Bab 4

Happy Reading.

Alice membelalakkan matanya tidak percaya dengan ucapan Casandra, apa tidak salah jika wanita manja itu ingin menjadikan nya sekretaris nya dan ingin mengambil alih pimpinan tertinggi di perusahaan.

"Apakah anda yakin kalau ingin menjadikan saya sekretaris anda?" tanya Alice dengan wajah yang tidak percaya.

Menatap Romeo dengan tatapan memelas agar mantan atasannya itu mau membela diri agar posisinya tidak digantikan oleh istrinya yang bodoh itu. Romeo masih diam tanpa bicara apapun, dia juga masih belum percaya dengan apa yang dia dengar dari Ayah mertuanya jika posisi CEO PT Hero diserahkan pada istri nya yang hanya bisa merengek dan menangis ketika ingin diperhatikan.

"Apakah anda bisa memimpin perusahaan ini, Nona Casandra, bukankah Tuan Romeo lebih bisa dan sudah membuktikan jika dia bisa membawa perusahaan ini di jajaran atas, bersaing dengan perusahaan besar di Inggris?" lanjut Alice.

Bahkan terdengar decakan dari lidah wanita itu, membuat Casandra tersenyum sinis. Wanita itu ternyata adalah sumber dari semua masalah nya. Lihatlah sekarang bagaimana dia menatap remeh Casandra, seolah-olah mengejek jika wanita itu tidak memiliki kekuatan apapun untuk membuat perusahaan maju.

Casandra juga melihat tatapan remeh dari beberapa orang yang ada ditempat itu. Bahkan banyak dari mereka yang berbisik, apalagi setelah kepergian sang Ayah dari ruang rapat tersebut untuk pergi ke acara lain, dan menyerahkan semuanya pada Casandra.

Hingga tatapan mencemooh yang kentara dari setiap mata orang-orang yang berada ditempat itu.

Casandra masih menunjukkan raut wajah tenang dan datar, tanpa terusik dengan sikap para orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di perusahaan itu. Toh, jabatan Casandra lebih tinggi dari mereka sekarang.

"Alice, kalau kamu tidak mau menjadi sekretaris ku, sebaiknya kamu menulis surat pengunduran diri mu hari ini juga!" ucap Casandra dengan tatapan tajam menatap Alice, memberikan peringatan lewat tatapannya, tapi sikapnya masih tetap tenang.

Tidak ada riak emosi di matanya, Casandra benar-benar bisa mengontrol dirinya sekarang, berbeda dengan Casandra yang dulu, selalu menampilkan wajah takut jika dihadapkan dengan orang-orang seperti itu.

'Apa-apan tatapan itu, kenapa wanita ini sekarang jadi lebih berani!! Padahal kemarin aku sudah hampir bisa membunuh nya dan aku yang akan menggantikan posisi Nyonya Zuditte!' batin Alice geram.

Memang niat Alice sangat kuat untuk menyingkirkan Casandra, wanita lemah dan bodoh dan yang pasti bisa dengan mudah dia singkirkan secepatnya. Bahkan dia juga sudah berhasil menghasut Romeo untuk sedikit-sedikit membenci nya dengan mengatakan hal-hal buruk tentang Casandra.

Alice semakin percaya diri ketika Romeo menaruh kepercayaan terhadapnya, dengan sedikit aktingnya yang dia dapatkan semasa sekolah SMA dulu, membuat Alice benar-benar menampilkan drama yang sempurna di depan Romeo.

'Tuan, Nona Casandra benar-benar tidak bisa di kasih tahu, padahal saya sudah mengatakan jika dia harus dirumah saja, tetapi dia tetap nekat ikut anda ke pesta ini, saya hanya tidak ingin dia mempermalukan anda dengan sikap yang kekanak-kanakan!' ucap Alice beberapa Minggu yang lalu pada Romeo yang tengah menghadiri pesta kecil koleganya.

Alice mengompori Casandra dan mengatakan jika Romeo mengajak nya karena menurut nya Casandra tidak cocok di ajak ke pesta itu.

Padahal sebenarnya Romeo mengajak Alice karena dia sekalian menyuruh wanita itu untuk mempresentasikan kerja sama dengan rekan bisnisnya.

'Cih, kurasa wanita itu hanya pura-pura dan pasti sebentar lagi juga kembali ke sifatnya yang dulu! Dasar wanita bodoh!'

Casandra yang sudah bisa membaca raut wajah Alice akhirnya berdiri, menunjuk pintu keluar pada wanita itu. "Silahkan pergi kalau kamu ragu padaku, karena aku tidak butuh orang yang sikapnya buruk di perusahaan ku!"

