Happy Reading.
Romeo mengusap wajahnya kasar, merasa kesal sendiri dengan keadaan, sungguh tidak pernah dibayangkan dengan apa yang terjadi semalam.
Alice naik ke atas ranjangnya dengan keadaan hampir polos. Sepertinya wanita murahan, wanita penggoda, apalagi yang digoda adalah suami orang.
Alice yang dia kenal bukanlah wanita yang seperti itu, selama setahun menjadi sekretarisnya, Alice selalu bersikap sopan dan terlihat dewasa, bahkan caranya yang begitu anggun membuatnya sedikit tertarik.
Tapi, apa-apaan dengan wanita itu tadi malam? kenapa dia bisa menyusulnya ke kota B, bahkan bisa masuk ke dalam kamarnya di hotel yang disewa sendiri oleh Alice.
Romeo tiba-tiba mengingat perkataan Alice yang mengatakan jika dia disuruh oleh Cassandra, tetapi itu tidak mungkin karena istrinya itu begitu membenci Alice karena selama ini mengira bahwa dia dan Alice memiliki hubungan.
"Tuan, pesawat anda ditunda setengah jam karena cuaca yang tidak memungkinkan di kota X, bagaimana kalau anda menunggu di cafe yang berada di bandara ini, saya akan memesankan Anda kopi Hitam kesukaan anda," ucap Bryan.
Romeo menoleh dan menatap orang kepercayaannya itu, "kenapa baru bilang sekarang kalau landing nya ditunda?" tanya Romeo dengan tatapan tajam. Pria itu merasa kesal karena Bryan terlambat memberikan kabar.
"Maaf tuan, petugas bandara baru saja memberitahukan," Bryan serba salah, memang tadi saat ada pemberitahuan dari pihak bandara, Romeo sedang berada di toilet. Entah apa yang dilakukan oleh bosnya itu yang cukup lama berada di dalam kamar mandi.
"Huh, Padahal aku sudah sampai di sini dan seharusnya sudah duduk nyaman di dalam pesawat!" seperti biasa Romeo memang tidak menyukai hal yang mengorbankan waktu, karena baginya waktu itu sangat berharga, contohnya seperti sekarang ini, Romeo tidak suka jika jadwalnya pulang ke kota X harus di tunda.
Apakah mereka tidak tahu jika dia sudah merindukan Cassandra.
Eh, merindukan siapa?
Apa sih yang sebenarnya ada dipikiranku? Kenapa tiba-tiba aku ingin bertemu dengan Cassandra. Batin Romeo.
Pria itu memilih mengabaikan Bryan dan melihat ponselnya, berharap ada pesan yang biasanya datang dari Casandra.
Namun, sekali lagi sepertinya Romeo harus kecewa karena Cassandra tidak mengirimkan pesan sama sekali, terakhir adalah sejak sebulan yang lalu.
Ah, apakah sekarang dia mulai merindukan istrinya itu, Casandra biasanya selalu mengirim pesan dengan ucapan yang menurutnya adalah ucapan sampah.
'Romeo, kamu lagi apa sekarang?'
'Romeo sudah makan belum?'
'Romeo aku kangen!'
'Romeo, aku baru saja mewarnai rambut ku!'
"Haahh!! Kenapa jadi begini, aku tidak mungkin rindu Cassandra!"
Romeo memasukkan ponselnya ke saku, menghalau perasaan aneh yang menelusup di hatinya.
"Bryan, apa istrimu sering mengirim pesan kalau kamu sedang pergi?"
Bryan sedikit terkejut dengan pertanyaan dari atasannya itu. Tapi sedetik kemudian Bryan tersenyum. "Iya tuan, istri saya selalu mengirim pesan jika saya tidak mengirimkan duluan, dia pasti tanya-tanya, terkadang saya merasa dia begitu cerewet, tetapi kalau sehari saja istri saya tidak membalas pesan dari saya, pasti saya juga akan menjadi cerewet," jawab Bryan sambil terkekeh.
Romeo langsung paham dengan apa yang dijelaskan oleh Bryan.
'Hemm, apa aku harus mengirimkan pesan pada Cassandra?'
'Tidak, aku tidak mau!' Romeo kesal sendiri karena dia tidak bisa mengontrol perasaannya saat ini pada Casandra.
****
Casandra merasa bebas bergerak dirumah saat ini, tidak ada Romeo membuatnya bisa melakukan hal apapun. Sebenarnya Casandra begitu malas jika harus pulang ke rumah ini.
Rumah milik Romeo tepatnya, tapi kalau dia pulang ke rumah Ayahnya, pasti dia akan di usir. Alhasil Casandra harus betah tinggal di rumah itu.
Casandra memutuskan untuk pergi jalan-jalan saja, bukan kah Romeo masih dua hari lagi di kota B. Jadi dia bisa bebas.
Jika dulu Casandra akan sedih saat ditinggalkan oleh Romeo keluar kota, di kehidupan nya yang sekarang Casandra malah ingin Romeo tidak kembali.
Huh!!
"Sepertinya aku akan pergi ke toko buku untuk mencari bacaan tentang bisnis!" gumam wanita itu.
Casandra mengambil tas dan ponselnya yang berada di atas meja. Berjalan menuju pintu dan membukanya.
Matanya terbelalak ketika melihat siapa yang ada di depan kamarnya saat ini.
Romeo menatap istrinya, entah apa yang dipikirkan pria itu, setelah dari bandara dia memutuskan untuk langsung pulang dan bertemu dengan istrinya.
Romeo berharap bisa bertemu Casandra dan melihat wajah sumringah yang dulu selalu diperlihatkan oleh istrinya itu.
Namun, sepertinya ekspektasi Romeo tidak sesuai keinginan. Casandra hanya menatapnya datar setelah tadi terkejut sesaat.
Romeo merasa aneh dengan dirinya sendiri, kenapa juga dia begitu ingin bertemu dengan wanita yang sangat dia benci itu.
Ah, benci? apakah dia benar-benar benci kepada Casandra?
"Kenapa kembali? bukankah kamu masih ada urusan di kota B? dan juga kekasih mu ada disana bukan?" Romeo terkejut dengan perkataan Cassandra.
Sebelum bertanya lebih, Casandra sudah berjalan melewati Romeo begitu saja sambil mendorong tubuh pria tersebut sambil mengumpat.
Dan hal itu sukses membuat Romeo benar-benar terkejut dengan sikap Casandra.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
awesome moment
tepok jidat kn? udh sadar lom klo.mo kehilangan?
2024-11-30
0
Triiyyaazz Ajuach
knp Romeo shock ya istrimu skrg dingin sikapnya
2023-12-27
1
Tavia Dewi
rasa synk dan cinta untuk suami sudah hilang,,,,,,yuk para istri jangan terlalu cinta dan synk y ma suami nanti kecewa
2023-12-19
6