Happy Reading.
Romeo menahan bahu Casandra ketika istrinya itu akan meninggalkannya, entah kenapa tangannya tiba-tiba saja melakukan hal tersebut. Mengikuti otaknya yang sudah tidak tahan mendengar ucapan dari istrinya.
Kenapa kembali? bukankah kamu masih ada urusan di kota B? dan juga kekasih mu ada disana bukan?
Kekasih? apa maksud Casandra adalah Alice, apakah selama ini Casandra menganggap mereka memiliki hubungan.
Mungkin dulu sebelum Romeo mengetahui bagaimana sikap Alice yang sebenarnya, dia sempat tertarik, meskipun tidak ada keinginan untuk menjalin hubungan dengan mantan sekretarisnya itu.
"Apa maksudmu, Cassey?? Kenapa kamu mengatakan hal itu, apa benar jika kamu yang menyuruh Alice untuk mengikuti ku ke kota B?"
Casandra tersenyum miring, "benar, aku yang menyuruhnya, kenapa? Kamu mau mengucapkan terima kasih?" Casandra mendorong tubuh Romeo sampai pria itu mundur ke belakang.
Kemudian dia melanjutkan langkah sambil tertawa kecil. "Kamu bisa bersamanya mulai dari sekarang tanpa gangguan ku!"
Romeo mengepalkan tangannya, bukan itu yang ingin dia dengar dari mulut Casandra. Perasaannya begitu kacau sampai Romeo lupa bahwa selama ini dia tidak menyukai Casandra.
"Ah, ada apa dengan ku!" pria itu mengusap wajahnya kasar.
Kemudian segera berjalan menuju kamarnya yang berada di samping kamar istrinya, Romeo lelah, dia butuh istirahat.
Sedangkan Casandra sudah mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, dia ingin mengembalikan hobinya yang dulu suka mengoleksi buku-buku dari penulis terkenal.
Dulu sebelum Casandra menjadi bodoh karena cinta, cinta pada pria yang salah. Seharusnya sejak dikehidupan sebelumnya Casandra membuka mata bahwa disekelilingnya banyak muka-muka palsu yang mereka perlihatkan.
Banyak kawan yang menjadi lawan, contohnya Alice. Dulu sebelum Romeo menunjukkan perhatiannya pada sekretarisnya itu, Casandra memang sering meminta pendapat pada Alice.
Casandra mengira jika Alice memang wanita yang tulus, memberitahukan hal-hal tentang apa saja yang disukai Romeo dan sikap seperti apa.
Tetapi nyatanya semua itu hanya akal-akalan Alice untuk membuat Cadangan terlihat buruk di mata Romeo.
"Huh, rasanya kesal sekali mengingat betapa bodohnya aku dulu!!" gerutu Casandra.
Wanita itu hanya bisa merutuki kebodohannya sendiri, tetapi dia harus bersyukur telah diberi kehidupan yang kedua, sehingga dia bisa memilih dan melihat siapa saja yang harusnya menjadi kawan dan lawan.
****
Romeo menatap jam di dinding, sudah pukul 8 malam, tetapi istrinya itu belum pulang sejak siang tadi membuat Romeo gelisah.
Jujur, setelah melihat perubahan pada diri Cassandra, membuat pria itu merasakan perasaan asing yang menelusup masuk begitu saja.
Dia tidak bisa mengontrol otaknya sendiri, ingin rasanya mengabaikan Casandra yang telah berubah, tetapi nyatanya tubuhnya berkata lain.
Contohnya seperti sekarang ini, dengan bodohnya Romeo menunggu istrinya itu diruang tamu, bahkan dia sudah menunggu Casandra selama dua jam.
Rasanya ini bukan seperti Romeo, apakah dia telah mendapatkan karma karena selama setahun lebih mengabaikan Casandra. Dan dia hanya sebulan saja di abaikan seperti itu sudah merasa kesal dan marah kepada istrinya.
"Hahh!" lagi-lagi Romeo hanya bisa menghela nafas kasar.
