Di sebuah klub malam. Nampak dua orang pria tampan sedang duduk di depan meja bartender. Menikmati minuman yang membuat peminumnya bisa kehilangan kesadaran.
"Kenapa kamu mengajak aku ke klub malam ini? Tidak di tempat biasa kita bertemu?"tanya Rayyan pada Aiden, sahabatnya.
"Aku dengar, di sini ada kupu-kupu malam yang sangat cantik. Uniknya, dia tidak mau disentuh sedikit pun sebelum masuk ke dalam kamar. Dan dia hanya mau melayani kliennya di kamar yang sudah dia siapkan. Aku juga dengar, jika dia hanya akan melayani kliennya dalam keadaan gelap,"ujar Aiden antusias.
"Apa menarik nya?"ujar Rayyan nampak tidak tertarik sama sekali dengan wanita yang dibicarakan oleh Aiden. Meneguk minuman dari dalam gelasnya dengan gaya yang elegan.
"Tentu saja menarik. Caranya melayani kliennya berbeda dengan wanita penghibur lainnya. Aku dengar, dia memiliki banyak pelanggan. Bahkan mereka saling berebut agar bisa tidur bersamanya. Tarifnya pun sangat mahal. Dan anehnya, dia akan langsung menolak klien yang berani menyentuhnya sebelum tiba di dalam kamar. Aku juga dengar, service nya di atas ranjang sangat memuaskan. Karena itu, banyak yang ingin kembali tidur dengan dia,"ujar Aiden panjang lebar.
"Sepertinya kamu sangat tertarik padanya. Kamu memiliki banyak informasi tentang wanita itu,"ujar Rayyan kembali meneguk minumannya.
"Aku hanya penasaran, secantik apa wanita itu,"sahut Aiden kemudian meneguk minumannya.
"Jika tuan-tuan kemari karena ingin melihat Kenanga, tuan-tuan harus kecewa malam ini,"ujar bartender yang sedari tadi mendengar percakapan Rayyan dan Aiden.
"Kenapa?"tanya Aiden cepat.
"Sudah beberapa hari ini, Kenanga libur, Tuan. Biasanya, dia libur selama satu minggu,"sahut bartender itu.
"Sayang sekali. Apa benar, dia sangat cantik?"tanya Aiden.
"Sangat cantik, Tuan. Seumur hidup, saya tidak pernah melihat wanita yang secantik dan seseksi dia. Dia juga masih sangat muda. Baru dua puluh tahunan,"jawab bartender antusias.
"Sudah berapa lama dia bekerja di sini?"tanya Aiden.
"Sudah sekitar satu tahun, Tuan,"sahut bartender.
"Aku jadi semakin penasaran dengan sosok yang bernama Kenanga ini,"sahut Aiden,"Apa kamu tidak tertarik, Ray?"tanya Aiden.
"Aku tidak suka celap-celup sana sini seperti kamu,"sahut Rayyan seraya memutar-mutar gelas minuman nya.
"Semenjak putus dengan Dila, kamu tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan lagi. Apa kamu belum bisa move on?"tanya Aiden.
"Aku sudah melupakan dia. Untuk apa aku mengingat perempuan yang meninggalkan aku saat aku terpuruk,"sahut Rayyan dengan ekspresi wajah yang terlihat dingin.
"Kalau begitu, carilah pasangan! Apa kamu tidak punya niat untuk berumah tangga?"tanya Aiden.
"Aku akan menikah jika aku bertemu dengan wanita yang bisa membuat aku mencintai dia,"sahut Rayyan kembali meneguk minumannya.
"Haiss.. bisa jadi perjaka tua kamu, kalau berprinsip seperti itu. Eh, ralat. Bukan perjaka tua, tapi bujang lapuk. Soalnya, kamu, 'kan sudah bukan perjaka lagi. Keperjakaan kamu sudah kamu berikan pada si Dila,"cibir Aiden menertawakan Rayyan.
"Sialan kau!"umpat Rayyan.
***
Di sebuah apartemen.
"Malam ini, apa kita akan bekerja?"tanya Aurora.
Tidak terasa sudah satu tahun Aurora bekerja sama dengan Sumi menjadi kupu-kupu malam. Akhirnya Aurora bisa membeli sebuah apartemen dan mengajak Sumi tinggal bersama dengannya.
"Tentu saja. Malam ini kita kerja. Sayang kalau menyia-nyiakan waktu,"sahut Sumi yang baru saja pulang berbelanja.
"Siapa tahu kamu kelelahan. Mengingat semalam kamu begitu brutal melayani pengusaha kontruksi,"sahut Aurora.
"Gimana aku nggak brutal, Ra? Dia selalu memberikan tips yang banyak buat kita. Belum lagi, aku merasa dia itu pria paling perkasa dari sekian banyak pria yang pernah tidur dengan aku. Keris nya, Ra.. uhh.. besar dan panjang. Dan yang pasti, keras maksimal. Aku benar-benar puas, bahkan ketagihan bercinta dengan dia. Puas lahir batin, dah, pokonya,"sahut Sumi dengan seulas senyum puas di bibirnya.
