Bab 2

Happy Reading

Casandra masih terbaring di rumah sakit, padahal dia merasa sudah sangat sehat, tapi Ayahnya bilang dia akan pulang dengan Romeo dan harus menunggu suaminya itu menjemputnya.

"Ayah, aku akan pulang tanpa menunggu Romeo, lagian sudah ada Ayah jadi sudah cukup, ayo Ayah, kita pulang!" rengek Cassandra.

Dia belum ingin bertemu dengan pria itu.

Casandra ingat kejadin ini di masa lalu, Romeo memang menjemputnya, tetapi saat itu dia bersama dengan Alice, padahal Alice berada di perusahaan, tapi Romeo masih sempat menjemputnya setelah perjalanan dinas keluar kota.

Saat itu Casandra yang merasa sangat cemburu dengan kedekatan mereka akhirnya marah dan mengamuk, bahkan menyebut Alice sebagai perempuan murahan yang mendekati suami orang, bahkan Cassandra menampar wajah Alice karena merasa kesal saat melihat wajah polos nya yang hanya berpura-pura saja, semakin melihat Alice mendapatkan pembelaan dari Romeo, hal itu membuat Casandra semakin membenci wanita itu dan ingin menyingkirkan nya, tetapi hal itu membuat Romeo semakin ilfeel dengan sikap Casandra.

'Lihat saja, aku tidak akan memperdulikan mereka lagi, terserah mereka mau berbuat apa dibelakang ku ataupun didepan ku, aku tidak peduli! Silahkan kalian bersenang-senang, aku akan menceraikan Romeo setelah ini! Aku akan mengubah alur hidupku dan aku tidak akan pernah tinggal diam dengan Alice yang sudah berani membunuh Ayah!!'

Casandra juga tidak akan memperjuangkan pernikahan mereka yang hanya bertepuk sebelah tangan dan akhirnya dia mati di tangan suaminya sendiri.

Biarlah Romeo memilih Alice yang dicintainya, dia akan melepaskan pria itu untuk bahagia dengan pujaan hatinya.

"Ayah, aku ingin bercerai dari Romeo!" Mendengar hal itu sontak membuat ayahnya sangat terkejut.

"Kenapa tiba-tiba kamu meminta cerai bukankah kamu sangat mencintai Romeo?"

Tidak, Casandra sudah tidak mencintai pria itu lagi saat Romeo mengacungkan senjata ke arahnya dan membunuhnya dengan tangannya sendiri.

Hanya karena Romeo lebih percaya terhadap sekretaris nya Alice yang memfitnah nya dengan keji.

"Tidak Ayah, aku sudah tidak mencintai pria itu lagi! Aku ingin segera bercerai darinya!" seru Casandra dengan mata yang menyala bagai bara api.

"Tidak, kamu tidak bisa bercerai dengan Romeo karena itu adalah janji Ayah padanya, lebih baik kamu istirahat sepertinya kamu masih belum sehat, setelah ini Romeo pasti akan datang menjengukmu ke sini," ucap sang Ayah. "Tadi dia mengatakan pada Ayah jika sudah selesai pekerjaan nya dan langsung akan ke sini," Casandra mengepalkan tangannya kuat mendengar ucapan ayahnya.

Ayahnya selama ini memang tidak tahu jika Romeo sama sekali tidak memperdulikan nya, selama ini Casandra selalu menutupi perilaku Romeo didepan sang Ayah.

Mengatakan jika Romeo begitu perhatian dan sangat penyayang, Casandra membohongi dirinya sendiri dan orang lain.

"Tapi, tapi ayah ... !"

"Casandra, kenapa tiba-tiba kamu menjadi seperti ini, biasanya kamu begitu menginginkan kehadiran suamimu itu, lalu kenapa kamu meminta cerai?" sela Tuan Jefry. Dia merasa putrinya memang berbeda setelah sadar semalam.

"Tidak, aku tidak ingin bertemu dengannya, aku ingin pisah dari pria itu, Ayah!" bahkan Casandra sama sekali tidak mau memanggil namanya.

