#18/Bukan pemandangan indah.

Dimulai dari bangun jam 3 pagi, sarapan lebih awal, lari jogging mengitari taman yang benar benar luas di depan rumah nya. Sembari berlari Karin mulai tak bisa yang namanya berhenti, ia terus berlari saja walau tak berlari cepat tapi ia terus joging selama 25 menit lama nya tanpa berhenti hingga berhenti karena ia memang benar benar kecapekan, jantung nya tak kuat, ini sama dengan kemarin. Jantung nya hampir setengah mati tapi tubuh nya tak pernah berhenti untuk melakukan yang namanya olahraga.

Setelah beristirahat beberapa menit sambil meminum air segar. Karin melanjutkan nya dengan pemanasan disini, pemanasan beberapa kali, mengulang kembali pemanasan. Waktu 20 menit ia habiskan pemanasan. setelah pemanasan jantung dan tubuh nya sekarang lebih baik dari yang ia duga, rasanya tubuh nya nyaman digunakan. Setelah pemanasan, Karin melakukan push up 10 kali terlebih dahulu. Memang susah awalnya kemarin, bahkan dia sampai jatuh karena beban badan nya yang seperti berat sekali padahal karin tak gendut hanya tak bisa saja.

Sekarang, ia bisa melakukan nya dengan lancar berapa kali pun Karin pasti bisa nanti nya.

Setelah melakukan push up melakukan sit up beberapa kali , tak lupa melakukan Squat beberapa kali sudah dihabiskan untuk olahraga disini selama 1 jam lebih jadi waktu tersisa tinggal 8 jam. Kata paman Jordan tak apa kalau hanya olahraga kecil kecilan bisa Karin lakukan, tapi Karin harus jujur kalau ia sudah melakukan latihan kecil selama 9 jam. Baru kalau sudah ekstrem akan paman ajarkan katanya begitu.

Setelah 1 jam setengah ia habiskan di taman Karin berniat kembali ke dalam rumah lagi menuju ke dapur untuk mengambil minuman yang ia buat tadi pagi karena minuman yang ia bawa sudah habis. Membuka pintu kulkas, Karin melihat botol minuman nya.

"Ini dia" Karin mengambil minuman nya, segera ia buka tutup nya dan langsung meminum minuman nya dengan sangat cepat hingga habis minuman yang ada di dalam botol. "Segerrr" lega nya yang merasakan kenyamanan dalam tubuh nya setelah berolahraga lalu meminum minuman dingin.

"ALAN!!! ALAN!!!" panggil Karin dengan teriak teriak mencari dimana keberadaan Alan. Tapi Alan tak ada disini, dicari cari juga tak ada. Dimana dia? tak apa lah biar Karin ambil sendiri buku belajar nya di kamar. Setelah mengambil buku yang diberi Delima dengan tepak alat tulis dan satu buku Karin siap belajar lagi. Ya sebelum ia olahraga tadi, dia juga menyempatkan belajar.

Berjalan menuju ke tempat latihan atau sebut saja ruang PK, ruangan yang kemarin untuk dijadikan latihan. Karin berniat menuju ke sana tapi terhenti setelah melihat celah pintu kamar terbuka, itu kamar paman Jordan. Lampu paman sudah menyala tapi tak ada orang nya. Apa dikamar mandi? Karin dengan sembrono masuk ke dalam membiarkan pintu kamar terbuka lebar.

Melihat sekitar kamar, Karin langsung melihat Jordan keluar dengan celana panjang saja. memperlihatkan perut nya yang Sixpack. Melihat Karin yang tiba tiba ada di kamar, langsung Jordan tutupi tubuh nya "Ke-kenapa kamu disini!"

Karin yang tak tahu hanya menggangga "Hah? paman kenapa nutupin tubuh paman?" tanya Karin dengan polos nya. Jordan langsung menyuruh Karin menutup mata nya terlebih dahulu, ya bagaimana lagi Karin menuruti nya. Memang apa malu nya dari tubuh sixpack? bagus kok apalagi di acara TV, TV banyak pria yang menampilkan tubuh Sixpack nya.

"Bu-buka, gak papa"

Karin membuka kedua mata nya melihat Jordan sudah memakai baju lengan pendek. "Kamu! jangan sembrono masuk ke kamar lelaki!"

"Kenapa? kan aku gak tau itu paman lagi mandi gak pakai baju"

"Udah udah cukup, paman malu. Kamu lain kali jangan datang lagi ke kamar paman!" suruh Jordan dengan tatapan yang Karin tak mengerti.

