Bab 20 : Jika bisa dua, kenapa harus satu.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

Setelah membereskan keributan ... Ziang'er berpamitan pada Permaisuri Jiang, namun di hentikan oleh Putra Mahkota ChenHua.

''Nona Ziang'er, tunggu.''

Ziang'er berhenti dan menoleh, semua Nona bangsawan melihat ke arah mereka dan merasa iri pada Ziang’er karna bisa berbicara dengan Pangeran Mahkota ChenHua.

''Apa Nonq Ziang'er telah melupakan ku?'' Tanya Pangeran Mahkota ChenHua.

Ziang'er terdiam sejenak dan menggeleng, ''Bagaiaman hamba bisa melupakan YangMulia Pangeran, itu suatu kelancangan bagi hamba yang rendah ini.''

''Heii ... jangan berbicara seperti itu, ayo kita berbincang sejenak ... ada yang ingin aku bicarakan denganmu.'' Ajak Pangeran Mahkota ChenHua, memegang tangan Ziang'er.

Namun tiba-tiba, seseorang memanggil Ziang'er.

''Ziang'er ...'' Panggil seseorang dengan lembut dari arah berlawanan, membuat semua orang menoleh dan terkejut melihat pria tampan yang melangkah ke arah Ziang'er.

'Siapa pria tampan itu, kenapa dia begitu tampan.'

'Dari mana asalnya, dia terlalu sempurna.'

'Dua pria tampan berdiri di depan Ziang'er, apa Ziang'er tidak ingin pingsan.'

'Jika aku menjadi Ziang'er, aku akan pingsan di tempat.'

'Ahh ... tampannya.'

Begitulah bisik bisik para Nona Bangsawan yang melihat Zhang.

Sedangkan Ziang'er mengerutkan keningnya. 'Apa semua orang melihatnya? Kenapa semua orang sampai meneteskan air liur melihat Zhang.'

''Aku sangat mengkhawatirkan dirimu, kenapa kau tidak kembali dan menemuiku?'' Zhang memengang tangan Ziang'er namun langsung di tepis oleh Pangeran Mahkota ChenHua.

''Jangan memegang tanganya! Kau lancang sekali.'' Cetus Pangeran Mahkota ChenHua tidak suka.

'Bocah tengik ini sepertinya menyukai calon Permaisuri ku. Tidak akan aku biarkan kau merebut calon Permaisuri ku.'

'Siapa pria ini ... mengapa dia lancang memegang tangan calon Putri Mahkota. Tidak akan aku biarkan dia jatuh kedalam pelukannya.'

Kedua pria tampan itu saling menatap dan memancarkan sinar leser anti badai dari kedua mata mereka. Sedangkan Ziang'er yang melihatnya hanya menghela nafas.

''Jika kalian saling menatap seperti itu, lama kelamaan kalian akan saling jatuh cinta.'' Ujar Ziang'er, yang mana membuat kedua pria itu langsung membuang muka dan mengendus kesal.

''Tidak mungkin!'' Ucap mereka secara bersamaan.

''Baiklah, kalian ingin ikut atau tidak?'' Ziang'er pergi terlebih dahulu, di susul oleh Zhang dan Pangeran Mahkota ChenHua dari belakang.

...•...

^^^•^^^

Di sinilah ketiga orang itu berada ... di gazebo, bertiga sambil menikmati teh dan dagwa yang di sajikan oleh para pelayan istana.

''Bagaimana kabarmu Nona Ziang'er, sudah lama tidak berjumpa.'' Ucap Pangeran Mahkota ChenHua, menatap Ziang'er dengan lembut.

'Ada apa dengan tatapannya, kenapa dia menatap calon Permaisuri ku seperti itu.' Gumam Zhang tidak suka.

Ziang'er tersenyum sambil menunduk, ''Kabar hamba baik Pangeran Mahkota, bagaimana kabar mu?''

'Kenapa mereka berdua saling tersenyum dan menatap! Apa mereka tidak menghargai keberadaan ku di sini.'

KHEM!

...KHEM!...

Zhang berdehem dengan keras.

''Zhang ... ada apa dengan tenggorokan mu?'' Tanya Ziang'er.

'Siapa pria ini! Kenapa Nona Ziang'er begitu peduli.'

''Tidak ada apa apa, hanya ada sesuatu yang menyangkut di tenggorokan ku.''

''Ahh ...''

