Sementara di tempat lain, setelah Melati keluar dari klinik dokter kandungan, ia pun segera pergi lewat pintu belakang, agar Kumbang tidak bisa melihatnya, dengan begitu Melati bisa pergi dengan leluasa, ia merasa sedikit risih saat berada satu mobil dengan mantan kekasihnya itu.
"Taksi!!" Melati menghentikan sebuah taksi dan segera pergi dari tempat itu, sedangkan Kumbang terlihat panik karena Melati tak kunjung keluar, ia pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk melihat keadaan Melati di dalam klinik. Tak berselang lama anak buah Kumbang datang dan mengatakan jika Melati sudah tidak ada di dalam.
"Shittt!! Dia pergi lagi, ya sudah! Kita kembali," titah Kumbang kepada anak buahnya untuk kembali ke kantor. Karena Kumbang masih penasaran, ia pun menghubungi nomor Melati untuk menanyakan keberadaan dirinya.
Melati melihat ponselnya berdering dan itu ternyata dari Kumbang, pasti pria itu sedang mencarinya.
"Halo!"
"Kenapa kamu lari?"
"Maafkan aku, aku tidak ingin merepotkan mu, aku bisa pulang sendiri,"
"Aku tidak pernah merasa repot, ini adalah kewajibanku, bagaimana keadaan bayi kita?"
"Semua baik-baik saja, tinggal menunggu dua bulan lagi bayi ini akan lahir, sudah ya! Aku pulang dulu, kamu tidak perlu khawatir, bayi ini akan baik-baik saja denganku," kata-kata terakhir sebelum Melati menutup ponselnya. Dan Kumbang pun semakin tidak sabar ingin segera melihat anaknya lahir ke dunia.
*
*
*
*
Surya terbangun dari tidurnya, Ia pun sekilas teringat akan istrinya yang sedang hamil, Surya pun segera memakai pakaiannya kembali setelah semalam dirinya melakukan lagi kesalahan yang benar-benar akan membuat Melati kecewa. Ia pun meminta Cherry untuk segera pergi dari kamarnya.
"Emm ... Mas, kamu sudah bangun!" seru Cherry sembari memeluk Surya.
"Aku mohon jangan lakukan ini, sebaiknya kamu pergi dari kamarku! Dan lupakan apa yang sudah terjadi di antara kita, anggap saja aku sudah khilaf, tak seharusnya ini terjadi diantara kita," ucap Surya yang membuat Cherry kesal.
"Apa, Mas? Kamu seenaknya saja mengusirku setelah kamu puas melakukan apa yang kamu inginkan, CK! Ternyata semua pria itu sama saja, aku cuma kasihan saja sama istrimu, wanita yang sungguh malang, dinikahi oleh pria brengsek seperti kamu, semoga saja karma yang menimpa mu tidak seburuk yang aku bayangkan, dan aku harap Melati tidak membencimu setelah tahu siapa kamu yang sebenarnya!" Ucap Cherry kesal, dan setelah itu ia pun segera pergi meninggalkan kamar hotel Surya.
Surya hanya bisa mengusap wajahnya kasar, betapa dirinya sangat bodoh, tidak bisa mengendalikan hawa nafsunya terhadap wanita.
Setelah kejadian itu, Surya pun perlahan menjauh dan membatasi pertemuannya dengan Cherry, karena ia tidak ingin kesalahan lama terulang dan terulang lagi, mengingat dirinya kini akan menjadi seorang ayah.
Hingga akhirnya waktu berjalan begitu cepat, kini usia kandungan Melati menginjak usia sembilan bulan, persiapan untuk menyambut kedatangan baby mereka sudah dipersiapkan matang-matang oleh Surya dan Mama Seroja, dari kamar yang bernuansa pink, karena menurut USG jenis kelamin bayi mereka adalah perempuan.
"Hmm ... akhirnya selesai sudah! Bagaimana sayang, apa kamu suka dengan desain kamar ini? Pasti bayi kita akan suka dan nyaman berada di dalam kamarnya," seru Surya sembari merangkul sang istri yang perutnya semakin terlihat menjulang itu.
"Iya bagus banget, aku suka. Terima kasih banyak, Mas! Kamu sudah menyayangi anak kita dengan seluruh hatimu," balas Melati.
