pergi sama Mama kan sama aja," ucap Surya sembari bersiap pergi ke kantor.

"Mama udah sering nganterin aku ke dokter, Mas. Aku nggak enak sama Mama, sering ngerepotin Mama, Mama juga kesehatannya kurang fit, nggak enak lah Mas aku minta ditemenin terus, aku pinginnya kamu yang nemenin aku, sekali-kali lah Mas, sejak awal kehamilan kamu hanya sekali ikut ke dokter, dan setelah itu kamu udah nggak pernah perhatian lagi, kamu udah nggak sayang aku lagi, ya?" protes Melati.

"Kamu tahu sendiri bagaimana pekerjaanku sekarang, akhir-akhir ini aku semakin sibuk dengan pekerjaan, Mel. Lagipula aku melakukan semua ini juga demi kamu dan anak kita, kamu mengerti, kan? Dan kamu tidak perlu cemas, aku pasti tetap sayang sama kalian, aku cuma tiga hari di sana, nggak lama kok," balas Surya sembari mengusap rambut Melati sebelum pria itu pergi ke kantor.

Melati pun hanya bisa pasrah dengan keputusan suaminya, meskipun sebenarnya Ia berharap bisa diantarkan oleh sang suami, nyatanya Melati harus pergi sendiri ke dokter untuk periksa kandungan.

Akhirnya, Surya pun bergegas untuk pergi ke Bandara, di saat Melati mencium tangan sang suami, tiba-tiba Surya mendapatkan telepon dari seseorang, dengan sedikit gugup dan menjauh dari Melati, Surya membuka telepon itu dengan suara pelan.

"Iya halo!"

"Kamu sudah siap belum, Mas! Aku sudah ada di Bandara sekarang,"

"Iya ini sebentar lagi aku otw, bye. Udah jangan telepon lagi!" kata-kata terakhir sebelum Surya meluncur ke Bandara.

Sejenak Melati mengerutkan keningnya saat Surya sedang menerima telepon.

"Tumben! Mas Surya pakai menghindar segala," batin Melati yang terkejut dengan perubahan sikap sang suami.

Akhirnya, Surya pergi juga ke Bandara menuju luar kota, setelah dirinya mengecup kening sang istri dan berpamitan kepada bayinya. Hari itu Melati pun terpaksa harus pergi ke dokter sendirian, karena sang ibu mertua sedang tidak enak badan.

Siang itu juga, Melati pergi ke dokter sendirian, tentu saja semua gerak-gerik Melati selalu dipantau oleh Kumbang, pria itu tidak akan membiarkan Melati luput dari perhatiannya.

Saat Melati baru saja menutup pintu rumahnya, ia langsung dihadapkan oleh sebuah mobil yang diyakini adalah mobil Kumbang, Melati sudah hafal betul ciri-ciri mobil yang biasa Kumbang gunakan.

Melati berjalan menuju ke mobil yang sudah bersiap untuk membawanya, tentu saja Melati tidak bisa menolaknya karena itu sudah kesepakatan bersama.

Pintu mobil itu terbuka dan Melati melihat Kumbang yang sedang duduk di dalamnya, menunggu dirinya untuk segera masuk bersamanya.

Kumbang menoleh ke arah Melati dengan perut yang terlihat semakin membesar, tentu saja Kumbang sebagai ayah yang baik, dirinya juga sangat penasaran dengan kondisi sang anak yang kini masih dikandung oleh Melati.

Melati duduk di samping Kumbang yang saat itu mempersilahkan kepada ibu dari anaknya untuk duduk bersama.

"Bagaimana keadaan anak kita? Bukankah hari ini kamu harus check up ke dokter?" pertanyaan Kumbang sejenak membuat Melati heran, bagaimana bisa pria itu ingat dengan jadwal rutinnya untuk memeriksakan kandungannya ke dokter.

"Em ... iya!" balas Melati.

"Aku akan mengantarkan mu ke dokter," seru Kumbang sembari mengusap perut Melati dengan satu tangannya. Tentu saja Melati sedikit risih saat Kumbang melakukan hal itu, karena bagaimanapun juga hubungan mereka bukanlah sebagai suami istri.

"Ma-maaf, tolong singkirkan tanganmu dari perutku!" titah Melati kepada Kumbang.

"Kenapa? Apa aku tidak boleh melakukannya? Baiklah, aku tidak akan menyentuhnya, tapi izinkan aku menciumnya!" seketika Melati melototkan matanya saat mendengar permintaan Kumbang yang cukup membuatnya gemetar itu.

