Bab 2 : Sedikit pelajaran.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

''Apa katamu! Apa kau sudah lupa jika aku pria ke lima yang tertampan di Kekaisaran ini!'' Bentak TianMo.

''Bbbuuaha ha ha ha, benarkah? Mahluk jelek seperti dirimu adalah pria tertampan ke lima di Kekaisaran ini ... apa kau tidak memiliki kaca di kediaman mu?''

''Hei Yaa!''

''Oh, maafkan aku. Apa kau tersinggung dengan ucapanku? Tapi aku ini berkata jujur, karna pria seperti mu pantas di tendang jauh dari Kekaisaran ini.''

''Hei Ziang'er, apa kau sudah gila! Jangan menguji kesabaranku. Karna gadis gendut seperti dirimu tidak pantas mengomentari penampilanku! Lihatlah penampilan mu terlebih dahulu sebelum mengomentari orang lain.''

''Hah! Wajah dan tubuhku akan terlihat cantik jika aku kehilangan berat badanku ... itu berarti, aku ini seperti berlian yang belum di gosok! Cih, lihat saja jika aku sudah menghilangkan berat badanku ... kau pasti akan menyesal.''

''Kau benar-benar sudah gila!''

''Cih, lihat saja nanti! Minggir.''

Ziang'er menubruk Zizi dan TianMo yang menghalangi jalannya, lalu ia pergi dengan perasaan puas di hatinya karna sudah memberi pelajaran untuk mereka berdua.

Sedangkan tak jauh dari arah mereka, ada dua sosok pria tampan yang sedari tadi memperhatikan perkelahian antara Ziang'er dan mantan tunangannya.

Mereka adalah pangeran Mahkota ChenHua dan Pangeran ke tiga TinHua

''Woah ... Kakak, akubtidak menyangka jika Nona pertama Long bisa membalas perlakuan mereka dengan tegas.''

Pangeran Mahkota menyunggingkan bibirnya. ''Benar, dia tidak sama dengan isu yang tersebar di kalangan masyarakat.''

''Hmm ... kalau saja dia tidak gendut, mungkin banyak pria yang akan mengantri untuk melamarnya.''

''Adik ketiga, gadis ini begitu, spesial untuk pria yang biasa saja.''

''Hah?'' Pangeran ketiga TinHua diam, lalu melirik sang Kakak dengan muka horor. Ia merasa heran karna ini kali pertama Kakak nya yang dingin bisa memuji seorang wanita.

''Kakak, jangan bilang kau tertarik padanya.''

Pangeran Mahkota menyunggingkan bibirnya, ''Selama aku menyukainya, tidak masalah dia mau gendut atau kurus. Jika pun badannya tidak bisa kurus, aku rela menjadi gendut asal dia percaya diri.''

''Apa!!'' Pangeran ketiga sangat terkejut. ''Kakak, kau tidak sedang bercanda 'kan?

Pangeran Mahkota terkekeh, ''Apa aku mengatakan jika aku tertarik padanya? tidak 'kan. Oh iya, kirim beberapa pengawal bayangan untuk memperhatikan gerak gerik Ziang'er. Aku yakin jika ada sesuatu hal yang besar akan terjadi,'' Ujar Pangeran Mahkota.

'Kakak, kau memang tidak mengatakan! Tapi dari gerakan mu, kau sudah mulai tertarik dengan gadis gendut itu."

Kediaman Mentri Long.

Terlihat seorang gadis berpakaian lusuh tengah menunggu seseorang di gerbang belakang. Dia adalah pelayan dari Nona pertama Ziang'er yang sampai saat ini masih setia bersama Ziang'er dalam susah mau pun senang.

''Kemana Nona Ziang'er? Kenapa dia belum kembali ... isshh, sudah aku katakan jika jangan menyusul tunangannya yang brengsek itu!''

Taklama ... samar samar ia melihat seseorang yang sangat dia kenal tengah berjalan ke arahnya. Pelayan Ning langsung berlari menghampiri sang Nona.

''Nona, kau dari mana saja? Apa kau baik-baik saja.''

''Aku baik-baik saja, siapa kau?''

''Nona ... kenapa kau melupakan pelayan mu sendiri? Apa yang sudah terjadi padamu.''

''Ah, kau pelayanku? aku haus dan ingin minum, tubuh ini sangat berat hingga aku tidak bisa berlari cepat. Haaah ... haaa.'' Terlihat Ziang'er merasa kelelahan dengan nafas naik turun tidak teratur.

