Saat ini dua puluh orang manusia berbeda usia tengah berjalan mengitari hutan, mereka mencari tempat untuk berteduh sekalian untuk mencari makan, wajah mereka nampak sudah sangat lelah karena menempuh perjalanan yang sangat jauh hingga akgirnya mereka sampai di tempat itu.
"Feng Qiang! Yi Rong! Apakah putra mahkota juga tinggal di hutan ini?" tanya salah seorang wanita pada kedua pria yang berjalan di belakangnya.
Pria itu menghentikan langkah nya dan langsung menjawab dengan perlahan dan penuh sopan.
"Tidak permaisuri, Yan bersaudara membawa putra mahkota untuk bersembunyi di tempat lain!" ucap nya pada wanita itu yang ternyata adalah permaisuri Xiao.
Saat ini mereka telah sampai di sebuah hutan tak jauh dari kekaisaran Huan, hutan yang sangat lebat dan tak pernah di jamah oleh manusia.
"Lalu dimana kita saat ini?" tanya permaisuri Xiao.
"Saat ini kita telah berada di bagian barat Kekaisaran Huan, tepatnya di hutan Akasia hijau!" ucap Feng Qiang memberi tahu dengan sangat detail.
"Astaga! Kenapa kau membawa kami kesini Feng Qiang? Yi Rong? Hutan Akasia hijau tidak pernah terjamah oleh manusia, lagi pula bukankah seharusnya kita semua pergi ke tempat putra mahkota?" tanya Permaisuri Xiao seraya menatap tajam kedua orang kepercayaan suaminya.
"Ini adalah perintah dari yang mulia kaisar permaisuri! Kita tidak bisa pergi ke tempat putra mahkota berada! Jika sampai para pemberontak itu menemukan kita semua, kita harus bisa menyelamatkan putra mahkota, bisa saja mereka mengikuti kita saat ini!" ucap Yi Rong menimpali ucapan dari sahabatnya.
Permaisuri Xiao pun akhirnya mengangguk, dia memahami apa yang di lakukan oleh suaminya adalah semata-mata untuk menyelamatkan pewaris mereka, jadi apa pun yang terjadi jangan sampai para pemberontak itu mengetahui dimana sebenarnya putra mahkota Xiao Zhan berada.
"Baiklah jika seperti itu! Ayo kita segera pergi dari sini! Aku juga sudah sangat lelah setelah berhari-hari menempuh perjalanan yang sangat jauh!" ucap permaisuri Xiao.
Akhirnya rombongan itu pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju inti hutan Akasia hijau, mereka harus bisa menemukan tempat yang layak untuk membangun gubuk guna menghindari para pemberontak yang bisa saja datang sewaktu-waktu menyerang mereka.
"Hahaha... Mau lari kemana kalian hah?" tiba-tiba saja terdengar suara seorang pria yang berbicara dengan sangat keras, hingga mereka pun menghentikan perjalanan.
Hap...
Hap...
Hap...
Sepuluh orang pria berpakaian serba hitam muncul dan langsung mengelilingi mereka, pedang putih nampak bertengger di tangan nya seraya mengeluarkan aura ranah kultivasi tingkat jendral tahap akhir.
Hingga kelima pelayan permaisuri itu pun ambruk dan pingsan karena tak bisa menahan tekanan yang di berikan.
Sedangkan ke sepuluh orang prajurit merasakan dada mereka sesak, dan tubuh mereka pun seketika terasa lemas.
Bagaimana bisa seorang kultivator ranah jendral berhadapan dengan kultivator ranah prajurit? Kekuatan mereka saja sudah terpaut jauh hingga tidak sulit bagi ke sepuluh orang pria berpakaian serba hitam itu untuk mengalahkan mereka.
Feng Qiang dan Yi Rong menggertakkan giginya, keduanya tak bisa lagi lari untuk menyelamatkan permaisuri Xiao dan terpaksa harus bertempur dengan ke sepuluh pria itu.
"Dasar manusia serakah! Apa mau kalian sebenarnya hah?" tanya Feng Qiang yang sudah mulai tersulut amarah.
"Serahkan permaisuri dan juga putri Kekaisaran! Maka kalian akan kami biarkan hidup!" ucap salah seorang dari pria berpakaian serba hitam itu. Feng Qiang dan Yi Rong menatap mereka dengan sangat tajam, mustahil bagi mereka menyerahkan permaisuri dan juga kedua putrinya meskipun mereka harus kehilangan nyawa sekalipun.
