Melati terkejut saat melihat wajah Mama Seroja yang terlihat menatapnya dengan tajam.
"Ma-mama, Mama kok belum tidur?" tanya Melati gugup, berharap ibu mertuanya tidak curiga saat melihat Melati pulang.
"Darimana saja kamu? Jam segini baru pulang, mentang-mentang Surya keluar kota, kamu seenaknya kelayapan di luar rumah, begitu!" ketus Mama Seroja.
"Em ... Melati minta maaf, Ma! Tadi sepulang dari mengantarkan Mas Surya, Ibu menelepon dan minta bertemu, jadi Melati mampir dulu ke rumah Ibu, lagipula Mas Surya juga tidak mempersoalkan jika Melati datang ke rumah Ibu," alibi Melati yang berharap ibu mertuanya bisa mengerti.
"Oh ... begitu, baiklah! Lain kali kalau mau ke rumah ibumu, kamu ngomong dulu pada Mama, biar Mama nggak khawatir, mengerti!" seru sang mertua.
"Iya, Ma! Melati minta maaf jika tidak sempat izin sama Mama, besok-besok Melati pasti izin sama Mama," balas Melati yang akhirnya bisa bernafas dengan lega, nyatanya sang ibu mertua tidak mencurigai dirinya.
"Ya sudah! Kamu mandi sana! Kamu ngapain saja di rumah Ibumu, sampai kelihatan berantakan seperti itu," ucap Mama Seroja yang melihat penampilan sang menantu yang sedikit berantakan.
"Em ... iya, Ma! Mungkin Melati terlalu capek, kalau begitu saya mandi dulu, permisi!" pamit Melati sembari beranjak pergi ke kamarnya. Mama Seroja pun kembali ke kamarnya.
Sesampainya di dalam kamar, Melati segera masuk ke dalam kamar mandi, ia pun melepaskan semua pakaiannya dan mengguyurkan air shower pada tubuhnya, Melati terlihat menggosok-gosok tubuhnya yang sudah tersentuh oleh laki-laki lain.
"Kotor, aku kotor, aku benci diriku, aku benci kamu Kumbang, laki-laki brengsek! Apa salahku padamu sehingga kamu tega menghancurkan diriku," ucap Melati sembari menangisi nasibnya.
Hari itu adalah hari yang tak pernah Melati bayangkan, sebagai wanita ia merasa kotor dan tidak bisa menjaga harga dirinya. Melati sangat bersalah kepada sang suami.
Sementara di sisi lain, Kumbang mulai membuka kedua matanya, ia bangun dan melihat ke sekeliling, sesekali ia memegang kepalanya yang masih terasa pusing akibat terlalu banyak minum. Sejenak, pria tampan itu menoleh ke arah samping, ia teringat jika dirinya baru saja melakukan sesuatu yang akan membuat hancur seorang pria bernama Surya Kencana, terukir senyum dari bibir pria itu.
Kemudian Kumbang beranjak pergi ke kamar mandi, tiba-tiba kakinya menginjak sesuatu yang cukup membuatnya sakit.
"Aww ... shiiit!!" Kumbang segera melihat apa yang tak sengaja ia injak. Kumbang melihat sesuatu yang berkilau, lantas ia pun segera mengambilnya. Kumbang melihat sebuah giwang emas bermata putih, sejenak Ia mengingat pasti giwang itu milik istri Surya, wanita yang baru saja Ia tiduri.
"Ini pasti milik wanita itu," ucap Kumbang yang sejatinya dirinya belum mengetahui siapakah sebenarnya wanita yang sudah ia tiduri itu.
Kumbang menyimpan benda itu, setelahnya ia pun membersihkan dirinya ke kamar mandi. Entah kenapa Kumbang masih teringat akan kejadian yang baru saja Ia lakukan, meskipun dirinya melakukan itu secara tidak sadar karena ia terpengaruh oleh minuman beralkohol. Tapi, cukup bagi Kumbang untuk merasakan sebuah kenikmatan yang sangat ia nikmati.
