Happy Reading
Romeo mengecek jam dipergelangan tangannya, sudah menunjukkan pukul setengah 8 pagi. Matanya menatap ke depan, kemudian menyapu sekeliling, mencari seseorang yang entah kenapa akhir-akhir ini selalu ada di dalam pikirannya.
Casandra, istrinya itu belum keluar kamar sejak pagi, mungkin biasanya Romeo tidak peduli, karena biasanya Casandra pasti sudah berkeliaran disekitarnya setiap paginya.
Mereka memang serumah, tapi dengan kamar tidur yang berbeda. Itu sudah menjadi keputusan sejak awal mereka menikah. Romeo yang terpaksa menikahi Casandra karena berhutang jasa dengan Tuan Jefri hanya menganggap pernikahan itu sebagai bentuk menghargai dan bukanlah apa-apa baginya.
Casandra bukankah tipenya, dia tidak suka dengan wanita cerewet, bodoh dan suka memamerkannya tubuhnya dihadapan orang lain, karena Cassandra sangat suka memakai pakaian terbuka, apalagi sikap wanita itu yang nempel terus seperti lintah yang sulit di lepas, Romeo jijik.
Namun, setelah dia pulang dari dinas keluar kota dan mendapatkan kabar bahwa istrinya itu terjatuh dari tangga, keanehan terjadi pada diri Casandra.
Wanita itu menjadi berubah, sorot matanya yang biasanya berbinar jika melihatnya, ketika itu hanya terlihat datar dan ada kebencian di dalamnya.
Awalnya Romeo mengira jika dalam beberapa hari pasti Casandra akan kembali seperti semula, tetapi rupanya dalam waktu sebulan ini istrinya itu semakin menggila.
Apalagi Casandra meminta jabatan yang dulu pernah diberikan kepadanya, diminta kembali oleh istrinya itu.
Romeo sempat khawatir jika Cassandra hanya bermain-main dan berpura-pura agar mendapatkan perhatian darinya, dengan cara yang sukses membuatnya menganga yaitu mengambil alih jabatan CEO di PT Hero.
Tetapi nyatanya wanita itu sama sekali tidak berpura-pura, dia sangat serius dengan semua ucapannya, mengambil langkah yang menurutnya sangat beresiko tinggi, yaitu membeli saham PT Aditama yang sudah bangkrut dan meninggalkan banyak hutang.
Romeo khawatir? Tentu!
Casandra adalah wanita bodoh yang tidak bisa apa-apa, tetapi sekarang Romeo melihat sisi lain dari istrinya itu. Seakan memperlihatkan jati dirinya yang selama ini disembunyikan.
Casandra menjadi lebih tegas, anggun dan berwibawa, mendekati sosok wanita idamannya. Dia mampu memimpin rapat dan selalu tepat sasaran kala menjatuhkan lawan bicaranya.
Romeo galau! Casandra benar-benar berubah. bahkan sekarang lebih sering menghindari nya.
Apalagi saat menatap mata nya yang sangat tajam dengan raut wajah yang datar dan dingin, auranya sampai menusuk ke ulu hatinya membuat Romeo terkadang merasa sesak.
"Tuan, apakah sudah siap? Ini sudah jam setengah 8 lebih, takutnya anda ketinggalan pesawat," ujar salah satu sopir di kediaman Romeo.
Sekali lagi pria itu menatap ke atas, tepatnya ke arah kamar Casandra yang pintunya masih tertutup rapat.
Pria itu menghela nafas, bukankah kemarin dia sudah mengatakan pada Casandra jika dia akan keluar kota pagi-pagi sekali.
Namun, sepertinya istrinya itu lupa, atau memang tidak ingin mengantar kan kepergiannya.
Ah, sejak kapan Romeo ingin berpamitan pada Casandra ketika akan pergi. Mungkin sejak saat Casandra mulai berubah.
Akhirnya Romeo beranjak dari tempatnya dan segera masuk ke dalam mobil di mana sang sopir sudah siap untuk mengantarkannya ke bandara.
Di sisi lain, Cassandra hanya tersenyum sinis ketika mendengar mobil Romeo sudah pergi meninggalkan kediamannya.
Sudah saatnya dia beraksi untuk memberitahukan kepada sekretaris tersayangnya yaitu Alice untuk mengikuti Romeo ke kota B.
"Halo, Alice, apakah sudah memegang tiket pesawatnya? Suamiku baru saja keluar dari rumah dan menuju bandara sekarang, aku ingin kamu melihat kegiatan suamiku di kota B, jangan sampai dia bertemu dengan wanita di luar sana, kamu tahu 'kan kalau aku sangat mencintainya?"