"Sayang, menurut lah, Ayah tahu kalau kamu pasti merasa kesal karena suamimu tidak langsung pulang ketika dikabari jika kamu jatuh dari tangga, tapi Romeo di sana juga sedang menyelesaikan pekerjaannya," akhirnya Casandra menyerah tidak ingin berdebat.

Meskipun sebenarnya dia merasa sangat kesal tapi dia tidak bisa membangkang kepada ayahnya karena Cassandra sangat menyayangi nya.

"Baiklah kalau begitu, izinkan aku kembali ke perusahaan dan mengambil alih posisi tertinggi di perusahaan Ayah!"

"Tapi Casey, jabatan itu sudah Ayah berikan kepada Romeo, dulu kamu tidak mau menggantikan ayah karena ingin menjadi istri yang baik, tapi kenapa sekarang berubah?" tanya Tuan Jefry heran.

"Ayah harus memilih antara dua pilihan, memilih aku menceraikan Romeo atau aku mengambil alih posisinya di perusahaan?"

Tuan Jefri terlihat menghela nafas, sifat keras kepala putrinya ini memang sama persis dengan mendiang ibunya.

"Baiklah, Papa akan memilih kamu menggantikan Romeo menjadi CEO di PT Hero!" senyum di bibir Casandra melebar.

Cassandra langsung memeluk ayahnya dan mengucapkan terima kasih, hari ini dia tidak ingin dilihat sebelah mata oleh suaminya

Cassandra yang manja sudah tidak ada lagi, setelah kehidupan kedua nya ini, dia akan menjadi wanita yang kuat untuk membalaskan dendamnya. Mulai dari mengambil alih jabatan tertinggi di perusahaan.

Casandra tidak pernah menyangka jika dirinya diberikan kesempatan kedua untuk hidup kembali ke masa lalu. Casandra tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini untuk balas dendam kepada orang-orang yang telah menyakiti nya.

****

Wanita cantik itu sedang berjalan anggun didepan Romeo dan Alice. Ya, akhirnya Romeo memang benar-benar datang bersama Alice, persis seperti di masa lalu.

Namun, dia tidak akan cemburu atau menampar Alice, Casandra bahkan tidak tersenyum sama sekali ketika melihat keduanya datang.

"Serasi sekali!" gumam Casandra.

Romeo yang berjalan dibelakangnya pun dapat mendengar dengan jelas ucapan Casandra. Pria itu berjalan lebih cepat untuk menyamai langkah istrinya, dia merasa heran dengan tingkah Casandra yang sangat aneh.

Bukankah seharusnya Casandra saat ini berjalan dengan menggandeng lengannya dengan erat, seperti lintah yang menempel.

"Apa tadi yang kamu ucapkan?" tanya Romeo melirik istrinya.

"Apa? Memangnya aku tadi bilang apa?" jawab Casandra cuek dan terkesan dingin.

Romeo begitu terkejut dengan perubahan istrinya yang seperti ini.

"Kau mengucapkan kata serasi? Apa maksudmu?" Romeo kesal karena Casandra seakan menyindirnya yang sedang berjalan bersama Alice dibelakangnya.

Casandra menyunggingkan senyumnya, sepertinya membuat Romeo maraha akan mempercepat langkahnya untuk membuat Romeo menceraikannya.

"Ya, begitulah, ku rasa kalian memang sangat serasi, berjalan berdua di belakang ku, seperti dua asisten yang sedang kasmaran!" cibir Casandra.

Romeo tidak suka ketika Casandra menyebutkan kata 'dua asisten yang sedang kasmaran!' Itu sangat melecehkannya. Romeo adalah suaminya, dan dia hanya dianggap asisten hanya karena berjalan berdampingan dengan Alice.

"Aku ini suamimu!!"

Bersambung

Terpopuler

Comments

Katherina Ajawaila

Katherina Ajawaila

makin seru aja, sebenernya apa yg terjadi dgn Romeo dan Casandra, alice, ngk aneh sih setiap CEO yg sprt benalu pasti akan lupa dr mana dia diangkat menjadi CEO. semangat thour😇

2025-03-08

0

Safa Almira

Safa Almira

yey

2025-01-02

0

Amelia

Amelia

😊😊😊❤️

2024-02-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!