Bab 9

Happy Reading.

Casandra berhenti di depan pintu keluar ruangannya, sedetik kemudian dia berbalik menatap Alice dan Romeo yang juga menatapnya dengan tatapan yang entah apa artinya.

Kenapa dia yang harus keluar dari ruangan nya sendiri? Bukankah seharusnya kedua orang itu yang keluar dari ruangannya?

'Ck, menyebalkan!'

Casandra berjalan kembali ke arah meja kerjanya sambil menyelipkan rambutnya yang tergerai ke depan.

Berjalan anggun seperti layaknya wanita dewasa, bukan berjalan dengan tergesa atau bahkan sedikit berlari seperti dulu.

Mungkin karena pengaruh dia hidup kembali dan pernah menjadi wanita dewasa dikehidupan sebelumnya. Casandra sangat pintar mengontrol emosinya.

Semua tingkah laku Casandra tidak lepas dari tatapan mata Romeo dan juga Alice, bahkan Romeo sampai melebarkan matanya melihat perubahan sikap yang signifikan dari Casandra, tetapi sedetik kemudian dia berhasil menguasai dirinya kembali.

"Sepertinya aku jadi ikut-ikutan bodoh karena ada dua mahkluk tidak tahu diri ditempatku!!" Casandra menatap Romeo dan Alice bergantian. Memandang remeh mereka berdua.

'Ternyata setelah ku lihat-lihat kalian ini begitu serasi!' batin Casandra.

Romeo menaikkan sebelah alisnya, merasa tersindir dengan ucapan Casandra. "Apa kamu mengataiku bodoh?" tanya Romeo.

"Apa kamu tidak mengerti ucapan ku?" Casandra berdecak, kedua tangannya berada di pinggang.

Alice melihat melihat pipi Romeo terlihat memerah bekas tamparan Casandra, wanita itu merasa iba. Kulit putih susu milik pria yang dicintainya itu saat ini seperti memakai blush on di pipinya.

Casandra melihat tatapan mata Alice, sungguh sekretaris tidak tahu diri!!

"Casandra, aku benar-benar tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada dirimu!" Romeo memegang pipinya yang masih terasa panas.

Seakan mengatakan pada Casandra bahwa wanita itu baru saja menamparnya.

"Ck, pria lemah!! Sebaiknya kalian segera pergi dari sini, karena mulai hari ini ruangan ini adalah tempat kerjaku!!" usir Casandra pada Romeo dan Alice.

"Kenapa aku harus pergi?" tanya Romeo masih tidak terima jika Casandra menjadi pimpinan tertinggi di perusahaan ini.

"Karena tempat ini bukan tempatmu lagi, silakan kalian berdua pergi!" Casandra menunjuk pintu keluar.

Romeo dengan berat melangkahkan kakinya menuju pintu di ikuti oleh Alice. Bahkan wajah Romeo terlihat begitu jelek, kentara sekali jika dirinya sangat tidak menyukai dengan apa yang dilakukan oleh Cassandra.

"Tuan, bagaimana ini?" Alice berjalan mensejajarkan dirinya dengan Romeo dan bertanya dengan raut wajah gelisah.

"Apanya yang bagaimana? Kamu tenang saja Casandra hanya sedang merajuk dan bermain-main saja, bentar lagi dia juga pasti akan pulang!"

"Tapi bukankah kata Tuan Jefri, Nona Cassandra akan menduduki jabatan CEO?" Ah, Romeo baru ingat.

"Sudahlah Alice, sebaiknya kamu menurut saja kalau masih ingin bekerja di perusahaan ini lagi."

Sedangkan di dalam ruang CEO.

"Ah, akhirnya hama-hama itu pergi juga!!" Casandra duduk di kursi kebesarannya.

Menghidupkan komputer dan melihat beberapa data-data di dalam sana. Casandra mulai mempelajari apa saja yang harus dia lakukan untuk memajukan perusahaan.

"Sekarang tanggal 3 bulan Februari 2022, aku ingat di tanggal 5 Februari tahun 2022 ada sebuah berita besar mengenai perusahaan PT. Aditama yang mengalami kebangkrutan akibat di salah gunakan salah seorang kepercayaan Presdir Alvian Aditama, dan pada saat itu Romeo membeli saham PT. Aditama dan dalam waktu setahun perusahaan itu bangkit lagi, bahkan menjadi perusahaan besar!" gumam Casandra mengingat masa lalu.

