Bab 12 : Kepulangan Ziang'er.

Transmigrasi pembunuh berdarah dingin.

...🦢🦢🦢...

Tiga bulan kemudian...

• • •

Di kota Kekaisaran, sudah ramai dengan hiasan dan lampion yang menghiasi jalan ... hari ini adalah hari di mana putra ke tiga dari Jenderal Song, Tuan Muda TianMo dan Nona kedua Zizi putri dari perdana menteri Long melangsungkan pernikahan mereka.

Para tetua, pejabat dan para bangsawan turut menghadiri undangan, mereka semua sudah menunggu di Aula pernikahan dan di jamu dengan ramah oleh kedua mempelai orangtua pengantin.

Bahkan anggota istana turut menghadiri upacara pernikahan ini.

Tibalah di mana kedua pengantin masuk kedalam Aula dan berjalan secara bersamaan untuk melakukan upacara pernikahan.

Semua orang begitu kagum dengan ketampanan dan kecantikan kedua mempelai, hingga pujian trus berdatangan tiada henti untuk Zizi.

''Prosesi pemberian hormat ...'' Teriak salah satu tetua.

Kedua mempelai membungkuk memberi hormat pada patung budha, lalu Kaisar dan Permaisuri yang mempunyai wewenang di Kekaisaran ... dan yang terakhir pada kedua orangtua mereka.

''Prosesi menuangkan minuman ...''

Ketika dua sejoli itu akan meneguk arak, dari arah pintu luar terdengar suara langkah yang anggun dan pelan ... bersamaan datangnya angin dengan wangi yang begitu memikat, hingga semua orang langsung menoleh ke arah pintu secara bersamaan.

Terlihat sosok gadis cantik dengan kulit yang bersih dan putih, tangan yang lentik dan indah, begitu pun dengan wajahnya yang kecil dan anggun.

Ziang'er akhirnya berdiri di depan semua orang dengan bangga, ia puas melihat orang yang dulu pernah menghina dirinya kini terpana dan tidak bisa berkata kata.

''Ayah ...'' Suara Ziang'er begitu lembut, membuat jantung semua orang berdetak kencang.

'Siapa dia?'

'Entahlah ... dia bagaikan dewi yang turun dari langit.'

'Dia begitu cantik, lihatlah kulitnya yang mulus tanpa noda.'

'Tidak, lihatlah bibirnya itu sangatlah indah dan alami.'

Semua orang berbisik bisik saat Ziang'er melewati mereka, hinggalah tiba Ziang'er berdiri di depan perdana menteri Long dan memberi salam.

''Salam Ayah ...''

''Ka-- Kau siapa?'' Tanya Perdana menteri Long, yang tidak mengenali Putri kesayangannya.

Ziang'er tersenyum anggun lalu berkata.''Ayah ... apa kau sudah tidak mengenali putri mu ini?''

''APA!''

Semua orang terkejut, bahkan Nyonya Chumei dan kedua anaknya langsung terhiyung jatuh kebelakang saking kagetnya.

Apa lagi TianMo, dia langsung muntah darah melihat mantan tunangan yang dulu ia campakkan sudah cantik dan langsing seperti dulu, namun kali ini jauh lebih cantik dan bersinar.

'Aku sudah bodoh! Kenapa dia cantik sekali sekarang, apa aku harus membatalkan pernikahan ini dan meminta Ziang'er untuk kembali padaku.'

''Oyoyoy ... putriku! Putriku Ziang'er? Ha ha ha ha ... Ya Dewa, apakah benar kau putriku yang cantik.''

Ziang'er mengangguk, ''Tentu saja Ayah, aku putri mu.''

Perdana menteri Long langsung memeluk putri kesayangannya dengan bangga, lalu menyuruhnya untuk duduk melihat upacara pernikahan sang adik.

Ziang'er menuruti perkataan Ayah nya dan duduk di samping perdana menteri. Membuat Nyonya Chumei mengepalkan kedua tangannya dengan geram ... ia heran bagaimana Ziang'er bisa selamat, padahal sudah jelas jika orang suruhanan nya sudah berhasil membunuh Ziang’er.

