#13/PAMAN JORDAN.

Karin membulatkan mata nya lebar lebar. Memasang telinga dengan baik baik, mencoba paham dengan pembicaraan Mama nya yang entah dengan siapa di dalam.

"Pliss ya Jordan" Mama terdengar memohon dengan seseorang.

"Kapan??? bisanya kapan??? pokok nya segera ya!" desak Adriana seperti meminta sesuatu kepada orang itu.

"Ya sudah, besok ya... Awas kamu!" Adriana segera mematikan ponsel nya. Perilaku Adriana sedikit mencurigakan.

Adriana berjalan menuju ke luar, segera Karin memasang badan di samping pintu kamar.

"Aduh bagaimana ini..." Mama terlihat cemas.

"MAMA!" Karin mengangget kan Adriana dari belakang membuat Adriana jantungan.

"APA APAAN SIH KAMU. IHH DURHAKA YA JADI ANAK" Mama meraih telinga kanan Karin. Ditarik nya hingga ke depan.

"Ampun Ma... Ampun... Aku niat nya gak gitu kok" Karin menyesal meminta maaf berkali kali.

"Jangan gitu lain kali! Mama kaget nih"sentak Adriana.

"Ya maaf... Lagian Mama kayak kepergok selingkuh sih... Jangan jangan Jordan itu...".

Anak perempuan Adriana mencurigai Mama nya sendiri, Mama nya sendiri!.

"ASTAGA KAMU YA DIBIARIN MAKIN NEGATIF AJA YA!!!" lagi lagi pipi Karin yang terkena cubitan. Adriana menyesal sudah menelepon seseorang yang Adriana anggap penting tadi.

"Terus yang Mama telepon siapa? gak mungkin Suami baru Mama?".

"Bukan lah... Kamu ihhh!" Mama kesal sendiri menunjukan bogeman mentah nya.

"Yang mama telpon itu Paman kamu!. Bisa bisa nya kamu nuduh Mama selingkuh. Lagian Papa masih tampan juga, mana mungkin Jordan tipe cowok Mama... Jelek gitu".

Karin tercengang. Ya karin tau sih kalau Papa nya memang tampan, tapi kan dia tak tahu bagaimana rupa wajah Paman nya.

"Adik nya Mama?" tanya nya.

"Iya lah!" jawab Mama tegas.

"Kok aku gak pernah dengar ya? yang ku tahu hanya tante Silvi , adik Papa".

"Ya dia orang nya jarang kesini, mangkannya kamu gak tau".

Karin hanya "Oh gitu" terus bertanya lagi "Kenapa menelpon Paman? memang nya ada hal penting?" tanya Karin.

Adriana sedikit terdiam "Ehm maafin Mama ya gak bisa cariin kamu guru buat latihan pertahanan buat kamu. Eh tapi tenang aja Paman mu bisa menjadi guru mu".

"Kenapa harus Paman Jordan?" tanya Karin tak tahu menahu.

"Soalnya Paman mu itu ya jago banget dalam bidang olahraga. Dia juga sering memenangkan Piala Piala Petinju, Bela Diri, Tekwondo lalu olahraga bola kecil lain seperti Bulu Tangkis, Sepak Bola, Bola Voli dll. Pokoknya hebat deh Paman mu itu, didikan Kakek mu itu tak salah. Paman sejago itu karena Kakek mu. Karena Kakek sudah tak ada, Paman yang jadi pengganti Kakek, jadi ketua petinju. Katanya Paman Jordan itu ya...Jago dalam pertahanan, tangkis kanan- kiri, kuda-kuda atau apalah mama kurang tau. Pokoknya Paman Jordan itu hebat! dia suka ke gym. Katanya bakal bawa alat-alat Olahraga nya kesini untuk melatih kekuatan mu. Agar kencang tubuh mu. Baru akan Diajari teknik-teknik pukulan-pukulan khas Paman Jordan" jelas, panjang, lebar Mama membanggakan Paman Jordan di hadapan Karin.