Mata wanita itu berbinar, dia segera menghubungi seseorang untuk menghubungkan secara langsung kepada Presdir Alvian Aditama.

"Halo tuan Alvian, saya Cassandra, CEO dari PT Hiro, apakah bisa kita bisa bertemu?"

****

"Bagaimana anda tahu jika perusahaan kami sedang mengalami masalah dan akan bangkrut?" tanya seorang pria dewasa berusia sekitar 40 tahunan itu.

Casandra melepaskan kacamata hitamnya, meletakkan di atas meja dan tersenyum anggun. "Saya tahu banyak hal, meskipun para wartawan belum mengetahui berita besar ini, tapi saya tahu beberapa investor telah menarik saham mereka dari perusahaan anda!"

Alvian menatap sosok wanita cantik di hadapannya ini dengan mata yang memicing, "apakah anda memata-matai perusahaan saya?"

"Hahahaha, untuk apa saya memata-matai perusahaan anda, justru saya ke sini ingin bekerja sama dengan anda, saya akan membeli saham milik anda di PT Aditama, karena saya yakin hutang Anda begitu banyak 'kan?"

"Bagaimana anda tahu?" Alvian masih merasa curiga dengan wanita yang bernama Cassandra ini.

Selama berkecimpung di dunia bisnis, Alvian belum pernah sama sekali bertemu dengan Cassandra, setahunya CEO dari PT hero adalah Romeo Zuditte.

"Sebenarnya saya itu bisa melihat masa depan, apakah Anda percaya?"

Alvian masih diam, mencerna ucapan Casandra yang menurutnya masih sangat mencurigakan.

Casandra mengambil minumannya dan menyeruputnya perlahan, "sudahlah, anda tidak perlu mencurigai saya seperti itu, saya di sini berniat baik dengan memberikan Anda tawaran yang begitu menggiurkan, saya tahu istri anda sedang sakit parah dan Anda membutuhkan biaya yang tidak sedikit, jadi saya memberikan kartu nama ini, apabila Anda berubah pikiran hubungi nomor saya!"

Setelah mengatakan itu Cassandra berdiri dan pergi dari hadapan pria tersebut.

Beberapa hari kemudian.

Di perusahaan PT Hero sudah tersebar berita tentang kebangkrutan PT Aditama. Bahkan dilakukan pemecatan secara masal ratusan karyawannya.

"Aku sudah membeli perusahaan itu, dan aku meminta Tuan Alvian mengelolanya di bawah pengawasan ku!" ujar Casandra di tengah-tengah rapat.

"Apa yang kau lakukan, Nona Casandra!! Kamu tahu jika perusahaan itu sudah bangkrut, para investor sudah lari membawa saham mereka, bagaimana bisa kamu malah membeli perusahaan Aditama!!" seru seorang pria yang tidak lain adalah kepala manager diperusahaan

"Ya, benar, apa kamu yakin dengan keputusanmu ini, Nona?"

"Sangat yakin, aku pasti akan membuat PT Aditama menjadi perusahaan di bawah naungan PT Hero yang akan berjaya setahun lagi!!"

Romeo hanya diam saja melihat tindakan Casandra, karena dia sendiri merasa jika apa yang dilakukan Casandra adalah sesuatu keputusan yang sangat berbahaya.

Beberapa orang kembali memandang remeh Casandra, mencibir kelakuan nya yang tidak tahu diri itu. Apakah wanita itu benar-benar bodoh dengan membeli perusahaan yang sudah bangkrut akan bisa berjaya kembali.

"Sstt, kita tunggu tanggal mainnya, kalau sudah saatnya tiba, perusahaan ini juga akan hancur ditangan Casandra!" bisik-bisik orang-orang yang ada di sana.

"Ya, kita tinggal menunggu saya harta kekayaan Tuan Jefri di bagi rata untuk kita!"

Casandra mendengar bisikan-bisikan itu, namun dia hanya diam saja tanpa terpengaruh sedikit pun.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

Main halus Casandra, biar semua pecundang dan para koruptor makin resah, Romeo akan jadi bulan2 an yg hanya bertopeng dgn jalannya. 👽

2025-03-08

0

Ririn Nursisminingsih

Ririn Nursisminingsih

a suka karakter casandra....

2024-02-06

0

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

ingatlah terus semua kejadian yg dulu pernah terjadi Casandra itu bsa jadi penentu langkahmu selanjutnya

2023-12-27

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!