Aurora membulatkan matanya saat tiba-tiba Rayyan mencium bibirnya. Gadis itu benar-benar sangat marah pada pria yang saat ini sedang menciumnya dengan agresif. Aurora berusaha memberontak, tapi kekuatannya kalah besar dari Rayyan. Pria itu mengunci pergerakannya dan terus menikmati bibirnya.
"Akkh!"pekik Rayyan saat Aurora menggigit bibirnya.
"Dasar brengseek! Bajingan!"umpat Aurora dengan tatapan penuh amarah.
"𝘿𝙖𝙨𝙖𝙧 𝙗𝙖𝙟𝙞𝙣𝙜𝙖𝙣𝙣 𝙨𝙞𝙖𝙡𝙖𝙣𝙣! 𝘿𝙞𝙖 𝙩𝙚𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙢𝙗𝙞𝙡 𝙘𝙞𝙪𝙢𝙖𝙣 𝙥𝙚𝙧𝙩𝙖𝙢𝙖 𝙠𝙪,"gumam Aurora dalam hati yang rasanya ingin sekali menangis. Ciuman pertamanya telah diambil paksa oleh orang yang baru ditemuinya dua kali.
"Plak"
"Plak "
"Plak"
Aurora menampar pipi Rayyan dengan sekuat tenaga, membuat pipi Rayyan memerah.
Andi dan pak supir spontan langsung menoleh ke belakang saat mendengar suara tamparan.
"Wahh.. sungguh tidak terduga. Mampus aku! Ini semua gara-gara mulutku yang suka ceplas-ceplos,"gumam Andi lirih dengan wajah pias. Tidak menyangka jika majikannya akan di tampar oleh seorang gadis. Sedangkan pak supir hanya bisa meringis melihat majikannya kena tabok.
Secara bersamaan Andi dan pak supir langsung memencet tombol yang membuat bagian kursi pengemudi dan kursi penumpang di belakang kemudi tertutup oleh sekat. Sehingga kedua pria itu tidak bisa melihat aktivitas orang yang berada di kursi penumpang bagian belakang mereka.
"Kau!"geram Rayyan dengan wajah suram.
"Apa?"sergah Aurora yang merasa sangat kesal pada Rayyan. Pria itu telah mengambil ciuman pertamanya secara paksa.
"Berani sekali menggigit dan menampar ku!"geram Rayyan mengusap bibirnya yang berdarah karena gigitan Aurora.
"Aku tidak akan melakukannya jika kamu tidak kurang ajar padaku! Apa kamu masih pantas di sebut pria? Beraninya menindas wanita,"sarkas Aurora.
"Aku juga tidak akan berbuat kasar padamu, jika kamu bisa di ajak bicara baik-baik. Aku sudah menyelamatkan kamu dari empat orang pria waktu itu. Dan aku hanya meminta kamu untuk menjadi istri kontrakku selama satu tahun. Tapi reaksi mu sangat membuat aku kecewa. Apa kamu tidak berpikir, bagaimana nasibmu jika aku tidak menyelamatkan kamu malam itu?"tanya Rayyan menatap Aurora tajam.
Aurora terdiam mendengar kata-kata Rayyan. Benar apa yang dikatakan oleh Rayyan, jika malam itu Rayyan tidak menolong dirinya, keempat pria waktu itu pasti sudah melecehkan dirinya secara bergiliran, merusak wajah dan matanya seperti yang dikatakan oleh keempat pria itu.
"Jalankan mobilnya!"titah Rayyan dengan suara dingin.
"Baik, Tuan,"sahut supir langsung melajukan mobil itu.
"Hei! Berhenti! Turunkan aku!"teriak Aurora.
"Diam! Atau aku akan melucuti pakaian kamu disini!"ancam Rayyan dengan suara dingin, membuat Aurora ketakutan. Apalagi saat ini Aurora tidak bisa lagi melihat ke depan karena sekat yang menutupi di depannya.
"Tanda tangani surat perjanjian ini! Atau aku akan..."Rayyan menggantung kata-katanya dan mendekat ke arah Aurora, membuat Aurora ketakutan.
