Pagi itu juga, Surya berangkat ke Jambi dan meninggalkan istrinya bersama sang Ibu, sebelum Surya pergi, ia mewanti-wanti kepada Mama Seroja untuk tidak berkata yang aneh-aneh kepada istrinya, karena Surya tidak suka jika Istrinya menangis karena sang Mama selalu mendesaknya agar segera hamil.
"Ma! Surya mohon, tolong jaga ucapan Mama, Surya tidak mau melihat Melati bersedih, kami sedang menjalani program kehamilan, dan itu akan berpengaruh terhadap psikis Melati jika Mama terus saja menekan dia. Jadi, Surya mohon banget sama Mama, jangan desak Melati lagi, jika nanti sudah saatnya, Melati pasti hamil," ucap Surya kepada sang Mama.
Mama Seroja pun menjawab, "Tapi sampai kapan Mama harus menunggu? Harusnya sekarang cucu Mama udah gede, tuh teman-teman Mama udah pada gendong cucu, masa Mama sampai sekarang nggak punya cucu-cucu juga. Udah! Ganti istri saja sana!" balas Mama Seroja yang tentunya tidak mungkin Surya lakukan.
"Surya tidak akan menikah dengan siapapun lagi, istri Surya cuma Melati, dan Melati adalah wanita yang paling Surya cinta, yang membuat kehidupan Surya berubah menjadi lebih baik, dan hanya dia wanita satu-satunya dalam hati Surya. Dan Surya tidak terlalu memperdulikan jika kami belum diberikan kepercayaan untuk mendapatkan momongan, jadi Mama jangan pernah menyuruh Surya untuk menikah lagi." Surya berusaha untuk meyakinkan sang Mama.
Tanpa sengaja, percakapan antara Surya dan Mama Seroja, didengar oleh Melati, untuk sejenak Melati sangat bahagia karena dirinya mendapatkan sosok laki-laki yang sangat baik dan sangat penyayang, dan tentunya Surya sangat setia kepadanya.
Akhirnya, hari itu juga Surya terbang ke Jambi, meskipun berpisah selama 3 hari, tentu itu sangat membuat Melati merindukan suaminya.
Setelah mengantar sang suami ke Bandara, Melati pun beranjak pulang ke rumah, ia menghentikan sebuah taksi, setelah itu ia pun masuk ke dalam taksi dan menuju ke rumahnya. Tanpa Melati sadari, ada dua orang yang sedang mengikutinya dari belakang dengan menaiki sebuah minibus.
Sesampainya taksi yang membawa Melati di sebuah jalan cukup sepi, mobil minibus itu menghadang taksi yang ditumpangi oleh Melati. Tentu saja Melati terkejut tiba-tiba taksi berhenti karena ada sebuah mobil yang tiba-tiba mencegatnya.
"Ada apa, Pak?" tanya Melati kepada sang sopir.
"Nggak tahu, Mbak! Ada mobil yang tiba-tiba berhenti di depan," jawab pak sopir. Hingga akhirnya dua orang dalam mobil itu keluar dan segera membuka pintu taksi di mana Melati berada.
"Eh siapa kalian, lepas!!" Melati berontak dan berusaha untuk melawan, sementara pak sopir tampak diancam oleh salah seorang diantaranya dengan pisau agar tidak macam-macam.
Dikarenakan Melati yang mencoba melawan, akhirnya mereka membius Melati dan setelah tidak sadar, kedua orang tak dikenal itu segera membawa Melati ke dalam mobil.
*
*
*
Setelah beberapa menit, kedua penculik itu tiba di sebuah rumah mewah milik seorang pengusaha terkenal yang juga merupakan rival bisnis Surya.
Kumbang Kelana, tampaknya pria itu sedang menunggu kedatangan target utamanya untuk membalaskan dendam adiknya, dan Melati yang masih tak sadarkan diri itu, sudah berhasil ia dapatkan.
"Bos! Wanita itu sudah kami dapatkan," seru anak buah Kumbang.
Kumbang yang saat itu sedang duduk dengan membelakangi mereka, pria itu pun menyuruh anak buahnya untuk membawa Melati ke dalam kamarnya.
"Bawa dia ke kamarku!" titah Kumbang yang saat itu sedang menikmati segelas wine untuk menghangatkan tubuhnya. Demi untuk membalas dendam, Kumbang yang sejatinya adalah pria penyayang, kini ia berubah menjadi pria yang kejam, ia ingin melihat rival bisnis hancur seperti yang dirasakan oleh sang adik, Mawar.
Kumbang menenggak beberapa gelas wine dan itu sudah sangat membuatnya meracau tidak karuan.
Sementara di dalam kamar, Melati masih tak sadarkan diri, dan Kumbang pun memutuskan untuk segera masuk ke dalam kamar. Dengan berjalan sempoyongan, Kumbang membuka pintu kamar, tatapan matanya yang liar karena pengaruh minuman beralkohol membuat pandangan mata Kumbang sedikit buram dan tidak jelas.
Pria itu menutup pintu dan menguncinya, kemudian Ia menghampiri ranjang tidur dimana ada Melati yang sedang tak sadarkan diri di sana.