Sejurus, Kumbang teringat wajah wanita yang semalam membuatnya terngiang-ngiang, seolah dirinya sedang bercinta dengan sang mantan kekasih, Melati. Pacarnya saat masih di SMA.
"Melati ... entah kenapa aku melihat sosok Melati pada wanita itu, hmm tapi itu tidak mungkin, Melati diajak pergi keluar kota oleh keluarganya, tidak mungkin itu adalah dia, entah bagaimana kabar Melati sekarang?" gumam Kumbang yang sesaat teringat akan mantan kekasihnya itu.
Setelah Kumbang membersihkan dirinya, rupanya ia mendapatkan email dari sekretaris nya, sang sekretaris mengirimkan data-data dari istri Surya Kencana yang ia minta untuk dikirimkan kepada nya. Karena diketahui istri Surya tidak memiliki akun sosial media dan Surya tidak menunjukkan wajah sang istri pada khalayak ramai, karena ia tidak mau kecantikan sang istri dilihat oleh partner-partner bisnis nya.
Masih menggunakan handuk piyama, Kumbang membuka email yang berisi tentang identitas asli istri rival bisnisnya itu. Seketika Kumbang sangat terkejut dan membulatkan matanya saat ia tahu siapa sebenarnya istri Surya dan wanita yang menyebabkan Surya meninggalkan sang adik tercinta.
"Melati?? Oh shiiit! Jadi wanita itu adalah Melati? Oh God ini tidak mungkin, itu artinya aku sudah ... astaga!!! Kenapa harus kamu, Mel!!" sesal Kumbang yang tak menyangka jika wanita yang sudah ia tiduri adalah mantan kekasihnya sendiri.
Ada rasa senang dan juga sesal, Kumbang senang bisa bertemu dengan Melati setelah sekian tahun berpisah, tapi yang membuat dirinya menyesal adalah kenapa Melati yang harus menjadi istri dari pria yang menghancurkan hidup adiknya.
Kumbang pun tersenyum tipis, entah kenapa ia tidak menyesal sudah menyentuh Melati yang nyatanya adalah istri orang, ada tatapan bahagia dari seorang Kumbang yang sebenarnya masih memiliki rasa kepada mantan kekasihnya itu.
"Entah mungkin ini takdir atau sebuah kebetulan, kita dipertemukan dalam keadaan seperti ini, rasa itu masih ada untukmu, Mel! Dan tidak akan pernah padam oleh waktu, aku masih mencintaimu seperti dulu," ucap Kumbang sembari melihat foto Melati yang sedang bersama Surya suaminya di sebuah acara.
Sejak kejadian itu, Melati lebih banyak berdiam diri, hari-harinya merasa tidak bersemangat, hingga akhirnya sang suami pulang dari luar kota, tentu saja Surya sangat bahagia bisa berkumpul dengan sang istri. Tapi tidak dengan Melati, meskipun sudah melewati satu bulan sejak kejadian itu, ia masih terlihat gusar dan tidak seperti dulu lagi, Melati yang dulu selalu ceria dan murah senyum.
Tentu saja perubahan sang istri satu bulan ini membuat Surya bertanya-tanya.
"Kamu ada masalah, Mel? Akhir-akhir ini Mas lihat kamu sedikit murung, apa Mama bicara aneh-aneh lagi sama kamu?" tanya Surya penasaran. Melati menggelengkan kepalanya sembari tersenyum.
"Nggak kok, Mas! Aku nggak apa-apa, hanya saja akhir-akhir ini badanku agak pegal-pegal dan nggak tahu kenapa aku merasa mudah capek," balas Melati.
"Ya sudah! Kamu istirahat saja ... loh loh Mel! Kamu kenapa?" seru Surya saat tiba-tiba sang istri jatuh pingsan.
Surya membawa istrinya ke dokter, dan setelah Melati terbangun, dirinya sadar jika dirinya sedang tidur di sebuah ruangan rumah sakit.
