Part 04

"Baiklah.. Sekarang katakan tujuan kalian mendatangiku! Apakah ada masalah yang serius?" tanya patriark Meng pada kelima tetua yang kini duduk bersamanya.

Tiba-tiba para prajurit yang tadi di perintahkan oleh tetua itu datang dengan tergesa-gesa untuk melapor, mereka tak ingin di salahkan jika terjadi sesuatu pada tamu yang di bawa oleh patriark mereka.

Hosh...hosh...

Nafas para prajurit itu terdengar begitu cepat dengan keringat yang membanjiri wajah dan juga seluruh tubuh mereka, sepertinya mereka terlalu memforsir tenaganya untuk berlari sehingga lupa untuk menggunakan jurus peringan tubuh seperti yang biasanya mereka gunakan.

"Ada apa? Kenapa kalian datang dengan wajah pucat dan juga banjir keringat seperti itu? Apakah ada masalah?" tanya tetua pertama yang langsung bangkit dari kursi yang sejak tadi di dudukinya.

Disusul oleh tetua lainnya yang juga langsung berdiri, sedangkan patriark Meng masih duduk dengan tenang seraya menyesap tehnya dengan santai.

"Tetua! Tabib itu Mengatakan jika saat ini kita membutuhkan bunga lotus darah dan juga beberapa herbal yang lain untuk mengobati tamu yang di bawa oleh patriark! Sedangkan persediaan herbal di tempat kita saat ini sudah menipis, dan kita tidak memiliki herbal itu dalam jumlah yang cukup untuk pengobatannya!" ujar salah seorang prajurit menjelaskan.

"Baiklah.. Panggil dua ratus orang prajurit dan ikut bersamaku! Kita akan segera mencari herbal yang di butuhkan untuk penyembuhan kaisar Xiao!" ucap tetua ke lima di susul oleh tetua keempat yang juga akan pergi untuk mencari herbal itu.

"Patriark.. Kami mohon diri!" ucap tetua keempat beserta tetua kelima sambil menangkupkan tangannya. Patriark Meng hanya menganggukkan kepalanya sebentar.

Akhirnya kedua tetua itu pun pergi bersama dua ratus orang prajurit, sementara tetua pertama, kedua dan ketiga kembali duduk di hadapan patriark Meng.

"Baiklah mari kita lanjutkan pembicaraan yang tertunda tadi! Apakah ada masalah yang serius?" tanya patriark Meng.

"Patriark! Sebenarnya tadi tetua Fan datang kemari, dia mengatakan jika inti kehidupan tuan Fang Shi kembali bersinar! Hanya saja ada sedikit aura aneh yang menutupi keberadaan nya!" ucap tetua pertama.

"Aura aneh?" patriark Meng mengerutkan dahinya, dia heran dengan ucapan dari tetua pertama.

"Benar patriark! Aura keberadaannya sedikit tersamarkan! Tapi patriark Fan merasa sangat yakin jika saat ini tuan Fang Shi telah kembali ke dunia xingguan ini hanya saja-" tetua pertama seperti tidak yakin untuk meneruskan kembali ucapannya.

"Katakan!" patriark Meng terlihat begitu penasaran dengan penjelasan dari tetua pertama keluarga Meng yang setengah-setengah.

"Hanya saja patriark Fan tidak yakin jika saat ini tuan Fang Shi bereinkarnasi kembali menjadi manusia! Melihat inti kehidupannya saat ini bersinar kebiruan, mungkin saja dia telah menjelma menjadi hewan monster atau pun iblis!" ucap tetua pertama

"Tidak peduli dia jadi monster atau iblis sekalipun, jika itu tuan Fang Shi maka keluarga Meng kita akan kembali mengabdi padanya! Apakah ada hal lain yang di beritahukan oleh patriark Fan?" tanya patriak Meng kembali.

"Benar patriark! Berdasarkan aura yang di pancarkan inti kehidupan itu, tetua pertama Fan sangat yakin jika saat ini tuan Fang Shi berada di arah barat Kekaisaran kita. Artinya dia hidup di Kekaisaran Huan!" ucap tetua pertama.

"Hahaha... Ini bagus! Aku sendiri yang akan pergi untuk mencari dan menjemput tuan Fang Shi ke hutan akasia hijau" ucap patriark Meng.

"Tapi patriark! Bukan kah hutan itu tidak di huni oleh makhluk hidup satu pun? Bagaimana mungkin tuan Fang Shi tinggal disana?" tanya tetua ketiga.

"Tuan Fang Shi tidak suka berbaur dengan orang lain, jika memang dia telah kembali lahir di dunia xingguan ini sudah pasti dia akan tinggal di hutan yang jarang sekali di jamah oleh manusia!" ucap patriark Meng.

