Bab 19

Happy Reading.

Dua hari kemudian.

Casandra mendapatkan telepon dari Arnold, asisten pribadi tuan Jefry itu mengatakan jika sang Ayah telah di bawa rumah sakit.

"A-apa? kenapa ayah bisa masuk rumah sakit?" jantung Casandra berdegup kencang.

Kesehatan ayahnya adalah nomer satu baginya, dia tidak bisa kehilangan ayahnya lagi secepat ini.

"Tuan Jefry terkena serangan jantung, Nona," jawab Arnold di sebrang.

Roh Casandra seperti dicabut dari raganya, dia merasa Dejavu dengan kejadian ini. Kejadian yang sama di kehidupan yang lalu.

Casandra menggelengkan kepalanya, berusaha menghalau perasaan buruk dihatinya. Casandra tidak boleh lemah, dia harus segera melihat keadaan sang Ayah.

"Oke Arnold, aku akan ke rumah sakit sekarang!"

Casandra langsung menutup teleponnya dan bergegas untuk pergi ke rumah sakit. Casandra begitu khawatir dengan kondisi sang Ayah karena penyakit jantungnya kambuh.

Dia mengingat betul dikehidupan sebelumnya jika sang Ayah jatuh sakit saat mengetahui jika dirinya dan Romeo bertengkar di kota B.

Bahkan kabar berhembus dengan cepat dan mengatakan jika Casandra adalah wanita tidak tahu malu dan posesif pada suaminya hingga mengakibatkan Romeo marah ketika Casandra menyusulnya ke kota B.

Casandra mengira jika Ayahnya pasti tidak jatuh sakit karena dia telah mengubah alur cerita hidupnya.

Membuatnya bertukar tempat dengan Alice dan menjauhkan sang Ayah dari berita yang akan membuat kondisi nya drop.

Lalu kenapa sekarang Ayahnya masih juga kena serangan jantung?

Casandra ingat di kehidupan sebelumnya ayahnya tidak bisa bertahan lama dan meninggal dunia dan hal itu lagi-lagi karena perbuatan Alice.

Wanita licik itu membuat Ayahnya menghembuskan nafas terakhir setelah tiga hari dirawat dirumah sakit.

Namun, di kehidupan kali ini dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi.

Romeo yang berada di ambang pintu ruang kerja sang istri mendengar semuanya, entah kenapa mendengar juan Tuan Jefry atau ayah mertuanya masuk rumah sakit membuat Romeo panik.

Casandra keluar dari dalam ruangannya dengan tergesa-gesa. Sampai dia tidak melihat adanya Romeo di sana.

"Casey, tunggu!" Romeo menahan lengan sang istri, membuat Casandra menghentikan langkahnya.

"Aku terburu-buru, Romeo!" ucap Casandra tidak suka jika langkahnya dihentikan saat ini.

Entah kenapa sekarang Romeo suka sekali memanggilnya. Jika itu di kehidupan yang dulu, pasti Casandra akan merasa sangat bahagia.

Tetapi di kehidupan keduanya ini, Casandra muak dengan tingkah laku Romeo.

"Ayo ke rumah sakit bersamaku!" jawab Romeo meraih tangan Casandra untuk digenggamnya.

Casandra yang masih terpaku dengan ucapan Romeo hanya diam saja dan menurut ketika pria itu menarik tangannya dengan lembut dan masuk ke dalam lift.

Alice yang melihat hal itu hanya bisa menahan amarahnya. Romeo sekarang benar-benar sudah membencinya dan itu semua karena Casandra.

'Dasar wanita tidak tahu diri!! Huh, melihat Romeo yang sekarang semakin perhatian pada Casandra membuatku berkali-kali lipat semakin membenci wanita itu! Apa yang dilakukan oleh Ayahmu dulu pasti ku balas, semuanya yang seharusnya menjadi milikku, akan ku rebut kembali, Romeo juga akan ku buat bertekuk lutut!' batin Alice

Wanita itu mengepalkan kedua tangannya, matanya berkilat marah, kebenciannya terhadap Casandra semakin besar, mengingat kembali saat kemarin dia telah dijebak oleh Casandra dan membuat Romeo membencinya, membuat Alice menyusun rencana di otaknya untuk membalas perbuatan Casandra.

'Lihat saja apa yang akan ku lakukan untuk membuat hidup mu hancur!!'

****

Casandra memegang tangan Ayahnya yang terbebas dari infus, dengan hati yang sesak wanita itu menangis melihat sang ayah yang masih belum sadarkan diri.

