Bioskop Metropole Jakarta
Siapa yang tidak mengenal bioskop ini? bioskop yang akhir akhir ini terkenal. Lihat saja panjang sekali antrian nya. Bahkan Karin dan Zern mendapatkan nomor 35 untuk mendapatkan tiket nya. Lama kan? padahal nonton film komedi, bisa serame ini, heran.
Tapi pada akhirnya 2 tiket sudah ada ditangan mereka berdua, tempat duduk mereka berdua berdampingan tak ada yang pisah karena mereka pesan paket combo untuk pasangan gratis popcorn + coca cola.
Masuk ke dalam ruangan, mereka berdua duduk di bangku nomor 32 dan 33.Karin di kanan sedangkan Zern di sebelah kiri. Mereka berdua sedang menunggu film yang ditayangkan mulai. Butuh beberapa menit menunggu karena selain intro ada juga pengenalan dari Auditorium.
Setelah Auditorium itu selesai berbicara singkat tentang apa saja yang tidak boleh dilakukan saat menonton film. Semua terlihat patuh, padahal tidak. Saat mulai pun ada grusak grusuk, makan cemilan diam diam, foto atau vidio sembarangan. Apalagi yang paling parah adalah bicara bicara sendiri dengan suara keras yang bisa menganggu sekitar termasuk Karin yang tak bisa mendengar apa yang dikatakan (Samsul) di film.
"Ih mereka berisik banget sih, jadi gak bisa dengar kan..." lirih karin yang langsung di tatap zern. membuat Karin bertanya "Apaan?" heran karin dengan kata tajam.
"Kamu gak kedengaran?" tanya Zern mendekat pass ke telinga kiri karin, karin mengangguk cepat. Segera menjauh dari wajah Zern yang lumayan dekat dari wajah nya.
Zern melirik ke arah orang orang di sekitar mereka yang seenak nya berbicara, rame sendiri tanpa memperhatikan sekitar apalagi peduli kepada yang lain.
"Semua diam!" kata kata Zern dengan tajam menukik sekaligus membuat mereka terdiam tanpa berkata kata. Tak ada suara lagi setelah itu, bahkan nyamuk ikut diam.
"Ha? kok bisa?" gumam karin terheran melihat semua orang langsung tegap terdiam. Karin memandang ke arah Zern. Zern menatap balik ke arah nya "kenapa? sudah tenang kan?" tanya Zern lirih, khas nya bikin jantung gak aman.
Segera Karin mengalihkan pandangan ke depan, benar saja suara di film serasa kembali. Yang tadi nya senyap senyap saja di belakang sini, sekarang makin jelas.
"Apa sih yang ku pikirin..." Wanita ini mencoba berpikir jernih dengan menepuk nepuk pipi nya beberapa kali. Gila, rasanya jantung nya berdegup kencang... Apa gini rasanya di cuekin sama Suami sendiri terus dibuat berbunga sama Pria lain? rasanya aneh plus menyesakkan.
Karin memainkan bibir nya, menatap ke arah Lelaki itu "Apa sih yang ku pikirin.... Aku harus fokus ke rencana ku" Karin mulai kokoh kembali dengan tidak tergoyah dengan godaan Lelaki ini.
Setelah selesai menonton film mereka berdua kembali ke mobil.
"Sekarang mau kemana?" tanya Zern menatap Karin yang sedang memasang sabuk pengaman.
"Mau ke.... mall boleh kan?" tanya Karin dengan hati yang sudah tak bisa dikondisikan, bagaimana kalau Zern menolak? sebenarnya kan dia niatnya mengajak ke cafe. Kenapa malah ke bioskop lalu ke mall?.
Walau di bioskop rencana nya gagal tapi kali ini di mall tak akan lagi, akan Karin buat Zern goyah dengan nya.
"Katanya jangan aneh aneh... Tapi kok ke mall???" tanya zern menaikkan alis sebelah. karin tergagap sendiri "Hah??? apa apaan sih! lagian cuma di mall juga... Ya kalau di Hotel Cinta, gak mungkin lah"
Zern tertawa kecil, sembari memutar balik mobil nya. "Sudah besar tapi kelakuan nya kayak anak kecil" cicit Zern jelas masih di dengar jelas oleh karin. "YA BIARIN BUKAN URUSAN MU JUGA KAN"
Zern malah senyum senyum sendiri. Gak jelas banget.... Karin kok malah yang ke geer an sih... Padahal niat nya Zern yang malu kok Karin yang malah malu sendiri. Kan namanya Misions Back Wards (misi terbalik).
.
