Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
Ziang'er membuka hanfunya dan hanya menggunakan kain tipis saja untuk berendam. Kakinya yang gemuk mulai naik ke atas pemandian bersamaan dengan tubuh yang penuh lemak di tenggelamkan lalu memejamkan matanya.
''Seharian ini tenagaku terkuras begitu banyak. Ahh ... badan gemuk ini bukan hanya menyusahkan, tapi membuat pergerakkan ku lambat seperti siput yang sedang sekarat.''
''Kelihatannya aku benar-benar harus menurunkan berat badanku, mengencangkan semua otot-otot agar kekuatanku bisa kembali seratus persen.''
Ketika Ziang'er sedang berbicara sendiri, sebuah jari memegang pundak Ziang'er dengan lembut dan memijatnya dengan perlahan.
Ning, bukankah sudah aku bilang jangan masuk ketika aku mandi.''
''Apa pijatan ini begitu nyaman?'' Bisik seseorang, yang membuat Ziang'er langsung membuka kedua matanya dan menoleh kebelakang.
''Kau!''
Ziang'er sedikit terkejut melihat Pangeran Mahkota ChenHua berada di kediamannya dan di pemandian yang sama.
''Kenapa kau disini?'' Tanya Ziang'er, dengan tatapan acuh.
''Untuk melihat calon istriku.'' Bisik Pangeran Mahkota ChenHua.
Ziang'er mendorong muka Pangeran Mahkota ChenHua.
''Cih, siapa yang mau jadi calon istrimu. Pergilah, karna aku tidak akan menjadi istrimu sampai kapan pun! Oh iya, karna aku akan pergi dari kediaman Mentri Long.''
Pangeran Mahkota ChenHua mengangguk, seakan dia tau apa yang sudah terjadi di kediaman Mentri Long.
''Memangnya kenapa jika kau pergi? Kau pasti akan kembali dan menjadi istriku, lalu kita akan memiliki banyak anak.''
Kedua mata Ziang'er langsung terbelelak mendengarnya.
''Apaaa ... Anak?''
''ChenHua, apa otakmu bermasalah? kita baru saja kenal dan kau sudah membicarakan soal anak! Aku pikir kau perlu untuk pergi ke tabib.''
Pangeran Mahkota ChenHua terkekeh.
''Jika wanita di luar sana mengantri untuk menjadi selirku, kenapa kau sangat berbeda. Tidak ada sebelumnya yang berani menolak putera Mahkota sepertiku.''
''Sekarang ada 'kan? aku wanita pertama yang menolak menjadi selir apa lagi istrimu. Aku, aku adalah Ziang'er yang tidak membutuhkan anak, apa lagi pasangan seperti dirimu.''
Pangeran Mahkota ChenHua merasa tertantang.
''Ziang'er ... apa yang kau inginkan, aku akan melakukannya untukmu.''
Ziang'er terdiam, lalu menyunggingkan bibirnya. ''Apa kau sedang menawariku kesepakatan?''
Keduanya saling tersenyum dengan pemikirannya sendiri, memikirkan rencana masing-masing.
•
•
•
•
•
Ke esokan pagi ... di mana Ziang'er sudah bersiap untuk pergi, namun tidak ada satu orang pun yang mengantarkan dirinya. Betapa malangnya nasib Ziang'er yang tidak di perdulikan siapapun, termasuk sang ayah yang entah di mana keberadaannya sekarang.
''Nona, kita sudah terlambat.'' Pelayan Ning membuka tandu.
''Baiklah.'' Ucap Ziang'er yang akan masuk kedalam tandu kereta kuda, namun teriakan seseorang membuat Ziang'er berhenti dan menoleh ke arah kiri ... di mana sang ayah tengah berlari ke arahnya.
''Putriku ... Ziang'er tunggu Ayah, Nak.''
Ziang'er menyunggingkan bibirnya sedikit, ia tidak menyangka jika Ayah dari pemilik tubuh ini begitu menyayanginya ... membuat Ziang'er sedikit bersedih karna sedari kecil ia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ayah.
''Ayah, Berhati-hatilah jika berjalan. Mengapa kau berlari.''
''Haaa ... haaa ... lelah sekali. Pu-putriku, kenapa kau tidak menunggu Ayah.''
Ziang'er tersenyum hangat, ''Ziang'er berpikir jika Ayah sudah pergi ke istana untuk pertemuan.''
''Memang Ayah dari istana, tapi Ayah pulang lebih dulu karna ingin mengantar kepergian mu.''
''Baiklah, sekarang Ziang'er pergi dan Ayah harus menjaga kesehatan selama Ziang'er pergi.''
''Ini ...'' Sang Ayah mengeluarkan tiga kantung tael perak dan memberikannya pada Ziang’er. ''Simpan ini dan pergunakan dengan baik, ada beberapa teman Ayah yang berkata jika di perguruan kebugaran itu sangat ketat dan mengerikan.''
Ziang'er mengerutkan keningnya.
''Mereka berkata jika kau hanya di beri makan satu kali saja dalam sehari, itu pun seperti makanan kambing! Aahhh ... itu membuat Ayah ragu untuk mengirim mu kesana Nak, bagaimana jika kau tersiksa di sana.''
Hati Ziang'er menghangat ketika Ayah dari pemilik tubuh mengkhawatirkan dirinya, ia berjanji jika dia tidak akan mengecewakan sang Ayah.
''Terima kasih Ayah, tapi Ziang'er tetap akan pergi dan kembali sebelum pernikahan adik kedua di langsungkan.''
'Dan aku akan membuat kegaduhan.'
''Ziang'er ...'' Sang Ayah masih terasa berat untuk membiarkan putrinya pergi.
Sedangkan Ziang'er langsung masuk kedalam tandu, walau butuh perjuangan karna pintu tandu sangatlah kecil di bandingkan dengan tubuhnya yang melebar luas.
Sang Ayah melambaikan tangannya ketika tandu yang membawa putrinya pergi, ia yakin jika putrinya sangat kuat dan akan kembali dengan selamat dan membawa perubahan untuknya.
'Kembalilah dengan selamat Nak, Ayah akan selalu menyayangimu dengan keadaan apapun.'
•
•
Istana Yen Utara, kediaman Pangeran Mahkota ChenHua.
Sekelebat bayangan hitam muncul dengan cepat dan masuk kedalam. ''Lapor pangeran.''
''Hm ...'' Jawan Pangeran Mahkota ChenHua, yang tengah membaca gulungan di mejanya.
''Nona pertama dari kediaman mentri Long sudah pergi dari rumahnya.''
Pangeran Mahkota ChenHua menyunggingkan bibirnya, ''Baiklah, kau boleh pergi.''
Pengawal bayangan itu pergi, lalu Pangeran Mahkota ChenHua menyruh penjaga untuk memanggil Pangeran ketiga untuk menghadapnya. Namun belum pengawal itu pergi, sang adik sudah muncul dengan senyum kuda di depan pintu masuk.
''Kau memanggilku, Kakak.''
''Kamarilah, ada tugas untukmu.''
•
...🦢🦢🦢...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
IndarWati
Zhiang'er merasa badannya yg gemuk menyusahkan dia bergerak sehingga gerakkannya mjd lambat spt siput🐌 yg sekarat.. 😂😂🤭
2023-09-05
0
jumriati
lanjut
2023-03-11
0
Moel
authorr kamu kemanakah ,kok blum ada up🥺
2023-03-10
3