"Tentu saja berperang!" terdengar suara bocah yang menyahut ucapan dari para tetua itu, membuat semua attensi di ruangan itu berpindah ke arah pintu masuk aula dimana saat ini Liu Lin berdiri dengan kaki pendeknya didampingi oleh Liu Yibei, sang ayah.
"Salam tuan Fang Shi! Salam nona muda!" ucap semua orang seraya menangkupkan kedua tangan mereka dan membungkuk penuh hormat.
"Hais! Sepertinya kalian ini benar-benar sudah tua! Ayah ku itu namanya Liu Yibei, bukan Fang Shi!" Liu Lin mencebikkan bibirnya, bocah itu terlihat begitu krsal saat semua orang yang ada di aula memanggil Liu Yibei dengan panggilan tuan Fang Shi.
"Maafkan kami nona muda! Mungkin kau benar, kami terlalu tua hingga selalu melupakan nama baru tuan kami!" kali ini patriark Zhuo yang menjawab ucapan Liu Lin dengan penuh hormat.
Liu Yibei hanya tersenyum tipis mendapati ucapan dari patriark Zhuo, sifatnya yang tenang tak menunjukkan sikap kesal sama sekali, dia bahkan terkesan sangat santai dan santai.
Dengan perlahan dia memasuki aula dan langsung bergabung bersama para patriark dan semua tetua yang hadir, Liu Lin hanya mengikuti dari belakang dengan langkah kecilnya, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Akhirnya Liu Yibei duduk di sebuah kursi yang cukup megah, sejajar dengan para patriark yang kini hadir dalam rapat klan itu, sementara Liu Lin hanya menggeserkan badannya dan meraih kaki sang ayah untuk naik ke pangkuannya.
"Tuan Liu! Bagaimana caranya kita berperang dengan begitu banyak kultivator tingkat tinggi terlebih kita saat ini hanya berjumlah dua ratus orang sementara mereka ada ribuan?" tanya patriark Fan penasaran.
Liu Yibei melirik ke arah putrinya yang saat ini mulai meraih berbagai kudapan yang tersaji di atas meja, bocah itu seolah tak terganggu dengan pandangan menelisik dari semua orang yang kini tengah memperhatikan kelakuan nya.
Bahkan dengan santainya bocah itu kini mulai memasukkan satu persatu kue yang ada di tangannya itu ke dalam mulut, bocah itu seakan tak memiliki kecemasan sama sekali, dia terlalu santai dan santai.
Liu Lin masih sibuk mengambil kue, hingga suara sang ayah akhirnya menghentikan bocah itu dari kegiatan makannya.
"Apa rencanamu Lin'er?" tanya Liu Yibei.
Liu Lin berdecak kesal, ayahnya sepertinya tak akan membiarkan dia menikmati seluruh kue yang saat ini terhidang di atas meja, padahal sejak tadi kue-kue itu seolah melambai-lambai ingin segera masuk kedalam mulut kecilnya dan menempati perutnya yang sedikit membuncit.
"Kau sudah mengganggu kesenangan ku ayah!" bocah itu cemberut, dia memajukan bibirnya kedepan membuat semua orang menjadi gemas, sementara kedua tangannya bersedekap dada.
"Baiklah-baiklah.. Maafkan ayah! Sekarang katakan bagaimana caramu untuk menghadapi pasukan Kekaisaran dan para kultivator itu?" tanya Liu Yibei, tangan kanannya terulur dan mengambil sepotong kue, dia segera menyuapi Liu Lin penuh kesabaran dan sangat telaten.
"Tentu saja berperang!" ucap bocah itu dengan santai, semua orang yang mendengar ucapan nya hampir saja muntah darah, bocah ini.. Apa dia tak tahu apa artinya perang? Bahkan saat ini musuh yang memasuki wilayah mereka merupakan kultivator hebat dan memiliki kemampuan juga kekuatan di atas ranah mereka.
"Kita tidak mungkin berperang nona muda! Walaupun saat ini ada sekitar 2000 beast spirit yang tinggal di hutan ini, tapi jumlah itu tak akan cukup untuk bisa menandingi jumlah para kultivator dan juga pasukan Kekaisaran!" ucap patriark Du, pria tua itu sepertinya begitu jengkel mendengar jawaban dari mulut bocah itu.
"Hais! Memangnya aku menyuruh kalian untuk berperang? Kalian hanya harus membawa kursi dan duduk dengan santai, masalah para penyusup itu biar aku yang menyelesaikannya!" jawab bocah itu lagi-lagi membuat mereka ingin menangis darah.
Entah makanan apa yang di berikan oleh Yuan Lan pada Liu Lin, yang jelas saat ini bocah itu terus mengigau dan bicara untuk melakukan perang. Benar-benar tidak masuk akal.
