#15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.

Suara langkah kaki terdengar dari atas, membuat Karin tak nyenyak dalam tidur nya. Berkali kali Karin tutupi kedua telinga nya rapat rapat. Tak bisa suara yang begitu ramai di bawah, membuat Karin sontak terbangun. Karin membuka pintu, melihat ke bawah melalui atas sini. Melihat banyak nya orang asing yang sedang mengangkut sesuatu ke dalam. "Apa rumah aku mau digusur?"pikir Karin yang sudah berpikir tidak tidak.

Tak akan Karin biarkan terjadi. Segera Karin menuruni tangga menghampiri Alan.

" ALAN! . Ada apa ini! kenapa banyak barang yang masuk!. Rumah ku mau digusur atau gimana???" selidik nya menatap Alan dengan tatapan tipis.

Alan membungkuk kan badan "Tak saya sangka Nona bangun karena suara berisik ini, maafkan saya Nona"

Karin langsung berjalan dekat di samping Alan "Siapa mereka? terus barang barang apa yang mereka bawa???" ketus Karin dengan pertanyaan memaksa.

" Nyonya Adriana meminta saya untuk mengijinkan barang bawaan Tuan Jordan untuk masuk ke dalam rumah"

Karin mengangkat alis sebelah nya tak mengerti "Maksudmu apa?" tanya Karin yang tak tahu semua ini. Kenapa dia tak diberitahu oleh Mama nya kalau barang segini banyak nya milik Paman Jordan untuk dimasukkan ke dalam?. Karin tak mengira itu, katanya Paman Jordan datang besok.

"Lalu? Paman Jordan datang nya kapan?"

Alan menjawab "Sepertinya besok Nona" ucapan singkat itu membuat Karin lega. Kiranya, ia akan latihan sekarang, malam malam dingin gini. Kan tidak mungkin, tapi bisa saja Paman nya itu orang nya ketat, yah walau tak tau tentang Paman nya sama sekali.

"Anda bisa melanjutkan tidur. Akan saya bicarakan kepada mereka untuk lebih tenang, agar anda tidak terbangun lagi"

Karin yang disuruh dengan suara lembut nya malah menolak nya "Aku mau disini dulu, mencari angin segar disini, lagian aku lagi gak ngantuk. Mending aku disini dulu" dipandang nya Alan yang mengangguk saja. Karin melihat ke arah barang barang yang diantarkan ke dalam rumah.

"Mau dibawa ke ruang mana itu? barang-barang nya paman?"

"Di bekas taman yang ada di pojok kanan, belakang" ucap Alan masih menatap lurus ke depan tanpa memandang Karin yang terus mencuri pandangan nya untuk melihat Alan.

"Hih, cuek banget nih Laki, memang nya aku siapa gitu??? bisa bisanya gak senyum sama sekali pas aku ajak bicara. dia robot hah?" tentu Karin mengatakan itu di dalam benak nya tak mungkin ia bicarakan disini, nanti Alan malah membenci dirinya.

Puk-

Jaz Hitam di kaitkan ke tubuh Karin. Karin terbengong sendiri apa yang dia lakukan?ingin ia lepaskan Jaz milik Alan tapi langsung dicegah, tangan Karin di singkirkan dari bahu nya sendiri yang akan mengambil Jaz milik Lelaki itu.

"Anda hanya memakai kaos, pakai dulu Jaz saya. Kembalikan besok tak apa Nona"Alan menatap Karin dengan tatapan datar, langsung memosisikan posisi tegak kembali.

" Hah? emang aku kedinginan gitu? gak butuh buat kamu aja. Kamu mungkin yang kedinginan" Karin segera melepaskan Jazz dan mengaitkan di tubuh Alan. Alan menolak, tapi ikut Karin tahan seperti apa yang Alan lakukan tadi.

"Aku tak butuh perhatian dari mu" lirih Karin, berjalan cepat menuju ke taman belakang yang akan dijadikan tempat latihan nya.

Alan menatap kepergian Karin dengan kedua mata yang ia sipit kan, berpikir sejenak. Alan seakan sedang memikirkan sesuatu. Tapi langsung ia tepis pikiran nya jauh jauh, segera pergi dari sini menyusul Karin ke taman belakang.

.

Karin berdecak kagum dengan bekas taman yang dulunya adalah tempat bermain nya bersama teman masa kecil nya bersama sama menikmati tumbuhan dan kupu kupu yang berterbangan, apalagi menghirup aroma segar dari dedaunan dan alunan lagu.

Tapi sekarang taman masa kecil nya sudah dipindah ke tempat lain, jadi taman ini sudah tak berguna lagi. Dibuat tempat latihan nya bersama paman jordan besok. merubah taman menjadi tempat baru dan asing untuk pertama kali.

Tapi kesan Karin bagus terhadap tempat ini, tidak begitu luas, sudah dibersihkan apalagi dicat. Cepat sekali, padahal baru kemarin malam karin meminta kepada Mama tapi tak ia sangka bisa secepat yang tak ia duga. Bahkan ini lebih dari ekspetasi nya.

Berkali kali mengedipkan mata, Karin teringat dengan "POHON IMPIAN" yang ada di tengah sana, Pohon Impian dengan sejuta permintaan. Karin masih mengingat betul, disini dia membuat cerita abal abal tentang pohon impian bersama 5 teman masa kecil nya. sekarang mereka sudah pergi, meninggalkan Karin sendirian disini, mereka pergi berlawanan arah jadi tak sama. Walau itu adalah masa lalu saat masih kecil tapi ingatan sekilas teringat.

Flashback.