Suara deru mobil terdengar, Romeo bisa memastikan jika itu adalah Casandra. Akhirnya istrinya itu pulang juga, kenapa Romeo menjadi merasa lega ya?
Romeo sempat berpikir jika Casandra tidak akan pulang ke rumah seperti sebelumnya, Casandra pernah tidur di kantor selama beberapa malam.
Ceklek!!
Romeo langsung menegakkan tubuhnya ketika melihat Cassandra sudah pulang dengan membawa beberapa paper bag ditangan kirinya.
Sedangkan tangan kanan membawa buket bunga Lily yang sepertinya masih segar. Romeo mengerutkan keningnya menatap buket bunga itu, dari siapa gerangan yang memberikan buket bunga kepada Cassandra.
"Casey, tunggu!" seru Romeo menghentikan langkah Casandra yang berjalan melewatinya.
Wanita itu menoleh dan menatap Romeo dengan tatapan datar.
"Ada apa? cepat katakan apa mau mu, aku tidak ada waktu banyak untuk meladeni mu!" sarkas Casandra dengan tatapan tajam.
Membuat Romeo membelalakkan matanya, kejadian ini, ucapan ini, sama seperti ucapannya di masa lalu ketika Cassandra selalu mengusiknya.
"Romeo, tunggu sebentar, aku ingin bicara!"
"Ada perlu apa lagi? cepat katakan, aku tidak punya waktu untuk meladeni mu!"
"Romeo, aku hanya ingin mengatakan jika aku merindukanmu, aku ingin mengajakmu kencan!"
****
"Ck!!"
Romeo mengerjabkan matanya ketika Cassandra berdecak. Wanita itu mengibaskan tangannya kemudian bersedekap dada.
Kenapa Romeo tidak suka dengan sikap Casandra seperti ini, dimana Casandra yang dulu yang selalu berbinar kala melihatnya? istrinya itu benar-benar sudah berubah. Dan hal itu membuatnya kecewa.
"Kenapa sekarang kamu berubah?" tanya Romeo to the point.
Casandra tersenyum sinis, "aku berubah karena kamu!"
Romeo menggelengkan kepalanya, "maksudnya apa? apa kamu balas dendam sama aku, karena selama ini sikapku yang cuek dan kasar?" Casandra manggut-manggut.
"Ya, itu salah satunya, bukankah kamu nggak suka dengan sikapku yang dulu, kamu nggak suka jika aku mencintaimu, kamu nggak suka kalau aku mengejar mu, kamu nggak suka dengan semua sikap ku, maka dari itu aku merubahnya!"
Romeo kesulitan menelan ludahnya, dia merasa Casandra telah menelanjangi dirinya saat ini. Membeberkan semua sifat yang dulu dia tunjukkan pada istrinya itu.
Memang benar jika Romeo tidak menyukai sikap Casandra yang dulu, yang menurutnya begitu kekanakan padahal Casandra sendiri sudah berumur dewasa, yaitu 22 tahun.
Casandra yang dulu selalu memakai pakaian yang seksi dan juga make up yang menor, membuat Romeo merasa ilfeel, padahal Cassandra akan sangat cantik jika memakai make up natural saja, Casandra bahkan memiliki dress yang besar dan panjang, tetapi wanita itu malah lebih suka memakai pakaian ketat dan seksi.
"Terima kasih, karena sudah mau berubah," lirih Romeo menundukkan kepalanya. Merasa lebih lega jika Casandra benar-benar ingin berubah.
"Ya, sama-sama, mulai sekarang aku akan berubah menjadi Cassandra yang membencimu, tidak ada lagi Cassandra yang mencintaimu, jadi seharusnya kamu mulai sekarang tidak perlu mengurusi ku lagi!"
Casandra senang melihat raut wajah Romeo yang terkejut.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
awesome moment
hebat!!! jujur!.
2024-11-30
0
Ririn Nursisminingsih
kereenn casandra
2024-02-06
0
Asrianti Anti
ingin seperti mereka
2024-02-03
1