Part 02

Trang...

Trang...

Trang...

Suara logam beradu semakin lama semakin intens, menggema di seluruh Kekaisaran Xiao. Para petinggi beserta prajurit mulai kelelahan terlebih yang mereka hadapi saat ini adalah kultivator tingkat tinggi yang sudah mencapai ranah jendral tahap menengah.

Sedangkan di Kekaisaran Xiao saat ini baru dua orang saja yang sudah berada di ranah jendral yaitu kaisar Xiao dan salah satu jendral besar nya. Itu pun masih ranah jendral tingkat awal.

Duak...

Brugh...

Karena terlalu fokus menghadapi lawannya, akhirnya kaisar Xiao tidak dapat mengelak ataupun menghindari serangan dadakan yang di lancarkan oleh salah satu rekan dari orang yang kini di hadapinya, hingga dia terjatuh karena mendapatkan pukulan dan juga tendangan yang telak menuju ulu hatinya.

Bruk...

Kaisar Xiao jatuh tersungkur di tanah, sudut bibirnya mengeluarkan darah, sepertinya sang kaisar telah mengalami luka dalam yang cukup parah karena serangan kejutan dari lawan yang dengan sengaja memukul titik buta nya.

Uhuk...

Uhuk...

Kaisar Xiao terbatuk darah, dadanya terasa begitu sakit hingga sulit untuk bernafas. Para prajurit kerajaan dengan segera langsung melesat menuju kaisar mereka, begitu juga dengan para petinggi dan jendral Kekaisaran.

Mereka kompak membuat benteng untuk melindungi sang kaisar yang terluka, namun apalah artinya pagar manusia yang kini membentengi kaisar Xiao, mereka masih berada di ranah prajurit tingkat akhir, bagaikan semut di mata para pemberontak.

Han Xuefeng meloncat dari dahan pohon yang sejak tadi di dudukinya, begitu juga dengan Cheng Jiang yang ikut melompat menyusul saudara tirinya.

Hap...

Hap...

Keduanya menginjakkan kakinya di atas tanah, Han Xuefeng tersenyum sinis melihat keadaan kaisar Xiao yang sudah mengenaskan, dia pun akhirnya tertawa dengan terbahak-bahak, keinginan nya untuk menjadi kaisar akhirnya akan terlaksana sebentar lagi.

"Hahaha... Bagaimana kejutan dariku saudara ke empat? Bukan kah ini sangat menyenangkan?" tanya Han Xuefeng pada kaisar Xiao.

Sang kaisar mendongak saat mendengar sebutan saudara keempat, dirinya kini yakin 100% jika dua ratus orang kultivator tingkat tinggi itu merupakan suruhan dari salah satu saudaranya yang ingin merampas tahta darinya.

"Kau? Apa maksudmu Han Xuefeng? Kenapa kau melakukan ini semua dan menghancurkan saudaramu sendiri?" tanya kaisar Xiao sambil menatap tajam wajah Han Xuefeng.

"Aku adalah putra ke tiga kaisar sebelumnya, bukan kah seharusnya tahta ini milik ku? Kau telah merebut semua nya dariku, jadi jangan salahkan aku jika aku melakukan pemberontakan dan mengambil kembali hak ku yang telah kau rebut!" teriak Han Xuefeng dengan sengit.

"Jangan hanya karena kau terlahir sebagai putra dari permaisuri kau merasa berhak menjadi kaisar dan berkuasa di istana ini! Meskipun aku terlahir dari selir agung, harusnya akulah yang jadi kaisar menggantikan ayahanda!" ucap Han Xuefeng sambil menatap tajam ke arah kaisar Xiao.

Kaisar Xiao menggelengkan kepala nya perlahan, dia sungguh tak menduga jika saat ini saudara tirinya sendiri tega melakukan hal itu terhadapnya. Bukan hanya sekali pemberontakan itu terjadi, tapi sudah yang kesekian kalinya.

Akhirnya kaisar Xiao pun sadar jika selama ini saudara ketiga nya itu mengincar tahta dan menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan dirinya beserta putra mahkotanya sebagai keturunan sah pewaris tahta selanjutnya.

"Zhen benar-benar tidak menyangka jika selama ini zhen telah memelihara ular di istana zhen sendiri. Zhen menyayangimu sebagai saudara tapi apa yang kau perbuat Han Xuefeng? Kau bahkan tega memvunuh seluruh pasukan Kekaisaran hanya karena ambisimu untuk menaiki tahta! Kau benar-benar bajingan tak tahu diri! Tsk!" ucap kaisar Xiao sambil membalas tatapan Han Xuefeng.

"Kau saja yang terlalu naif! Aku bahkan sejak lama telah membunuh saudara pertama dan juga saudara kedua agar bisa menaiki tahta kaisar! Kau yang tidak melakukan apa pun malah di pilih ayahanda untuk jadi penerusnya, apa kau fikir itu pantas?" teriak Han Xuefeng mengeluarkan seluruh unek-unek yang menumpuk dan mengganjal di hatinya.