"Dasar mesum! Apa di otak kamu hanya ada itu saja? Kamu sepertinya sudah kecanduan bercinta. Aku merasa pekerjaan ini bukan lagi pekerjaan bagimu, tapi sarana memenuhi kebutuhan biologis kamu,"sahut Aurora menghela napas panjang.
"Three in one lah, Ra. Aku puas dan senang, dapat cuan pula. Enak, 'kan?"ujar Sumi terkekeh senang,"Kamu belum pernah merasakan, sih, bagaimana nikmatnya bercinta. Kalau sudah tahu, kamu pasti juga bakal ketagihan,"ujar Sumi nampak yakin,"Lihat, Ra! Aku membeli tas baru, Ra,"ucap Sumi menunjukkan tas yang baru dibelinya.
"Kamu jangan menghambur-hamburkan uangmu seperti itu! Simpanlah untuk mengobati mata kamu! Dan menabung untuk masa depan kamu,"ujar Aurora menasehati yang suka membeli barang-barang yang kebanyakan tidak penting menurut Aurora.
"Iya.. iya.. aku akan menabung. Tapi soal mataku, kamu tahu sendiri, sulit mencari donor mata,"sahut Sumi.
"Aku tahu itu sulit. Tapi kita harus tetap berusaha. Dan lagi, tidak selamanya kita akan bekerja seperti ini. Aku tidak mau terus menerus jagain kamu yang sedang enak-enak. Aku juga ingin menikah dan memiliki keluarga,"ujar Aurora menghela napas panjang.
"Apa kamu akan berhenti bekerja seperti ini dalam waktu dekat?"tanya Sumi tampak khawatir. Pasalnya, jika Aurora berhenti menjadi kupu-kupu malam gadungan, maka dirinya tidak akan bisa mendapatkan uang lagi.
Kenapa kupu-kupu malam gadungan? Karena yang melayani pelanggan selama ini adalah Sumi dan sampai saat ini Aurora masih perawan.
"Aku tidak tahu. Tapi yang pastinya, sekarang aku sudah berhasil melunasi hutang-hutang orang tuaku. Aku sudah cerita, 'kan? Aku kabur dari rumah karena hendak dinikahi juragan Empang karena orang tuaku kena tipu orang, hingga akhirnya kami terjerat hutang. Juragan Empang di kampungku meminjamkan uang. Namun nyatanya aku ingin di jadikan istri ke limanya. Sekarang hutang kami sudah lunas. Dan kedua orang tuaku juga sudah memiliki usaha yang bisa menjamin kehidupan kami selanjutnya. Jika aku menemukan pria yang tulus mencintai aku, aku akan berhenti bekerja dan berkeluarga,"sahut Aurora.
"Jangan dalam waktu dekat ini, dong, Ra! Tabunganku belum cukup jika harus berhenti dalam waktu dekat ini,"pinta Sumi dengan wajah memelas.
"Karena itu, aku menyuruh kamu untuk menabung dan tidak menghambur-hamburkan uangmu. Pendapatan kita semakin meningkat karena para pria hidung belang itu berani bersaing menaikkan harga hanya demi bisa tidur bersama dengan kamu. Belum lagi banyak dari mereka yang memberikan tips buat kita,"ujar Aurora.
"Beli tas branded juga termasuk nabung, Ra,"sahur Sumi. Padahal tasnya juga cuma di simpan, nggak pernah dipakai.
"Kamu nabung jangan dengan membeli tas branded seperti itu! Mending kayak aku. Aku membeli sawah, kebun dan juga tanah untuk tabungan masa depanku dan orang tuaku. Apalagi adik kamu ada empat dan yang tiga masih sekolah,"ujar Aurora yang memang lebih bijaksana dalam mengelola keuangannya dari pada Sumi.
"Gimana, ya, Ra? Lihat tas bagus itu, aku nggak bisa mengendalikan diri untuk membelinya,"sahut Sumi,"Tapi, apa kamu sudah punya pria incaran yang ingin kamu nikahi? Salah satu pelanggan kita mungkin? Bukankah sudah beberapa kali kamu mau di jadikan istri oleh beberapa orang pelanggan kita?"tanya Sumi serius.
...🌟"Bukan materialistis, tapi realistis. Hidup butuh uang, bukan cuma kasih dan sayang....
...Semua barang dibeli dengan uang, bukan dengan pelukan."🌟...
..."Nana 17 Oktober"...
...🌸❤️🌸...
.
.
To be continued
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 434 Episodes
Comments
Adel Nalle
mantap
2024-09-28
0
Ar Yanto
betul sekali
2024-07-21
1
Nona Ansha Segara
betul betul betul
2024-01-07
2