Alice gelagapan, sungguh dia masih cinta dengan pekerjaan nya dan juga cinta pada Romeo, tentu saja dia tidak mau kalau benar-benar disuruh resign dari tempat itu, "tidak, tidak, maaf Nona Casandra saya mengerti dan saya tidak meragukan anda, tolong jangan usir saya dari perusahaan ini!"

Romeo menatap Casandra yang saat ini benar-benar berubah, "Casandra, jangan keterlaluan, aku tahu bagaimana kinerja Alice untuk perusahaan ini, kamu jangan bertingkah sesuka hati untuk memberhentikan Alice!" Akhirnya terdengar suara pria yang berada di samping Casandra yang sejak tadi hanya diam saja. Raut wajahnya tidak enak, bahkan terkesan menahan emosi yang menggebu.

Casandra mengartikan jika Romeo tidak terima karena akan memberhentikan Alice, wanita kesayangannya yang selalu di bela.

"Jadi, kamu tidak terima?"

Alice begitu senang saat melihat Romeo membelanya, tapi dia harus membuat drama agar semua rencananya tidak berantakan. Dia masih bekerja di perusahaan itu dan semakin mendapatkan perhatian dari Romeo.

"Nona Casandra, saya minta maaf, saya mengaku salah karena telah meremehkan anda, jadi tolong jangan di ambil hati ucapan tuan Romeo, beliau hanya khawatir pada anda," ucap Alice lembut dengan nada kasihan.

Membuat semua orang di sana menjadi simpati dengan Alice.

"Nona, kalau kamu memang ingin menjadi pemimpin perusahaan, seharusnya bisa berpikir jernih, jangan langsung memecat orang seperti itu, anda tidak tahu bagaimana kinerja sekretaris Alice selama?" sela salah satu orang yang ada di sana.

"Itu benar, sebaiknya anda pulang saja dan bersenang-senang dirumah, kami tidak yakin anda bisa memimpin perusahaan ini dengan baik!"

"Ya, itu benar, tuan Romeo sudah sangat baik membawa perusahaan ini menjadi besar, anda itu lebih cocok berada di Mall, belanja menghamburkan uang, dari pada di sini!"

Casandra hanya diam saja mendengar ocehan-ocehan yang berada di sana, dia malah menatap kuku-kukunya yang cantik itu dan dengan santai berkata, "kalau kalian meragukan ku, mari kita bertaruh! bagaimana? selama 10 bulan ini aku akan membuat perusahaan ini lebih berjaya lagi, tapi syaratnya kalian melepaskan setengah saham yang kalian miliki untukku!"

"Lalu apa yang akan anda lakukan jika yang terjadi sebaliknya?" tanya salah satu pria.

Romeo masih diam saja sejak tadi, pria itu menahan kekesalan dihatinya.

"Kalau ternyata aku tidak bisa mewujudkan apa yang aku ucapkan, seluruh saham ku ku bagi rata untuk semua orang yang ada disini, dan perusahaan akan ku berikan cuma-cuma untuk suamiku!"

Semua orang disana langsung tertawa mendengar jawaban Casandra, wanita bodoh itu seperti membual saja. Apakah mereka hanya meladeni anak kecil yang sedang bermain.

Begitupun dengan Alice yang juga langsung mencibir dalam hati.

'Dasar wanita bodoh, apa dia mau bermain-main dengan saham, seperti dia bermain game saja, lihat saja bagaimana jika ternyata kalau itu hanya omong kosong dari mulut Casandra, aku rasa Romeo pasti akan lebih membenci nya!'

"Ck, terserah kalian mau bicara apa tentangku, yang pasti mulai hari ini kita sudah memulai permainan nya! aku undur diri dulu, rapat kali ini bisa dibubarkan!" Casandra berdiri dari duduknya dan langsung pergi dari tempat tersebut dengan aura yang tegas dan dagu terangkat.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Casandra kan mati suri, jadi. apa pun yg ada di pikiran nya terutama yg berbuat jahat semua udh tertekan di otaknya, main kan Casandra biar tau diri Romeo. licik dan pecundang hanya karna wanita jalang 😡

2025-03-08

0

R yuyun Saribanon

R yuyun Saribanon

jangan di pelihara wanita jahat di perusahaan mu casandra

2024-01-03

1

cccc

cccc

Memang perusahaan ayahnya wajar dong kl Cassandra jd CEOnya jg

2023-12-31

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!