Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
Ruang kerja Tuan besar Long.
Nyonya Chumei, menuangkan teh ke dalam cangkir dan memberikan cangkir teh itu pada suaminya dengan senyuman hangat.
''Suamiku, minum teh ini agar menyehatkan tubuh anda.''
Mentri Long tersenyum dan menyeruput teh pemberian istrinya. ''Terima kasih istriku.''
Nyonya Chumei tersenyum.
''Suamiku, sebentar lagi upacara pernikahan Zizi dan TianMo akan segera di laksanakan dalam tiga bulan kedepan. Apa kau tidak merasa khawatir pada Ziang’er?''
''Khawatir ... mengapa harus khawatir?''
''Apa Kau tidak pernah mendengar ejekan semua orang tentang putri pertama anda? dimana semua orang membicarakan bentuk tubuhnya yang kian hari kian melebar ... bagaimana bisa dia mendapatkan jodoh, jika dia saja tidak bisa mengurus tubuhnya yang berlebih.''
Mentri Long terdiam sejenak.
''Aku takut jika dia seperti itu terus, dia tidak akan mendapatkan jodoh. Aku tau jika Kau mengkhawatirkan putri kesayanganmu, tapi ... alangkah baiknya juga memperhatikan kesehatannya sedikit.''
''Lalu apa yang harus aku lakukan?''
Nyonya Chumei tersenyum lebar dalam hati, karna dia sudah memiliki cara untuk menyingkirkan Ziang'er.
''Aku memiliki seorang kenalan dan dia mendirikan sebuah pusat kebugaran di desa Luchow. Aku akan memintanya untuk membantu Ziang'er agar mendapatkan tubuh idealnya kembali sebelum Zizi dan TianMo menikah.''
''Jika itu demi kebaikan Ziang'er, maka aku izinkan dia pergi. Terima kasih istriku, karna kau sudah menjadi ibu sambung yang pengertian bagi Ziang'er. Ibunda Ziang'er pasti akan tenang di alam sana melihat putrinya ada yang memperhatikan.''
Mentri Long memeluk Nyonya Chumei dengan erat, begitu pun Nyonya Chumei yang bahagia namun dalam ia merasa senang karna dia sudah mendapatkan celah agar Ziang'er pergi dari rumah.
'Lihat saja Ziang'er, kau akan pergi dari rumah dan tidak akan kembali lagi ke rumah ini. Aku tidak akan membiarkan bocah ingusan seperti dirimu menghancurkan kebahagiaan putriku.'
•
•
•
Di sisi lain•
''Ahh ... aku kenyang.''
Ziang'er mengusap usap perutnya yang tambah buncit, ''Hari ini aku makan banyak, besok aku pasti diet.''
Ziang'er membayar makanannya dan ingin pergi. Namun belum sempat ia melangkah, ada empat pemuda pengganggu datang dan memanggil namanya.
''Siapa yang bernama Ziang'er?'' Tanya salah satu pemuda berotot dan sedikit menyeramkan.
Orang-orang takut dan menepi sambil menunduk ketika mereka datang.
BRAK!
''Siapa yang bernama Ziang'er!'' bentaknya sambil menggebrak meja.
'Siapa mereka? Kenapa mereka mencariku."
Seseorang menunjuk ke arah Ziang'er namun dengan wajah menunuk takut. Empat pemuda itu melangkah dengan arrogant ke hadapan Ziang'er dan menatap Ziang'er dari atas sampai bawah dengan tatapan meremeh.
''Jadi kau bernama Ziang'er, si tubuh gemuk bau babii yang sudah mempermalukan Tuan Muda TianMo?''
''Ya, aku.''
''Ikut kami, ada sesuatu hal yang harus kita selesaikan.'' Ucap salah satu pemuda.
''Jika aku tak mau, kalian mau apa?''
''Kau mengeyel? Heh, dengar gendut! Aku tidak ingin kau mati di jalan, lebih baik kau ikut dengan kami ke tempat sepi agar kau tenang saat mendapatkan kematian mu.''
''Kalian ingin menghajarku? menghajar seorang perempuan? Cih, pengecut sekali kalian.''
''HEI, YAA!''
Salah satu pemuda itu mencengram hanfu Ziang'er dan sedikit mengangkat ke atas, hingga orang-orang yang melihatnya begitu terkejut.
''Jal**ng gila! Kau keras kepala sekali.''
Ziang'er hanya menatap dingin dan tenang, ia tidak takut sama sekali dengan gertakkan musang-musang yang sok jago. Di kehidupan lalu dia adalah pembunuh, dan dia pernah menghadapai hal yang jauh mengerikan di bandingkan dengan gertakkan kosong belaka.
''Kau ingin mati di sini Hah!'' Pria itu semakin kuat mencengram, namun dalam seperkian detik, Ziang'er memukul keras kedua gendang telinganya hingga cengkraman nya langsung terlepas.
''Ahhkkk ...''
Jerit pria itu kesakitan sambil memegang kedua telinganya yang mengeluarkan darah.
Ketiga temannya menggeram marah melihat rekannya di kalahkan dengan cepat, lalu salah satu pemuda berteriak dan berlari ke arah Ziang'er.
''Kau sudah gila! Hiaaaa ...''
BUGH!
Ziang'er terlebih dahulu menendang pria itu hingga terpental jauh dan tidak sadarkan diri.
Ziang'er melangkah dengan perlahan sambil berkata, ''Kalian sudah salah berurusan dengaku.'' Ucap Ziang’er menatap dengan dingin. ''Apa kalian orang suruhan TianMo? katakan pada Tuan kalian jika dia berani, hadapi aku secara langsung.''
Dua pemuda itu diam, namun salah satu pemuda mengangkat tangan untuk memukul Ziang'er. Namun dengan cepat Ziang'er menepis dan menampar balik dengan kecang, membuat pria itu kehilangan muka di depan semua orang.
''Kenapa melotot? Kau tidak terima?''
''BERHENTI!'' Teriak seorang pemuda dari arah belakang, membuat semua orang terkejut dan langsung melotot karna kedatangan Pangeran Mahkota ChenHua dan Pangeran ketiga.
Semua orang menunduk, tidak terkecuali Ziang'er yang memang tidak tau siapa kedua pemuda yang datang.
Pangeran Mahkota ChenHua memerintahkan pada pengawalnya untuk menangkap para pemuda dan memenjarakan mereka semua, lalu Pangeran Mahkota berdiri di depan Ziang'er.
'Siapa dia? Kenapa bibirnya terlihat begitu menggoda. Eh astaga! Apa yang sedang aku pikirkan.'
''Apa kau tidak apa-apa Nona?'' Tanya Pangeran Mahkota ChenHua.
''Hah, tidak. Aku baik-baik saja.'' Jawab Ziang'er dengan gugup
'Astaga apa yang ada di pikiranku! Kenapa hasrat ini ingin sekali menggigit bibir itu.'
PLETAK!
''Apa yang sedang kau pikirkan!''
•
...🦢🦢🦢...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
Ziang'er nanti kalau sudah Diet.
Pangeran Mahkota ChenHua.
Visual yang lain, nanti nyusul yaa...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
Angel Dee
bungkus ini ,ah putra mahkota...
2024-10-28
0
🌸 Airyein 🌸
Cepet diet dong ziang
2024-02-06
0
🌸 Airyein 🌸
Yahahahah
2024-02-06
0