Bab 4 : Bunga mawar putih

Sejak diketahui sedang hamil, kondisi Melati menjadi kurang vit, ia sering sekali merasa pusing dan mual-mual, sekarang usia kandungan Melati sudah menginjak tiga bulan. Meskipun masih 3 bulan, perut Melati sudah terlihat membesar dan perubahan tubuhnya pun sangat signifikan, Melati terlihat lebih berisi dari beberapa bulan yang lalu.

Mama Seroja tampak begitu perhatian kepada Melati. Wanita itu pun terlihat mendekati Melati dan memberikannya minuman gula asam untuk mengurangi sensasi mual-mual akibat kehamilannya yang masih terbilang sangat muda.

"Mel! Ini Mama bawakan minuman gula asam untukmu, orang tua dulu bilang jika minuman ini bisa mengurangi mual-mual pada ibu hamil, ayo diminum!" titah Mama Seroja sembari memberikan segelas gula asam itu.

"Terima kasih, Ma!" balas Melati.

Kemudian, Melati meminumnya, Mama Seroja terlihat begitu sayang terhadap cucunya yang masih di dalam perut sang menantu.

"Mulai sekarang! Kamu jangan capek-capek, biar pelayan yang mengerjakan pekerjaan rumah, jika kamu butuh sesuatu kamu bisa menyuruh pelayan untuk mengantarkan makanan untukmu, pokoknya Mama tidak ingin terjadi apa-apa pada cucu Mama, oh ya Mama mau pergi sebentar, nanti Mama akan belikan kamu buah mangga muda untukmu, karena Mama tahu jika wanita yang sedang hamil muda pasti ingin makan sesuatu yang asam-asam," ucap sang mertua sembari beranjak pergi.

"Iya, Ma!" balas Melati sembari tersenyum. Melati pun kembali merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, sesekali ia mengusap perutnya dan berkata, "Aku memang tak pernah mengharapkan kehadiranmu, Nak! karena kamu ada karena sebuah kesalahan, tapi aku tidak bisa membencimu begitu saja, karena bagaimanapun juga ini adalah kesalahanku dan dia. Dan kehadiranmu dalam rahim ini, sudah membuat bahagia Mas Surya dan Mama, maafkan aku, Mas Surya!" ucap lirih Melati.

Tak berselang lama tiba-tiba ada sebuah kiriman bunga dari seseorang yang tak dikenal, seorang pelayan membawa sebuah karangan bunga mawar putih yang ditujukan untuk Melati.

"Permisi, Nyonya! Ini ada kiriman bunga untuk Nyonya," ucap sang pelayan sembari memberikan bunga itu.

"Bunga untukku?" balas Melati penasaran sembari menerima bunga itu.

Melati terkejut, siapa yang sudah mengirim bunga untuknya, ia pun melihat secarik kertas pada bunga mawar putih itu. Kemudian Melati membacanya.

"Aku harap kamu suka dengan bunga ini, bukankah ini bunga kesayanganmu, Mel!"

Melati melototkan matanya saat membaca tulisan dalam secarik kertas pada rangkaian bunga mawar putih itu, yang rupanya itu adalah kiriman dari Kumbang.

"Kumbang! Ini tidak mungkin, darimana dia tahu aku tinggal di sini?" batin Melati bingung, itu artinya Kumbang sudah tahu keberadaan dirinya. Ia pun segera membuang bunga mawar putih itu secepatnya. Melati menyuruh pelayan untuk membuang bunga itu, agar suami dan ibu mertuanya tidak mengetahuinya.

"Buang ini ke tempat sampah, aku tidak mau suamiku dan Mama tahu, mengerti!" titah Melati kepada pelayan. Disaat yang bersamaan, tiba-tiba ponselnya berdering, dan Melati pun segera beranjak untuk mengangkatnya.

Sejenak Melati melihat ke arah layar ponselnya, terlihat nomor tak dikenal sedang menghubunginya.

"Siapa yang meneleponku?"

Melati pun segera mengangkat telepon itu.

"Halo!"

"Apa kabar, Mel? Bagaimana, kamu suka dengan bunganya? Aku harap kamu menyimpan bunga itu," suara yang sangat dikenal oleh Melati yang tak lain adalah Kumbang, sang mantan.

"Kumbang! Ngapain kamu nelpon-nelpon aku, dan darimana kamu aku tinggal di sini? Aku ingatkan lagi sama kamu, ya! Jangan berani-berani kamu ganggu aku, sebaiknya kamu menjauh saja dariku," sahut Melati yang tak menyangka jika Kumbang bisa menghubungi dirinya. Kumbang tersenyum menyeringai, pria itu terlihat santai sembari duduk di kursi kebesarannya.

"Melati! Kamu pikir akan bisa lari dariku? Tidak semudah itu kamu bisa pergi, apa kamu sudah lupa dengan hubungan kita? Malam itu, aku dan kamu sama-sama menikmatinya, apa kamu sudah lupa, hmm?" sahut Kumbang, pria tampan yang masih belum memiliki pasangan itu, meskipun usianya sudah matang untuk berumah tangga.

Melati pun panik, ternyata Kumbang masih teringat akan malam panas mereka.

"Aku tidak peduli dengan malam itu, aku sudah melupakannya dan jangan berharap aku akan mengingatnya, dan aku mohon sekali padamu, tolong! Lupakan tentang kita, aku sudah bersuami dan aku tidak ingin menyakiti suamiku, aku mohon mengertilah! Apapun yang terjadi di antara kita itu hanya sebuah ketidaksengajaan, dan aku tidak akan pernah mengingatnya!" sanggah Melati yang langsung menutup teleponnya dengan cepat.

Melati tampak panik dan cemas, semoga saja Kumbang tidak mengganggu hidupnya lagi, apa jadinya jika Kumbang berkata kepada suaminya jika dirinya pernah tidur dengan Melati, ini pasti akan membuat rumah tangga mereka menjadi goyah.

Kumbang tersenyum saat Melati menutup telepon darinya, pria itu akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, tidak ada kata menyerah bagi pria itu.

Sementara di sisi lain, Melati terlihat semakin cemas dan takut. "Ya Tuhan! Semoga saja dia tidak menggangguku lagi," ucap Melati yang tak sengaja didengar oleh Surya yang baru saja masuk ke dalam kamar.

"Siapa yang mengganggumu?"

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

moga saja Surya tak perasan

2023-05-11

0

Mey-mey89

Mey-mey89

..

2023-04-13

1

k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§

k⃟K⃠ B⃟ƈ ɳυɾ 👏🥀⃞༄𝑓𝑠𝑝⍟𝓜§

yah ampun kasian banget melati di ganguin Sam kumbang 😁😁😁😁

2023-04-11

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!