Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
Kediaman Ziang'er.
''Pelayan Ning, siapkan aku air.''
''Baik, Nona.'' Pelayan Ning menunduk, namun dalam hati ia merasa heran dengan sikap dingin sang Nona. Tidak biasanya sang Nona irit bicara.
Sedangkan Ziang'er masuk kedalam kamarnya yang lumayan rapih, dengan barang-barang menata pada tempatnya. Lalu ia berjalan ke arah lemari pakaian di mana di sana ia melihat hanfu yang berukuran dobel xl.
'Astaga! Aku harus menurunkan berat badan gadis ini. Bagaimana bisa dia segendut ini! Lihatlah perut ini ada tiga lipatan.' Gumam Ziang'er menggerakkan perutnya yang buncit.
''Nona, airnya sudah saya siapkan.''
''Baiklah, kau boleh pergi.''
''Apa Nona tidak ingin saya membantu Nona?''
''Tidak, aku bisa sendiri.'' 'Apakah orang kaya selalu di layanani ketika mereka akan mandi? heisss ... memalukan, aku bisa melakukannya sendiri walau aku tidak yakin dengan bentuk tubuhku yang berisi.'
''Baik Nona, saya akan menunggu di luar.''
Ziang'er melangkah ke arah pemandian, lalu melepaskan hanfunya satu persatu dan masuk kedalam pemandian. Ziang'er merasakan kenyamanan saat tubuhnya di rendam oleh air hangat bersamaan dengan wangi bunga mawar.
Namun ... baru saja Ziang'er merasakan kenyamanan, para pelayan dan kepala pelayan di kediaman Long tengah membuat kegaduhan di luar kediamannya.
''Kenapa mereka tidak bisa membiarkan aku hidup dengan tenang! Apa mereka harus aku beri pelajaran terlebih dahulu, baru mereka akan menurut.''
Sementara di luar, kepala pelayan Huanie dan beberapa pelayan tengah mencari hewan periharaan dari Nona kedua Zizi yang kabur.
''Periksa lagi, jangan sampai terlewatkan! Cari mulmul sampai ketemu, jika perlu geledah kediaman Ziang'er.'' Titah sang kepalanya pelayan Huanie.
Ziang'er memutar kedua matanya dengan malas.
Tak lama, teriakan dari kepala pelayan Huanie menggema di luar kediaman, ''Nona Ziang'er, aku di tugaskan oleh Nona kedua Zizi untuk memeriksa semua kediaman untuk mencari hewan kedayangannya!'' Teriak Huanie.
Ziang'er tidak merespon, ia asik memejamkan kedua matanya.
''Nona Ziang'er, apa kau tidak mendengarkan aku! Aku akan menerobos masuk jika kau tidak berbicara. Beraninya kau berlagak bak nyonya besar di sini.'' Teriaknya lagi, yang mana membuat Ziang'er membuka kedua matanya.
Dengan perasaan kesal, kepala pelayan Huanie langsung menerobos masuk kedalam dan memeriksa semuanya.
''Astaga, pelayan Huanie ... apa kau tidak memiliki aturan dan tatakrama? bagaimana bisa seorang pelayan seperti dirimu berani menggeledah Nona pertama di kediaman Long ini?''
''Peliharaan nona kedua Zizi kabur, dan saya di perintahkan untuk mencari peliharaan kesayangan nona Zizi. Termasuk hak untuk menggeledah kediaman anda, Nona.''
Ziang'er benar-benar muak melihat pelayan yang tidak memiliki aturan, apa lagi membantah dirinya yang notabennya adalah nona pertama di kediaman mentri Long.
Ziang'er berdiri dan turun dari pemandian, memakai kain tipis dan melangkah kedepan pelayan Huanie dengan tatapan dingin.
'Astaga Dewa, apa ini benar-benar Nona Ziang'er ... kenapa hanya menatapnya saja bulu kudukku merinding. Tidak, aura yang di pancarkan begitu dingin dan sa-sangat menyeramkan.'
''No-nona.'' Gugup kepala pelayan Huanie, melangkah kebelakang.
''Pelayan Huanie, jika aku melihat peliharaan adik kedua di sini ... akan aku kabari. Sekarang yang aku inginkan kau pergi dari sini sebelum aku mencabik wajahmu!'' Ucap Ziang'er, dengan nada menekan.
Walau takut dengan nada bicara Ziang'er yang begitu dingin, tapi pelayan Huanie tetap bersikeras akan menggeledah kediaman Ziang'er ... yang mana Ziang'er yang berhati dingin langsung mencengkram rahang pelayan Huanie yang keras kepala.
''Kau benar-benar pelayan yang tidak tau diri!''
BRAAAK!
Ziang'er membanting pelayan Huanie hingga tembok pemandian yang terbuat dari kayu itu rusak tak berbentuk, membuat semua pelayan terkejut melihat betapa sadisnya Nona pertama Ziang'er.
''Aku adalah Long Ziang'er, nona pertama di kediaman mentri Long yang di sayangi oleh ayahku! Dan kalian hanya seorang pelayan yang harus tunduk di bawah perintahku!'' Teriak Ziang'er, membuat semua pelayan langsung berlutut.
''Ampuni kami Nona Ziang'er.''
''Pergi dan bawa pelayan itu! Jangan sampai aku melihatnya lagi.''
''Baik, Nona Ziang'er.''
Semua pelayan pun pergi dengan rasa takut di hati mereka, karna tidak biasanya nona pertama yang selalu mereka remehkan kini menjadi singa betina yang galak dan dingin.
Setelah semua orang pergi, Ziang'er mengganti hanfunya dan melangkah ke arah kamarnya untuk beristirahat. Namun ia mendengar suara cicitan yang sangat aneh dari bawah peraduannya. Ziang'er pun langsung memeriksa dan melihat ada seekor Babi yang ketakutan.
''Apakah ini periharaan adik kedua, seekor babi? Ha ha aha ... peliharaannya sama persis seperti majikannya.'' Ejek Ziang'er, lalu menangkap babi itu dengan sebuah rencana yang akan membuat sang adik geger di pagi hari.
''Baiklah adik, kau kehilangan peliharaan mu bukan? Kenapa tidak kehilangan untuk selamanya saja.'' Ziang'er tersenyum jahat.
Sedangkan di luar, tak jauh dari arah pohon besar. Ada sosok bayangan hitam baru saja pergi setelah mengamati apa yang sudah terjadi di kediaman Long.
•
...🍀🍀🍀...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Hasan
thor jgn buat si zhiangzhiang terlalu mudah jatuh cinta sama pasangannya buat sedikit drama🤭🤭🤭
2023-03-08
6
Nilam Barakatih
seru jg ceritax
2023-03-04
1
Ajusani Dei Yanti
lanjut teh Authorrr kuh keren jiwa
2023-03-02
1