Di seberang sana Alice hanya memutar bola matanya, merasa jengah dengan kebucinan atasan barunya itu, apalagi pria yang dicintainya itu tidak menyukainya sama sekali.
Bagi Alice, Cassandra memang benar-benar bodoh, tetapi dia merasa senang dengan tugas yang diberikannya ini.
Kenapa? karena dia juga menyukai Romeo.. Ah, tidak! tapi dia mencintai pria itu sejak pertama kali bertemu, menjadi penguntit untuk orang yang dicintai mungkin akan sangat menyenangkan apalagi diberi akses dan juga perjalanan gratis dari atasannya.
"Baik Nona, saat ini saya sudah berada di bandara dan pesawat yang akan saya tumpangi dengan Tuan Romeo berangkat setengah jam lagi, saya harap tuan rumah yang datang tepat waktu."
Casandra tersenyum sinis.
"Ya aku harap juga begitu, tapi Alice kumohon jangan sampai Romeo tahu keberadaan mu aku tidak ingin dia semakin membenciku ketika melihat kamu ada di sana, aku pastikan aku akan mentransfer dua kali lipat bonus untuk kamu kalau kamu sampai berhasil menjalankan misi ini."
****
Romeo sampai di kota B setelah menempuh 1 jam perjalanan udara dan langsung menuju ke hotel tempatnya menginap, atas reverensi dari Alice, hotel yang sudah disiapkan oleh mantan sekretaris nya itu.
Sudah setahun Alice menjadi sekretarisnya, dia memang sangat kompeten dalam pekerjaannya.
Sekitar jam 11 siang, Romeo meninjau perusahaan cabang miliknya menggunakan mobil jemputan kantor nya.
Dia mengecek apa saja yang membuat bahan-bahan di sana bermasalah, padahal dia merasa sudah cukup menggelontorkan dana besar untuk membeli bahan yang terbaik agar konstruksi bangunan bisa sangat kokoh.
Zuditte Corporation bergerak di bidang industri properti dan pembangunan. Romeo sudah memberikan tanggung jawab penuh pada sepupunya karena pria yang lebih tua 2 tahun darinya itu seorang arsitektur.
Setelah melakukan pekerjaannya sampai jam 5 sore, Romeo kembali ke hotel dan merasa sangat lelah.
Pria itu membuka pintu kamar dan langsung melempar tas yang berisi laporan-laporan penting di atas sofa.
"Menyebalkan, ada yang berusaha korupsi di perusahaan ku!" gumam Romeo.
Menarik dasinya dan membuka bajunya sekali tarikan, Romeo benar-benar lelah menghadapi kenyataan hidupnya beberapa Minggu ini.
"Kenapa dia tidak mengirimkan pesan?" Romeo mengecek ponselnya yang sejak tadi dia matikan.
Berharap jika Casandra mengirimkan rentetan pesan kepada seperti biasa. Namun, hasilnya nihil, tidak ada pesan dari Casandra, hanya beberapa pesan tidak penting menurut Romeo.
Akhirnya pria itu memilih membaringkan tubuhnya dengan bertelanjang dada, niatnya untuk mandi dia urungkan karena tubuhnya sudah cukup merasa lelah. Lelah hati dan pikiran.
Di sisi lain, Alice berjalan menuju pintu kamar Romeo sambil membawa card cadangan, karena dia yang memesan kamarnya jadi dia juga minta cadangannya juga.
Klik!
Pintu terbuka, Alice merasa gugup saat masuk kedalam kamar yang cukup besar itu. Sebenarnya dia sangat takut, tapi kalau bukan gaji dan bonus yang besar dari Casandra, tentu saja dia tidak akan mau melakukan ini.
"Dasar wanita bodoh, meminta foto Tuan Romeo saat ini, untung saja Tuan Romeo sudah tidur, jadi aku bisa leluasa memotretnya," gumam Alice ketika melihat Romeo yang sudah terlelap di atas ranjang king size itu dengan bertelanjang dada.
Casandra memberikan perintah pada Alice untuk memotret Romeo sekarang juga, dan dengan penuh perjuangan akhirnya Alice berhasil mendapatkan foto Romeo dan langsung di kirimkan kepada Casandra.
Diseberang sana, Casandra tersenyum puas.
"Dasar bodoh!! rasakan apa yang kurasakan dulu Alice, lihat saja kehancuran mu sebentar lagi!!"
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
Katherina Ajawaila
keren. Casandra jebakkan yg kamu buat kena umpannya jalang otaknya hanya berkisar lendir basi 🤣
2025-03-08
0
Triiyyaazz Ajuach
jadi penasaran apa yg akan dilakukan Casandra pada Alice
2023-12-27
1
marlina
semoga naoas dendam Cassandra sukses.
2023-02-15
1