"Mas Surya!" Melati tampak sangat terkejut saat melihat sang suami yang tiba-tiba berada di belakangnya. Ia terlihat gugup dan panik, semoga saja sang suami tidak mendengar percakapannya dengan Kumbang.
"Kamu kenapa kelihatan gugup seperti itu?" tanya Surya penasaran.
"Oh tidak apa-apa, Mas! Em ini tadi Ibu nelpon, katanya dia pingin ketemu," balas Melati berbohong.
"Ohh ... ya sudah kamu kunjungi Ibu, mungkin memang ibu sedang kangen, kamu bisa minta antar kepada sopir. Ah iya bagaimana dengan kandunganmu, apa semua baik-baik saja? Hmm sekarang anak kita bertambah besar saja!" ucap Surya kepada sang istri sembari mengelus perut sang istri.
"Semuanya baik, Mas! Kamu tidak perlu khawatir," balas Melati sembari tersenyum.
Surya menatap wajah sang istri sembari mengatakan sesuatu, "Aku minta maaf padamu!"
"Minta maaf? Untuk apa, Mas?" tanya Melati terkejut.
"Aku minta maaf jika selama ini aku tidak berani menyentuhmu, aku terlalu bahagia dengan kehamilan mu, sehingga aku sangat takut jika aku menyentuhmu akan membuat bayi kita terganggu, aku benar-benar tidak mau terjadi apa-apa dengan bayi kita, karena penantian panjang ini sangat lah aku rindukan, bukan hanya aku, Mama juga sangat merindukan kehadiran cucu. Terima kasih Sayang, kamu sudah mewujudkan impian kami, aku semakin mencintaimu!" seru Surya yang membuat Melati merasa semakin bersalah.
Melati hanya tersenyum dan memeluk suaminya, memang setelah Surya tahu jika sang istri mengandung, saat itu juga dirinya tidak berani menyentuh sang istri sama sekali, hingga usia kandungannya sudah 4 bulan. Karena Surya tidak ingin terjadi sesuatu kepada calon bayinya, karena itu adalah anak pertama mereka.
"Ya sudah! Mas mandi dulu gih, setelah itu aku akan siapkan makanan untuk kamu!" seru Melati.
"Hmm baiklah, aku ke kamar dulu, hari ini Mas cukup dibuat pusing dengan ulah Kumbang Kelana, dia selalu bikin gara-gara dengan aku, mentang-mentang dia dekat dengan pak direktur seenaknya saja dia bilang kerjaku tidak becus, ingin sekali aku sumpal mulutnya yang besar itu, agar bisa diam! setelah itu aku akan siapkan makan malam!" balas Surya yang membuat Melati panik.
"Emm ... Mas yang sabar, ya! Namanya juga dunia bisnis, Mas! Udah jangan dengerin mereka yang jelek-jelekin kita, kamu harus tetap maju, siapapun itu si Kumbang kek, si kupu-kupu ataupun belalang, nggak usah diladeni, yang terpenting aku selalu ada untukmu, Mas! Aku tidak akan meninggalkanmu, percayalah!" ucap Melati yang membuat Surya adem.
"Kamu memang istriku yang paling baik, tidak sia-sia aku memberikan semua cintaku untukmu, karena kamu memang pantas untuk dicintai. Ya sudah Mas ke kamar dulu!" pamit Surya sembari mengusap lembut wajah sang istri. Dan Melati pun tersenyum.
Kemudian Surya beranjak pergi naik ke lantai atas, Melati memperhatikan sang suami dan memastikan jika Surya sudah masuk ke dalam kamar. Setelah Surya masuk ke dalam kamar, Melati pun segera menghubungi kembali nomor Kumbang, dan ia harus segera menutup mulut Kumbang agar pria itu tidak membuka rahasia yang akan membuat rumah tangganya bersama Surya berantakan.
Melati pun kembali menghubungi nomor Kumbang dan memohon kepada pria itu untuk merahasiakan tentang hasil tes DNA itu.
"Halo!"
"Halo, Cantik! Bagaimana, apa kamu sudah siap untuk meninggalkan Surya? Karena bayi itu adalah anakku, bukan anak Surya," ucap Kumbang dengan senang. Melati pun tidak punya pilihan lain lagi, ia pun memohon dengan sangat agar Kumbang bisa merahasiakan tentang tes DNA itu.
"Baiklah, aku akui jika anak ini adalah anakmu, tapi aku mohon jangan katakan kepada suamiku, Mas Surya sudah terlalu bahagia dengan kehadiran anak ini, begitu juga dengan Mama, jadi aku mohon tetap simpan rahasia ini dalam-dalam, aku tidak ingin mengecewakan Mas Surya dan Mama, mereka sangat menantikan kehadiran bayi ini, aku mohon Kumbang! Tolong mengerti lah posisiku saat ini!" rengek Melati yang berharap Kumbang bisa merahasiakannya.
Kumbang pun hanya bisa menghela nafasnya, karena sejatinya dirinya sangat mencintai Melati, apalagi ia melihat sikap Surya yang juga sangat menyayangi bayinya, ia pun memberikan syarat kepada Melati.
"Baiklah! Aku tidak akan mengatakannya kepada suamimu, karena aku terlalu mencintaimu, Mel! Aku akan menuruti permintaanmu, tapi dengan satu syarat," ucap Kumbang.
"Apa?" tanya Melati penasaran.
"Kamu tidak boleh melarang ku untuk bertemu dengan anakku, dan kita pun akan tetap bertemu seperti biasa, karena bagaimanapun juga anak itu adalah anakku, dan aku berjanji padamu tidak akan mengatakan tentang rahasia kita, bagaimana?" tawar Kumbang.
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 60 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
hidup melati berada dipersimpangan
2023-05-11
0
Mey-mey89
semangat
2023-04-13
1
Bintang
𝚖𝚎𝚕𝚊𝚝𝚒 𝚜7 𝚋𝚐𝚝 𝚕𝚊𝚑𝚑, 𝚒𝚢 𝚔𝚗 𝚖𝚎𝚕
2023-03-14
1