Part 17

Booom...

Boom...

Duar!

Terdengar ledakan besar didalam hutan pandora, dua siluet tubuh melayang bagaikan kapas, jubah nya tertiup angin hingga bergerak ringan bagaikan sayap malam, keduanya melompat dengan sangat lincah, dan berkelebat bersama tiupan angin.

Hap...

Siluet bocah kecil kini berdiri diatas bumbung rumah dengan tegas, pandangannya mengarah kedepan, meskipun tubuhnya kini tak lebih dari 100cm, nyatanya bocah itu berhasil mengeluarkan seluruh kemampuannya hingga siapa pun yang melihat saat dia melakukan serangan seolah tak akan mempercayai kemampuan dan juga kehebatannya.

Itu adalah Liu Lin, bocah itu kini tengah mengasah kembali kemampuan nya guna menyelaraskan dengan tubuh barunya, dia adalah alkemis terhebat sepanjang peradaban dan kejayaan kerajaan cahaya, yang mampu membuat cairan obat hingga merangsang dantian seseorang untuk terbuka dan menjadikannya sebuah kekuatan yang maha dahsyat.

Dia juga seorang kultivator tingkat tinggi yang mampu membawa kerajaan neraka hingga ketingkat tertinggi dan disegani seluruh kekaisaran yang ada dimuka bumi, dan dia seorang pendongkrak dan perombak kekuasaan dimana dirinya berdiri tegak sebagai seorang permaisuri kekaisaran angin yang siap melenyapkan keberadaan sang raja iblis yang memiliki kekuatan tertinggi didunia xingguan.

Dan kini dia berdiri diatas bumbung rumah yang ada di hutan pandora, hutan dengan seribu herbal dan juga hewan spirit yang begitu diincar oleh para kultivator, tapi mampukah mereka melawan kekuatan dan juga kecerdasan yang dimiliki oleh bocah itu? Bahkan lima orang kaisar beserta pasukannya dan ratusan kultivator dari berbagai sekte/akademi pun mundur perlahan tak berani kembali melihat wajah dingin bocah itu.

Namun kali ini, Liu Lin tak berniat membangun sebuah kerajaan, dia hanya ingin menikmati hidup tentram didalam hutan pandora tanpa harus bersitegang dengan orang lain. Terlebih dia belum bisa menemukan keberadaan sang suami yang menghilang.

Meskipun Xiao Wu telah mengklaim dirinya sebagai calon menantu, nyatanya hingga hari ini mereka bahkan belum bisa menemukan keberadaan sang putra mahkota dari kekaisaran Xiao yang tiba-tiba saja menghilang dari hutan kabut bersama ketiga pengasuhnya.

Entah apa yang terjadi sebenarnya hingga mereka harus meninggalkan hutan kabut tanpa memberikan informasi pada pasukan yang masih setia pada Xiao Wu yang hingga kini tersebar di berbagai penjuru kekaisaran Xiao dan membentuk sebuah kelompok rahasia.

Xiao Wu sendiri telah berusaha untuk terus mencari, bahkan dia telah mengerahkan seluruh pasukannya untuk bisa menemukan keberadaan sang putra mahkota.

Sementara keberadaan sang permaisuri kekaisaran Xiao yang telah diketahui keberadaannya oleh Liu Yibei, dengan segera Xiao Wu menjemput dan membawanya menuju hutan pandora, agar mereka terjamin keselamatan nya, terlebih kini kedua putrinya juga membutuhkan banyak bimbingan untuk menjadi seorang putri yang memiliki etika dan juga kemampuan terbaik.

Jauh disana, tepatnya disebuah daratan yang ada dibenua barat dunia xingguan, kini 4 sosok melayang, mereka melompat dengan begitu indah dari satu pohon ke pohon yang lain dan berlari dengan cepat diantara setiap bumbung rumah yang mereka pijaki dengan gerakan yang sangat halus dan perlahan hingga tak menimbulkan suara.

Bahkan gerakan mereka terlihat lebih lentur dan lebih luwes hingga bisa mengalahkan suara daun yang gugur dimusim semi.

Tiga siluet terbang dengan menggunakan pakaian serba hitam dengan caping yang terpasang di masing-masing kepala mereka, wajahnya tertutup separuh dengan cadar yang menjuntai di bawah mata, itu terlihat sangat mengagumkan.

