Alan sudah berada di depan pintu kamar saat Karin baru saja keluar dari kamar ingin menuju ke depan rumah.Tapi langsung terkejut dengan kedatangan Alan yang menurutnya Alan datang dari tadi.
Padahal Alan baru saja datang berniat mengetuk pintu tapi malah pas pasan dengan Karin yang keluar dari kamar.
"Kenapa?" tanya Karin menenangkan dirinya yang tadinya sedikit jantungan. "Ada yang menunggu anda di luar"
Karin tak menjawab, melewati Alan "Ya aku tahu" jawab nya yang sudah agak kejauhan dari jangkauan Alan. Tak tahu apakah Alan mendengar nya atau tidak tapi Alan mengikuti Karin dari belakang.
Segera berlari secepat mungkin ia menyuruh pak satpam untuk membuka kan gerbang, melihat sebuah mobil hitam terparkir di depan gerbang. Karin memasang wajah yang tak akan ia tampilkan senyum manis nya kepada Haikal, yang dulunya ia dimabukkan cinta oleh Haikal.
Haikal segera turun dari mobil setelah melihat Karin menuju ke arah dirinya, dengan wajah yakin ia membawa bingkisan yaitu sebuket bunga dan sebuket yang isinya coklat semua. Karin sekarang membenci yang namanya coklat. berani berani nya dia memberikan nya coklat. Walau itu dulu sebelum kejadian Tasya meninggal, Karin sangat suka dengan namanya coklat.
Yang namanya trauma siapa yang tak mengingat nya apalagi itu sebuah makanan yang harus nya tak disalahkan tapi disalah gunakan oleh pembuat nya.
Memasang wajah datar tapi kesan bibir nya melengkung ke bawah. Karin menatap lelaki itu dari atas sampai bawah, lumayan juga baju dan celana nya. Darimana dia beli? lalu mobil di belakang nya? mana mungkin ia beli, mungkin ya mobil sewaan.
Buktinya Haikal mampu beli mobil setelah menikahi Karin, sebelum nikah saja Haikal hanya membawa sepeda motor kemana mana.
"Apa dia ngutang?" tanya nya dalam hati melihat semua yang di sekitar nya yang pasti diklaim milik nya. Sekarang apa yang harus Karin lakukan? memasang wajah cemberut begini terus?. Tak akan mungkin ia lakukan, yang ingin ia lakukan sekarang menginjak wajah Haikal berkali kali di aspal.
Tapi untung saja ada Alan di belakang, Karin ingin sedikit bersandiwara dulu.
"I.. ini buat kamu" ucap Haikal menyerahkan 2 bucket yang berisi bunga dan coklat. Karin menerima dengan baik yang membuat Haikal senang tak main , pikir nya mungkin dirinya bakal kembali seperti dulu kali ya dengan Karin.
"Sayang nya... aku gak suka cokelat lagi" ucap Karin dengan wajah dibuat buat seperti wajah meremehkan. Haikal hanya diam tak berkutik, dan dijawab dengan tertawa kecut. "Ke.. kenapa kamu gak bilang ke aku?" tanya Haikal dengan suara agak mengecil.
Bertanya? bahkan ini semua tak diberitahu oleh nya, mendadak dan Karin tak suka dengan sifat nya yang kesan nya misterius. Karin menempelkan jari telunjuk menempel ke mulut. "Gak nanya sih kamu, terus apa hubungan nya sama aku? lagian kita kan udah gak ada hubungan lagi. Kamu gak ingat atau gimana haikal? mata mu dipasang dimana sih? kan aku udah bilang berkali kali!" Karin ingin memanas manasi hati Haikal , kira kira tanggapan nya apa ya? mungkin memohon mohon.
"Ke.. kenapa kamu gitu ke aku, bukannya kita baik baik saja? langgeng gitu? tapi kenapa sifat kamu gini? seharusnya aku yang tanya sama kamu, seharusnya kamu gak giniin aku. Aku sayang, cinta banget sama kamu. semua aku turutin, semua aku kabulin, semua aku berikan hanya ke kamu... sayang ku, cinta ku..." lirih Haikal.
Drama macam apalagi ini.... drama menyedihkan atau bagaimana??? rasanya ingin Karin tekuk tekuk terus ia injak injak terus ia banting banting terus ia lempar ke gergaji besi!!! kata kata nya itu lo, bikin orang percaya dan bikin orang tercinta cinta dengan nya, termasuk karin.
"Aku suka, aku sayang, aku cinta, aku kabulin semua! aku berikan apa yang kamu mau , aku sayang sama kamu. Bukannya kebalik ya? aku yang suka sama kamu awal ketemu di cafe, aku cinta kamu, aku kabulin semua permintaan mu, memberikan ini membelikan itu kuberikan semua nya ku transfer uang banyak, sekarang kamu gak puas? untung gak aku bilang " utang" kalau enggak aku bisa saja aku menagih semua pemberian ku dari awal putus"
Haikal hanya terdiam seribu bahasa, lihat kan? bahkan dia saja merasa terpukul dengan ucapan Karin. merasa terpukul atau terhina??? tapi Haikal masih saja tak marah, malah melanjutkan sandiwara nya.
