Bab 6 : Bertaruh.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

'Meskipun dia adalah putri kesayangan dari perdana mentri Long, tapi hidupnya tidak seberuntung itu. Di mana dia selalu di permalukan dan di rendahkan oleh semua orang termasuk sodari dan Ibu tirinya. Tapi setelah mendapatkan penghinaan selama bertahun tahun, kini dia bisa membalas orang yang sudah menghina dirinya dan bangkit dari kesulitan dan mengejutkan semua orang.'

Pangeran Mahkota ChenHua memandang Ziang'er, dan memiliki pemikiran sendiri tentang gadis gendut yang ada di depannya.

Setelah kekacauan di jalan tadi, Pangeran Mahkota ChenHua mengajak Ziang'er untuk meminum teh di restoran miliknya.

''Apa yang ingin anda katakan?'' Tanya Ziang'er tanpa banyak basa basi.

Pangeran Mahkota ChenHua menyunggingkan bibirnya, ''Sebagai putri dari perdana mentri Long, bagaimana kau bisa belajar beladiri begitu mahir.''

Ziang'er diam sejenak, ''Apa gadis dari kediaman Long tidak boleh belajar beladiri? Kurasa itu perlu untuk berjaga jaga dari orang yang ingin semena-mena.''

''Bukan itu maksudku, tapi aku rasa ... aku tertarik padamu.''

JEDERRR!

Pangeran ketiga yang sedari tadi menguping di luar, seperti tersambar petir tepat di ulu jantungnya.

'Kakak, sudah aku duga jika kau tertarik pada gadis gendut itu.'

Ziang'er mengerutkan keningnya lalu terkekeh, namun kekehannya memancarkan aura dingin yang membuat Pangeran Mahkota ChenHua merasa tertarik.

''Kau, seorang pangeran Mahkota tertarik pada gadis gendut sepertiku? Ha ha ha apa kau yakin.''

''Memangnya kenapa? apa kau tidak tertarik padaku?'' Tanya Pangeran Mahkota ChenHua, yang mana ia dengan sengaja mendekatkan wajahnya pada wajah Ziang'er.

Ziang'er langsung memundurkan kepalanya, saat kedua mata mereka saling bertatapan secara dekat.

'*Sebenarnya dia tampan dan keren, aku tidak bisa menemukan kekurangannya.'

Ziang'er sangat ragu.

'Tapi bagaimana seorang pembunuh berdarah dingin sepertiku bisa menyukai seorang pria*.'

''Jangan terlalu dekat.'' Ziang'er mundur dua langkah.

Pangeran Mahkota ChenHua menyunggingkan bibirnya.

''Bagaimana jika kita bertaruh.''

''Bertaruh?''

''Bertaruh selama tiga bulan, jika aku berhasil meluluhkan hatimu, maka kau harus menjadi kekasih dan istriku. Tapi jika aku kalah dan belum bisa membuat hatimu tergerak, maka kau boleh meminta apapun dariku.''

Ziang'er diam memandang Pangeran Mahkota ChenHua, ''Baik, kita lihat siapa yang akan menang.''

Setelah mengatakan itu, Ziang'er langsung pergi dengan perasaan tidak menentu.

Setelah beberapa menit, Ziang'er sampai di kediaman sang Ayah. Namun baru juga sampai di gerbang, seorang pelayan sudah menunggu diriny.

''Nona Ziang'er, tolong ikuti saya untuk bertemu Nonya besar.'' Salah satu pelayan menunduk dengan sopan.

Ziang'er tidak menjawab, namun ia melangkah terlebih dahulu dengan aura dingin yang membuat semua orang merinding.

Ketika sudah sampai di ruang kerja sang ayah, Ziang'er memberi salam dan sedikit membungkukkan kepalanya pada Nyonya Chumei.

''Putriku ...'' Panggil sayang Ayah dengan lirih, ia melihat dari atas sampai bawah dan meneliti penampilan putrinya yang menyedihkan.

''Ya, Ayah.'' Jawab Ziang'er.