"Kamu ngomong apa sih, tentu saja aku sangat menyayangi anakku, karena bagaimanapun juga dia adalah darah dagingku, tidak mungkin aku tidak menyayanginya kecuali dia bukan anakku!" sahut Surya yang seketika membuat Melati menatap wajah suaminya serius.
"Hei! Tidak usah melihat aku seperti itu dong! Dia anakku, kan? Tentu saja aku akan menyayanginya, selama 5 tahun aku menunggu kedatangannya dalam rahimmu, dan sekarang kebahagiaan ku lengkap, aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu, dan aku mohon padamu, Mel. Jangan pernah tinggalkan aku! Aku benar-benar tidak bisa hidup tanpamu, hanya kamu wanita yang aku cintai," ungkap Surya yang tak sengaja mengeluarkan butiran bening dari sudut matanya.
Melati pun memeluk suaminya dan berharap semoga Kumbang tidak merusak kebahagiaan mereka berdua. Tiba-tiba saja, disaat mereka sedang berpelukan, Melati merasakan perutnya kontraksi seolah dirinya akan melahirkan.
"Aduhhh, Mas! Aku kok merasa ada yang keluar dari bawah," rintih Melati saat merasakan sesuatu yang keluar tiba-tiba dari inti tubuhnya . Surya pun panik, ia pun segera memanggil sang Mama untuk melihat kondisi Melati, dimana air ketuban itu sudah pecah dan mengalir begitu saja, Mama Seroja tentunya tahu jika sang menantu akan melahirkan.
"Melati! Ya ampun kamu sepertinya akan melahirkan, Nak! Ayo bawa istrimu ke rumah sakit, cepetan!" sahut Mama Seroja yang melihat air ketuban yang mengalir banyak pada kaki sang menantu.
Surya pun segera membawa sang istri ke rumah sakit, tentu saja Mama Seroja juga ikut panik, bagaimana tidak ini adalah kelahiran cucu yang sangat dinantikannya.
Hal berbeda ditunjukkan oleh Kumbang yang saat itu sedang memimpin sebuah rapat, sang direktur utama terlihat lemas dan merasa badannya pegal-pegal, yang lebih heran lagi ia merasakan perutnya mulas-mulas, entah kenapa tiba-tiba Kumbang merasakan hal seperti itu.
"Bos! Ada apa? Kenapa Bos seperti kelihatan sakit perut?" tanya sang asisten pribadi.
"Aku tidak tahu, sepertinya rapat kita tunda dulu, aku sudah tidak kuat!" rintih Kumbang yang benar-benar merasakan sakit pada pinggang dan perutnya. Sang asisten pribadi terpaksa mengumumkan jika sang Bos menunda dulu rapatnya, karena sang Bos sedang sakit.
Di ruangan bersalin, Melati berjuang di antara hidup dan mati, ia berjuang keras untuk melahirkan bayinya dengan persalinan normal, hal yang aneh terjadi pada Kumbang yang meringis kesakitan di ruangannya, hingga pria itu berguling-guling di atas sofa saking sakitnya sensasi nyeri itu.
"Astaga! Apa yang terjadi denganku?" rintih Kumbang yang tak sengaja membuat sang asisten pribadi berpikir. Apa yang terjadi pada Bosnya itu termasuk kejadian yang langka dan biasanya terjadi pada pasangan suami istri.
Tepat pukul sepuluh pagi, lahir lah bayi yang sangat cantik, berkulit putih, berambut lebat, bayi itu menangis sangat kencang dan akhirnya, lega sudah Melati, ia berhasil melahirkan anak dari sang mantan yang sudah menanamkan benih itu ke dalam rahimnya, sehingga lahirlah bayi perempuan yang sangat cantik dan imut.
Di saat yang bersamaan, entah kenapa Kumbang sudah tidak merasakan sakit lagi pada perutnya, sungguh hal yang aneh bin ajaib.
"Loh kok udah nggak sakit lagi?" seru Kumbang sambil memeriksa kondisi tubuhnya sendiri yang dirasakannya sudah tidak sakit lagi.
"Waaahhhh, Bos! Jangan-jangan dugaan saya benar ini?" sahut sang asisten.
"Kata orang tua dulu, apa yang Bos alami itu karena istri Bos sedang melahirkan, karena ikatan batin Bos dan istri Bos sangat kuat, maka terjadilah seperti ini. Tapi bos kan belum punya istri? Hooo astaga! Kenapa tidak terpikirkan oleh saya, apa mungkin Melati sudah melahirkan, Bos harus cari tahu!" ungkap sang asisten yang seketika membuat Kumbang teringat akan kondisi Melati yang sedang hamil besar.