Di mall karin memilih baju yang ia suka tak butuh waktu lama, Karin memilih satu saja tak usah banyak banyak padahal Zern bisa memberikan sebanyak yang Karin mau tapi karena enggan, Karin pilih yang murah saja. ia juga tau bukan baju yang bisa memikat hati Zern.
setelah keliling keliling Karin menunjuk ke arah toko eskrim, Karin membeli es rasa vanila campur stoberi kesukaan nya dulu. enak... Andai Tasya masih ada akan karin ajak jalan jalan sepuasnya disini, mumpung gratis.
"Habis ini???" tanya Zern cukup lelah karena mereka jalan kaki hanya keliling sana sini. "ITU!!! KUE!!!" Karin bahagia sendiri, berlari menuju ke arah toko kue yang etalase nya menampilkan berbagai macam kue. Apalagi bau nya begitu harum, dan bentuk nya memikat mata, gak tau rasanya bagaimana.
"Anda mau mencoba nya... ini gratis bisa dicoba" kata kakak penjual memberikan stempel kue nya berbentuk kecil. Karin mengangguk senang melahap kue dengan cepat karena kue itu begitu kecil di tangan nya.
"ENAKKK!!! ENAK BANGETT!!!!"
Karin menatap ke arah Zern, Zern yang akan tau itu pun maju.
"Yang ini berapa?".
"Oh ini 15k saja".
"Yang ini?" tanya lagi.
"20k mas".
"Yasudah saya pesan yang ini dan ini".
Penjual itu mengambil roti yang ditunjuk sama Zern. Membungkus 2 kue dengan bungkus coklat bermotif Fauna. "Ini ya kak terimakasih, selamat berbelanja. semoga suka"
Zern menghampiri Karin menyerahkan sebungkus kue baru yang ia beli.
"Ini".
Karin tersorak senang, ia bisa makan dengan Anaknya "Yeaa aku bisa makan sama Tasya, makasih ya Zern" langsung Karin menutup mulut nya cepat cepat, ia mulai lupa atau apa... Kan Anak nya sudah tak ada...
"Kenapa?" tanya Zern.
"Eh gak papa kok, ayooo" Karin mengalihkan pembicaraan jangan sampai Zern tau
"Kemana???"Zern terlihat bingung sendiri apalagi tangan kanan nya dengan sembrono di pegang begitu saja sama Karin.
"Eh ma-maaf... lagian kamu udah ku anggap teman aku"
Zern menatap ke arah Karin "Gak papa gandeng aja"
Karin menggeleng cepat "Gak kok!!! tenang aja, ayo nanti keburu... Nanti banyak orang yang mainin".
"Maksudnya???" tanya Zern tak mengerti.
"Kita main game lah!!!" Karin berlari begitu saja yang langsung disusul Zern dibelakang.
"Tunggu!!! jangan lari!!!".
.
Di kumpulan permainan Online maupun game yang bisa mendapatkan barang. paling banyak Karin mainkan adalah mesin capit, sudah beberapa kali Karin memenangkan boneka boneka kecil di dalam kotak kaca ini. Rasanya teringat dengan dulu saat masih muda.
Zern juga tak menyangka kalau Karin sejago ini, ia kira Karin hanya perempuan lembut diluar maupun dalam bahkan saat memainkan seperti ini pun karin terlihat lues.
"Nih buat kamu!" serah Karin kepada Zern, Zern terheran "Hah?" belum mengatakan apapun Zern sudah ditarik gitu aja. "AKU MAU MAIN GAME INI!!!" game palu kelinci yang dimana ada enam lubang dan saat kelinci itu keluar kita harus memukulkan palu ke kepala kelinci itu beberapa kali dan akan menang, kalau terlambat akan kalah. Karin benar benar hebat ia memainkan dengan lincah, kertas kertas keluar layaknya karcis yang belum terpotong yang katanya nanti bisa ditukar sama boneka.
Zern memandang Karin dengan senyuman halus, senyuman yang akan orang tak sadari. "naasnya ini hari terakhirmu" pikir nya dengan senyum lebar, mematikan.
pukulan terakhir untuk si kelinci... DUKHH
"Huuh... Kita kemana lagi???" kini Karin yang bertanya, zern hanya tersenyum tipis. "Awalnya rencana nya aku mau ke cafe.Bagaimana cafe ini yang terakhir? mereka juga menyajikan makanan"
Karin mengangguk mantap setelah seru seru bermain sekarang makan, alangkah indah nya hari ini daripada kemarin. "IYA!" Karin senang nya tak main tak menyadari akan apa yang dilakukan Zern selanjutnya.
"Tak apa kalau tak bisa sekarang aku bisa besok menjalankan rencana ku" pikir Karin senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
verachipuuu
up terussss
2022-12-30
1
verachipuuu
usah
2022-12-30
1