"Apa maksudmu? Tidak usah menuduh orang sembarangan, Mas Surya tidak mungkin seperti itu, jangan ngaco kamu! Sebaiknya aku pergi saja dari sini, percuma ngomong dengan orang seperti kamu, dan sekarang aku tahu kenapa kamu menjadi rival Mas Surya, ternyata kamu memang memiliki niat buruk kepada kami, tapi tidak semudah itu kamu bisa memisahkan aku dan suamiku, tidak akan pernah! Dan aku tidak akan pernah melakukan tes konyol itu, permisi Tuan Kumbang!" setelah mengatakan hal itu, Melati pun segera pergi meninggalkan ruangan Direktur utama dengan perasaan kesal dan juga emosi.
Tapi bagi Kumbang, kehamilan Melati merupakan senjata paling ampuh untuk menghancurkan hidup rival bisnisnya itu, dengan begitu dirinya impas bisa mengimbangi rasa sakit yang Surya torehkan pada sang adik tercinta.
Kumbang segera memerintahkan anak buahnya untuk mencegah Melati pergi, agar dirinya bisa mendapatkan cairan amnion dari bayi yang dikandung Melati untuk dirinya segera melakukan tes DNA.
"Kalian cegat wanita itu dan bawa dia masuk kembali ke ruangan ku!" titah Kumbang kepada security dan anak buahnya yang masih berjaga di depan kantor, kemudian Kumbang memerintahkan asisten pribadi nya untuk menghubungi dokter langganan nya untuk mengambil darah Melati.
Melati yang saat itu hendak keluar dari lobi kantor, tiba-tiba dirinya dihadang oleh anak anak buah Kumbang.
"Siapa kalian? Minggir! Aku mau pergi," titah Melati kepada dua orang tinggi tegap yang kini berada di depannya.
"Maaf, Nyonya! Anda tidak boleh pergi dulu, mari ikut dengan kami!" ucap salah seorang diantaranya.
"Tidak! Aku tidak mau!" Melati tampak menolak permintaan kedua bodyguard itu, dan akhirnya kedua pria itu memaksa Melati dan mengangkat tubuh Melati untuk masuk ke ruangan sang direktur.
Melati sungguh terkejut saat dirinya ada di dalam ruangan itu lagi, dan tak berselang lama seorang dokter datang ke ruangan itu.
"Apa-apaan ini? Untuk apa kamu membawa ku kemari?" tanya Melati dengan perasaan waspada. Kumbang pun menghampiri Melati dan berkata, "Kamu tidak usah takut, aku tidak akan menyakitimu, Sayang! Aku hanya butuh sesuatu dari kamu untuk melakukan tes DNA, itu saja! Setelah itu kamu boleh pergi!"
"Tidak! Aku tidak mau, dan kamu tidak usah memaksaku untuk melakukannya," sergah Melati yang tetap menolak untuk untuk memberikan apa diinginkan Kumbang. Tapi, apalah daya seorang Melati, Kumbang dengan mudah mengambil cairan amnion dari Melati karena Kumbang sudah mendatangkan dokter khusus untuk mengambil sampel cairan amnion yang akan digunakan sebagai tes DNA.
Melati pasrah, setelah cairan amnion itu diambil dari tubuhnya, Kumbang pun menyeringai.
"Setelah dua Minggu, kita akan segera tahu hasilnya, dan kamu harus bersiap-siap meninggalkan Surya, karena bagaimanapun juga Surya harus tahu jika bayi ini adalah anakku, faham!" ucap Kumbang sembari mencium pipi Melati sebelum anak buahnya mengantar Melati pulang.
Spontan, Melati mengusap bekas ciuman Kumbang di pipinya berkali-kali, seketika apa yang dilakukan oleh Melati membuat Kumbang tertawa.
"Percuma saja kamu usap, toh semuanya aku sudah merasakannya, dan aku sangat menyukainya," ucap Kumbang dengan bangga.
"Bedebah kamu! Aku benci kamu, Kumbang! Aku benci!" teriak Melati kesal. Kumbang tidak memperdulikan teriakan Melati dan Ia pun segera memerintahkan kepada anak buahnya untuk segera mengantarkan wanita pujaan hatinya itu untuk pulang.
"Antarkan Melati pulang dengan selamat! Aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada bayiku," ucapan Kumbang memancing Melati untuk berkata, "Tidak usah terlalu yakin jika bayi ini adalah bayimu, lagipula aku bisa pulang sendiri, aku punya sopir yang akan mengantar ku pulang, tidak usah repot-repot dan tidak usah sok paling melindungi!"
Setelah mengatakan hal itu, Melati pun segera pergi meninggalkan ruangan Kumbang.
*
*
*
Hari berganti hari, kini tepat 2 mingguan setelah Melati terakhir bertemu dengan Kumbang, dan Ia pun semakin was-was jika hasil tes itu membuktikan jika bayi yang sedang ia kandung adalah anak dari Kumbang, sang mantan pacar.
Saat itu, Melati sedang menunggu sang suami pulang kerja, seperti biasa Melati menunggu kedatangan Surya dengan duduk-duduk santai bersama ibu mertuanya. Namun, tiba-tiba saja ia mendapatkan telepon dari seseorang.
Melati melihat ke layar ponselnya, lagi-lagi nomor tak dikenal sedang menghubunginya. "Nomor siapa lagi sih ini?" batin Melati yang mulai merasa tidak enak, ia pun meminta izin kepada Mama Seroja untuk mengangkat telepon.
"Sebentar, Ma! Melati mau angkat telepon dulu, emm ... ini dari Ibu," seru Melati berbohong.
"Iya!!" balas Mama Seroja sembari melanjutkan aktivitasnya membaca majalah.
Melati pun pergi sedikit menjauh dari posisi semula, agar percakapannya tidak terdengar oleh sang Ibu mertua, setelah dirasa aman ia segera membuka percakapan dan benar saja itu adalah telepon dari Kumbang yang mengabarkan tentang hasil tes DNA itu.
"Halo!"
"Halo, Sayang! Apa kamu sudah siap mendengarkan kenyataannya? Persiapkan jantung dan hatimu agar kamu bisa menerimanya dengan iklhas,"
"Tidak usah berbelit-belit, aku tidak punya banyak waktu berurusan denganmu,"
"Hmm ... baiklah dan sekarang kamu buka file yang sudah aku kirim pada ponselmu!"
Melati pun segera membuka pesan WhatsApp yang dikirimkan oleh Kumbang kepadanya, di sana tertera sebuah file yang berisi tentang laporan tes DNA yang menunjukkan jika 99,99 persen, bayi yang dikandung oleh Melati adalah darah daging dari Kumbang, dan positif jika Kumbang adalah ayah biologis bayi Melati.
"Ya Tuhan! Apa lagi ini? Hamba mohon tunjukkan hamba jalan keluarnya, hamba tidak ingin menyakiti perasaan suami dan ibu mertua hamba," batin Melati yang berharap supaya Kumbang tidak berbicara yang sebenarnya kepada suami dan ibu mertuanya.
Tiba-tiba suara Surya mengagetkan Melati yang saat itu benar-benar sangat bingung.
"Mel? Kamu kenapa?"
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
pasti pada akhir nya melati akan dimiliki oleh kumbang
2023-05-11
1
Vanessa Wahyudi
menarik ceritanya
2023-04-26
1
Wahyu Dili P. Purniyawati
kayaknya ceritanya bagus tp memusingkan..
2023-04-23
0