"Tapi patriark, bukankah hutan kabut juga tidak terjamah oleh manusia? Dan berada di sebelah barat Kekaisaran kita? Bagaimana jika tuan Fang Shi tidak tinggal di hutan akasia hijau melainkan di hutan kabut?" tanya tetua kedua.

"Jika seperti itu maka kau harus pergi untuk mencari keberadaannya di hutan kabut! Entah kenapa aku merasa begitu yakin jika saat ini tuan Fang Shi ada di hutan akasia hijau!" ucap patriark Meng sambil mengusap janggut putihnya berkali-kali.

"Baiklah patriark! Besok aku bersama tetua ketiga akan pergi menuju hutan kabut dan mencari keberadaan tuan Fang Shi!" ucap tetua kedua yang langsung di angguki oleh patriark Meng.

"Tetua pertama! Umtuk sementara aku menitipkan klan Meng kita pada mu! Jika ada sesuatu yang mendesak, kau bisa menggunakan batu komunikasi untuk menghubungi kami!" ucap patriark Meng.

Tetua pertama itu pun langsung menangkupkan kedua tangannya dengan penuh hormat pertanda menerima tanggung jawab berat yang di bebankan padanya saat ini.

Setelah selesai membagi tugas, akhirnya para tetua itu pun segera bergegas untuk kembali menuju kediaman mereka, sedangkan patriark Meng mulai berjalan-jalan mengitari hutan dan gunung pandora untuk melihat-lihat sekaligus mengenang sang penolong mereka saat itu.

Jika saja Fang Shi tidak mengalahkan orang-orang berbaju hitam itu, mungkin dirinya beserta seluruh penghuni hutan pandora akan mengalami kepunahan. Terlebih jumlah manusia yang menghuni hutan itu hanya sekitar dua ratus orang yang terbagi menjadi 5 klan/keluarga.

Sedangkan beast spirit yang tinggal di sana ada ribuan, dan mereka hidup berdampingan secara damai selama ini, tanpa ada perpecahan ataupun pertikaian.

Fang Shi telah membagi hutan pandora menjadi dua wilayah, satu wilayah akan di huni oleh ras manusia sedangkan wilayah yang lainnya di huni oleh hewan spirit.

Tapi karena array yang membentang melindungi hutan hingga ke gunung pandora, sehingga orang luar tidak ada yang menyadari keberadaan mereka, bahkan tidak ada satu orang pun yang berani menginjakkan kakinya di sana, sehingga mereka berfikir jika hutan dan gunung pandora adalah tempat yang sangat angker dan tidak di huni oleh satu pun makhluk hidup.

Bahkan kaisar Xiao sendiri tidak pernah mengetahui fakta yang sebenarnya tentang hutan dan juga gunung pandora, sehingga dia pun berfikiran sama seperti orang lain.

Keesokan harinya sebelum matahari terbit, beberapa sosok telah melesat dengan sangat cepat keluar dari hutan pandora, tak hanya manusia, bahkan beast spirit yang sudah bisa bertransformasi pun turut andil dalam pencarian tuan mereka yaitu Fang Shi sang dewa kebijaksanaan.

Mereka berpencar untuk mencari mulai dari hutan hingga ke pelosok-pelosok desa, bahkan beberapa diantaranya hingga menyamar menhadi seorang prajurit atau pun pelayan hanya untuk mencari Fang Shi di istana Kekaisaran.

Sedangkan orang yang mereka cari saat ini tengah tertawa lepas sambil melempar tubuh Liu Lin putri angkat nya itu ke udara, kemudian menangkapnya kembali dengan cepat, dia terus bermain dan bercengkerama dengan putri kesayangan nya itu sampai-sampai Yuan Lan sang istri menjadi cemberut karena tak bisa bermain dengan Liu Lin.

Pasangan suami istri itu seringkali bertengkar hanya untuk memperebutkan putrinya yang semakin hari terlihat semakin cantik dan juga imut. Liu Lin kini telah tinggal di dunia Xingguan selama satu bulan, tapi anehnya bayi itu bahkan sudah bisa membalikkan badannya dan merangkak kesana kemari hingga membuat kedua orang tuanya semakin gemas.

Terpopuler

Comments

sahabat pena

sahabat pena

iyalahh bayi super jenius pertumbuhan nya otomatis lbh cepat

2024-06-19

2

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

💗ɀꫝꫀꫀ *•̩̩͙✩•̩̩͙*࿐

keren Thor.👍👍👍👍

2023-05-20

2

Mama Susi

Mama Susi

apikk

2023-05-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!