"Jangan mendekat! Aku akan menandatanganinya. Tapi aku minta tiga poin lagi di tambahkan di perjanjian ini,"pinta Aurora masih berusaha menyembunyikan ketakutannya.
"Katakan!"titah Rayyan.
"Aku tidak mau ada sentuhan fisik di antara kita. Tidak boleh melarang aku berkerja, dan tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing,"ucap Aurora tegas.
"𝘿𝙞𝙖 𝙝𝙖𝙣𝙮𝙖 𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙢𝙚𝙣𝙞𝙠𝙖𝙝𝙞 𝙠𝙪 𝙨𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖 𝙨𝙖𝙩𝙪 𝙩𝙖𝙝𝙪𝙣. 𝙍𝙪𝙜𝙞 𝙖𝙠𝙪 𝙟𝙞𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙧𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙨𝙪𝙘𝙞𝙖𝙣 𝙠𝙪 𝙥𝙖𝙙𝙖 𝙙𝙞𝙖. 𝙊𝙜𝙖𝙝 𝙟𝙪𝙜𝙖 𝙥𝙪𝙣𝙮𝙖 𝙨𝙪𝙖𝙢𝙞 𝙥𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙙𝙞𝙖. 𝙂𝙖𝙣𝙩𝙚𝙣𝙜, 𝙨𝙞𝙝, 𝙜𝙖𝙣𝙩𝙚𝙣𝙜. 𝙏𝙖𝙥𝙞 𝙗𝙪𝙖𝙩 𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙖𝙡𝙖𝙪 𝙥𝙚𝙢𝙖𝙠𝙨𝙖. 𝘼𝙠𝙪 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙢𝙖𝙪 𝙝𝙞𝙙𝙪𝙥 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙗𝙤𝙣𝙨𝙖𝙞, 𝙩𝙚𝙧𝙩𝙚𝙠𝙖𝙣 𝙙𝙞 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙥𝙤𝙩 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙠𝙚𝙢𝙖𝙣𝙖-𝙢𝙖𝙣𝙖,"gumam Aurora yang terpaksa menyetujui permintaan Rayyan. Walau bagaimanapun, Rayyan telah menyelamatkan dirinya.
"Tidak masalah! Tulis saja!"ucap Rayyan menyetujui,"Tapi, jika didepan orang lain, kamu harus berperilaku seperti layaknya seorang istri. Jangan sampai ada yang tahu jika kita hanya nikah kontrak!"ujar Rayyan memperingati.
"Tidak masalah. Yang penting, kamu tidak boleh menyentuh aku,"tegas Aurora.
"Cih, aku juga tidak berminat untuk menyentuh tubuhmu,"ucap Rayyan seraya memalingkan wajahnya dengan ekspresi sinis.
"Tidak berminat? Cih.. Kenapa tadi mencium aku kalau tidak berminat menyentuh tubuh ku,"gerutu Aurora lirih.
"Apa kamu bilang?"tanya Rayyan yang tidak terlalu jelas mendengar gerutuan Aurora.
"Tidak ada,"sahut Aurora cepat, terdengar ketus.
𝙈𝙞𝙢𝙥𝙞 𝙖𝙥𝙖 𝙖𝙠𝙪 𝙝𝙖𝙧𝙪𝙨 𝙢𝙚𝙣𝙜𝙖𝙡𝙖𝙢𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙢𝙪𝙖. 𝙇𝙚𝙥𝙖𝙨 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙝𝙖𝙧𝙞𝙢𝙖𝙪, 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 𝙠𝙚 𝙢𝙪𝙡𝙪𝙩 𝙗𝙪𝙖𝙮𝙖,"gerutu Aurora dalam hati.
"Sudah, cepat tandatangani surat perjanjian nya!"titah Rayyan.
Aurora menuliskan beberapa poin tambahan yang dimintanya tadi, kemudian menandatangani surat perjanjian itu.
"Aku sudah menandatangani surat perjanjian ini. Sekarang, turunkan aku! Aku mau pulang,"ketus Aurora melempar surat perjanjian itu di paha Rayyan.
