Pembunuh berdarah dingin.
...🦢🦢🦢...
BYUURRR.
''Hah!'' Ziang'er terkejut saat wajahnya di siram air dingin oleh seseorang.
''Tidak ada waktu unuk istirahat! Cepat penuhi tong air itu sampai penuh!'' Sentak seseorang yang mana membuat Ziang'er menarik hafasnya dengan perlahan.
'Jika saja aku tidak ingin kurus! Sudah pasti akan ku robek mulut mu.' Gerutu Ziang'er, lalu bangun untuk mengambil air dari sungai lagi.
Kini hari hari Ziang'er begitu sulit, enah itu dari segi makanan, istirahat dan lain-lain ... membuat Ziang'er muak dengan segala peraturan yang ada.
Seperti pagi ini ... Ziang'er harus bangun sebelum matahari terbit dan mengambil air dari sungai yang jauh dengan jalan yang begitu terjal. Makanan yang ia konsumsi pun tidak jauh dari sayur sayuran, belum lagi Ziang'er di suruh berlari mengitari lapangan di saat matahari di atas kepalanya yang membuat hanfu Ziang'er basah oleh keringat.
Tapi Ziang'er berpikir jika tubuhnya tidak ada perubahan dan masih saja sama, namun jika orang lain yang melihatnya ... tentu saja Ziang’er sudah jauh lebih baik di bandingkan sebelumnya, hanya saja ... Ziang'er tidak di perolehan melihat cermin hingga dirinya berpikir jika semua yang dia lakukan tidak ada gunanya.
Ziang'er yang sedang berjalan menuju kamarnya langsung menghentikan langkah, saat ia mencium aroma yang sangat menggugah seleranya.
''Hm ... Hum ...'' Ziang'er mengendus aroma yang sedap, lalu mengendap mengndap ke area dapur di mana koki sedang memasak. Ziang'er mengintip dari jendela untuk melihat makanan apa yang akan di sajikan untuk para tetua.
'Lihatlah ... mereka memakan daging yang sangat enak! Sementara aku hanya di berikan makanan kambing.' Gerutu Ziang'er dengan kesal.
Ziang’er melihat kekanan dan kekiri, lalu mengendap masuk kedalam dan mengambil beberapa makanan dan memasukan makan itu kedalam hanfunya di saat semua orang lengah dan tidak memperhatikan.
Dengan segera Ziang'er kabur dan berlari ke arah hutan terlarang, di mana semua penduduk desa tidak ada yang berani menginjak hutan itu.
Ziang'er tidak mau kali ini makanan nya di ambil, karna beberapa kali Ziang'er mencoba untuk memakan makanan enak selalu saja ada yang mengetahuinya ... terlebih semua tael peraknya di rampas dan dia tidak bisa membeli makanan dari luar lagi.
Ziang'er yang sudah berada di dalam hutan langsung tertawa karna tingkah lakunya yang mencuri makanan, baru kali ini dalam hidupnya ia mencuri demi perutnya.
''Haaah ... ini daging terasa enak.'' Ziang'er menguyah daging itu dengan perasaan bahagia, tanpa ia sadari jika tanah yang dia injak sangat rawan. Dimana di dalam tanah itu ada sosok iblis yang tengah di kurung dan rantai selama ribuan tahun lalu.
'Ada manusia yang datang dan memiliki aura yang sama sepertiku. Tidak, dia harus menyelamatkan ku dari rantai yang menyakitkan ini.' Gumam sosok bermata biru.
Sedangkan Ziang'er mengusap perutnya yang sudah kenyang, lalu tidak sengaja melihat ke atas pohon dimana ada banyak sekali apel yang baru berbuah ... membuat Ziang'er ingin sekali memakannya.
Ziang'er mengambil kayu, lalu melompat untuk mendapatkan apel itu ... sampailah lompat ke tiga, dimana tanah yang dia pijak langsung merosot dan ambruk kebawah.
KREEKK ..
...BRUUUHH....
''Ahhhkk ...''
Ziang'er jatuh kedalam tanah dan terlentang, membuat pinggangnya sakit.
''Adodoyyy pinggangku ...'' Lirih Ziang'er mencoba untuk duduk, dan melihat sekitar yang sangat gelap, lalu melihat ke atas di mana ia terjatuh.