''Tunggu di sini Nona, Ning akan mengambil air untuk Nona minum.''

Ziang'er duduk di anak tangga sambil mengibaskan tanganya karna merasa gerah, tiba-tiba satu cangkir gelas melayang tepat di depannya.

KLONTRANG!

''Gadis gendut tidak berguna! Kau di panggil oleh Tuan dan Nyonya di ruangan utama.''

Ziang'er menatap wanita paruh baya itu dengan tatapan dingin, sungguh ... sang pemilik tubuh begitu memprihatinkan, sampai-sampai Pelayan pun tidak menghormati dirinya sebagai Nona pertama di kediaman Long.

Ziang'er terus memperhatikan pelayan itu sampai pelayan itu tidak terlihat, taklama Ning datang membawa secangkir air untuk sang Nona minum.

''Ini Nona, minumlah terlebih dahulu.''

Ziang'er melirik sejenak dan meminum air itu dengan satu tegukan lalu berdiri, ''Ayo kita temui Ayah di ruang utama.''

Mereka berdua berjalan menuju ruang utama, namun pelayan Ning merasa khawatir dalam hatinya karna ia sudah yakin jika sang Nona pasti akan mendapatkan hukuman dari Nyonya Chumei.

Tidak lama, mereka berdua masuk ke ruang utama dan memberi salam pada Ayah nya yang sudah duduk di kursi bersama Nyonya Chumei di sampingnya. Terlihat juga sudah ada kedua adik tirinya yang sudah tersenyum di belakang sana.

''Salam Ayah.''

''Putriku, apa yang kau alami hari ini?'' Tanya sang Ayah dengan lembut, dan itu membuat Nyonya Chumei dan kedua anaknya menoleh secara bersamaan.

'Pria ini tidak memarahiku? Apa dia menyayangi si pemilik tubuh ini."

''Ayah, aku ...''

''Tuan, bukankah sudah aku bilang jika Nona pertama Ziang'er sudah membuat keributan dan mempermalukan Tuan Muda TianMo di depan umum. Bahkan dia memutuskan pertunangannya dengan sepihak tanpa mau berpikir panjang.''

''Aku ingin mendengar sendiri penjelasan Putri pertamaku.'' Jelasnya dengan dingin.

Tangan Nyonya Chumei mengepal di balik hanfu, sudah sejak dulu ia selalu memfitnah Ziang'er di depan Mentri Long. Namun sampai sekarang pria tua di depannya ini masih menyayangi Ziang'er.

''Ayah, apa yang perlu di perjelas lagi! Kakak pertama sudah mengejek dan mempermalukan Tuan Muda TianMo di depan umum, aku sangat khawatir jika kemarahan Tuan Muda TianMo akan berdampak buruk bagi keluarga kita.'' Ujar Nona ketiga.

''DIAMLAH! BIAR KAKAK KALIAN YANG MENJELASKAN.''

Semua orang terdiam, namun Ziang'er tersenyum dalam hatinya. Ia tidak menyangka jika sang Ayah begitu menyayangi dirinya, untuk itu ia tidak akan mengecewakan sang Ayah.

''Ayah, aku melakukan ini semua demi kebaikan Tuan Muda TianMo sendiri ... Ayah, aku sangat terluka semua orang mencemo'oh dirinya karna bertunangan denganku karna aku jelek dan bertubuh gendut.'' Ucap Ziang'er menitikan air mata buaya.

''Untuk itu, aku merelakan orang yang aku cintai pada adikku sendiri ... agar semua orang tidak mengira jika adikku sengaja merebut tunangan Kakak nya sendiri. Itu tidak akan baik Ayah, itu akan merusak citra keluarga Long.''

DHUK.

Ziang'er berlutut.

''Jika aku memang bersalah, maka hukumlah putrimu ini Ayah.''

''Oh, Putriku ... aku tidak tau kau berkorban sebegitu besar untuk keluarga kita.'' Mentri Long membantu Ziang'er berdiri dan memeluknya dengan sayang.

Di sela senyumannya, Ziang'er melihat tatapan tidak suka dari ketika parasit di ujung sana.

'Lihatlah, mulai sekarang hidup kalian tidak akan tenang."

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

Terpopuler

Comments

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

suka 👍🏻

2024-10-19

0

Sri Mulyaningsih

Sri Mulyaningsih

ahay luar biasa pria idaman 🤭

2024-10-19

0

Yuan Li

Yuan Li

Nah ...gini harusnya sat set sat set....Balas dengan elegan😁😁😁😁

2024-01-31

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!