Sedangkan Zizi menggerutu dalam hati, mengapa Kakak nya yang gendut dan jelek bisa secantik itu dalam kurung waktu tiga bulan.

Ziang'er menyunggingkan bibirnya melihat ketidak sukaan dari Zizi dan Nyonya Chumei.

'Ini belum seberapa! Kita lihat saja nanti.'

Para tetua menyarankan untuk melanjutkan upacara pernikahan sebelum waktu yang baik menghilang. Namun ada sedikit keraguan dalam hati TianMo yang tidak ingin menikah dengan Zizi.

Ketika arak sudah di tuangkan, dan mereka pun bersulang ... pandangan TianMo terus saja menatap Ziang'er.

''AKU TIDAK INGIN MENIKAHINYA!'' Teriak TianMo sambil berdiri.

''Sayang ...'' Zizi sangat terkejut.

''Aku tidak ingin menikahi Zizi, selama ini aku sudah di hasut olehnya! Aku hanya mencintai Ziang'er dan aku sangat menyesal telah meninggalkan Ziang'er ku.''

Ziang'er diam diam tersenyum dalam hatinya, ia sudah menebak ini akan terjadi dan dia pura pura terkejut.

''Sayangku, mengapa anda berbicara seperti itu? Bukankah kita saling mencintai.''

''Tidak! Selama ini aku tidak mencintaimu, aku hanya mencintai Ziang'er.''

Zizi menoleh dan menatap Ziang'er dengan marah, lalu Zizi menghampiri Ziang'er.

''KAU! MENGAPA KAU KEMBALI.'' Teriak Zizi, penuh amarah.

Ziang'er berdiri dengan wajah lugu, seolah dia tidak tau apapaun.

''Adik, apa maksudmu? Mengapa kau tidak mengharapkan aku datang.''

''AKU TAU KAU DENGAN SENGAJA DATANG DAN INGIN MERUSAK PERNIKAHANKU, IYA KAN!''

''Adik, tidak ... kau salah paham! Aku datang dengan hati bahagia dan mendoakan kebahagiaan mu, tapi kenapa kau berpikir aku tidak senang akan pernikahan mu?''

PLAK!

Zizi menampar Ziang'er, yang mana membuat semua orang berdiri dan terkejut dengan sifat Zizi yang terkenal lemah lembut namun nyata nya tidak.

''ZIZI! Beraninya kau menampar Kakak tertua mu!'' Bentak Perdana menteri Long.

''Ayah, aku ...''

''Ayah ... bagaimana Adik bisa berbicara sekasar itu pada Kakak tertuanya. Ayah, dulu aku sudah merelakan Tuan Muda TianMo untuk di miliki oleh Adik. Kenapa Adik masih mencurigaiku?''

Ziang'er berkata dengan nada pedih, seakan dia benar-benar mempunyai hati yang rapuh dan memiliki jiwa yang lembut.

TianMo dengan tidak tau malu memegang tangan Ziang'er yang lembut dan berkata. ''Ziang'er, beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita. Aku, aku sangat mencintaimu Ziang'er.''

SREEET.

Ziang'er menepis tangan TianMo, lalu merubah mimik mukanya menjadi menyedihkan.

''Bagaimana anda bisa berbicara seperti itu di depan pengantin mu? Apa kau tidak memiliki hati nurani, astaga Dewa ... kau memperlihatkan wajah mu yang mengerikan, dan kau hanya menyukai kecantikan dan bukan hati seseorang yang tulus.''

Semua orang terdiam.

''Aku, Ziang'er! Tidak sekali pun mengharapkan mu dalam hidupku dan aku tidak pernah mencintaimu.''

Setelah mengatakan itu, Ziang'er pergi meninggalkan semua orang, namun dalam hatinya tersenyum puas.

'Lihat saja nanti malam! Akan aku buat perhitungan terhadap pria mata keranjang seperti dirimu, TianMo.'

...🦢🦢🦢...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

Terpopuler

Comments

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Tipe2 cowo ga setia ni

2024-02-06

0

🌸 Airyein 🌸

🌸 Airyein 🌸

Dihh cowo lemah

2024-02-06

0

Ayu Dani

Ayu Dani

Wah wah wah good Girls

2024-01-24

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!