"Nona.. Para kultivator itu rata-rata sudah berada di ranah jendral! Bagaimana mungkin kita bisa melawan mereka? Meskipun ranah mereka sama, tetap saja jumlah mereka bahkan berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan kita." ucap patriark Meng mencoba untuk memberi tahu Liu Lin.
Bocah itu memiringkan kepalanya ke arah kiri, sudut bibirnya melengkungkan senyuman sinis, sepertinya seluruh pria tua itu harus segera di kubur didalam tanah agar tak terus bertanya hal yang tidak penting.
Bukankah sejak tadi Liu Lin sudah mengatakan agar mereka membawa kursi untuk duduk dan tidak menyuruh untuk berperang? Lalu kenapa mereka terus bertanya? Bukan kah itu benar-benar membuang waktu? Padahal saat ini kue di atas meja terus melambai dan ingin segera di lahap oleh Liu Lin, benar-benar menyebalkan!
"Patriark! Patriak!" seorang prajurit berlari ke dalam aula, nafasnya terlihat tak beraturan, bahkan keringat mengucur dengan sangat deras diwajahnya.
"Ada apa? Kenapa kau berlari seperti itu?" tanya patriark Meng seraya bangkit dari kursi yang didudukinya.
"Gawat patriark! Para kultivator dan pasukan Kekaisaran akan segera memasuki tempat kita! Mereka juga banyak memetik herbal yang kita tanam di sepanjang jalan menuju kesini hingga habis tak bersisa!" jawab prajurit itu dengan sangat cepat.
Patriark Meng hampir saja terjatuh dari posisi berdirinya, bagaimana mungkin pasukan itu bisa mencapai inti hutan dengan sangat cepat? Sementara hingga saat ini mereka belum menemukan solusi untuk menghadapinya.
Liu Lin turun dari pangkuan sang ayah, dia berjalan dengan sangat santai, bahkan terlalu santai hingga semua mata menatap kearah bocah itu dengan dahi yang berkerut, mereka masih menantikan apa yang akan dilakukan oleh bocah ini.
"Ayo kita sambut kedatangan tamu kita! Jangan lupa untuk membawa kursi dan juga payung agar kalian tak kepanasan saat menonton!" ucap Liu Lin seraya melangkahkan kaki kecilnya keluar dari aula rapat.
Semua orang masih diam tak bergeming, tapi sesaat kemudian pandangan mereka langsung mengarah pada Liu Yibei yang juga sudah berdiri dari kursinya. Mereka sangat penasaran apa yang akan di lakukan oleh dewa mereka.
"Hais! Kenapa kalian melihatku seperti itu? Apa ada yang salah dengan wajahku?" ucap Liu Yibei seraya menatap satu persatu orang yang ada di dalam ruangan itu.
Semua orang pun menggelengkan kepala dan langsung mengikutinya menuju ke sebuah lapangan yang sangat luas, Liu Yibei segera mengambil kursi dan juga payung sesuai ucapan putrinya dan duduk dengan sangat santai.
Sementara para tetua dan patriark klan hanya bisa menggelengkan kepala mereka, tak tahu harus berekspresi apa terhadap sepasang ayah dan anak itu. Akhirnya mereka pun mengelyarkan kursi dan ikut duduk bersama dengan Liu Yibei.
Wush...
Wush...
Wush...
Ribuan kultivator dan juga pasukan Kekaisaran muncul, mereka melesat dengan sangat cepat menuju ke lapangan tempat berkumpul nya orang-orang dari lima klan itu. Bahkan kelima kaisar pun turut hadir dan menatap remeh pada seluruh tetua dan juga para patriark klan.
"Kalian semua! Serahkan seluruh harta milik kalian dan juga seluruh hewan beast yang ada di hutan ini! Maka kalian semua akan selamat." ucap Cheng Jiang, kaisar dari Kekaisaran Xiao yang baru seraya mengeluarkan sedikit Qi nya agar bisa di dengar oleh orang-orang yang kini tengah duduk santai di hadapannya.
Wush...
Sebuah siluet muncul dari kehampaan dan memperlihatkan sosok bocah kecil yang teramat cantik, berdiri dengan sangat angkuh di hadapan para kaisar dari 5 Kekaisaran itu.
"Ternyata kalian benar-benar miskin hingga harus merampok orang lain!" cibir Liu Lin dengan pandangan yang sangat tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
٭ 𝕰𝖑𝖑𝖊 ٭ ᵉᶠ ᭄
sadis, bocil kematian hadir ini bos /Facepalm/
2024-12-07
0
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
ha ha ha di bilang miskin gak tuch
2024-11-27
0
Dewi Ansyari
Liu lin adalah bocah paling bikin gemes thorr lucu banget🤣🤣🤣🤣🤦🏻 dengan kaki pendeknya Dy menghadang para kultivator dan juga kaisar dari berbage kerajaan🤣🤣🤣🤣🤣
2024-08-30
2