Bab 13 : Nasib TianMo.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

BRUUG!

Ziang'er merebahkan diri di atas peraduan sambil memijat keningnya yang pusing, ''Aish ... TianMo benar-benar pria yang tidak memiliki malu! Lihat saja apa yang akan aku lakukan padanya.''

Ziang'er memejamkan kedua matanya untuk istirahat, ''Tunggu! Kemana perginya Zhang, kenapa dia pergi setelah mengantarkan ku pulang? Aisshh ... pria itu sangat misterius.''

''Nona ... Nona Ziang'er.'' Teriak pelayan Ning dari luar dengan tergesa-gesa, ia sangat senang jika sang Nona sudah datang.

Ziang'er menoleh dan bangun dari tidurnya.

''Ning ... kau kah itu?''

''Iya, saya Nona ... apa aku mengganggu istirahat anda?'' Tanya pelayan Ning dari balik pintu luar.

''Masuklah Ning.''

Pelayan Ning membuka pintu lalu melihat sekeliling kamar kediaman Junjungannya. Ia sedikit terpaku melihat gadis cantik yang tengah bersender di senderan peraduan.

''No-nona ... kau 'kah itu?'' Kedua mata pelayan Ning berkedip beberapa kali, seakan dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.

Ziang'er tersenyum dan mengangguk, ''Ya, ini aku.''

''Ouhh ya Dewa ... Nona anda sangat cantik sekali, Hiks ...'' Pelayan Ning sampai menangis melihat perubahan Junjungannya.

''Tidak usah cengeng, kemarilah dan pijat aku.''

Pelayan Ning menghapus air matanya dan melangkah dengan senang ke arah sang Nona.

''Apa kau hidup dengan baik disini?''

Pelayan Ning terdiam sejenak, lalu mengangguk. ''Tentu saja Nona, hamba baik baik saja disini menunggu anda.''

Walau pelayan setianya ini tidak mengatakan apapun, tapi Ziang'er yang peka langsung paham dari nada bicara pelayan Ning. Jika dia tidak baik-baik saja setelah ia tinggalkan.

''Tidak usah khawatir, tidak akan ada yang menindasmu lagi. Aku ada disini.''

Pelayan Ning menghapus air matanya dan mengangguk, '' Tentu saja Nona.''

Malam hari ...

Tuan Muda TianMo keluar dari kediaman Lily dengan keadaan mabuk. Ia berjalan sempoyongan sambil berkicau dengan kejadian tadi pagi di mana ia tidak bisa mendapatkan Ziang'er, begitu pun ia tidak bisa menikah dengan Zizi karna perdana menteri membatalkan pernikahan mereka.

''Ziang'er ... Ziang'er ... Ziang'er ... ha ha ha kenapa kau sangat cantik hemm ...''

GLUK. GLUK. GLUK.

''Ahh ...''

Tuan Muda TianMo meminum arak di dalam botol dengan sekali teguk, lalu melemparkan botol itu kesembarang arah.

''Lihat saja Ziang'er, aku pasti mendapatkan mu kembali! Aku, ha ha ... pasti mendapatkan mu kembali. Kau akan bertekuk lutut di bawah kakiku''

GRUSUK. GRUSUK.

''Heh, siapa itu?''

TianMo mendengar suara di balik semak semak, ia terdiam namun dengan kepala berkunang kunang karna terlalu banyak meminum arak.

GRUSUK.

TianMo sangat penasaran lalu melangkah untuk memeriksa, entah mengapa ia merasakan hawa dingin secara tiba tiba ... membuatnya menelan saliva karna takut.

Perlahan tangan TianMo mendekat untuk memeriksa semak semak, jantungnya berpacu dengan cepat hingga...

Meongg ...

''Haaaah, Ya Dewa!'' TianMo memegang dadanya yang terkejut.

''Kenapa kau bersembunyi di situ! Dasar hewan sialan.''

SREEENGG!

Seseorang menodongkan pedang dari belakang, membuat TianMo diam tidak bergerak sedikit pun.

''Si-siapa kau!''

''Aku ... aku adalah malaikat maut mu!''

''Jangan bercanda! Kau tidak tau siapa aku, Hah! Aku adalah putra Jenderal Song yang sangat di sayangi, cepat turunkan pedang mu!''

Orang itu menarik pedangnya, yang mana membuat TianMo langsung menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani menodongkan senjata padanya.

''Siapa kau?'' Tanya TianMo sekali lagi, dia tidak mengenali orang di depannya karna memakai cadar.

''Bukankah sudah aku bilang jika aku adalah malaikat maut mu!''

JLEBB!

''Ahhh ...'' Teriak TianMo kesakitan, saat kakinya di tusuk oleh pisau yang di lemparkan padanya.

TianMo langsung berlari walau ia tertatih tatih, mencoba untuk menjauhi orang yang akan membunuhnya.

Tidak lama ia berhenti sejenak dan menyenderkan tubuhnya ke sebuah pohon, menghirup nafas panjang unuk mengisi oksigen kedalam tubuhnya.

''Dia seorang wanita! Ya aku yakin dia seorang wanita. Aku harus cepat pulang dan melaporkan kejadian ini pada Ayah.'' Ucapnya sambil mengedarkan pandangan ke setiap arah, Berharap jika orang yang akan membunuhnya tidak mengejarnya.

Ketika TianMo akan berlari, ia di kejutkan oleh orang itu karna berada tepat di depannya hingga membuat TianMo terjungkal karna terkejut.

''Apa mau mu? apa kau ingin uang dan perhiasan?'' TianMo sangat ketakutan, apalagi melihat kedua mata orang itu sangat tajam dan dingin ... memiliki aura yang dingin seperti iblis.

''Aku tidak membutuhkan uang mu! Aku hanya ingin nyawa mu!''

''Siapa kau?''

Orang itu menatap sejenak, lalu membuka cadarnya yang mana membuat TianMo melototkan kedua matanya tidak percaya.

''Zi-zi-ziang'e---''

KREESS.

Ziang'er lansung menebas kepala TianMo hingga terpisah dari badannya.

''Ini adalah balasan bagi orang yang meremehkan ku!''

Ziang'er membawa kepala TianMo dan meninggalkan tubuhnya, membuat seseorang dari balik pohon tersenyum melihat betapa kejamnya Ziang'er.

'Dia memang berwujud manusia, tapi dia memiliki sifat Iblis seperti diriku. Ha ha, dia memang cocok menjadi Permaisuri ku.' Ucap Zhang, yang sejak tadi menyaksikan apa yang Ziang'er lakukan.

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

Solekah

Solekah

gimana putra mahkota

2024-02-03

1

IndarWati

IndarWati

waah.. sadis juga ditebas lehernya..😱..pembalasan..Ziang'er gendut pemilik tubuh ini juga dibunuh oleh TianMo.. nyawa dibayar dgn nyawa.. 🙊

2023-09-05

0

Moel

Moel

kak kapan up lgii🥺🥺

2023-03-27

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!