"𝙂𝙖𝙙𝙞𝙨 𝙞𝙣𝙞, 𝙗𝙚𝙧𝙖𝙣𝙞 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙗𝙚𝙧𝙩𝙞𝙣𝙜𝙠𝙖𝙝 𝙨𝙚𝙥𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙞𝙣𝙞 𝙥𝙖𝙙𝙖𝙠𝙪,"geram Rayyan dalam hati. Semua orang sangat menghormati dirinya, tapi gadis di sampingnya ini terlihat sangat membenci dan menentangnya. Bahkan berkata dan berprilaku kasar padanya, membuat Rayyan benar-benar merasa geram.
"Akan aku antar. Besok pagi aku jemput kamu. Kita ke kantor catatan sipil untuk mendaftarkan pernikahan kita. Dan mulai besok, kamu harus tinggal bersama ku dan berakting sebagai istri yang baik,"ujar Rayyan.
Aurora hanya bisa membuang napas kasar mendengar kata-kata Rayyan.
Beberapa menit kemudian, mobil Rayyan pun berhenti di depan apartemen tempat tinggal Aurora.
"Ingat! Besok pagi aku akan menjemputmu! Jangan coba-coba untuk kabur! Kalau kamu berani kabur, aku tidak akan segan-segan berbuat kasar pada temanmu yang ada di rumah sakit itu, dan juga kedua orang tua mu yang ada di kampung itu,"ujar Rayyan, kemudian menutup pintu mobilnya dan mobil Rayyan pun melaju meninggalkan tempat itu.
Aurora masih terdiam kaku setelah mendengar kata-kata Rayyan. Gadis itu nampak sangat terkejut.
"Dia tahu semua tentang aku? Dia tahu nomor teleponku, kafeku, apartemen ku, temanku, dan bahkan tahu tentang kedua orang tuaku yang ada di kampung. A..apa dia juga tahu, jika aku bekerja sebagai kupu-kupu malam?"gumam Aurora, menelan salivanya susah payah.
"Arghhh...Iblis itu benar-benar membuat aku kesal. Sekarang aku akan melihat keadaan Sumi dulu. Aku harus memberitahu Sumi tentang hal ini,"gumam Aurora membuang napas kasar, tidak jadi masuk ke dalam apartemennya. Gadis itu memesan taksi online untuk pergi ke rumah sakit menemui Sumi.
Aurora berjalan ke kamar rawat Sumi yang sudah selesai di operasi. Gadis itu menghela napas melihat Sumi berbaring dan menutup matanya.
"Kamu tidur?"tanya Aurora pelan.
"Sumi membuka sebelah matanya, sedangkan sebelahnya yang baru di operasi nampak di perban.
"Tidak. Aku hanya memejamkan mata saja. Kenapa wajah kamu kusut seperti itu?"tanya Sumi yang melihat wajah Aurora nampak kusut.
"Orang yang menolong aku di hotel waktu itu meminta balas budi dari aku,"sahut Aurora dengan wajah tidak berdaya.
"Memangnya, dia minta apa dari kamu?"tanya Sumi.
"Menikah kontrak dengan dia selama satu tahun,"sahut Aurora lesu.
"Apa? Nikah kontrak?"tanya Sumi tidak percaya.
"Hum,"sahut Aurora mengangguk pelan
"Apa dia orang kaya?"tanya Sumi lagi.
"Sepertinya,"sahut Aurora.
"Masih muda atau tidak? Tampan tidak? Tidak cacat, 'kan?"tanya Sumi penasaran.
"Tampan. Sehat sempurna, tidak cacat. Umurnya... sepertinya masih di bawah tiga puluh tahunan,"sahut Aurora.
"Kalau begitu..."Sumi menggantung kata-katanya.
"Kalau begitu apa?"
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 434 Episodes
Comments
Yuli Yuli
Aurora Uda mau menikah trus gmn dgn sumi, Uda Sumi buka cafe aja x kaya Aurora Uda dpt modal buat buka cafe
2024-02-01
4
Raniah Raniyah83
bagus cerita nya ka author, bisa menghibur aku 👍👍👍😂😂😂
2024-01-05
1
Enti Soetiati
seru juga
2024-01-02
2