Melati menangis saat sang suami melontarkan kata-kata kotor itu kepadanya, selama menikah dengan Surya, baru kali ini Ia mendapatkan umpatan yang begitu menyakitkan, apalah itu terdengar dari mulut suaminya sendiri.
Ditambah lagi ucapan sang mertua yang juga ikut menghina Melati sebagai wanita yang tidak setia.
"Kamu sudah menyakitiku, Mas! Aku memang bersalah dan aku mengakuinya, aku melakukan kesalahan itu dengan pria lain, tapi aku tidak tahu dan aku tidak sengaja melakukannya, Mas! Waktu itu aku tidak sadar dan aku tidak tahu kejadiannya seperti apa, aku tidak bisa lari dari cengkeraman pria itu, tolong mengertilah, Mas! Aku mohon jangan pergi!" rengek Melati yang berusaha untuk menahan Surya untuk tidak pergi darinya.
"Ck! Kamu tidak menyadarinya? Impossible! Kalian berdua pasti menikmatinya, bukan? Nggak usah munafik! Di saat aku bekerja, kamu justru sedang berselingkuh dengan pria yang sudah menjadi musuh lamaku itu, benar-benar menjijikkan kamu, Mel! Dan aku yakin sekali jika kalian saat ini masih berhubungan, iya kan? Lebih baik aku buang saja ponselmu, dan kamu tidak akan bisa lagi berhubungan dengan pria brengsek itu!"
Lagi-lagi Surya yang tidak bisa mengendalikan emosinya, ia pun kembali menghina istrinya dan menyita ponsel Melati, dimana dengan ponsel itu Melati biasa mengabari Kumbang tentang perkembangan putri mereka, meskipun Kumbang berada di luar kota.
"Kamu mau apakan ponsel ku, Mas? Kembalikan!" sahut Melati saat Surya memaksanya untuk menyerahkan ponsel miliknya.
"Ponsel ini aku yang belikan untukmu, dan aku sangat yakin juga dengan ponsel ini kamu masih berhubungan dengan pria itu, dan sekarang kamu tidak akan lagi bisa menghubunginya," balas Surya sambil membawa paksa ponsel Melati.
Melati tidak bisa berbuat apa-apa, terpaksa ia merelakan alat satu-satunya komunikasi dirinya dengan ayah kandung sang putri.
Mama Seroja pun memaksa putranya agar menceraikan Melati, karena untuk apa memiliki seorang istri yang ternyata sudah menipu mereka mentah-mentah.
"Ceraikan saja wanita itu! Mama tidak sudi mempunyai menantu tidak bermoral seperti dia, malu Mama." Sahut sang ibu mertua dengan ketus.
Surya yang sudah terbakar dengan emosi, tanpa melihat Amanda yang pernah Ia sayangi, ia pun memutuskan untuk meninggalkan rumah sakit itu, sementara Amanda masih sangat membutuhkan pertolongan.
Tanpa berucap satu kata pun dari bibirnya, Surya segera pergi meninggalkan rumah sakit bersama sang ibu, tentu saja itu membuat Melati terkejut, dan Ia pun segera menahan suaminya untuk tidak pergi meninggalkan dia dan putrinya.
"Kamu mau kemana, Mas?" sergah Melati sambil menghadang langkah Surya.
"Minggir! Aku mau pulang, aku mau menenangkan pikiranku, tempat ini benar-benar membuatku semakin pusing," sahut Surya sembari terus berjalan menuju ke luar rumah sakit.
"Tapi Mas, bagaimana dengan Manda?"
"Dia anakmu, ya itu tanggung jawab kamu, aku tidak punya urusan lagi dengan Amanda, dia bukan tanggung jawabku lagi, karena dia bukan anak kandungku," sahut Surya yang terus berlalu meninggalkan Melati yang terdiam sembari menatap kepergian suaminya. Sementara itu sang Ibu mertua terlihat berkata sesuatu kepada Melati sebelum pergi, "Kamu siap-siap saja untuk pergi dari rumah kami, aku dan Surya tidak akan pernah bisa menampung istri durhaka dan anak haram, kalian berdua najis masuk ke dalam rumahku, camkan itu!!"
Setelah mengatakan hal itu, Mama Seroja langsung pergi dan mengikuti putranya yang sudah keluar dari rumah sakit itu.
Entah mimpi apa Melati semalam, ia harus dihadapkan dengan masalah yang begitu besar ini, rahasia yang selama ini tertutup rapat akhirnya terkuak sudah kebenarannya, kebenaran jika Surya bukanlah ayah kandung Amanda.
Melati kembali ke kamar sang anak dan melihat kondisi putrinya yang terbaring lemas, ia pun meminta maaf kepada Amanda, tak seharusnya Amanda mengalami hal seperti ini, bagaimana nanti jika Amanda bangun dan mencari keberadaan sang Ayah. Apa yang akan ia katakan kepada putri kecilnya itu.
"Maafkan Mama, Nak! Mama sangat menyayangimu, kamu harus kuat, hanya ayah kandungmu yang bisa menolong mu, tapi bagaimana aku bisa menghubungi nya? Ponselku dibawa Mas Surya, aku tidak bisa lagi memberi tahukan jika putrinya sangat membutuhkannya, ya Tuhan! Aku harus bagaimana?"
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Mey-mey89
semangat thorrr
2023-04-17
1
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Kan kau jg mnghianati melati kan sur...npa lu jg munafik gt..
2023-03-23
1
Wayan Andrea
lagi thor
2023-03-16
2