Bab 10

Happy Reading.

Romeo menatap Cassandra dengan tatapan yang sulit diartikan. Apakah wanita itu memang benar-benar sudah berubah, ataukah masih ingin bermain-main saja agar mendapatkan perhatian darinya.

Romeo tahu betul bagaimana sifat dan sikap wanita yang sudah setahun menjadi istrinya itu, bahkan beberapa hari ini terlihat Cassandra tidak pernah pulang ke rumah.

Biasanya Romeo tidak pernah peduli, tetapi entah kenapa sekarang dia merasa ingin tahu di mana Casandra tidur.

Suasana di ruang rapat masih begitu tegang, bisik-bisik terdengar di telinga Cassandra dan Romeo. Banyak di antara orang-orang itu mengejek sikap Cassandra yang menurutnya begitu ceroboh karena membeli perusahaan yang sudah bangkrut dan memiliki banyak hutang.

"Kalau kalian masih meragukan ku, itu terserah kalian, tapi taruhan ku tetap berlaku," suara Casandra menginterupsi. Setiap mata memandangnya dengan remeh. "Aku yakin PT Aditama akan berjaya setahun lagi di bawah naunganku, dan jika hal itu sampai terjadi, para pemegang saham harus memberikan sahamnya padaku secara cuma-cuma!"

Ya, Cassandra masih ingat dengan jelas di masa lalu Romeo berhasil membawa PT Aditama kembali berjaya, padahal itu menjadikan Romeo sebagai pebisnis muda yang terkenal.

Namanya langsung melejit seketika dan banyak di elu-elukan sampai di luar Negeri. Bahkan setelah itu Romeo bisa mendapatkan kerjasama dengan begitu mudah, hingga berhasil membuat perusahaan PT Aditama dan PT Hiro di bawah naungan Masahiro Corporation pusat yang berada di Jepang menjadi perusahaan satu-satunya terbesar di dunia.

Di awal itulah karir seorang Romeo benar-benar langsung melejit seketika, tetapi hal itu tidak membuat Cassandra bangga karena Romeo semakin menjauh darinya, dia selalu bepergian ke luar negeri bersama Alice.

Alice selalu berada di samping Romeo dengan dalih pekerjaan, karena Alice adalah sekretarisnya.

Namun Cassandra tahu jika kedekatan mereka dijadikan Alice untuk memfitnah dirinya dan membuat Romeo semakin membencinya.

Bahkan Alice menggunakan berbagai cara agar Romeo jatuh terperangkap ke dalam pesonanya.

"Apa kalian masih ragu dengan keputusanku?" tanya Casandra, pandangannya menyapu ke segala arah dan berakhir kepada Romeo.

Sebenarnya para orang-orang yang berada di situ ingin sekali tertawa keras. Seakan ucapan Casandra hanyalah ocehan anak kecil berusia lima tahun. Sama sekali tidak bermutu.

"Ya, ya terserah anda Nona Casandra, kami menurut saja!" ucap salah satu pria yang menjabat sebagai wakil direktur.

"Betul, itu hak anda, bukan? Ini adalah keputusan yang besar untuk perusahaan dan ratusan karyawan, jadi kalau misalkan ada apa-apa dengan masa depan PT Hero dan Masahiro Corp, kami semua tidak tanggung jawab!!"

"Ya, benar, ini bukan keputusan mudah, kami tidak akan ikut-ikutan!" Seorang Pria Muda mengangkat tangannya dan mengibas-ngibaskan seolah dia memang tidak mau ikut campur dengan kehancuran Cassandra yang sudah berada di depan mata.

Romeo menatap Casandra dan menunggu respon dari istrinya itu. Sikap Cassandra yang masih diam dengan tenang benar-benar tidak bisa dipercaya.

Romeo masih ingat dengan sifat dan sikap istrinya itu yang begitu sangat kekanakan. Selalu menangis bila keinginannya tidak dituruti. Hanya bisa merengek kepada Tuan Jefri sang ayah agar Rome bersedia menemani Cassandra kemanapun wanita itu pergi. Lalu bagaimana dengan yang dia lihat sekarang, sifatnya benar-benar terbalik 180 derajat.

Casandra berubah menjadi Wanita dewasa yang terlihat begitu mandiri, sudah hampir seminggu ini Romeo tidak pernah mendengar Cassandra memanggilnya.

Bahkan di rumah, Romeo tidak pernah bertemu dengan Cassandra dan dikabarkan bahwa wanita itu tidak pulang.

Di mana sikap cerobohnya dulu, cerewet bodoh dan terlalu kecentilan, yang hanya ingin selalu nempel padanya seperti cicak yang tidak mau pergi.

Bagi Romeo Cassandra hanyalah hama yang harus dibasmi, dia merasa jijik bila berada di dekatnya. Namun, entah kenapa setelah melihat perubahan Cassandra yang terlihat semakin dewasa dan juga memiliki ketenangan yang luar biasa, membuatnya menjadi memikirkan istrinya itu.

Bahkan sekarang Casandra tidak mau menatapnya seperti dulu, pancaran cinta yang dulu selalu terpancar kini seakan redup.

Casandra menatap satu persatu orang yang berada di tempat itu dengan tatapan tajam. Wajahnya begitu tegas disertai dengan senyum sinis yang tersungging di bibirnya.

"Kalian tidak perlu khawatir bila aku akan menghancurkan perusahaan keluarga ku, yang pasti keputusanku ini sudah bulat dan tidak bisa diganggu gugat!!" setelah mengucapkan hal itu Casandra langsung berdiri dan pergi dari tempat tersebut.

"Hahahaha, sebenarnya sejak tadi aku sudah ingin tertawa, tapi melihat tatapan nya Casandra jadi ku urungkan!"

"Tuan Romeo, apakah anda akan membiarkan hal ini terus-menerus, bisakan anda membawa pulang nona Casandra, dia hanya bisa melawan saja! Hahaha!" ucap salah satu investor yang bernama Rafael.

"Aku tidak peduli, biarkan saja dia bermain sesukanya!" jawab Romeo.

"Ya, kita tinggal menunggu saja saham milik Nona Casandra di bagi-bagikan! Hahaha!"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

kita tunggu. tgl mainnya bersiap siap aja kalian yg menghina Casandra akan bertekuk lutut dgn pelecehan kalian semua

2025-03-08

0

kutu kupret🐭🖤🐭

kutu kupret🐭🖤🐭

cuiiiiiihhh sekumpulan serigala bermulut bau busuukkkk ☠️☠️

2024-01-28

2

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

silahkan tertawa sepuasnya stlh ini siap" menaruuh hormat pada Casandra

2023-12-27

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!