Namun, Casandra merasa sedikit lebih lega ketika mengingat penjelasan dokter, bahwa sang ayah sudah melewati masa kritis.

'Ayah, kenapa masih bisa terjadi di kehidupan Casandra yang sekarang, di tanggal dan bulan ini di kehidupan yang lalu, Ayah juga jatuh sakit hingga meninggal. Namun, kali Casandra tidak akan membiarkan Ayah meninggal begitu saja!'

Masih ingat di kehidupannya yang lalu, Alice menceritakan semuanya termasuk ketika dirinya membunuh sang Ayah ketika Casandra sudah semakin terpuruk dan putus asa.

Saat itu Alice memberitahu semua rahasianya untuk membuat Casandra hancur sehancur-hancurnya. Dan semua itu berhasil, Alice bahkan bisa membuat Romeo membunuhnya di saat dia benar-benar terpuruk.

Mengingat kejadian kelam itu membuat darah Casandra mendidih, matanya menatap tajam ke arah Romeo yang berada di seberang ranjang pasien.

Mengingat kembali semua kesakitan yang telah di berikan Romeo dan Alice di masa lalu benar-benar membuatnya ingin mencekik pria sampai mati.

Romeo yang sadar jika Casandra telah menatapnya dengan tatapan penuh amarah, mengerutkan keningnya. Dia bisa melihat tatapan Casandra penuh dengan kebencian.

"Casandra, kamu memerat tangan Ayah seperti akan meremukkan nya, ada apa?" ucapan Romeo tentang Ayahnya membuat Casandra sadar dan langsung melepaskan genggamannya.

Dalam hati Casandra merutuki kebodohannya, dia hampir saja mencelakakan sang ayah hanya karena Romeo.

Tetapi bukankah pria itu tidak tahu apa-apa, dia belum membuat Casandra tersiksa seperti tahun-tahun sesudah kematian sang Ayah.

"Aku pergi dulu!" Casandra bangkit dan langsung pergi dari ruangan VVIP tempat sang Ayah dirawat.

Di depan pintu masuk, Casandra terkejut karena melihat Alice berada di depan ruang rawat itu. Alice terlihat menunduk, dengan wajah sendu khas dibuat-buat.

"Kenapa kamu di sini?"

"Nona, saya hanya ingin menjenguk Tuan Jefry, apakah saya bisa ... !"

"Tidak, beliau belum bisa di jenguk oleh sembarang orang!" Casandra mengingat jika Alice memiliki rencana jahat untuk Ayahnya.

Di saat semuanya sedang lengah, wanita itu memutuskan selang oksigen sang Ayah hingga membuat kondisi nya memburuk.

'Sepertinya wanita ini ingin mulai melihat-lihat situasi untuk menjalankan rencananya! hemm, tapi lihat saja apa yang akan ku lakukan untuk membongkar semua kebusukan mu!!'

Romeo terlihat keluar untuk menyusul Casandra, tetapi dia melihat Alice dan Casandra berada didepan ruangan itu.

"Oh y, Romeo, nanti temani aku mencari makan, aku lapar," Romeo terkejut tiba-tiba Casandra mengajak nya untuk pergi mencari makanan.

"Tentu," jawab Romeo masih tanpa ekspresi, namun sudut bibirnya sedikit tertarik ke atas, tetapi tidak ada orang yang menyadarinya.

"Aku ambil tas dulu," Casandra masuk ke dalam ruang rawat itu kembali.

Mengambil ponselnya yang berada di dalam tas dan membuka folder kamera. Casandra menonaktifkan data seluler dan meletakkan kamera itu di tempat yang aman.

Casandra tahu jika di ruangan itu tidak ada kamera, jadi dia menggunakan kamera ponselnya untuk membuat bukti.

Karena Casandra tahu jika Alice akan menyakiti Ayahnya.

'Sepertinya aku tidak harus mengabari Arnold terlebih dahulu, dia sedang menghandle pekerjaan Ayahnya yang ada di Jepang! Ayo Alice, sebentar lagi topeng wajahmu akan terbuka!!'

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Triiyyaazz Ajuach

Triiyyaazz Ajuach

tak sabar nunggu kelakuan Alice terbongkar

2023-12-27

1

나의 햇살

나의 햇살

tapikan yg dia menggoda Romeo itu bukan perbuatan Casey melainkan emang sifat lu yg seperti p******

2023-02-21

6

나의 햇살

나의 햇살

kebalik mbak. kata² itu seharusnya untuk lu

2023-02-21

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!