Happy Reading.
Casandra tersenyum puas, sepertinya keinginan dia untuk mengubah alur hidupnya di kehidupan kali ini akan berjalan lancar.
Alvian Aditama akhirnya menandatangani pengalihan saham dan perusahaan miliknya menjadi milik Casandra.
Ini adalah langkah awal di mana Casandra akan mengeluarkan cakarnya yang selama ini dia simpan.
Casandra akan menghukum orang-orang yang berusaha menjatuhkan nya, dia bukan lagi Casandra yang penakut dan bodoh. Casandra yang sekarang adalah wanita yang kuat.
"Terima kasih, Nona Casandra, berkat anda saya bisa membiayai istri saya dirumah sakit, bahkan saya masih diberi pekerjaan yang sangat pantas, sehingga saya masih bisa hidup layak, sekali lagi saya ucapkan terima kasih!" lagi-lagi Alvian menundukkan kepalanya berkali-kali.
Seakan mengatakan jika pria itu benar-benar merasa tertolong dan melihat Casandra sebagai wanita hebat yang datang di waktu yang tepat.
Entah apa jadinya jika Casandra tidak datang dan menolong nya, mungkin dia sudah menjadi gelandangan yang tidak memiliki tempat tinggal.
"Sama-sama tuan Alvian," hanya itu yang diucapkan Casandra tanpa basa-basi lagi.
Casandra tidak akan berupaya bersikap lembut ataupun murah senyum. Cukup sudah dia menjadi wanita bodoh yang berhati baik dan lembut yang disalahartikan. Kali ini Casandra akan menegaskan pada orang-orang jika dia bukan wanita yang tersentuh dan berhati dingin.
Pengacara dan notaris yang disewa Casandra sudah mengesahkan saham dan Aditama Corporation menjadi milik Casandra Adeline Masahiro Zuditte.
Huh, mengingat dengan nama Zuditte ingin sekali rasanya Casandra menghapusnya, dulu dia memang begitu bangga bisa menyandang nama itu, tapi entah sekarang kenapa dia merasa risih dan ingin menghilangkan nama belakang sialan tersebut.
Setelah menyelesaikan semuanya, Casandra langsung berdiri dan berpamitan singkat pada Alvian dan pengacaranya.
Wanita itu berjalan dengan langkah tegas dan anggun, membuat semua mata yang menatapnya menjadi terpana dan terpesona.
****
Kota B.
Keesokan harinya.
Romeo membuka matanya, bunyi berisik dari ponselnya sejak tadi terdengar sangat mengganggu. Dengan terpaksa Romeo mengambil ponselnya dengan malas. Matanya menyipit melihat siapa yang menghubungi nya sejak tadi hingga mengganggu tidurnya.
"Bryan!"
Romeo berusaha bangun dan duduk bersandar di headboard. Kemudian mengusap layar pipih itu dan menempelkan ditelinga nya.
"Halo, Bryan, ada apa, ku harap ada kabar yang bagus hingga kamu berani mengganggu tidurku?"
"Halo tuan, maaf, saya hanya ingin mengabarkan bahwa saya sudah mendapatkan orang itu, dalang dibalik kejadian semua ini, sekarang dia sedang di interogasi oleh orang kepercayaan saya, sepertinya pekerjaan saya sudah hampir selesai dan anda bisa kembali ke kota X dengan tenang."
Romeo mengerutkan keningnya.
"Maksudmu, dalang dari semuanya sudah berhasil kamu tangkap?"
"Iya, tuan."
"Bagus, berita yang bagus, kalau begitu aku bisa pulang lebih cepat."
"Iya tuan."
"Bryan, kalau begitu kamu saja yang bertemu dengan Menteri perdagangan esok, aku akan kembali ke kota X siang ini juga!"
Di seberang Bryan terdiam sesaat. Mungkin merasa sedikit terkejut karena tidak biasanya tuannya ingin cepat-cepat kembali ke kota X, mengingat bagaimana tuan Romeo sangat menghindari istrinya.
"Baik tuan, semuanya akan saya urus."
"Dan pesankan aku tiket pesawat siang ini untuk kembali ke kota X!"