''Kenapa bisa jatuh, tempat apa ini ... aishhh, ceroboh sekali.''
''Seseorang ... tolong aku!'' Teriak Ziang'er, berharap ada seseorang yang menolongnya dari atas.
''Tolong ...''
Dengan segala cara Ziang'er lakukan untuk naik ke atas sana, namun usahanya tidak membuahkan hasil. Yang mana membuat Ziang'er lelah.
''Tidak ada seorang pun yang akan menolongmu.''
''Heh! Siapa itu?''
Ziang'er waspada dan melihat sekitar, lalu tidak lama muncul cahaya biru seperti bola mata, membuat Ziang'er mengerutkan keningnya dan menajamkan penglihatannya.
''Hah!'' Ziang'er melototkan kedua matanya melihat ada seorang pria tampan yang di kurung dan di rantai.
''Siapa kau!''
''Aku yang seharusnya bertanya, siapa kau yang sudah berani mengganggu ku.''
Ziang'er menggidikkan bahunya, ''Aku jatuh dari atas, tapi kenapa kedua tangan dan seluruh tubuhmu di rantai?''
''Aku di hukum oleh Dewa.''
Ziang'er menegerutkan keningnya, ''Dewa juga menghukum mu? Ha ha ha ... malang sekali nasib mu.''
''Lalu bagaimana denganmu? Aku tau jika tubuh yang kau tempati bukan tubuh asli mu.''
Ziang'er menoleh, ''Karna aku tidak memiliki raga, dan Dewa memberikan raga ini padaku, maka tubuh ini sudah aku klaim kepemilikannya.''
''Kau bisa melepaskan aku? Jika kau mau melepaskanku, maka aku akan mengabulkan tiga permintaan mu.''
Ziang'er yang sedari tadi sedang berjuang unuk naik ke atas, langsung menoleh saat mendengar perkataan pria misterius di depannya.
''Aku tidak yakin kau bisa. Jika kau bisa mengabulkan semua permintaanku dan memiliki kekuatan, kenapa kau tidak bisa melepaskan dirimu sendiri.''
Iblis itu terkekeh, ia tidak menyangka jika gadis di depannya begitu menarik dan tidak takut padanya.
''Baiklah, jika kau tidak ingin meminta tiga permintaan, bagaimana jika kita membuat kesepakatan?''
''Kesepakatan?''
Iblis itu mengangguk, ''Aku akan bantu kau keluar dari sini, tapi kau harus melepaskan aku.''
Ziang'er diam sejenak, ''Siapa nama mu?''
''Xio Zhang.''
Ziang'er mengangguk, ''Ahhh ... baiklah Xio Zhang, aku akan melepaskan mu dan kau harus bantu aku keluar dari sini.'' Ziang'er berpikir sejenak bagaimana melepaskan rantai yang melilit, lalu melihat sesuatu yang bersinar menempel di tembok.
'Mata Rantai'
Ziang'er mengeluarkan pisau dan melemparkan pisau itu ke arah tembok hingga taklama rantai yang membelenggu Iblis itu berjatuhan dengan sendirinya, membuat Xio Zhang terkejut akan kemampuan Ziang'er.
''Ahhkkkk ...'' Xio Zhang berteriak dengan mulut dan kedua matanya mengeluarkan cahaya biru, hingga burung burung yang mendengarnya langsung berterbangan.
• • •
Di sisi lain.
''Bagaimana? apa kau menemukan Ziang'er.''
''Belum ketua, kita masih mencarinya.''
''Cari sampai dia ketemu, kalau tidak nama kita akan hancur ... terlebih dia adalah anak seorang perdana mentri.''
''Baik, ketua.''
Ketua kebugaran merasakan jika ada sesuatu hal yang akan terjadi, terlebih semua penduduk mendengar teriakan kesakitan dari arah hutan terlarang.
•
...🦢🦢🦢...
...LIKE.KOMEN.VOTE...
Xio Zhang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 27 Episodes
Comments
sihat dan kaya
pandai
2024-08-09
0
muli Yana
Kren bangat
2024-02-13
0
🌸 Airyein 🌸
Dydy ganteng buangettt
2024-02-06
0