"Oh... Gitu kayaknya Paman memang hebat deh... Karin gak sabar buat nunggu Paman datang ke rumah" ayang ayang sudah ada di pikiran Karin sekarang.

"Katanya besok sih...?"uacap Mama.

"Hah? besok!!!" Karin malah terkejut. Ia tak menyangka kalau paman nya akan datang secepat ini.

"Iya... Oh ya katanya siap-siap sama mental kamu karena kamu akan dilatih mental dan fisik mu. Itu untuk menguji saja".

"Beneran Ma?" tanya Karin sekali lagi seolah tak percaya.

"Mama bohong apa gimana sih? enggak kan!" kata Mama menatap tajam ke arah Karin.

"Ya.. Yaudah kalau gitu aku ke ruangan ku dulu ya" izin Karin.

"Oh guru mu sudah datang?" tanya Mama.

"Iya mungkin dia sudah nungguin. Paling dia senang senang bicara sama Alan" lirih Karin segera berlari menuju ke ruangan belajar nya kembali.

Membuka pintu ruangan dan masuk dengan cepat, kaget, kenapa suasana nya senyap gini?. Apa tak ada pembicaraan sama sekali dari tadi?. Alan juga betah dari tadi berdiri. "Alan sini" ajak Karin di samping nya. "Iya nona, ada yang bisa dibantu?" Alan langsung cepat berdiri di samping Karin.

"Minum ini, kamu capek kan".

Tapi Alan menolak "Saya? tidak usah . Biar Nona itu yang meminum nya" tolak nya yang tentu membuat Karin geger.

"Hah??? apa apaan!. Aku sudah buat ini susah susah buat kamu lo! kok kamu jahat banget sih!" amuk Karin membuat alasan.

"Kalau begitu akan saya minum nanti" jawab Alan.

"sekarang!".

"nanti sa-".

"Gak ada penolakan!" Karin membentuk kedua tangan nya menjadi silang. dengan terpaksa Alan harus menuruti perintah majikan nya. Mengambil segelas juz, langsung meminum semua nya sampai kandas. Bahkan Karin terkejut dengan Alan yang begitu meminum minuman dengan sangat cepat, apa Alan lapar? .

"Hei Alan, apa aku buatkan makanan aja buat kamu. Kayaknya kamu lapar sekali".

Alan langsung menolak "Tidak usah nona, saya bisa memasak".

Karin tak ingin kalah dengan memegang kedua pinggul nya maju ke depan "Aku juga bisa memasak, memang nya kamu punya pacar?. Akan ku buatkan! tidak ada penolakan!" ucapan Karin serasa mengancam, Alan pun tak bisa menolak.

"Ehem" Delima yang dari tadi menyimak kejadian yang baru saja terjadi langsung mengalihkan pandangan.

"Eh sorry kamu nunggu aku lama ya, maaf ya".

"gak papa kok".

"Kenalin nama aku Karin Ariana. Aku memang gak banyak dikenal oleh publik jadi mungkin saja kamu gak tau".

Delima mengangguk yang ia kenal dari keluarga top nomor 7 se asia tenggara hanya nama PRATAMA dan ADRIANA.

Mereka berdua yang paling terkenal. Sedangkan Karin sedikit dikenal.

Kedua orang tua Karin lebih banyak dikenal/populer dari pada anak nya sendiri. Lagian tak apa, Karin tak memasalahkan semua itu yang penting sekarang ia belajar.

"Kamu bisa keluar dulu Alan?" pinta Karin, Alan mengangguk kecil.

"Saya permisi" pamit Alan pergi dari ruangan.

Alan mulai tak terlihat dari pandangan mata.

"Minum... Minum dulu".

"Eh iya nanti saja Kak Karin. Disini saya mau menjelaskan dulu tentang apa yang harus kita pelajari. Tapi sebelum itu saya ijin meminta nomor WhatsApp Kakak" Delima memberikan HP nya meminta Karin mengisi nomor HP nya di HP milik Delima.