Romeo mematikan panggilannya dan tersenyum lebar. Sepertinya hari ini juga dia bisa pulang ke kota X, dia tidak harus mencari hotel baru untuk menginap semalam lagi.
Entah kenapa sekarang dia merasa senang jika bisa pulang lebih cepat. Mungkinkah dia ingin cepat-cepat bertemu dengan seseorang yang sebulan ini benar-benar mengabaikannya.
Romeo membuka aplikasi pesan yang biasanya tidak pernah dia sentuh sebelum mendapat pesan terlebih dahulu. Dia melihat ada beberapa pesan yang menurutnya tidak penting. Jemarinya menyentuh layar itu dan melihat ruang obrolan dengan Casandra terjadi pada tanggal 13 Januari yang artinya itu sebulan yang lalu, saat dia tengah keluar kita dan sehari setelah nya Ayah mertuanya mengabari Casandra terjatuh dari tangga.
"Dia benar-benar berubah, apakah dia memang sudah menyerah denganku!" hati kecil Romeo mengatakan tidak suka jika Casandra berubah menjauhinya.
"Ah, sebaiknya aku segera mandi!"
Pria itu bergegas untuk membersihkan diri di kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu lama, Romeo menyelesaikan misi mandinya yang hanya 15 menit.
Mungkin Romeo akan mencari sarapan terlebih dahulu sebelum ke bandara.
Sedangkan di sisi lain.
Alice sudah berdandan begitu cantik, dia akan menemui Romeo yang dia yakini pasti masih ada di hotel ini.
Alice akan mengatakan yang sebenarnya pada Romeo jika dia melakukan semua ini karena disuruh oleh Casandra.
Akhirnya wanita itu memutuskan untuk menunggu Romeo di lobi hotel. Karena Alice yakin jika Romeo pasti akan keluar pagi ini.
"Ah, ternyata dia benar-benar belum pergi!" mata Alice melihat pergerakan Romeo yang sepertinya check out dari hotel dan menyerahkan kunci kamar ke resepsionis.
Alice yang merasa ini adalah saat yang tepat akhirnya berjalan menghampiri Romeo dengan wajah sendu.
Biasanya itu selalu berhasil. Bukankah Romeo selalu peduli padanya semenjak kejadian dimana dulu dia menolong Romeo dari maut.
"Tuan Romeo, aku mau minta maaf...!"
Romeo langsung menghentikan langkahnya ketika melihat mantan sekretaris nya itu.
"Ternyata kamu masih di sini?? Dasar tidak tahu malu!" Romeo memandang Alice jijik, mengingat bagaimana kemarin wanita itu naik atas ranjangnya.
Romeo tetap melanjutkan langkahnya mengabaikan Alice yang mengejarnya.
"Tuan, semuanya hanya salah paham sebenarnya saya melakukan itu karena disuruh oleh seseorang, saya...!!"
"PERGI!! jangan ikuti aku!" bentak Romeo kasar.
Membuat Alice dan beberapa orang yang berada di situ langsung dia menatap ke arahnya.
Romeo benar-benar merasa ilfeel kali ini ketika melihat wanita itu, sempat tertarik dengan kepribadian Alice yang menurutnya anggun dan dewasa, benar-benar seperti wanita idamannya. Alice selalu bertingkah sopan terhadapnya.
Namun, setelah Romeo mengetahui sendiri bagaimana wanita itu menyentuhnya semalam, membuat Romeo benar-benar merasa jijik.
"Tidak, tuan, saya minta maaf saya tidak akan mengulangi lagi!" rengek Alice, masih tidak tahu malu dengan mengejar Romeo.
Romeo benar-benar tidak menghiraukan wanita itu, dia langsung masuk ke dalam mobil yang sudah dikeluarkan oleh staff hotel Dari basement.
Pikiran Romeo hanya ingin cepat pulang dan bertemu dengan istrinya.
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
awesome moment
mjd diri sndiri tu yg paling bnr. g ush jd spt yg org mau
2024-11-30
0
Ari Peny
seru ceritanya
2023-12-28
0
Triiyyaazz Ajuach
Alice kelakuanmu skrg malah jadi kaya Casandra di masa lalu jadinya Romeo malah jijik
2023-12-27
1