Aurora berendam di dalam bathtub untuk menghilangkan rasa lelahnya. Gadis itu memejamkan matanya untuk merilekskan tubuhnya yang terasa lelah. Hingga....
"Ceklek"
"Akkh! Kenapa kamu masuk ke sini? Cepat keluar!"pekik Aurora menenggelamkan tubuhnya hingga batas leher dan membelakangi Rayyan.
Aurora yang sedang berendam di dalam bathtub terkejut saat terdengar suara pintu di buka. Aurora menjadi panik saat melihat Rayyan masuk ke dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan celana panjang. Sehingga perut dan dada pria itu terekspos sempurna.
Rayyan sebenarnya tidak tahu jika Aurora berada di dalam kamar mandi. Pintu kamar mandi itu tidak terkunci dan tidak ada suara apa-apa dari dalam kamar mandi karena Aurora sedang berendam. Karena itu, Rayyan masuk ke dalam kamar mandi. Rayyan juga sempat terkejut saat mengetahui ada Aurora di dalam kamar mandi. Namun melihat reaksi Aurora yang histeris setelah melihat dirinya, Rayyan malah tersenyum smirk.
"Kenapa histeris seperti itu? Memangnya kenapa kalau aku masuk ke sini?"tanya Rayyan yang malah melangkah mendekati Aurora. Terbit seringai di bibir pria itu.
"Ke.. kenapa kamu malah mendekat? Cepat keluar!"bentak Aurora masih membelakangi Rayyan. Menyadari jika pria itu semakin mendekat ke arahnya.
Rayyan berjongkok di samping bathtub lalu mendekatkan bibirnya di telinga Aurora.
"Kalau aku tidak mau keluar, kamu mau apa?"tanya Rayyan dengan suara berat, pria itu malah dengan sengaja meniup telinga Aurora.
"Ka.. kamu jangan macam-macam! Kita sudah sepakat bahwa dalam pernikahan ini tidak ada kontak fisik. Kita hanya nikah kontrak,"ucap Aurora seraya me-nyillang kan kedua tangannya di depan dada, mencoba mengingatkan Rayyan tentang hubungan mereka yang sesungguhnya.
"Aku tidak lupa. Tapi aku tidak peduli. Kamu mau apa?"tanya Rayyan yang malah sengaja menjilat telinga Aurora, membuat Aurora membulatkan matanya.
"Kamu jangan kurang ajar!"bentak Aurora mencoba menjauh dari Rayyan.
"Kurang ajar dimana nya?"tanya Rayyan kembali mendekati Aurora. Entah mengapa, rasanya begitu mengasyikan saat menggoda gadis itu.
"Keluar! Dasar mesum!"umpat Aurora yang benar-benar merasa jengkel sekaligus takut pada Rayyan.
"Mesum? Apa itu mesum?"tanya Rayyan membuat Aurora terdiam. Bingung harus menjawab apa.
"Tidak tahu? Apa ingin aku tunjukkan apa itu mesum?"tanya Rayyan dengan seringai di wajahnya.
"Ka..kamu.. kamu jangan macam-macam!"bentak Aurora semakin ketakutan.
"Tok! Tok! Tok!"suara ketukan pintu mengalihkan perhatian Rayyan.
"Tuan! Saya ingin bicara dengan Tuan. Ini penting sekali, Tuan,"suara panik Andi terdengar dari luar pintu.
Mendengar apa yang diucapkan oleh Andi dan suara Andi yang terdengar panik, Rayyan pun bergegas keluar. Walaupun merasa kesal karena Andi menganggu kesenangannya.
"Selamat.. selamat... akhirnya iblis mesum itu keluar juga. Aku harus cepat-cepat menyelesaikan ritual mandi ku. Bodohnya aku, tidak mengunci pintu saat mandi. Bodoh! Bodoh! Bodoh!"gumam Aurora memukul-mukul kepalanya sendiri,"Kenapa makin lama iblis itu semakin menakutkan, dan semakin mesum saja? Sungguh-sungguh sangat teramat menyebalkan dan meresahkan sekali,"gerutu Aurora sambil bergegas membersihkan diri.
"Ceklek"
Rayyan membuka pintu dan Andi nampak kaget saat melihat Rayyan bertelanjang dada. Wajah Andi seketika menjadi pias melihat ekspresi suram di wajah majikannya itu.
"𝙈𝙖𝙢𝙥𝙪𝙨 𝙖𝙠𝙪! 𝙎𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙙𝙖𝙩𝙖𝙣𝙜 𝙙𝙞 𝙬𝙖𝙠𝙩𝙪 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙩𝙚𝙥𝙖𝙩,"gumam Andi dalam hati.
"Ada apa?"tanya Rayyan dengan ekspresi suram dan suara dinginnya. Rayyan merasa sangat senang saat pulang tanpa sengaja melihat Aurora berendam di bathtub. Apalagi saat menggoda Aurora tadi. Namun Andi malah datang menganggu kesenangannya.
"Ada masalah dengan perusahaan kita yang ada di luar kota, Tuan. Ada kebakaran besar di pabrik garmen milik kita,"ucap Andi menundukkan kepalanya.
"Siapkan semua keperluan untuk ke sana. Aku akan membersihkan diri dulu,"ucap Rayyan terdengar dingin.