"Kamu janji!" anak Laki-Laki itu mengaitkan jari kelingking nya dengan seorang gadis.

"Aku janji!"

"Kamu janji kan bakal terus sama kita, terus bersama dengan kita semua, tak ada yang saling meninggalkan!"

"YA KITA SEMUA SAHABAT" tambah gadis di samping lelaki berambut Pirang.

"Aku menunggumu"

.

"Akhh"

"Nona! Nona!. Apa yang terjadi" Alan langsung memapah kedua lengan Karin, khawatir akan keadaan nya.

"A-aku gak apa" Karin berusaha berdiri setelah dibantu sama Alan. Karin berusaha untuk tak peduli dengan ingatan yang tiba tiba muncul itu. Kalau dia tau tentang yang tiba tiba terjadi itu seharusnya karin langsung tahu. Tapi ingatan yang begitu nyata, tiba tiba menyerang otak nya "apa sebenarnya yang terjadi..." keluh Karin memijit dahi nya terasa pening.

Alan membantu Karin untuk duduk di kursi santai nya dahulu "Akan saya buatkan teh hangat. Nona tunggu disini"

Karin melihat Alan sudah pergi dari hadapan nya mungkin benar benar akan mengambilkan nya secangkir teh hangat. Tapi keadaan Karin sekarang sudah tak apa. Tadi tiba tiba saja langsung diserang rasa yang begitu menusuk di kepala nya.

"Hah... Apa yang sedang ku lakukan..." Karin mengusap wajah beberapa kali dengan kedua telapak tangan memb coba sadar dari kantuk nya yang benar benar mengantuk sekarang. Tapi jangan disini dia tidur.

Karin segera pergi dari sini tak ingat kalau Alan sedang mengambilkan nya teh hangat. Lagian Karin mengantuk setengah mati, masa Karin harus memikirkan kejadian tadi?. kalau diingat malah makin sakit jadi diam saja tak usah dipikir lagi, biarkan Karin pikirkan besok, yang ia mau sekarang kasur empuk untuk ia tiduri.

Alan membawa secangkir teh hangat , melihat Karin sudah tak ada Alan mencari sana sini bahkan sampai memanggil beberapa kali.

"Ada apa Alan? kamu cari siapa?" tanya Salsa yang kebetulan lewat di samping Alan yang sedang terlihat mencari sesuatu. "Nona dimana?" tanya Alan.

"Nona sudah ku antar ke kamar, soalnya dia jalan nya linglung kayak ngantuk gitu. jadi aku baru saja antar Nona ke kamar nya"

Alan menghela napas lega "Ya sudah" Alan pergi dengan perasaan sedih campur kelegaan. Salsa hanya terdiam tak tahu dengan sikap Alan yang kadang berubah rubah.

Terpopuler

Comments

Putri Minwa

Putri Minwa

😊😊😊

2023-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 #4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5 #5/Maksa banget.
6 #6/Seru seruan dulu.
7 #7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8 #8/Awal baru.
9 #9/Hanya sandiwara semata?
10 #10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11 #11/Dua permintaan.
12 #12/Guru yang bernama DELIMA.
13 #13/PAMAN JORDAN.
14 #14/Belajar tentang Perkantoran.
15 #15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16 #16/Masalah utang.
17 #17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18 #18/Bukan pemandangan indah.
19 #19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20 #20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21 #21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22 #22/Ambang batas?
23 #23/Belanja ke mall
24 #24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25 Draft
26 Pengumuman
27 #25/Salam XENA kita masa dilupain.
28 Draft
29 Alby Suka Kue Keju.
30 Alby suka kue keju.
31 #26/Alby suka kue keju.
32 #27/Kecewa?
33 #28/Benarkah permintaan maaf an?
34 #29/ Wanita gatal.
35 #30/Rencana agar asisten nya pergi.
36 #31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37 #32/Masa kecil dulu.
38 #33/Percaya bahwa papa tak salah.
39 #34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40 #35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41 #36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42 #37/ Gara-Gara sebuah vidio
43 #38/Kericuhan para wartawan di luar.
44 #39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45 #40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46 #41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47 #42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48 #43/Bubur ayam bawang.
49 #44/Wanita misterius
50 #45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51 #46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52 #47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53 #48/Someone still Care's.
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
#4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5
#5/Maksa banget.
6
#6/Seru seruan dulu.
7
#7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8
#8/Awal baru.
9
#9/Hanya sandiwara semata?
10
#10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11
#11/Dua permintaan.
12
#12/Guru yang bernama DELIMA.
13
#13/PAMAN JORDAN.
14
#14/Belajar tentang Perkantoran.
15
#15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16
#16/Masalah utang.
17
#17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18
#18/Bukan pemandangan indah.
19
#19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20
#20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21
#21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22
#22/Ambang batas?
23
#23/Belanja ke mall
24
#24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25
Draft
26
Pengumuman
27
#25/Salam XENA kita masa dilupain.
28
Draft
29
Alby Suka Kue Keju.
30
Alby suka kue keju.
31
#26/Alby suka kue keju.
32
#27/Kecewa?
33
#28/Benarkah permintaan maaf an?
34
#29/ Wanita gatal.
35
#30/Rencana agar asisten nya pergi.
36
#31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37
#32/Masa kecil dulu.
38
#33/Percaya bahwa papa tak salah.
39
#34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40
#35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41
#36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42
#37/ Gara-Gara sebuah vidio
43
#38/Kericuhan para wartawan di luar.
44
#39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45
#40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46
#41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47
#42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48
#43/Bubur ayam bawang.
49
#44/Wanita misterius
50
#45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51
#46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52
#47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53
#48/Someone still Care's.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!