Bab 9 : Sampai di desa Dashan.

Pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

Setelah beberapa jam menempuh perjalanan, akhirnya Ziang’er dan rombongannya sudah sampai di desa tujuan.

Desa Dashan ... tertera nama desa di papan besar sebelum masuk kedalam desa.

Ziang'er berjalan melihat wilayah sekitar yang memang wilayah pedesaan yang asri, dan di lihat dari penduduknya semua orang begitu sehat dan bugar.

''Ck, apa wilayah ini tidak pernah tersentuh oleh pemerintahan istna?'' Decak Ziang'er, membuat Pangeran Mahkota ChenHua langsung menoleh.

''Memangnya kenapa?''

Ziang'er menoleh dan berkata, ''Wilayah ini sangat kumuh dan kurang sentuhan, oh iya ... aku sudah sampai di sini, jadi silahkan kau pergi.'' Ucap Ziang'er saat sudah sampai di gerbang yang menjulang tinggi.

''Apa kau yakin akan baik-baik saja?''

''Tentu saja.'' cetus Ziang'er seperti tidak perduli, padahal yang sebenarnya ia tidak ingin lama lama bersama dengan Pangeran Mahkota ChenHua. Karna jantungnya selalu berdetak kencang ketika bertatapan secara langsung.

Pangeran Mahkota ChenHua melihat pondok kebugaran lalu mengangguk. ''Baiklah, aku akan pergi dan kita akan bertemu kembali setelah tiga bulan mendatang. Ahhh, aku tidak sabar melihat mu lagi.''

Pangeran Mahkota ChenHua mencubit pipi gembul Ziang'er dengan gemas. ''Jaga kesehatan mu, hmm ...''

''Jangan mencubit pipiku! Itu menyakitkan.'' Ziang'er menepis kedua tangan Pangeran Mahkota ChenHua.

''Kau sangat imut ... jika kau tidak bisa kurus pun aku tidak keberatan menerima mu.'' Goda Pangeran Mahkota ChenHua, mengedipkan sebelah matanya.

Ziang'er mencibikkan bibirnya, lalu menoleh pada Kusir dan pelayan nya yang telah membawanya kemari.

''Li, antarkan Tuan ini kerumahnya ... dan Ning, kau pun harus pulang sebelum fajar terbenam. Katakan pada Ayah jika aku sudah sampai dengan selamat.''

Pelayan Ning mengangguk.

Ziang'er menoleh dan menatap ke arah Pangeran Mahkota ChenHua lalu tersenyum.

''Dan kau ... boleh pulang sekarang, terima kasih sudah menemani perjalananku. Kita akan berjumpa tiga bulan mendatang. Tapi, aku tidak yakin jika nanti aku sudah kurus dan cantik, aku akan mau menjadi istri mu.''

Pangeran Mahkota ChenHua menyunggingkan bibirnya, mendekat ke arah Ziang'er dan berbisik. ''Mau tidak mau, kau tetap harus mau menjadi istriku.''

''Nona Ziang'er?'' Panggil seseorang dari darah samping.

Ziang'er menoleh, ''Iya.''

Seorang wanita muda menghampiri dan membungkukkan kepalanya dengan sopan dan ramah. ''Anda sudah di tunggu oleh ketua, Nona.''

Ziang'er mengangguk, lalu menoleh pada Pangeran Mahkota ChenHua dan membungkukkan kepalanya. ''Sekali lagi terima kasih karna sudah mau menemani perjalanan ku, aku pergi.''

Pangeran Mahkota ChenHua mengangguk.

'Berjuanglah, tapi bukan untuk orang lain ... berjuanglah untuk dirimu sendiri agar bisa di hargai oleh orang lain. Tunjukkan bahwa dirimu sama berharganya dengan mereka.'

Pangeran Mahkota ChenHua memandang kepergian Ziang'er, begitu pun dengan Ning yang harus kehilangan sang Nona untuk sementara waktu. Walau ia sangat berat, tapi ini demi kebaikan sang Nona.

'Nona, aku berharap waktu akan cepat berlalu ... agar pelayan ini bisa melayani anda kembali.' lirih nya dalam hati, melihat kepergian sang Nona.

Setelah berada di dalam ... Ziang'er melihat kanan kiri bagunan yang begitu luas, dan tempat latihan bak latihan untuk melatih perajurit istana.

'Ya Dewa, apakah aku akan berlatih seperti itu! Bersama mereka?' Gumam Ziang'er dalam hati, merasa jika dia akan kalah sebelum berperang.

''Salam ketua, ini Nona Ziang'er yang baru saja datang dari kota."

Pria paruh baya yang berjenggot putih mengangguk sambil memainkan janggutnya, memandang Ziang'er dari atas sampai bawah.

Ziang'er sedikit membungkukkan kepalanya dengan sopan.

''Ziang, ajari dia latihan tahap pertama. Jangan biarkan dia makan! Jika dia lapar ... berikan dia air saja.''

''Baik ketua.''

GLEK.

Ziang'er menelan ludahnya membasahi tenggorokannya yang kering, entah mengapa tiba-tiba ia merasakan jika tinggal di sini adalah sesuatu hal yang salah.

'Astaga! Apakah ada jalan untuk kabur?"

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

Salma Cheng

Salma Cheng

puasa ,,,puasa puasa demi diet ,,,moga berhasil

2024-04-03

0

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Pasti tamvan bgt yekan

2024-02-06

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

jgn2 mereka komplotan ibu tirinya

2024-01-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!