"Kamu kenapa gitu... kan kamu juga tahu kalau aku minta uang kamu karena aku butuh"
Karin hanya terdiam, menaikan ujung bibir "Butuh? kalau tahu buat apa aja? aku tanya mobil yang ada di belakang kamu sewaan kan?. Terus itu bucket itu juga uang meminjam teman mu kan? hanya untuk dekat dengan ku. Aslinya sih kamu gak usah memberiku semua ini, tapi ya bagaimana lagi namanya orang kekeh kayak kamu bilang gak usah melakukan semua ini! tapi masih maksa kayak aku bilang putus tapi gak terima"
"Kamu gak tau perasaan orang, putus adalah hal yang berat"
Karin menatap wajah Haikal yang gemetaran menahan sesuatu, apa dia takut rencana nya terbongkar. "Pliss.... aku sayang kamu... aku cinta kamu... aku bener bener sayang sama kamu... pliss ya.... aku gak bakal nerima alasan kamu kalau alasan nya gak masuk akal begitu"
Karin terlihat menghela napas, ia terlihat lelah dengan semua ini, ia lelah. Apa tak bisa diberikan kebebasan sedikit saja? "Alasan lain apa lagi Haikal??? apa yang ingin kamu dengar dari aku???''
Haikal mendekat ke arah Karin tapi segera Karin menjauh "Jangan dekat...dekat.... bisa?" cicit Karin dengan wajah memandang Haikal jijik. Haikal hanya mengehela napas, tapi di dalam hati nya sudah bergerumuh amarah kekesalan.
"Maaf ya, kalau begitu yang aku ingin dengar hanya kepastian. kepastian dan jawaban yang nyata bagi ku. Dan aku mohon kalau kamu benar benar gak sayang sama aku, jangan buat aku gini Karin. Aku juga lelah, kau harus tau itu"
Angin menerbangkan dedaunan melewati mereka berdua, Karin terdiam sesaat menggigit lidah nya dari dalam, sayang? Haikal tak tau, Karin ini sangat sayang sama Haikal, tapi apa kamu percaya? yang lelah itu siapa? jawaban nya Dirinya.
Yang membuat semua menjadi seperti ini siapa? Haikal!
Kalau saja Haikal tak berbuat hal jahat di masa depan Karin tak akan begini, menderita dalam ketakutan saat malam hari mengingat semua kejahatan Haikal yang begitu kejam.
Karin langsung tertawa.
"HAHAHAHA.... yaudah...yaudah...aku akan memberikan jawaban nya, tergantung dari jawaban ku aku mau kembali kepada mu atau tidak tapi kau harus menunggu 1 minggu lagi, dimana aku akan mengadakan pesta, dengan siapa aku berdansa itulah jawaban nya. kalau dengan mu... ya berusahalah" sindir Karin yang sudah dengan ucapan sombong nya dibuat harga diri Haikal buruk.
Karin langsung memasang wajah jutek lagi, masuk ke dalam rumah meninggalkan haikal yang memang tak membawa pulang apapun. Gerbang ditutup, langsung saja Haikal lari ke dalam mobil, menendang rem dan memukul setir mobil yang ia pakai, "SIAL!!! LIHAT SAJA NANTI!" tapi karena pukulan Haikal yang begitu keras setir menjadi lecet.
Haikal langsung memasang wajah ketakutan, apa yang di lakukan nya? ini kan mobil yang ia sewa... ia harus denda kalau saja pemilik mobil tahu.
Dari kejauhan, di balik tembok seorang lelaki dan seorang perempuan sedang bersembunyi dari kediaman keluarga Pratama, ada kartu kerja di leher mereka menunjukan kalau mereka adalah wartawan.
"Rupanya rumor tentang anak pak Pratama benar adanya"
"Ya kan! sudah kubilang kamu nya gak percaya sih!"
"Ya aku juga gak percaya gitu aja,untung udah ku foto, nih liat. wajah nya cantik ya? mirip pak Pratama tegas tapi elegan seperti bu Adriana"
Lelaki yang ada di samping nya berdiri membantu perempuan disamping nya berdiri "Kenapa keluarga Pratama menyembunyikan kebenaran tentang anak mereka? padahal cantik gitu bisa menjadi potensi besar bagi mereka"
Mereka berdua saling pandang dan yang dijawab lelaki nya "Siapa ya nama anak perempuan nya pak Pratama... hehe cantik, mau jadi paca-"
Plak-
Kepala nya langsung ditampar sama si perempuan "Gak pantes, anak nya pak Pratama mending sama bos yang ada di Amerika itu"
"Hah? kakek kakek itu???"
"Kakek! kakek! ya enggak lah! itu loh bos ceo urutan ke 2 di Amerika Utara, yang ganteng banget itu lo... Pantes banget, disanding bersama dengan anak pak Pratama yang status nya tuan besar ke 7 se asia tenggara!"
Lelaki itu merasa tak terima "Ih gantengan aku lah, memang seganteng apa dia???"
"Lebih tampan daripada lelaki yang diajak bicara anak perempuan pak Pratama tadi"
"HAH??? BENERAN KAMU!!! dia disini sudah disebut tampan lo"
"I... iya sih tapi masih gantengan mas kuh yang di Korea sana..." senang perempuan itu dengan senyuman lebar.
"Idih"
"Yaudah ayo pulang"
"Yaudah ayo! cepetan takut ketahuan nanti!"
Mereka berdua segera pergi dari kawasan kediaman keluarga Pratama.
.
"Alan sini" panggil Karin, Alan maju beberapa langkah berdiri di samping nya.
Karin menempelkan jari jari nya di dagu "Kamu mata mata kan? aku tugas kan kamu dan anak buah mu untuk menyelidiki tentang Haikal. Rekam semua ucapan nya, Aktivitas mencurigakan atau rencana tersembunyi nya. Rekam semua apapun yang berbau kejahatan. Tapi! jangan sampai ketahuan oleh nya, aku suruh kamu cepat, karena 1 minggu waktumu mencari barang bukti"
Alan membungkuk, menyanggupi "akan saya laksanakan secepat nya nona"
Karin langsung tersenyum puas mengangkat kedua ujung bibir dengan pikiran dendam akan diri nya, Haikal.
"Lihat saja Haikal" tawa nya puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments