Part 15

Mata Cheng Jiang langsung membola mendengar ucapan bocah perempuan yang saat ini ada dihadapannya, terlebih melihat tindakannya yang tidak memiliki sopan santun, sepertinya bocah ini belum mengetahui tingginya langit dan rendahnya bumi hingga berani mencibir ucapan dari seorang penguasa kekaisaran.

"Hei kau bocah bau susu! Lebih baik kau kembali pada orang tuamu! Atau zhen tak akan segan untuk melenyapkanmu!" ucap Cheng Jiang seraya menatap tajam wajah bocah lancang yang kini ada dihadapannya.

Namun lagi-lagi dia menelan ludahnya dengan paksa saat melihat tato sayap phoenix didahi bocah itu, mungkinkah dia bocah yang diramalkan itu yang memiliki kekuatan langit hingga bisa menghancurkan seluruh kekaisaran? Jika benar, maka dia harus membawa bocah itu ke istananya dan menjadikan dia sebagai putri angkatnya.

Liu Lin berbalik hendak pergi dari tempat itu, namun langkahnya seketika tertahan saat suara Cheng Jiang lagi-lagi terdengar ditelinganya.

"Tunggu!" ucap Cheng Jiang. Liu Lin langsung berbalik seraya mengerutkan kedua alisnya, apa yang diinginkan oleh kaisar brengsek itu hingga memanggil kembali? Bukankah tadi dia baru saja mengusir Liu Lin?

"Zhen minta maaf jika ucapan zhen tadi terlalu keras, siapa namamu anak manis?" tanya Cheng Jiang.

Liu Lin hanya tersenyum kecut saat menyadari tatapan Cheng Jiang mengarah pada dahinya, sepertinya dia mulai mengerti apa yang diinginkan oleh kaisar itu hingga menahannya untuk tidak pergi.

Sementara semua orang dibuat menjatuhkan rahangnya saat mendengar ucapan yang begitu manis meluncur dari bibir Cheng Jiang. Bagaimana kaisar yang adikuasa dari kekaisaran Xiao bisa meminta maaf pada seorang bocah? Dan lihat saja, sepertinya kaisar itu sungguh sangat menyukai bocah lancang itu.

"Liu Lin!" ucap bocah itu dengan santai.

"Oh... Nama yang bagus! Bagaimana jika kamu ikut dengan paman kaisar ke istana? Paman akan menjamin hidupmu dan menjadikanmu seorang putri kekaisaran!" ucap Cheng Jiang.

Liu Lin hanya tersenyum tipis mendengar ucapan dari Cheng Jiang, akhirnya dia mengerti jika saat ini kaisar itu mengincarnya dan ingin membawanya keistana kekaisaran Xiao.

Bocah itu hanya menggelengkan kepala nya, mana mungkin dia meninggalkan hutan pandora dan semua isinya, mereka adalah saudara untuk Liu Lin. Apalagi hanya untuk tinggal di istana kekaisaran, dan menjadi putri dari kaisar yang licik seperti Cheng Jiang. Itu tak ada dalam kamus bocah itu, jika memang dia ingin memiliki sebuah istana, dia bahkan bisa memunculkannya dari ketiadaan hanya dengan satu petikan tangannya.

Lalu untuk apa dia ikut ke istana kekaisaran Xiao? Itu hanya akan menyia-nyiakan waktu tak jelas saja. Lagipula dia lebih nyaman tinggal di hutan pandora di bandingkan istana yang penuh tipu daya.

Wajah Cheng Jiang langsung hitam melihat gelengan kepala dari bocah yang ada dihadapannya, dia benar-benar tak menyangka akan ada orang yang berani menolak keinginannya, terlebih itu hanyalah seorang bocah berusia 3 tahun, sungguh tak masuk akal.

"Apa kau tahu siapa aku?" tanya Cheng Jiang dengan sangat tajam, dia bahkan mengeluarkan aura kultivasi ranah jendral tingkat akhir untuk menekan bocah yang kini ada dihadapannya.

Liu Lin hanya mendengus mendengar pertanyaan dari Cheng Jiang, dia paling benci pada orang yang suka memamerkan kekayaan dan juga posisinya terlebih jika itu semua didapat dengan jalan yang tidak baik.

"Siapa pun kau, aku tidak peduli. Lagipula kedatangan mu bersama dengan mereka kehutan ini memiliki niat buruk! Tentu saja aku tidak ingin tinggal bersama dengan orang-orang yang memiliki hati busuk!" cibir Liu Lin seraya mencebikkan bibirnya.