"Kamu cari tahu keadaan Melati? Aku merasa jika apa yang kamu katakan itu benar," titah Kumbang kepada sang asisten.
Setelah itu, anak buah Kumbang segera mencari tahu keberadaan Melati dan benar saja, saat ini Melati sudah melahirkan bayi perempuan yang sehat dan cantik. Tentu saja berita tentang kelahiran putrinya membuat Kumbang begitu bahagia, ia pun segera mengirimkan bunga sebagai ucapan selamat kepada Melati dan juga Surya sebagai rival bisnisnya itu.
Nyatanya kiriman bunga dari Kumbang tidak bisa diterima oleh Surya, ia membuang bunga itu dan menginjak-injaknya.
"Kenapa dibuang bunganya, Mas? Bunga itu masih segar, kan?" tanya Melati saat tahu sang suami melempar bunga kiriman dari musuh bisnisnya itu.
"Aku tidak butuh ucapan selamat dari Kumbang, dia sudah hampir membuat karirku hancur, dan sekarang untuk apa lagi dia pakai mengucapkan selamat kepada kita, cihhh! Aku sangat muak kepadanya," seru Surya yang terlihat begitu kesal dengan rival bisnisnya itu.
Melati pun harus segera melakukan sesuatu, ia tidak mau melihat kebahagiaan suami dan ibu mertuanya hilang, saat ini Surya dan Mama Seroja sangat bahagia dengan kehadiran bayi Melati.
Setelah beberapa jam dari proses persalinan, Melati meminta izin untuk pergi ke kamar mandi, ia didampingi oleh sang suami dan menyuruh Surya untuk menunggunya di luar.
"Mas, kamu tunggu di sini saja, aku mau ke dalam," ucap Melati kepada suaminya.
"Baiklah, jika kamu butuh sesuatu bilang saja padaku," balas Surya sembari menutup pintu kamar mandi.
Setelah pintu kamar mandi ditutup, Melati kemudian mengeluarkan ponsel yang ia masukkan ke dalam saku bajunya, kemudian ia pun segera menghubungi nomor Kumbang dan memberi tahukan jika kini dirinya dan bayinya baik-baik saja.
Tentu saja Kumbang sangat bahagia saat mendapatkan telepon dari Melati. Ia pun segera mengangkat telepon itu dan berbicara kepada ibu dari anaknya itu.
"Halo, Mel! Aku sangat bahagia sekali kamu meneleponku? Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan anakku. Bagaimana, apa kamu suka dengan bunganya?" seru Kumbang.
"Aku tidak ingin berbasa-basi, aku ingin bicara serius dengan kamu, Bang! Dan aku harap kamu bisa menerima keputusanku," ungkap Melati yang seketika membuat Kumbang terkejut.
"Ada apa? Apa yang ingin kamu katakan, jangan bilang kalau kamu ingin menjauhkan aku dengan putriku, aku tidak bisa, Mel!" balas Kumbang sebelum Melati mengatakan apa maksudnya.
"Iya!!! Dengan sangat terpaksa kali ini aku mohon padamu, tolong! Pergilah dari kehidupan ku, Bang! Kamu tidak perlu khawatir dengan putri kita, aku akan menjaganya dengan baik, Mas Surya dan Mama sangat menyayangi bayi kita, dia tidak akan kekurangan kasih sayang dari orang-orang disekitarnya. Karena bagaimanapun juga hubungan kita tidak mungkin bisa berlanjut, aku wanita bersuami dan kamu bisa membuka lembaran baru bersama wanita lain, jangan sia-siakan hidupmu, Bang! Masa depanmu masih panjang, aku tidak akan pernah lupa jika kamu adalah ayah dari bayi ku, terima kasih kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk Mas Surya dan Mama, meskipun caranya tidak seperti yang aku inginkan, tapi setidaknya kehadiran bayi itu membuat rumah tanggaku semakin bahagia, pergilah Bang! Anak kita pasti bahagia, percayalah!" ucap Melati yang seketika membuat Kumbang bersedih.
"Apa aku bisa, Mel?"
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Mey-mey89
,,
2023-04-14
1
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Bntr lgi kau akn mlihat anakmu kumbang....
2023-03-23
1
💘💞Ratunya Bo Qingang💕💘.
Msok to surya...
2023-03-23
1