Qhien Guan memejamkan kedua matanya agar tidak bertatapan dengan wajah gadis kecil itu.
BAAMM
Iblis tersebut kembali melancarkan serangan kepada Qhien Guan, membuat tubuhnya kembali terpental cukup jauh.
“TUUUAAANN PUTRIII !!” Teriak Mika Panik.
Tiba-tiba iblis tingkat ketujuh itu menoleh kearah Mika. Dengan sigap Mika pun memejamkan kedua matanya.
Perasaan panik disertai dengan perasaan takut membuatnya tidak tahu harus melakukan apa. Mika merasa bahwa kekuatannya tidak sebanding dengan iblis tingkat ke tujuh itu.
Sosok iblis itu memang terlihat lucu dan menggemaskan, namun dibalik itu ia adalah iblis yang sangat berbahaya.
Banyak Penyihir telah tewas di tangan iblis tingkat tujuh itu. Bahkan Penyihir terkuat pada zamannya pun tewas di tangan iblis itu. Tatapan mata iblis tersebut membuat musuh-musuhnya kewalahan dalam menghadapinya.
“Tidak mungkin !! Aku tidak mungkin mati ditempat seperti ini !!” Ucap Mika seolah-olah telah pasrah pada kenyataan.
WUSSHHH !!
Iblis tingkat tujuh itu melancarkan serangan mematikan kearah Mika.
Namun tiba-tiba
BRAAAK !!
Secara tiba-tiba iblis tersebut terpental cukup jauh dan membuat serangan dari iblis itu meleset.
“Kau benar-benar membuatku marah ya !! Padahal kau sangat imut” Ucap Qhien Guan dari jauh yang ternyata dialah penyebab iblis tersebut terpental dengan menggunakan sihirnya.
“Apa aku sudah mati ? Kenapa tidak ada rasa sakit sedikitpun ?” Mika yang masih memejamkan mata dibuat kebingungan dan mematung sambil menadahkan kedua tangannya seolah-olah sedang berdoa kepada Yang Maha Kuasa.
“Hoi Mika ! Sedang apa kau ?” Tanya Qhien Guan.
Mendengar itu, dengan cepat Mika membuka matanya “Oh Tuan Putri” Jawabnya kemudian masih dengan posisi mematung.
“Apa yang kau lakukan disaat genting begini ? Kau meminta pada siapa ?” Tanya Qhien Guan yang melihat Mika sedang menadahkan tangannya.
“Anu.. Tidak apa-apa Tuan Putri” Jawab Mika salah tingkah.
Tiba-tiba
WUUUUSSSHHH !!
Satu serangan datang menghampiri Qhien Guan dan Mika. Beruntungnya Qhien dan Mika dapat menghindari serangan tersebut sehingga tidak ada yang terluka diantara mereka.
“HOI !! SUDAH BERKALI-KALI AKU KATAKAN, KALAU MAU NYERANG ITU IJIN DULU !!” Teriak Qhien Guan kesal.
“Padahal kau masih anak kecil tapi tidak tahu sopan santun, apa orangtuamu tidak mengajarimu ?!” lanjutnya.
“Tu..Tuan Putri bukankah maling tidak pernah ijin ?” Ucap Mika kepada Qhien Guan.
“ITU KAN MALING !! DIA IBLIS BUKAN MALING !!” Lantang Qhien Guan.
“KENAPA KAU MALAH MEMBELANYA ?! KAU MAU MENGAJARKAN YANG BURUK JUGA YA ?!” Ucapnya kemudian.
“Ti..Tidak Tuan Putri”
“Sepertinya anak itu harus diberi pelajaran !” Ucap Qhien Guan sembari membalikkan posisi tubuhnya kearah iblis tersebut.
“Loh kemana larinya anak itu ?” Mata Qhien Guan berusaha mencari keberadaan sosok iblis tersebut.
“Tu..Tuan Putri” Panggil Mika gugup.
“Kenapa kau selalu gugup begitu ? Apa lidahmu itu bermasalah ?” Kesal Qhien Guan.
“Maaf Tuan Putri”
“Sekarang kau malah meminta maaf, dalam sehari aku dengar kata maaf dari mulutmu sudah seratus kali”
“Maa..”
“Ma apa ?”
“Tidak Tuan Putri, hamba hanya ingin menyampaikan sesuatu”
“Yasudah tinggal kau sampaikan saja ! Beres kan ?”
“Ha..Hamba mau bilang kalau iblis itu ada dibawah kaki Tuan Putri”
“HAAAA ?? KENAPA TIDAK KAU BILANG DARI TADI ?” Kesal Qhien Guan.
Qhien Guan pun menoleh kebawah kakinya.
Jlep
Tanpa sengaja mata Qhien Guan bertatapan dengan bola mata iblis tersebut, ia pun kembali mematung dan tidak dapat menggerakkan tubuhnya selain bola matanya dan bibirnya
“Aku lupa, aku menatap matanya” Ucap Qhien Guan.
“Tuan Putri pejamkan mata saja ! Aku yang akan menjadi mata Tuan Putri”
Tanpa berfikir panjang, Qhien Guan pun mengikuti saran dari Mika. Ia kembali memejamkan kedua matanya untuk menghindari serangan dari tatapan iblis tersebut.
