Happy Reading.
Casandra memilih menyibukkan dirinya setelah mengirimkan pesan pada Alice, wanita itu tinggal menunggu kelanjutan kisah percintaan antara Romeo dan Alice.
Bagaimana dulu dia saat di kehidupan yang lalu, ketika itu Romeo mengusirnya dari kamar setelah mereka berdebat dan berujung Romeo menampar pipinya.
"Huh, menyebalkan! Kalau sekarang posisinya di balik, Apakah Romeo juga akan menampar dan mengusir Alice, ataukah sebaliknya, menyambutnya penuh kasih sayang karena Romeo selama ini selalu perhatian dan pengertian terhadap sekretarisnya itu!" gumam Casandra.
Membayangkan dua hal berbeda, tetapi Cassandra yakin jika Romeo pasti mengusir wanita penggoda itu, karena setahu Cassandra di tahun kedua pernikahannya dengan Romeo, pria itu belum menunjukkan ketertarikannya terhadap Alice.
"Sudahlah, kenapa juga aku harus memikirkan hal tidak jelas! Sebaik aku segera memeriksa laporan ini yang sudah diserahkan kepadaku!" gumam wanita itu, kemudian melanjutkan pekerjaannya.
Sebenarnya Jam sudah menunjukkan pukul 06.00 sore dan waktunya Cassandra pulang tetapi dia lebih memilih melemburkan diri daripada harus pulang ke rumah.
Itulah yang dilakukan Cassandra selama sadar dari koma dan hidup kembali setelah kematiannya. Cassandra Lebih memilih tidak pulang dan tidur di kantor, dia tidak mau bertemu dengan Romeo yang sama sekali.
Rasanya begitu memuakkan melihat wajah sok tampan dari pria yang masih berstatus suaminya itu.
Sedangkan di kota B.
Alice membaca pesan dari Cassandra setelah mengirimkan foto Romeo kepada atasannya itu.
Wanita itu tersenyum ketika membaca pesan dari Casandra.
Alice, tolong jangan sampai kau tergoda dengan suami ku, aku tahu dia memang sangat tampan, jadi setelah kamu selesai dengan tugasmu sebaiknya cepat keluar dari kamar itu, karena aku sudah memesankan kamar untukmu sendiri, aku hanya memintamu untuk menjadi penguntit suamiku!
"Dasar bodoh!" gumam Alice mengembalikan ponsel nya ke dalam tas tangan.
Alice kembali menatap Romeo, dada bidangnya yang seperti roti sobek terlihat jelas, membuat Alice langsung terpesona.
Entah apa yang dipikirkan oleh wanita itu, setelah membaca pesan dari Cassandra bukannya dia menuruti keinginan atasannya, melainkan sebaliknya, dia menginginkan naik ke atas ranjang Romeo.
Alice perlahan melepaskan pakaiannya satu persatu, hingga tersisa CD dan tang top nya saja.
Tubuh Romeo ternyata begitu indah, sungguh Alice ingin sekali merasakan betapa kerasnya dada itu untuk di remat.
Alice membayangkan jika Romeo pasti akan melenguh ketika merasakan sentuhan darinya, dan mereka akan berakhir bercinta sepanjang hari.
Bukankah selama ini pria yang menjadi atasannya selama setahun itu begitu perhatian terhadapnya alis yakin jika sebenarnya Romeo memiliki perasaan kepadanya tetapi karena sikapnya yang begitu datar, Romeo tidak pernah memperlihatkannya.
Alice melangkah perlahan menuju ranjang dimana Romeo masih terlelap. Entah apa yang ada dipikiran wanita itu, seolah merasa percaya diri jika Romeo akan tergoda olehnya.
Rasa gugup menyerang Alice, bahkan jantung nya berdegup dengan kencang. Bukan karena takut, tapi ekspektasi nya yang tinggi dengan reaksi Romeo nantinya.
'Aku yakin pasti tuan Romeo menyukaiku, dia akan senang jika aku menyerahkan diri padanya!' batin Alice tersenyum.
Perlahan Alice mengangkat kakinya ke atas ranjang, disebelah sisi kanan Romeo tidur. Ranjang itu bergoyang disisi tersebut, bahkan berbunyi 'kriet!'
Romeo bisa merasakan pergerakan tempat di sebelah kanannya, tetapi dia belum membuka mata, rasa kantuk masih menyerang.
Namun, pria itu harus mengintai dan waspada. Masih Banyak musuh yang berkeliaran dan mengincar nyawanya. Romeo akan hadapi siapapun yang ada disampingnya saat ini.
Alice sudah akan meneteskan air liurnya ketika tangannya berusaha menyentuh dada bidang Romeo.
Namun, sebelum wanita itu menjalankan aksinya ...
GREP!
Alice terkejut ketika Romeo terbangun dan menangkap tangannya.
"Alice!!" Romeo terkejut melihat siapa orang yang ada di atas ranjangnya itu.
Mantan sekretarisnya dengan keadaan yang sudah sangat tidak layak.
"Tu-tuan!" nada suara Alice begitu parau, nafasnya terasa memburu. Wanita itu langsung berhambur ke pelukan Romeo karena tidak tahan dengan hasratnya yang sudah naik hanya melihat tubuh Romeo.
Romeo langsung marah melihat Alice berada dikamar nya dengan penampilan yang seperti wanita penggoda.
Romeo mendorong tubuh mantan sekretaris nya itu dengan kasar, sungguh rasanya sangat jijik ketika kulitnya harus bersentuhan dengan kulit Alice, yang sebenarnya sangat mulus itu.
Namun, pikiran Romeo sudah sangat marah, dia benar-benar tidak menyangka dengan apa yang dilakukan mantan sekretarisnya itu.
"PERGI!! KAU MENJIJIKKAN!!"
DEG!
Alice terkejut dengan ucapan Romeo, padahal tadi dia mengira jika Romeo akan menyambutnya dengan senang hati, mengingat jika tubuhnya sangat porposional.
"Tuan Romeo ...!"
"Pergi dari sini, atau aku panggil satpam untuk menyeretmu!!" seru Romeo dengan tatapan tajam.
Alice begitu ketakutan saat melihat wajah Romeo yang sudah memerah dengan mata yang berkilat tajam, setajam pisau yang sanggup mengoyak tubuh setengah polosnya.
Alice langsung mengambil pakaian nya dan segera keluar dari kamar Romeo. Dia memilih lari ke kamarnya sendiri karena tidak ingin Romeo menariknya paksa dan mengusir nya.
Romeo mengusap wajahnya kasar, sungguh dia hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat tadi.
'Huh, dasar wanita jal4n9!! Casandra saja belum pernah menyentuh tubuhku, bahkan wanita lain sudah menyentuh nya lebih dulu!!'
Romeo beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, menghilangkan jejak Alice yang tertempel di tubuhnya. Sungguh Romeo begitu jijik dengan tubuhnya saat ini.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
awesome moment
wkkwkwkwkwk...nikmat kn? disentuh jalang dluan drpd pasangan halal? kt.nya jijik😝😜😝😛😝😜
2024-11-30
0
Katherina Ajawaila
semoga Romeo sadar degan sifat jalang dan liciknya Alice, 🤬
2025-03-08
0
sherly
namamu aja yg romeooo tp kelakuanmu
2023-12-30
0