Bab 12 : Perlahan menjauh

"Kamu harus bisa, apa kamu tidak kasihan denganku, Bang? Jika kamu memang sayang dengan anak ini, maka pergilah! Biarkan aku hidup tenang bersama keluarga kecilku, Mas Surya sangat menyayangi putri kita, dia akan memberikan semua kasih sayang untuknya," ucap Melati memelas.

Kumbang pun lemas saat Melati berkata demikian, sebenarnya ia tidak ingin berpisah dengan putrinya, karena bagaimanapun juga Melati adalah istri orang, meskipun dirinya masih sangat mencintai wanita itu, dan dendamnya masih membara kepada Surya.

"Oke! Aku akan menuruti permintaanmu, tapi aku akan lihat dulu bagaimana sikap Surya selama beberapa bulan kepadamu dan juga kepada putriku, setelah aku bisa menilainya, aku akan pergi dari kehidupan kalian," balas Surya dengan sangat terpaksa.

"Terima kasih, Bang! Aku tahu sebenarnya kamu orang yang baik, kita memang tidak berjodoh, terima kasih banyak atas pengertiannya," kata-kata terakhir sebelum Melati menutup ponselnya. Namun, Kumbang tampak memanggil-manggil nama Melati.

"Tunggu, Mel! Jangan ditutup dulu!" seru Kumbang.

"Apa lagi?" balas Melati yang berharap Kumbang tidak mengurungkan niatnya.

"Aku memang akan menjauh dari kalian, tapi ingat! Aku tidak sepenuhnya menjauh, aku hanya menghormati keputusanmu, jika suatu saat aku melihat Surya menyakitimu, aku tidak akan tinggal diam, aku pasti merebut mu dari tangannya, kamu mengerti!!" Ucap Kumbang serius.

Melati pun tidak bisa berkata apa-apa, Ia pun tak pernah mengira akan bertemu lagi dengan pria yang pernah masuk ke dalam hatinya, tak bisa dipungkiri, Melati pun masih memiliki rasa kepada Kumbang, tapi harus bagaimana lagi, hubungan mereka terpaksa kandas karena Melati pindah ke luar kota, dan di sana Melati bertemu dengan Surya yang jatuh cinta kepada Melati, sosok gadis sederhana yang mampu meluluhkan hati seorang pria yang bernama Surya Kencana.

Melati menerima cinta Surya, karena pria itu terlihat sangat mencintai Melati, Surya memutuskan untuk keluar dari dunia hitamnya sebagai seorang Casanova saat melihat Melati dan jatuh cinta kepada wanita itu. Surya pun memutuskan untuk menikah dengan Melati dan membina biduk rumah tangga. Dan selama 5 tahun pernikahan, sayangnya mereka belum dikaruniai seorang anak.

Kehadiran Kumbang yang tiba-tiba telah merubah segalanya, Melati mengandung anak sang mantan dan melahirkannya, kehadiran bayi perempuan itu menjadi penyemangat Surya dan Mama Seroja, mereka berdua sangat bahagia atas kelahiran putri Melati yang diberi nama Amanda.

Hari demi hari, rumah tangga Melati kian bahagia, Kumbang yang masih mengintai kehidupan Melati dan suaminya beberapa bulan terakhir, ia pun terpaksa harus menerima kenyataan jika Surya memang benar-benar menyayangi putrinya.

"Apakah aku harus meninggalkan Melati? Rasanya aku tidak bisa pergi begitu saja," ungkap Kumbang saat dirinya melihat dari kejauhan sang putri saat bersama Melati dan Surya sedang bermain di taman. Mereka semua terlihat begitu bahagia.

"Bos! Anda harus kuat, putri Anda sangat bahagia berada ditengah-tengah keluarganya, sungguh bayi yang sangat cantik," puji sang asisten saat melihat bayi perempuan yang digendong oleh Surya.

Dari jarak sekitar sepuluh meter, bayi yang masih berusia sembilan bulan itu, tampak sedang tertawa kecil menatap ke arah mobil Kumbang yang berhenti di tepi jalan sedang mengintai Melati dan keluarganya. Kaca mobil yang sedikit terbuka, memudahkan Kumbang melihat secara langsung bagaimana kondisi sang anak.