BAAAMMM
Iblis itu melancarkan serangan terdahyatnya kepada Qhien Guan yang membuat Qhien Guan terpental dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya.
“Arrgghh !!! Sakit sekali” Darah kental pun keluar dari mulut mungil Qhien Guan.
“Tuan Putri !! Apapun yang terjadi, tetaplah pejamkan mata” Saran Mika.
WUUUSSSHH
DUBRAKKK
Mika terpental jauh.
Saran-saran Mika membuat iblis tingkat tujuh itu marah dan menyerangnya secara tiba-tiba.
“Mika ?? Apa yang terjadi ?” Tanya Qhien Guan masih dengan mata terpejam.
“Ham..ba.. ti..dak.. apa-apa Tu..an Putri” Jawab Mika terbata-bata.
BAAAMM !!
Satu serangan dilancarkan kembali kearah Mika. Tampaknya iblis tingkat ketujuh sangat marah sehingga membuat ia ingin melenyapkan Mika terlebih dahulu.
“MIIKAAA !! ADA APA ? BERITAHU AKU !!” Teriak Qhien Guan.
“Uhuk uhuk” Serangan iblis itu membuat Mika batuk-batuk dan mengeluarkan darah, nafasnya terengah-engah, jantung dan tubuhnya mulai melemah.
“Hoi Mika ???!!!”
“Tuan Putri ! Jika hamba tidak dapat menjadi mata, tolong tenangkan dirimu dan rasakan mana yang keluar dari tubuhnya ! Tuan Putri dapat menyerangnya dengan mudah meski mata tertutup rapat” Ucap Mika.
WUSSSHH
BAAAMM
BAAAMM
Tiga serangan tampa ampun telah dilancarkan kepada Mika.
CRASSSHHHH !!
Mika yang telah terpental berkali-berkali membuat perutnya tertusuk oleh sebuah ranting pohon yang sangat lancip dan tajam.
“AAAARRRGGHHH” Teriakan rintih kesakitan pun terdengar dari bibir Mika.
”MIKAAAAAAAA ADA APAAA ?” Teriak Qhien Guan yang sedari tadi telah dipenuhi dengan rasa penasaran.
“Tidak !! Aku harus melenyapkan iblis itu !!” Gumam Qhien Guan.
“HOI GADIS KECIL !! JANGAN SENTUH TEMANKU !!” Teriak Qhien Guan.
“JIKA TERJADI APA-APA PADA TEMANKU, MATAMU AKAN KU CONGKEL DAN KUBUANG KE LAUT !!” Ucapnya kemudian.
“Tuan Putri” Ucap Mika dengan suara lirih.
Craak !
Crakk !
Crakk !
Iblis tersebut menancapkan tiga ranting tajam pada tubuh Mika dengan sihirnya.
“AAARRGHHH” Kembali suara rintih kesakitan terdengar dari bibir Mika.
“Kau pikir aku akan mengampunimu kakak ?” Ucap iblis itu dengan suara imutnya yang centil.
“Ka..Kau bi..sa bi..ca..ra..?” Tanya Mika sambil menahan sakit yang teramat pedih.
“Tentu saja !! Aku tidak suka pada kalian ! Kalian berdua menghalangiku untuk mengambil batu sihir itu !” Kata iblis tersebut.
“Aku lebih suka menyiksa musuhku terlebih dahulu lalu melihatnya mati secara perlahan” Ucap iblis itu lagi.
“Contohnya seperti meremas kepala secara perlahan sampai pecah, itu sangat menyenangkan Hahaha”
“Rasakan mana ? Rasakan Aura ? Tenangkan diri ? Apa aku bisa ?” Batin Qhien Guan bertanya-tanya.
“Tapi bagaimana caranya ? Aku belum pernah mencobanya sama sekali ! Ada banyak aura disini, aura pohon lebih terasa di hutan ini” Batinnya lagi.
“Tidak !! Tidak ada waktu untuk bimbang !! Aku harus bisa ! ini demi sebuah nyawa !! Aku harus melakukannya ! Aku harus bisa !” Ucapnya kemudian dengan penuh harapan.
“Tenangkan diri ! Fokus dan rasakan aura dan mana !” Qhien Guan mencoba untuk fokus merasakan aura dari sosok iblis tersebut.
Kraakk Krakk
Tampak iblis tersebut sedang memainkan ranting-ranting yang tertancap di tubuh Mika tanpa belas kasihan sedikitpun. Ia mengerluarkan ranting itu lalu menancapkan kembali secara perlahan, hal itu dilakukannya berkali-kali.
“AAARRGGHH HENTIKAN !!” Rintih Mika.
“Hahaha Kamu lucu sekali kakak !! Kamu terlihat sangat imut” Ucap Iblis itu dengan ekspresi wajah sangat bahagia.
“Aaahh, aku ada ide !! Bagaimana kalau pohon besar itu aku buat jadi lancip lalu aku tusuk ke jantung kakak ? Pasti akan sangat lucu dan imut Hahahaha” Ucap iblis itu kemudian.
Bersambung..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 46 Episodes
Comments