"Awwww ... kepalaku!!" rintih Melati yang akhirnya sang dokter menghampiri dirinya.
"Syukurlah Nyonya sudah sadar," ucap sang dokter sembari tersenyum.
"Dokter! Bagaimana bisa saya ada di sini?" tanya Melati bingung.
"Tadi Nyonya pingsan, dan suami Anda membawa Anda kemari, beliau sedang menerima telepon di luar," balas sang dokter.
Setelah itu dokter pun segera membantu Melati untuk bangun, dan kini Melati sudah bisa berjalan dan duduk di kursi dalam kondisi sehat dan baik-baik saja.
Kemudian dokter segera memberikan hasil pemeriksaan medis yang sudah dilakukan. Sang dokter tampak mengulurkan tangan kepada Melati.
"Selamat Nyonya! Anda positif hamil," ucap dokter sembari tersenyum.
"Apa, Dok! Saya hamil?" tanya Melati terkejut saat dirinya divonis mengandung janin satu bulan.
"Benar, Nyonya. Anda sedang hamil satu bulan, selamat! Jaga kandungan Anda baik-baik," balas sang dokter sembari memberikan resep vitamin kepada Melati.
Di saat yang bersamaan, Surya masuk ke dalam ruangan dokter dan mendengarkan dokter mengatakan jika Istrinya sedang hamil.
"Benarkah itu, Dok? Istri saya sedang hamil?" tanya Surya yang begitu bahagia saat mendengar berita kehamilan istrinya.
"Tentu saja, Tuan! Saya tidak berbohong, istri Anda benar-benar positif hamil, selamat untuk Anda berdua, akhirnya lima tahun penantian tidak sia-sia," ucap dokter langganan mereka berdua.
Surya tampak memeluk sang istri dengan bahagia, tak terasa Surya menangis bahagia mendengar Istrinya hamil.
"Selamat, Sayang! Akhirnya, Tuhan mengabulkan doa kita, kamu hamil anak kita, Mama pasti bahagia mendengar ini, iya ... aku akan segera menghubungi Mama," seru Surya yang saat itu langsung menelepon Mama Seroja untuk memberi tahukan berita gembira ini.
Tentu saja, saat diberi tahu jika sang menantu sedang mengandung, Mama Seroja bahagia bukan main, ia pun langsung memberi tahukan kepada seluruh penghuni rumah jika sang menantu sedang mengandung cucunya.
Tapi, hal berbeda dengan apa yang dirasakan oleh Melati, karena ia merasa jika bayi yang sedang dikandungnya bukanlah anak dari suaminya, tapi anak pria lain yang tak lain adalah Kumbang, sang mantan pacar yang sudah memaksanya untuk berhubungan badan.
"Ya Tuhan! Kenapa ini harus terjadi padaku, aku tidak mungkin merusak kebahagiaan suami dan ibu mertuaku, mereka terlihat sangat bahagia, apa jadinya jika aku mengatakan yang sebenarnya, pasti mereka sangat bersedih." Melati pun mulai berpikir untuk merahasiakan tentang siapa ayah kandung dari bayi yang sedang ia kandung, untuk menjaga hati suami dan juga ibu mertuanya, dan ia pun berharap Kumbang tidak datang lagi ke dalam hidupnya.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
💖Chia~Q®F💖
wah berarti Surya yg bermasalah ini nyatanya melati 1 kali ditembak Ama kumbang langsung mlendung🤰🤰
2023-05-05
0
Cattleya
duhh Kumbaaaaang, nyesel kaaannn..
lagian harusnya kmu tuh balasnya ke Surya, bukan ke istrinya, Melati gk ikut terlibat disini, kasian kan.. 👎☹👎
balas dendam yg salah sasaran... 😭😢😵
2023-04-30
0
Leni Eni
thorr buat bayi yang di kandung melati keguguran!
2023-04-28
0