Semua orang yang ada disana hampir saja dibuat muntah darah dengan mulut beracun bocah itu, bagaimana bisa orang tuanya membiarkan bocah itu berkeliaran sendiri sementara mereka semua duduk dengan santai, bahkan beberapa orang kini telah mengeluarkan meja dan beberapa camilan lengkap dengan teh nya.

Mereka menikmati hidangan dengan santai, terlebih cuaca di hutan saat itu sangat dingin, hingga mereka harus menyiapkan minuman panas untuk menghangatkan tubuhnya.

Para kultivator yang merasa jika keberadaan mereka tidak dianggap oleh para penduduk hutan pandora pun menjadi berang, mereka benar-benar bagaikan angin lalu hingga tak satupun dari orang-orang itu yang menoleh kearahnya, bahkan kini para patriark dan tetua juga ikut bersantai menikmati hidangan.

"Dasar orang-orang tidak tahu sopan santun! Cepat bersujud! Jangan katakan jika kalian tidak tahu siapa kami! Atau akan ku buat satu persatu dari kalian mati dengan tubuh yang tak utuh!" teriak salah seorang jendral kekaisaran.

Dia sangat marah saat penduduk hutan pandora tidak memberikan keramahan terlebih pada kelima kaisar yang kini berdiri di hadapan mereka. Dengan cepat tangan jendral itu pun langsung menarik pedang nya dan melesat untuk menyerang salah seorang penduduk yang tengah santai menikmati hidangan itu.

Syuuut...

Baaam...

Jendral itu pun langsung terpelanting begitu Liu Yibei mengarahkan kekuatannya yang disertai aura membunuh yang sangat pekat, dia tidak menyadari jika sejak tadi ada yang terus mengawasi gerak-geriknya dalam diam.

Brak...

Tubuh jendral itu pun langsung roboh, sudut bibirnya mengeluarkan darah segar dan beberapa tulangnya pun langsung retak dan patah, siapa yang mengira jika kekuatan dari orang-orang yang tinggal di hutan itu begitu besar hingga sanggup merobohkan seorang jendral kekaisaran hanya dalam satu kali serangan.

Akhirnya semua kultivator beserta pasukan kekaisaran pun bersiap untuk menyerang, mereka mulai mengacungkan pedang nya ke atas, pertanda melakukan tantangan.

Sedangkan para patriark dan tetua klan kini tersenyum kecut, bagaimana bisa mereka melawan begitu banyak orang yang memiliki kekuatan besar? Bahkan jumlah mereka juga berpuluh kali lipat lebih banyak jika di bandingkan dengan penduduk hutan pandora.

Liu Lin tersenyum, lebih tepatnya dia menyeringai, bocah itu pun menyentuh dahinya tempat dimana tato sayap phoenix berada.

"Keluarlah...!" teriak Liu Lin dengan suara khas anak-anak.

Wush...

Wush....

Wush....

Hampir seratus ribu orang pasukan pun muncul lengkap dengan zirahnya, mereka tak menutupi aura kultivasinya yang telah mencapai ranah dewa dewi tingkat 5, dan langsung membungkuk dengan penuh hormat pada bocah kecil yang kini berdiri dihadapan mereka.

Semua orang hampir muntah darah melihat begitu banyak pasukan yang tiba-tiba saja muncul dari ketiadaan, meski seluruh pasukan yang dikeluarkan oleh Liu Lin menggunakan zirah yang berbeda-beda, nyatanya mereka tetap menunjukan sikap hormat yang sama.

"Salam pada Nona muda!" ucap mereka serempak setelah melihat kedipan mata dari bocah itu.

Liu Lin pun tersenyum puas mendengar sapaan hangat dari seluruh pasukannya itu.

"Selamat datang paman prajurit!" teriak Liu Lin seraya melompat, dia juga menjulurkan lidahnya pada para pasukan kekaisaran yang kini mulai gemetar karena tak sanggup menahan tekanan dari aura yang sengaja di bocorkan oleh pasukan yang baru muncul.

Bruk...

Bruk...

Terpopuler

Comments

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ​᭄

bocil dilawan, ke laut aja sana 🤣

2024-12-07

0

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

Liu lin selalu penuh kejutan🤣🤣🤣🤣 babat abis para musuh

2024-08-30

2

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

coba aja klu siapa yg akan hancur kaisar bodoh ...

2023-05-21

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!