''Nona Ziang'er, coba Cicipi ini.'' Pangeran Mahkota ChenHua menyodorkan kue pada Zhishu.

''Jangan makan itu!'' Sentak Zhang.

Pangeran Mahkota ChenHua dan Ziang'er mengerutkan keningnya.

''Kenapa?'' Tanya mereka berdua secara bersamaan.

Zhang diam. 'Tidak mungkin aku mengatakan jangan memakan dari tangannya, Bukan.'

''Khem! Nanti kau bisa gendut. Aku sudah susah payah menurunkan berat badanmu, dan kau se-enaknya makan sembarangan. Aku tidak akan bisa membayangkan jika seseorang menghina dirimu gendut lagi, apa lagi seorang pria yang sudah baik pada mu trus secara tiba-tiba dia tidak tertarik lagi padamu karna kamu gendut.'' Ucap Zhang, sambil menatap Pangeran Mahkota ChenHua.

Kini Zhang dan Ziang'er yang menatap ke arah Pangeran Mahkota ChenHua.

Sementara yang di tatap langsung tersenyum.

''Tidak apa-apa, makanlah selagi kamu suka ... aku pernah mengatakan jika Nona Ziang'er tidak bisa merubah bentuk tubuhnya, maka jangan di paksa karna aku akan menerima dengan tangan terbuka.''

''Maksudmu?'' Zhang heran.

''Tuan, Zhang ... sebelum dia merubah bentuk tubuhnya aku sudah tertarik dan tidak perduli jika dia gendut atau kurus.'' Jawab Pangeran Mahkota ChenHua dengan tenang.

Zhang yang mendengarnya langsung terkekeh. ''Ha ha ha ... manusia memang munafik, lain di mulut lain di hati. Jangan berbohong padaku Putra Mahkota.''

''Tidak ada yang berbohong, Tanyakan pada Nona Ziang'er jika anda tidak percaya. Dia akan menjadi Putri mahkota (istriku) ketika dia kembali."

"Hah, benarkah? Mengapa dia harus menjadi Putri Mahokta jika dia bisa menjadi Permaisuri di Negeriku!''

''Negeri? Memangnya kau memiliki istana? (Kekaisaran)"

''Tentu saja, kau meremehkan ku! Heiii ... Bocah cilik, bahkan umurku lebih tua darimu.''

ZIIITTT...

Lagi dan lagi kedua pria itu memancarkan leser permusuhan di antara mereka.

''Kenapa kalian bertengkar yang tidak-tidak?'' tanya Ziang'er, yang heran melihat kedua pria yang memiliki kuasa harus berdebat karenanya.

''Apanya yang tidak-tidak? memang benar kok, kamu akan menjadi Permaisuriku.''

''Tidak! Nona Ziang'er akan menjadi istriku.''

''Enak saja, aku lebih dulu mengenalnya.''

''Dari mana perkataan itu berasal! tentu saja aku yang lebih dulu mengenalnya!'' Pangeran Mahkota ChenHua ngotot.

''Aku!''

''Aku!''

''Eehhh ... aku!''

''Tidak! Aku.''

Kedua pria tampan itu saling beradu mulut memperebutkan Ziang'er, sedangkan yang di ributkan malah mengorek kupingnya yang gatal karna mendengar perdebatan dua pria di depannya.

''BERHETI!'' Bentak Ziang'er.

''Kenapa kalian bertengkar memperebutkan ku? Jika aku bisa menjadi Putri Mahokta, maka aku juga bisa menjadi Permaisuri.''

''APA!''

Ziang'er tersenyum. ''Jika bisa dua, kenapa harus satu? Hm ...''

''K-kau ingin membuat harem!'' sentak Zhang.

Ziang'er tersenyum lalu berdiri, melipat kedua tanganya di dada dan menatap Zhang. ''Kenapa tidak? Jika tidak suka, aku tidak memaksa.''

Setelah mengatakan itu, Ziang'er pergi meninggalkan kedua pria yang masih molohok (Terkejut)

...🌷🌷🌷...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

Rin Rs

Rin Rs

Kalau bisa jdi dua knpa harus 1🤣🤣🤣🤣👍👍👍 lucu y

2024-02-08

1

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Jadi gimana nih milih kaisar atau putra mahkota? 🤣

2024-02-06

0

emak diwi

emak diwi

jangan wanita aja yg JD selir sekali kali laki laki jadi selir la😂😂😂

2024-02-03

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!