"Bos, lihat! Dia sedang menatap Bos, eh senyum lagi, ya ampun lucunya, tentu saja sangat lucu, karena Mamanya juga sangat imut iya kan, Bos!" celetuk sang asisten yang seketika memaksa Kumbang menoleh ke arah sang asisten dengan tajam.

"Tutup mulutmu!!" ucap Kumbang sembari mencengkram erat kerah baju sang asisten.

"Hehehe sorry, Bos! Slow slow!!"

Kumbang pun melepaskan tangannya dari leher sang asisten, kemudian Ia kembali melihat wajah sang anak yang sangat mirip sekali dengan dirinya.

"Kamu cantik sekali, Sayang! Kalau saja aku bisa menggendong mu saat ini, sayang sekali Mamamu terlalu mencintai suaminya yang brengsek itu, semoga saja suatu hari nanti, Melati bisa sadar jika suaminya itu tak sebaik yang dia kira, dan akhirnya mereka berpisah," ucap Kumbang serius.

"Aamiin ... eh Bos! Kok saya ikut Aminin sih, doa Bos itu jelek banget loh, kalau cewek nih Bos udah disebut sebagai Pelakor," sahut sang asisten.

"Kalau pun mau, aku bisa saja membawa Melati dan anakku kabur, tapi Melati pasti sangat membenciku, dan aku tidak mau itu," balas Kumbang sembari menatap wajah sang anak yang sedari tadi menatapnya, seolah bayi itu mengerti jika Kumbang adalah ayah kandungnya.

"Ayo kita pulang, Sayang!" ajak Surya kepada anak dan istrinya. Melati pun menggendong putrinya yang saat itu masih melihat ke arah mobil Kumbang, Baby Amanda menangis saat sang ibu mengajaknya pergi.

"Loh kamu kenapa, Sayang? Cup cup cup ayo kita pulang sudah sore!" seru Melati sembari menenangkan baby nya yang sedang menangis. Baby Amanda pun masih saja menangis seolah ia tidak ingin pergi dari tempat itu.

"Sini biar aku yang gendong!"

Surya pun berusaha untuk membantu sang istri menenangkan bayi mereka, ia pun menggendong bayi cantik itu dengan posisi menempelkan pada dadanya sembari menepuk-nepuk punggungnya dengan lembut, tentu saja wajah sang Baby masih menatap mobil dimana Kumbang berada.

Melati melihat wajah sang anak yang sedang menatap ke suatu tempat, spontan Melati menoleh ke tempat dimana sorot mata sang anak melihat pada sebuah mobil yang terparkir di pinggir jalan. Seketika Melati terkejut saat melihat mobil sang ayah dari bayinya sedang berhenti di sana.

"Kumbang!!" ucap Melati lirih, Melati menatap wajah sang putri yang terlihat begitu bahagia melihat ayahnya, sungguh ikatan batin yang tidak bisa dielakkan, meskipun Baby Amanda sedang digendong oleh Surya, tapi senyum bayi mungil itu terlihat begitu bahagia saat melihat ayah kandungnya.

Kumbang melihat Melati yang sedang menatap dirinya, Melati tampak menggelengkan kepalanya dan memohon kepada Kumbang untuk segera pergi dari sana.

Kumbang pun mengerti maksud Melati, perlahan tapi pasti mulai saat itu Kumbang pun menjaga jarak kepada mereka, dan berusaha untuk mengikhlaskan dendamnya kepada Surya, karena Surya sudah sangat menyayangi putrinya seperti putri kandungnya sendiri.

"Aku akan pergi, Mel! Tapi tidak untuk selamanya, aku akan tetap mengawasi kalian berdua, selama aku masih hidup, tidak akan ada yang bisa mengganggu kalian berdua, itu sumpahku!!"

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Cattleya

Cattleya

si asisten ini cari perkara yak, dasar kompor 😀😀😀😀😀

2023-04-30

0

Cattleya

Cattleya

ganbatte Kumbang, rebut Melati + Amanda dari tangan Surya... 💪👏👏

2023-04-30

2

Mey-mey89

Mey-mey89

???

2023-04-16

1

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 60 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!