"Baik, Tuan,"sahut Andi.
"Mengganggu saja,"gerutu Rayyan melangkah cepat ke arah kamar mandi.
Saat pria itu masuk ke kamar mandi, Aurora sudah tidak ada lagi di dalam kamar mandi. Beberapa menit kemudian, Rayyan sudah selesai membersihkan tubuhnya. Sedangkan Aurora sudah selesai memakai pakaian dan sedang menyisir rambutnya. Rayyan bergegas memakai pakaiannya dan beberapa menit kemudian keluar dari walk-in closet dengan pakaian yang sudah rapi seperti biasanya.
"Aku akan pergi keluar kota untuk beberapa hari,"ucap Rayyan pada Aurora, langsung berjalan ke arah pintu tanpa menunggu jawaban dari Aurora.
"Dia akan pergi ke luar kota untuk beberapa hari? Yes! Yes! Yes! Aku bebas. Aku akan pulang ke apartemen ku tanpa harus melihat wajah iblis mesum sialan itu dan juga ibunya. Semoga saja dia akan lama di luar kota, agar aku bisa bebas lebih lama,"gumam Aurora dengan wajah cerah.
"Merdeka!"ucap Aurora penuh semangat mengepalkan tangannya dan mengangkatnya keatas,"Yes! Yes! Yes!"ucap Aurora terlihat sangat senang.
Melihat mobil suami yang dinikahinya secara kontrak itu sudah keluar dari pekarangan rumah, Aurora pun bergegas mengganti pakaiannya dan keluar dari rumah itu. Rumah yang terasa seperti penjara bagi Aurora.
"Mau kemana kamu?"tanya Naima saat melihat Aurora terlihat seperti akan pergi.
"Mama mertua tersayang, mumpung anak mama mertua tersayang keluar kota, aku akan kembali ke asalku. Di rumah ku terasa lebih nyaman dari pada berada di sini. Bye! Bye! Mama mertua!"ucap Aurora melambaikan tangannya kemudian melangkah keluar dari dalam rumah besar itu dengan hati riang.
"Dasar sinting! Tidak waras! Wanita rendahan! Pergi sana! Jangan kembali lagi!"ketus Naima yang masih bisa didengar oleh Aurora.
"Dasar mak Lampir! Siapa juga yang mau berada di sini? Ogah, aku! Di rumah sendiri itu lebih nyaman. Rumahku adalah istanaku,"gumam Aurora yang terus melangkah meninggalkan rumah itu tanpa mempedulikan Naima.
Sedangkan di mobil Rayyan.
"Apa sudah diketahui apa penyebab kebakarannya?"tanya Rayyan.
"Belum, Tuan. Tapi tidak mungkin karena kelalaian kita. Semuanya selalu di kontrol secara rutin,"sahut Andi.
"Berapa kira-kira kerugian yang akan kita derita atas peristiwa kebakaran ini?"tanya Rayyan lagi.
"Belum bisa ditafsirkan, Tuan. Karena menurut orang-orang kita di sana, tidak semuanya terbakar. Dan di bagian yang sudah terbakar pun, karyawan kita masih sempat menyelamatkan beberapa aset perusahaan kita sebelum api membesar,"jelas Andi.
"Baiklah, kita akan menyelidikinya lebih lanjut setelah tiba di sana. Kamu suruh orang untuk mengawasi istriku!"titah Rayyan.
"Baik, Tuan,"sahut Andi.
Disisi lain, Aurora sudah tiba di apartemen miliknya. Gadis itu benar-benar merasa bahagia, seperti burung yang baru dilepas dari sangkarnya.
"Ra, akhirnya kamu pulang juga,"ujar Sumi saat melihat Aurora pulang ke apartemen yang selama ini mereka tempati berdua.
"Kamu kok, sudah pulang? Bukannya seharusnya masih istirahat di rumah sakit, ya?"tanya Aurora.
"Aku suntuk berada di rumah sakit, Ra. Jadi aku pulang saja. Lagian, sayang duit dihabiskan buat menginap di rumah sakit,"sahut Sumi.
"Ya, tapi, itu 'kan demi kebaikan kamu, Sum,"sahut Aurora.
"Bosen, Ra, di sana nggak bisa ngapa-ngapain. Eh, kamu menginap di sini, 'kan?"tanya Sumi.
"Hum,"sahut Aurora.
"Beneran? Boleh sama suami kontrak kamu itu?"tanya Sumi lagi.
"Aku nggak nanya sama dia. Males. Dia juga sedang keluar kota, kok. Makanya aku pulang ke sini,"sahut Aurora.
"Oh, jadi suami kamu keluar kota,"sahut Sumi manggut-manggut. Namun sesaat kemudian tersenyum smirk,"Bagaimana kalau malam ini kita cari pelanggan?"tanya Sumi seraya menaik turunkan sebelah alisnya.dan tersenyum penuh arti.
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 434 Episodes
Comments
𝘈𝘳𝘪𝘯𝘢 𝘒𝘢𝘪𝘳𝘪𝘯𝘢
p
2025-03-07
0
Yuli Yuli
jgn mcem" km Sumi nanti kthuan JD mslah
2024-02-01
2
AnisaFitry🌺
awas nanti tau si rayyan nya..
2023-12-04
3