Perdana mentri Long berdiri dan menghampiri putri kesayangannya, lalu memeluknya dengan perasaan sedih. Ia baru membuka kedua matanya jika memang benar putrinya ini memiliki berat badan yang berlebih di usianya yang masih muda.

Selama ini ia tidak pernah memperhatikan putrinya dengan teliti, karna yang terpenting baginya adalah sang putri berdiri sehat. ''Oh ... putri kesayanganku.''

Sedangkan Ziang'er, yang memang tidak pernah di peluk merasa risih dan melepaskan pelukan Ayahnya.

''Jangan seperti ini, Ayah.''

''Oh ... Ziang'er ku, apa yang harus ayah lakukan demi kebaikan mu.''

Ziang'er mengerutkan keningnya. ''Maksud ayah?''

''Begini putriku, Ayah dan Ibu mu sudah sepakat untuk mengirim mu ke kota sebrang untuk melakukan sekolah kebugaran yang akan menurunkan berat badanmu.''

''Maksud Ayah ...''

''Yaa ... sebelum adik mu melangsungkan upacara pernikahan, kau harus secepatnya kembali dengan perubahan yang besar Nak. Agar orang-orang yang menghina dirimu bisa kau bungkam.''

Ziang'er melirik Nyonya Chumei, ia merasakan ada sesuatu yang mengganjal.

'Dia sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakaiku.' Tebak Ziang'er dalam hatinya.

Nyonya Chumei yang di tatap dingin seperti itu menjadi kaku dan gugup, lalu dia berdiri dari duduknya.

''Benar apa yang di katakan Ayah mu Ziang'er, kau harus berusaha menurunkan berat badanmu agar kau segera mendapatkan jodoh yang terbaik.''

'Bukan jodoh yang akan kau dapatkan! Tapi kematian mu. Ha ha ha ha ...'

Ziang'er memaksakan senyum dan memegang tangan sang Ayah, ''Jika itu demi kebaikan Ziang'er, aku akan pergi dan kembali dengan apa yang Ayah harapkan.''

''Kamu tidak keberatan, Nak?''

''Tentu saja tidak Ayah ... bukankah semua itu demi kebaikan ku? Besok aku akan pergi dari sini dan kembali sebelum adik kedua melangsungkan upacara pernikahan.''

Perdana mentri Long tersenyum dan memeluk Ziang'er dengan haru, ia berdoa supaya Dewa selalu melindungi putri kesayangannya.

''Kau memang putri Ayah yang sangat baik, penurut, yang selalu Ayah banggakan.''

••••

Malam hari ... Nyonya Chumei memakai jubah dan pergi dari kediamannya, lalu keluar dari kediaman mentri Long secara diam-diam untuk menemui seseorang.

Setelah beberapa menit, Nyonya Chumei berdiri di tempat sedikit gelap dan tidak lama seseorang datang menghampirinya.

''Ini, ini uang untuk mu. Kerjakan apa yang aku suruh.''

''Baik, Nyonya.''

''Ingat, setelah kau berhasil membunuhnya ... buang mayatnya ke jurang agar hewan buas memakannya.''

''Kau jangan khawatir Nyonya, ini bukan kali pertama aku membunuh seseorang.''

''Bagus! Aku tidak sudi jika dia kembali ke kediaman Long dan merebut sesuatu yang seharusnya milik putri putriku.''

Setelah bernegosiasi, keduanya pergi tanpa melihat sekitar ... jika sedari tadi Ziang'er mendengar percakapan mereka dari balik kegelapan lalu tersenyum menyeringai.

''Sudah aku duga ini semua rencananya, cih ... aku akan tetap pergi, dan kembali membawa perubahan yang akan membuat jantungmu pindah ke usus.'' Ucap Ziang'er, lalu melesat pergi.

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE...

...InshaAllah nanti up lagi yaaa ... jangan lupa tinggalkan jejak....

Terpopuler

Comments

Grey

Grey

jantungnya break dance 😂🤣

2024-09-15

0

muli Yana

muli Yana

ad ya jantung pindah ke usus ??
😄✌️

2024-02-13

0

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

ibu tiri laknat..

2024-01-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!