Dia merasa selalu di sisihkan oleh kaisar terdahulu hanya karena status nya sebagai putra dari seorang selir. Jauh berbeda dengan kaisar Xiao yang mendapatkan kasih sayang dan juga perhatian dari semua orang, bahkan begitu di hormati oleh rakyat Kekaisaran.

"Harusnya kau bercermin Han Xuefeng! Kenapa ayahanda lebih memilih zhen sebagai kaisar menggantikan dirinya! Itu karena kau tidak pantas!" teriak kaisar Xiao dengan mata merah menahan amarah.

Rasa sakit dan perih di seluruh tubuhnya tak lagi dia rasakan saat ini, justru hatinya lebih sakit menghadapi kenyataan jika orang yang selama ini mengincar nyawanya beserta nyawa putranya tak lain adalah saudara tirinya sendiri.

Sret...

Han Xuefeng mencabut pedang yang menggantung di pinggangnya dan melesat dengan sangat cepat menuju kaisar Xiao, dia ingin segera mengeksekusi saudara tirinya itu dengan tangannya sendiri.

"Salahkan saja nasibmu yang tidak beruntung itu Xiao Wu! Hari ini adalah hari kematianmu!" teriak Han Xuefeng seraya mengangkat pedang nya dan langsung mengarahkannya untuk menebas leher kaisar Xiao.

Swush...

Sesosok bayangan pria tua menggunakan hanfu putih muncul dan langsung merengkuh kaisar Xiao dengan sangat cepat, janggut putihnya terlihat melambai saat terkena hembusan angin, dengan gerakan yang gesit dan juga sangat cepat dia melayang membawa tubuh kaisar Xiao tepat 5 centi meter sebelum pedang Han Xuefeng mengenai lehernya.

Swush...

Boom...

Booom...

Booom...

Pria tua itu pun segera melemparkan kekuatan yang telah diisi dengan energi Qi nya menuju Han Xuefeng hingga termundur beberapa langkah, serangan nya yang cepat langsung mengenai dada dan perut Han Xuefeng hingga dia tersungkur jatuh ke belakang.

Bruk...

Tubuh Han Xuefeng membentur beberapa pohon dan langsung jatuh di tanah, darah segar mengucur dari mulut dan lubang hidung nya dengan sangat deras.

Saat ini seluruh tubuh nya terasa remuk, di tambah lagi dengan kerusakan organ dalamnya yang sangat parah, serangan yang di lancarkan pria tua itu tak main-main hingga Han Xuefeng hampir saja mati jika dia tak cepat-cepat menghindar tadi.

Cheng Jiang melesat dengan sangat cepat untuk memeriksa keadaan Han Xuefeng, wajah nya terlihat menyunggingkan seringaian keji namun dalam sekejap dia merubah ekspresinya menjadi sangat khawatir.

"Saudara ketiga! Kau baik-baik saja?" tanya Cheng Jiang yang sudah berdiri di hadapan Han Xuefeng.

"Bantu aku saudara kelima! Sepertinya serangan pria tua itu telah merusak beberapa tulang dan juga organ dalamku!" ucap Han Xuefeng sambil mengulurkan tangan nya.

Jleb...

Cheng Jiang dengan cepat menarik belati miliknya dan langsung menikam jantung Han Xuefeng hingga membuat dia begitu kaget dan tak bisa menghindari serangan dari saudara kelimanya.

"Kau? Uhuk... Apa yang kau lakukan Cheng Jiang?" tanya Han Xuefeng sambil melotot menahan sakit, belati yang di tancapkan oleh Cheng Jiang berhasil menusuk jantung Han Xuefeng hingga menembus punggungnya.

"Inilah yang ku lakukan Han Xuefeng! Selama ini aku tidak benar-benar mendukungmu! Aku hanya menjadikanmu sebagai tameng untuk memuluskan rencana besarku merebut tahta dari tangan Xiao Wu! Dan sekarang kau sudah tak berguna lagi untukku, jadi matilah.." teriak Cheng Jiang seraya menarik belatinya dari tubuh Han Xuefeng dengan kasar dan menancapkannya kembali hingga beberapa kali di bagian perutnya.

"Kau pas-ti a-kan me-nye-sal Cheng Jiang!" ucap Han Xuefeng lirih dengan suara yang terbata-bata, sebelum akhirnya ambruk di atas tanah dengan mata yang melotot dan menghembuskan nafas terakhirnya.

"Buang jasad manusia tak berguna itu, dan bersihkan semua kekacauan ini! Jika ada yang menentang keputusanku, maka bunuh!" ucap Cheng Jiang.

200 orang pria berpakaian serba hitam itu pun langsung melesat dengan cepat untuk melaksanakan perintah yang di berikan oleh Cheng Jiang.

Terpopuler

Comments

Dewi Ansyari

Dewi Ansyari

untung saja Kaisar Xiao masih bisa selamat karena di bantu seorang kakek hufff

2024-08-30

2

Nf@. Conan 😎

Nf@. Conan 😎

lnjuuuutkaaaan thor

2024-04-07

2

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

Hadir thooor

2023-02-08

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!