Sementara sosok yang lebih kecil terlihat biasa, dia sedikit pun tidak menutupi bagian wajahnya, iris matanya yang berbeda membuat bocah laki-laki itu terlihat sangat tampan dan tampan, bahkan meski usianya tergolong begitu muda, namun aura ketampanan dan keagungannya telah menguar kuat dari tubuhnya.

Dia memiliki energi panas bak matahari, namun dia juga memiliki kelembutan bagaikan es yang meleleh di musim salju, ketahanan tubuh bocah itu bagaikan ditempa ribuan bahkan jutaan besi panas, hingga tak keluar sedikitpun keluhan dari wajahnya.

Itu dingin...

Dia tak memiliki raut wajah lain selain dingin yang menusuk pandangan, terlebih bocah itu juga sangat jarang tersenyum, saat ini mereka telah mengarungi perjalanan yang begitu jauh, bagaikan lesatan pedang tajam yang diarahkan oleh seorang ahli, sangat cepat dan tersembunyi hingga tak meninggalkan jejak.

Bahkan tiada sesiapa yang tahu kemana arah tuju dari keempat sosok yang masih terus bergerak menyusuri malam tanpa henti. Bocah itu sejenak berhenti, telinga tajamnya yang terlatih mendengar seruan seseorang dari kejauhan hingga ketiga pria dewasa yang terus mendampinya pun ikut menghentikan gerakannya.

Mereka mendekat, bocah itu sekalipun tak mengeluarkan suaranya, tapi jari telunjuknya kini tertuju pada suatu tempat, dia menunjuk tempat yang sedikit jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.

Hutan bayangan...

Itulah tempat yang kini mereka tatap, tanpa harus mengeluarkan aba-aba, keempatnya kembali melesat cepat seiring gerakan yang seringan kapas tertiup angin, sementara tempat yang mereka tuju saat ini, dua ratus orang pria berpakaian hitam dengan cadar hitamnya tengah berdiri angkuh di depan sebuah kereta kerajaan.

Mereka telah berhasil melumpuhkan prajurit yang mengawal kereta milik salah seorang kaisar dari benua barat yang saat itu melintas bersama keluarganya.

"Hahaha... Kaisar Geng Jingyi! Serahkan dirimu pada kami! Dan aku akan memberimu kematian yang cepat!" teriak salah seorang pria berpakaian serba hitam yang diduga merupakan ketua kelompok penyerang.

Kaisar Geng Jingyi menatap permaisuri dan juga kedua selirnya, dia juga bergantian melirik kelima putra putrinya, ada rasa takut yang kini merongrong hatinya, siapa yang akan menyelamatkan keluarganya jika saat ini dia mati.

Booom...

Terdengar ledakan yang sangat kuat, kereta itu terdorong mundur hingga puluhan mi kebelakang dan menabrak sebuah pohon besar hingga mengakibatkan kudanya terlepas dan langsung berlarian kesemua arah.

Seluruh keluarga kekaisaran pun terpental dari dalam kereta dan terjerembab diatas tanah, kini kedua ratus pria berpakaian hitam itu kembali tertawa dengan sangat lantang, sudut mata mereka berkedut saat melihat wajah dari permaisuri dan juga kedua selirnya yang menawan.

Sangat cantik...

Itulah yang kini ada di dalam fikiran kedua ratus orang pria itu, mereka melihat dengan penuh nafsu dan berfikir untuk menjadikan permaisuri dan juga selir kaisar itu sebagai mainannya nanti.

"Hahaha... Pantas saja kau begitu betah duduk didalam keretamu itu! Rupanya kau memiliki wanita yang sangat cantik di sampingmu! Kau tenang saja, setelah kau mati, ketiga wanita itu akan menjadi primadona ditempat kami!" ucap siketua seraya menjilati bibirnya yang tiba-tiba saja terasa kering.

"Dasar manusia biadab! Langkahi dulu mayatku jika kau berani!" ucap kaisar Geng Jingyi seraya menarik pedang pusaka miliknya.

"Maka matilah!" teriak si ketua seraya mengangkat pedangnya dan mulai membuat serangan jarak jauh untuk merobohkan kaisar itu.

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Semoga saja kaisar dan juga istri2nya dan Juga putra dan putrinya bisa di selamatkan Oleh Yan chen

2024-08-30

2

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

lanjut Thor ..

2023-05-21

2

Defrin

Defrin

Tambahan pemain ini

2023-03-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!