Kumbang menyeringai, ia pun tertawa sejenak, hari ini dirinya akan menambahkan genderang perang kepada Surya, Kumbang mendekati Melati, sekilas Kumbang melihat wajah istri Surya, ia seolah mengenal wajah itu, sambil mengucek matanya, Kumbang seolah melihat wajah mantan kekasihnya saat dulu di SMA.
"Melati? Tidak-tidak, tidak mungkin kamu Melati, kamu adalah wanita yang sudah membuat adikku ditinggal oleh pacarnya, jadi kamu harus merasakan apa yang dirasakan oleh adikku, penderitaan nya dan semua rasa sakit hatinya, kamu dan suamimu harus menerimanya."
Kumbang meracau tidak jelas sembari mengoyak semua pakaian Melati, tak perduli wanita itu sedang tak sadarkan diri, Kumbang pun sudah bertekad untuk menghancurkan kebahagiaan Surya dengan menyakiti hati Surya lewat Melati.
Kini, pria gagah itu sudah bersiap untuk melakukan apa yang pernah Surya lakukan kepada adiknya, yaitu mengambil kehormatan Melati dengan paksa. Kumbang pun masuk begitu saja tanpa permisi, sehingga membuat Melati yang masih tak sadarkan diri, ia pun mulai membuka matanya perlahan.
Seketika Melati terkejut saat melihat ada seorang pria yang sedang berada di atas tubuhnya.
"Si-siapa kamu!" rintih Melati saat dirinya merasakan sesak di bawah sana, mengoyak sesuatu yang paling berharga dari setiap wanita. Namun, pria itu tidak mendengarkan rintihan Melati, ia pun sibuk menikmati tubuh istri rival bisnisnya itu.
Sementara itu Melati hanya bisa menangis, harga dirinya sudah hancur sebagai seorang istri, ada laki-laki lain yang menikmati tubuhnya selain suaminya sendiri, air mata Melati tak henti-hentinya mengalir, sampai membasahi tilam putih itu.
Entah siapa laki-laki yang sudah bergerak-gerak di atas tubuhnya itu, sejenak Melati mengenali suara erangan pria itu saat menikmati tubuhnya, seketika Melati teringat akan seseorang yang pernah hadir dalam hidupnya.
"Kumbang!! Suara ini sangat mirip dengan suaranya," Melati bermonolog sendiri sembari merasakan betapa apa yang dilakukan oleh Kumbang cukup membuatnya meringis antara sakit yang dipaksakan dan juga nikmat yang mulai menjalar.
Melati tidak bisa melihat wajah laki-laki itu dengan jelas, karena hanya untuk sekedar menggerakkan kepala saja dirinya merasa berat karena efek obat bius itu masih ada dalam tubuhnya. Ia hanya bisa mendengarkan deru nafas dan juga desaahan dari pria yang kini sedang menikmati percintaan surga dunia bersama dirinya.
*
*
*
Setelah beberapa saat, akhirnya Kumbang terkulai lemas di samping Melati, dengan keadaan setengah sadar, Melati berusaha untuk bangun dan mengambil kembali pakaiannya yang sudah terlepas seluruhnya dari tubuhnya. Sejenak Melati menoleh ke samping, alangkah terkejutnya saat ia melihat siapa pria yang sudah meniduri nya saat itu, yang tak lain adalah Kumbang, mantan kekasihnya dulu.
"Astaga! Jadi pria ini beneran Kumbang, tidak-tidak ini tidak mungkin, brengsek kamu Kumbang! Apa maksudmu dengan melakukan hal ini padaku, aku harus pulang, aku tidak mau melihat dia lagi, ini sungguh menjijikan!"
Akhirnya, Melati memakai kembali pakaiannya dengan tergesa-gesa, karena takut jika Kumbang bangun dan melarang dirinya pergi dari sana.
Karena terlalu panik, salah satu giwang yang dikenakan oleh Melati terjatuh di atas lantai, dan Melati pun segera keluar dari kamar itu sebelum Kumbang terbangun.
Melati keluar dengan mengendap-endap sehingga anak buah Kumbang tidak curiga, hari yang masih gelap itu, Melati pulang sembari menangis, hidupnya sudah hancur, apa yang akan ia katakan kepada suaminya nanti.
"Tidak-tidak, aku tidak ingin Mas Surya kecewa, aku minta maaf, Mas! Aku tidak bermaksud mengkhianatimu, semua ini adalah musibah bagiku, aku kotor dan aku jijik dengan diriku sendiri,"
Mulai saat itu, Melati akan menyembunyikan rahasia besar dirinya, karena ia sangat menyayangi sang suami dan tidak ingin melihat sang suami kecewa.
Sesampainya di rumah, Melati pulang disambut oleh sang ibu mertua yang terlihat menatap wajah Melati dengan serius dan penuh tanda tanya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
DPuspita
Kok aq baca bab ini merasa Surya bukan suami yg baik ya... 🤔 Ada sesuatu yg dia tutup2i. Benar gaknya, lanjutin aja dech baca novelnya 😁
2023-05-25
0
Cattleya
Kumbaaaaang, salah cara mu balas dendam... 😭😢
yg salah siapa?
harusnya kmu balas nya ke Surya bukan ke Melati... 👎☹👎
2023-04-30
2
Mey-mey89
hai thorrr
2023-04-13
1