Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
Ke esokan pagi ... dimana Perdana menteri Long pulang ke kediamannya, saat itulah ia merasa curiga karna kediamannya sangat sunyi dan damai.
''Ayah ...'' Sambut Ziang'er, dengan senyuman hangat.
''Putriku.''
Ziang'er membungkuk lalu menyuruh pelayan untuk membuat teh.
''Ziang'er, dimana semua orang?''
Ziang'er diam menunduk sedih, membuat Perdana menteri Long merasa curiga. Ia yakin jika sepergiannya pasti sudah terjadi sesuatu.
''Ziang'er, katakanlah ... Ayah akan mendengarkan.'' Perdana menteri Long mengelus kepala Ziang'er dengan lembut.
''Ayah, kediamanku hangus terbakar.''
''Apa! Bagaimana bisa terjadi?''
''Entahlah Ayah ... Ziang'er sedang beristirahat, tapi tiba-tiba api menjelajar hingga Ziang'er ketakutan Ayah ... Ziang'er pikir itu hanya sebuah kecelakaan. Tapi untungnya Ibu Chumei dan adik adik menolongku, tapi ...''
''Tapi kenapa?''
''Keadaan Ibu tidak baik-baik saja ayah, tulang punggungnya patah dan sekarang dia terbaring di kediamannya.''
Perdana menteri Long langsung berdiri ingin pergi, namun Ziang'er mencegahnya. ''Ayah, Ziang'er mohon jangan mengganggunya sedang istirahat. Ziang'er sudah memanggil tabib dan dia bilang jika Ibu akan sembuh namun butuh waktu yang lama.''
''Lantas, bagaimana dengan kedua adikmu?''
''Zizi baik-baik saja Ayah, tapi ZiLien ...'' Ziang'er tidak meneruskan perkataannya, yang mana membuat Perdana menteri Long penasaran.
''ZiLien ... mengalami patah di lidahnya karna tersandung ketika menolongku.''
DHUK!
Ziang'er berlutut dan menangis di depan Ayahnya, lalu berkata. ''Ayah ... jika Ziang'er tau mereka akan mengalami hal yang buruk seperti itu, lebih baik Ziang'er terbakar agar semua baik-baik saja.''
Airmata buaya dan perkataan yang meyakinkan terus keluar dari mulut Ziang'er, hingga sang ayah tidak tega dan langsung memeluk putri kesayangannya.
''Ini bukan salah mu Nak, mungkin ini sudah kehendak Dewa.''
''Ayah ... Hiks.'' Ziang'er menangis di pelukan ayahnya, namun dia tersenyum.
''Baiklah, ayo kita lihat keadaan mereka.''
Ziang'er mengangguk.
Mereka berdua pun berjalan beriringan menuju kediaman Nyonya Chumei.
''Tuan besar sudah tiba.'' Teriak penjaga.
Zizi dan ZiLien yang kebetulan ada di kediaman Ibunya merasa senang jika Ayah nya kembali, ia akan melaporkan kejadian semalam pada ayahnya agar Ziang'er terkena hukuman. Namun baru saja mereka berdiri dan akan menyambut sang Ayah, tiba-tiba tubuh mereka bergetar ketakutan melihat Ziang'er ada di belakang ayahnya.
''Zi-zi-ziang'er.'' Ucap Zizi dengan gugup, begitu pun ZiLien yang sekarang berbicara pun tidak bisa. Namun dari raut wajahnya ketakutan saat kedatangan Ziang'er.
''Bagaimana keadaan Ibu kalian?'' Tanya Perdana menteri, yang mana semua orang diam tidak bisa menjawab.
ZiLien menunduk dengan keringat dingin di keningnya, ia benar-benar merasa ketakutan.
'Di-dia, dia wanita kejam! Aku merasa takut dengan kejadian semalam ... ak-aku tidak mau ber-urusan dengan wanita monster itu lagi. Semalam lidahku yang terpotong dan sekarang lidahku kelu dan masih sakit, entah apalagi yang akan dia perbuat padaku jika aku terus mencari masalah dengannya."
Sedangkan Zizi menelan ludahnya saat kedua matanya bertatapan langsung dengan Ziang'er.
"Kenapa ... kenapa tubuh dan mulut ini seakan kaku dan tidak bisa bersuara ketika melihatnya.'
''Apakaha tidak ada yang ingin menjawab pertanyaanku!'' sentak Perdana menteri.
''Ke-keadaan Ibu, baik-baik saja Ayah. Hanya butuh istirahat dan pemulihan saja.'' Jawab Zizi.
Perdana menteri menghela nafasnya, lalu mengangguk. ''Ayah tau kejadian semalam begitu mengejutkan kalian semua, tapi Ayah berterima kasih pada kalian berdua ... terutama Ibu kalian yang sudah menyelamatkan Ziang'er dari kebakaran itu.''
Zizi dan ZiLien langsung menoleh pada Ziang’er yang sedang menyunggingkan bibirnya.
'Mengapa Ayah berterima kasih? Apa yang sudah dua dengar tentang kejadian semalam.'
'Apa? apa yang sudah dia katakan pada Ayah.'
Zizi dan ZiLien begitu bingung, namun mereka tidak melawan atau bertanya karna di samping Ayahnya masih ada Ziang'er.
''Baikalah, Ayah akan pergi ke ruang kerja. Jika ada sesuatu cepat datang pada Ayah.''
Zizi dan ZiLien membungkuk, termasuk Ziang'er.
Perdana menteri pergi dari kediaman Nyonya Chumei, sementara Ziang'er masih berdiri di tempatnya.
Ia menoleh pada kedua adiknya yang malang, melipatkan kedua tangannya di dada.
''Kalian tidak akan pernah bisa mengalahkan aku! Bagiku kalian hanya sebutir debu yang bisa kapan saja aku hilangkan!''
''Kau! Kau sudah membalikkan fakta dan menghasut Ayah.'' Ucap Zizi dengan nada sedikit tinggi.
Ziang'er menaikkan kedua alisnya, ''Heh, aku belajar dari kalian yang dulu selalu memfitnah dan menghasut Ayah agar membenciku. Jadi, aku hanya bercermin dengan apa yang sudah kalian lakukan terhadapku di masalalu.''
Zizi terdiam.
''Adik, ingat satu hal dan terapkan di otak mu mulai sekarang! Jika aku yang memegang kuasa mulai hari ini. Jangan pernah macam-macam dan jangan mengusikku lagi ... jika tidak, maka nasibmu akan sama dengan TianMo.''
Kedua mata Zizi membelalak sempurna, ia sudah mendengar kabar jika mantan tunangannya sudah mati terbunuh dengan kepala dan tubuh terpisah.
''Kau mengerti, Adik?''
BRUG!
Zizi langsung ambruk, lututnya lemas hingga tidak bisa menopang berat badannya. Ia terkejut jika Ziang'er bisa sekejam itu, padahal dulu Ziang'er bisa ia kendalikan.
Setelah menggertak Zizi. Ziang'er pun pergi dengan senyuman kemenangan. Ia sudah membalas rasa sakit sang pemilik tubuh yang dia tempati, kini dia akan hidup sesuai keinginannya.
•
...🦢🦢🦢...
...LIKE.KOMEN.VOTE ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
IndarWati
Ziang'er mengancam 2 saudara tirinya..klau ingin selamat jgn macam2 klau tdk kepala bisa lepas dr badan spt TianMo.. 😠
2023-09-05
0
Hasan
woh sikat habis🤭🤭🤭
2023-04-04
0
Ajusani Dei Yanti
wiihhh keren Teh Authorrr kuh semangat
2023-04-04
1