"Jadi ini buat apa?"tanya Karin melihat satu buku yang diberikan kepadanya, tak terlalu tebal.

"Ini adalah buku untuk pemula administrasi perkantoran, bisa dibaca nanti saja. Dan nomor WA itu untuk sewaktu waktu anda membutuhkan saya, Anda bisa bertanya apapun itu. Akan saya jawab pasti".

Karin membuka buku yang diberikan, membolak balik kertas dan bingung sendiri karena kalimat kalimat nya susah dan banyak bahasa Inggris nya tapi Karin mengerti bahasa Inggris kok.

"Aku gak mengerti semua ini... Darimana dulu yang harus kupelajari aku gak tau...".

Delima langsung menjelaskan, "Tenang saja Kak Karin. Kakak bisa membaca yang awal nya dahulu. Kalau masih belum paham bisa menanyakan ke saya".

"Sekarang ngapain?" tanya Karin sekali lagi.

Delima mengambil minuman nya untuk diminum lalu menaruh nya lagi "Akan saya jelaskan dari awal Kak, akan saya buat Kakak mengerti apa yang harus dilakukan seseorang dalam bekerja".

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 #4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5 #5/Maksa banget.
6 #6/Seru seruan dulu.
7 #7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8 #8/Awal baru.
9 #9/Hanya sandiwara semata?
10 #10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11 #11/Dua permintaan.
12 #12/Guru yang bernama DELIMA.
13 #13/PAMAN JORDAN.
14 #14/Belajar tentang Perkantoran.
15 #15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16 #16/Masalah utang.
17 #17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18 #18/Bukan pemandangan indah.
19 #19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20 #20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21 #21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22 #22/Ambang batas?
23 #23/Belanja ke mall
24 #24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25 Draft
26 Pengumuman
27 #25/Salam XENA kita masa dilupain.
28 Draft
29 Alby Suka Kue Keju.
30 Alby suka kue keju.
31 #26/Alby suka kue keju.
32 #27/Kecewa?
33 #28/Benarkah permintaan maaf an?
34 #29/ Wanita gatal.
35 #30/Rencana agar asisten nya pergi.
36 #31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37 #32/Masa kecil dulu.
38 #33/Percaya bahwa papa tak salah.
39 #34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40 #35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41 #36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42 #37/ Gara-Gara sebuah vidio
43 #38/Kericuhan para wartawan di luar.
44 #39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45 #40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46 #41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47 #42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48 #43/Bubur ayam bawang.
49 #44/Wanita misterius
50 #45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51 #46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52 #47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53 #48/Someone still Care's.
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
#4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5
#5/Maksa banget.
6
#6/Seru seruan dulu.
7
#7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8
#8/Awal baru.
9
#9/Hanya sandiwara semata?
10
#10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11
#11/Dua permintaan.
12
#12/Guru yang bernama DELIMA.
13
#13/PAMAN JORDAN.
14
#14/Belajar tentang Perkantoran.
15
#15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16
#16/Masalah utang.
17
#17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18
#18/Bukan pemandangan indah.
19
#19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20
#20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21
#21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22
#22/Ambang batas?
23
#23/Belanja ke mall
24
#24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25
Draft
26
Pengumuman
27
#25/Salam XENA kita masa dilupain.
28
Draft
29
Alby Suka Kue Keju.
30
Alby suka kue keju.
31
#26/Alby suka kue keju.
32
#27/Kecewa?
33
#28/Benarkah permintaan maaf an?
34
#29/ Wanita gatal.
35
#30/Rencana agar asisten nya pergi.
36
#31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37
#32/Masa kecil dulu.
38
#33/Percaya bahwa papa tak salah.
39
#34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40
#35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41
#36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42
#37/ Gara-Gara sebuah vidio
43
#38/Kericuhan para wartawan di luar.
44
#39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45
#40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46
#41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47
#42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48
#43/Bubur ayam bawang.
49
#44/Wanita misterius
50
#45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51
#46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52
#47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53
#48/Someone still Care's.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!