"Ta-tapi ...." belum selesai Melati berbicara, kecupan manis itu mendarat pada perutnya yang membesar.

'Cup'

Sejenak Melati memejamkan matanya saat Kumbang mencium perutnya sembari berbisik pada bayi mereka.

"Halo Sayang! Kamu jangan nakal, ya? Ada Papa di sini yang akan selalu menemanimu."

Setelah mengatakan hal itu, Kumbang pun kembali ke tempat duduknya. Melati terlihat gugup dan berusaha untuk menutupi perutnya dengan kedua tangannya.

Sesampainya di klinik dokter kandungan, Melati meminta Kumbang untuk tetap berada di dalam mobilnya, karena dirinya tidak mau hubungan mereka tercium oleh orang lain yang tak sengaja melihat mereka berdua. Dan Kumbang pun menyetujuinya.

Sementara itu di tempat lain, di sebuah kota yang jauh dari tempat tinggal Surya, pria itu tampak sedang bersama seorang wanita yang bernama Cherry. Mereka berdua terlihat begitu akrab, selain keduanya bekerja sama dalam bisnis, Cherry juga merupakan teman lama Surya saat masih belum menikah dulu, dan tentunya hubungan keduanya sangat dekat, karena mereka termasuk dalam TTM.

"Aku seneng banget loh bisa ketemu sama kamu lagi, Mas. Nggak nyangka aja, dan sekarang kamu sudah banyak berubah sepertinya!" seru Cherry sembari tersenyum memandang wajah Surya.

"Iya terima kasih, setidaknya aku tidak seperti dulu lagi, setelah aku menikah dengan Melati, aku berjanji pada diriku sendiri untuk menjalani hidup lebih baik lagi," balas Surya.

"Benarkah? Itu artinya kamu sudah melupakan malam-malam yang pernah kita lalui bersama? Malam disaat kamu membuatku begitu mendesaah!" ucapan Cherry yang menggoda itu sejenak mengingatkan Surya akan pengalamannya berpetualang dengan banyak wanita.

"Tentu saja tidak, bagaimana bisa aku melupakannya, ah ... tapi aku sudah tobat, jangan berusaha menganggu ku lagi," balas Surya sembari menenggak minuman dalam gelas yang berisi bir, minuman yang sudah lama tidak pernah ia sentuh.

Perlahan, Cherry yang masih memiliki hasrat kepada Surya itu, ia pun berusaha mendekati pria yang pernah tidur dengannya itu, berharap mereka bisa menyalakan kembali api asmara di antara mereka.

Cherry memeluk Surya dari belakang sembari berbisik, "Malam ini aku ingin melepaskan rindu denganmu, ayolah Sayang! Apa kamu tidak ingin merasakan jepitanku yang selalu membuatmu ketagihan?"

Apalah daya seorang pria yang sudah lama tidak merasakan kehangatan percintaan, karena semenjak dinyatakan hamil, Surya tidak berani sama sekali menyentuh istrinya karena dirinya terlalu khawatir dengan kondisi si jabang bayi. Tapi, entah kenapa hari ini, tiba-tiba Surya merasa tertantang untuk menyalakan gelora asmara dengan lawannya di ranjang beberapa tahun silam.

"Kau menginginkan nya?" tanya Surya untuk memastikan persetujuan Cherry, karena bagaimanapun juga hubungan mereka sekedar bersenang-senang, bukan untuk hal yang serius.

"Tentu saja, Baby! Aku sudah sangat siap!"

Tak menunggu lama, Surya langsung mengangkat tubuh Cherry dan membawanya ke kamar hotel yang sudah disediakan untuknya, Surya menutup pintu dan menguncinya. Jiwa Casanova nya bangkit kembali setelah dirinya bertemu lagi dengan lawan mainnya dulu.

Di dalam kamar hotel itu, tentu saja Surya melampiaskan hasratnya yang sudah beberapa bulan ini Ia pendam, terdengar suara teriakan Cherry yang begitu manja dan sesekali terdengar menangis.

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Mey-mey89

Mey-mey89

...

2023-04-14

1

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

Bnran kan...
Kyakny aq ngedukung kumbang dh dlm crita ini...

2023-03-23

1

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.

Jgn"...😡😡😡👊🏻👊🏻

2023-03-23

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!