"Tidak akan!" ucap Feng Qiang dan Yi Rong bersamaan, keduanya langsung melesat dan menyerang pria berbaju hitam itu dengan pedang nya.
Trank...
Trank...
Trank...
Terdengar suara pedang beradu di susul dengan tinjuan dan tendangan yang di lancarkan oleh kesepuluh pria berbaju hitam itu pada kedua orang kepercayaan kaisar Xiao.
Bak..
Buk...
Bak...
Buk...
Duagh...
Bruk...
Akhirnya kedua orang kepercayaan kaisar Xiao itu pun ambruk dengan tubuh yang penuh sayatan pedang dan juga muka yang sudah babak belur, keduanya tak bisa lagi menyelamatkan permaisuri dan juga kedua putrinya seperti yang mereka janjikan pada jungjunan mereka, kaisar Xiao.
"Cuih! Hanya kultivator tingkat bumi tahap awal saja kalian berani melawan kami!" ucap pria berpakaian hitam itu seraya mengangkat pedangnya dan langsung melesat dengan kekuatan penuh untuk menebas leher kedua orang kepercayaan kaisar Xiao.
Swush...
Booom...
Booom...
Terdengar ledakan yang sangat dahsyat begitu pria berbaju hitam itu hampir mendekati Feng Qiang dan Yi Rong. Pria berpakaian serba hitam itu pun langsung terpental dengan tubuh yang penuh luka bahkan sebagian tubuh nya terlihat gosong.
Uhuk...
Uhuk...
Dia terbatuk dan mengeluarkan darah, bahkan saat ini seluruh organ dalamnya terasa hancur saat terkena ledakan yang begitu dahsyat dari seseorang yang saat ini tengah berdiri tegak di depan kedua orang kepercayaan kaisar Xiao.
"Berani membuat kekacauan di wilayah kekuasaanku? Maka mati!" ucap pria itu seraya meledakkan aura kultivator ranah Abadi tahap awal.
Uhuk...
Uhuk...
Kesembilan orang pria berpakaian hitam itu langsung terbatuk darah saat merasakan aura penindasan di sertai dengan aura membunuh yang sangat kental dari tubuh pria yang baru saja muncul di tengah-tengah mereka itu. Sedangkan satu orang pria berpakaian hitam yang tadi terluka langsung mati karena tak kuat menahan aura yang menguar begitu tajam mengenai tubuh nya.
Wush...
Pria itu langsung menghilang dari pandangan semua orang, mereka bahkan sampai tak bisa berkedip saat melihat gerakan cepat dari pria di hadapannya saat ini.
Slash...
Slash...
Crash...
Crash...
Glundung....
Tiba-tiba-tiba saja sembilan kepala dari pria berpakaian serba hitam itu langsung jatuh di tanah, meteka telah mati dengan sangat mengenaskan, tubuh mereka hancur dan kepala mereka menggelinding bagaikan bola membuat seluruh prajurit dan juga para pelayan yang baru saja terbangun langsung muntah.
Huek...
Huek...
Huek...
Mereka tak tahan mencium bau amis darah terlebih saat ini mereka menyaksikan sendiri bagaimana pria itu membantai dengan sangat cepat hingga gerakannya tak di ketahui oleh musuh nya.
Pluk...
Pria itu melemparkan botol porselen pada Yi Rong dan juga Feng Qiang yang langsung di terima oleh keduanya dengan cepat, wajah mereka terlihat pucat saat tahu isi dari botol porselen itu merupakan pil penyembuh tingkat tinggi yang sangat mahal.
"Ambil dan telan pil itu! Kalian berdua harus segera menyembuhkan diri saat ini!" ucap pria itu.
"Te-terima kasih Tu-tuan.." ucap Yi Rong dan Feng Qiang dengan tergagap, bagaimana pun juga dewa penolong mereka telah memberikan harta yang sangat berharga bagi keduanya.
"Liu Yibei! Itu namaku!" ucap pria itu seraya melesat dengan sangat cepat dan menghilang bagaikan di telan bumi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
itu ibu anak angkat mu paman
2024-11-26
0
Nia Risma
duh ketemu besan ini
2025-02-10
0
Dewi Ansyari
Wah ternyata Liu yibei yg menolong mereka.
2024-08-30
2