"Kenapa? kan kita keluarga paman... ya kalau orang asing, aku aja sering masuk ke kamar Papaku"

Jordan langsung menggeleng heran "Jangan samakan aku dengan kakak ipar, para lelaki lajang punya rahasia masing masing. tak boleh diketahui perempuan"

"HAH? APA!!! APA YANG GAK BOLEH TAHU???" tanya Karin yang malah makin penasaran.

"Kamu ini ya! kamu kenapa sih kesini!"

"Aku mau ambil kunci ruang PK, mana kuncinya paman?" ungkap Karin mengulurkan telapak tangan.

"Sekarang kunci nya gak kubawa, aku serahkan ke Alan soalnya dia yang minta buat jaga kunci nya. Sana minta Alan sana, bukan ke aku"

"Ya sudah" Karin pergi dari kamar Jordan yang Jordan nya sudah tertawa sedikit "Ya ampun Karin Karin"

.

"ALAN... ALAN!!! KAMU DIMANA!!!" teriak Karin dari tadi tak kunjung mendapatkan jawaban dari Alan, aslinya kemana sih dia?

"Salsa!"

"Eh nona, tumben bangun sepagi ini?"

"Pagi? ini sudah jam enam bukan nya memang pagi?"

"Tapi biasanya anda bangun jam setengah 7"

"Oh gitu,kamu tau gak dimana Alan? dari tadi saya cariin kemana mana gak ada!" tukas Karin menanyakan ke Salsa yang langsung gercap "Tadi Alan sedang menyiram tanaman di taman"

"Hah? eh oh gitu makasih ya"

Salsa menunduk "Tentu nona" melihat Karin yang berlari kencang menuju ke arah taman lagi. Jadinya jauh lagi kan taman nya mana agak pas lagi sama gerbang utama.

Setelah sampai di taman , Karin sampai dengan nafas ngos ngosan "ALAN!" panggil Karin dari sini dan Alan melihat ke belakang, menaruh gembor (atau penyiram tanaman) ke aspal yang memang taman sekitar nya dijadikan aspal.

"Ada apa nona? ada yang bisa saya bantu?" tanya Alan mendekat ke arah Karin. Karin meminta kunci PK dan diberikan oleh Alan yang ia masukkan ke dalam saku jaz yang ada di dalam jaz nya.

"Terimakasih, aku ingin segera belajar. Oh ya aku ingin kue buatan Nina, aku minta tolong bisa gak suruh Nina atau siapapun itu untuk buatin aku kue sama minuman diantar ya ke ruang PK"

"Siap nona akan saya laksanakan, tidak mau saya antar?"

"Tak perlu, aku bisa sendiri" tolak Karin langsung berlari kembali masuk ke dalam menuju ke ruang PK yang ada di belakang sana, ini kan seperti bolak balik sana sini lagi.

Karin sampai di luar ruangan PK, memasukan kunci ruangan dan membuka pintu melihat ruangan masih gelap gulita, segera Karin nyalakan. Seketika mencium bau harum ruangan semerbak. Siapa yang membersihkan ruangan ini? mulai kapan? sepertinya kemarin tak sewangi dan sebersih ini deh. Tapi tak apalah, yang penting Karin harus belajar dulu.

Membuka buku materi dan berniat dulu literasi selama 1 jam baru ia salin dibuku, selama 1 jam lebih itulah Karin berkutat dengan yang namanya buku yang akan menuntun nya dalam usaha perkantoran, apa saja bagian nya dan apa yang harus dilakukan dalam bekerja. Sudah ia pahami sebagian sekarang tinggal mendalami. Karin memang wanita yang begitu cepat memahami setelah ia membaca nya, ia tancapkan tajam tajam apa yang dijelaskan maupun yang ia baca.

Setelah ia habiskan 1 setengah jam untuk belajar, Karin berniat untuk melakukan Strength Training atau latihan kekuatan otot dan masih banyak lain yang harus Karin pelajari dalam dalam. Agar ia bisa menjadi sosok kuat, sosok pelindung bagi keluarga nya sendiri.

Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 #4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5 #5/Maksa banget.
6 #6/Seru seruan dulu.
7 #7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8 #8/Awal baru.
9 #9/Hanya sandiwara semata?
10 #10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11 #11/Dua permintaan.
12 #12/Guru yang bernama DELIMA.
13 #13/PAMAN JORDAN.
14 #14/Belajar tentang Perkantoran.
15 #15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16 #16/Masalah utang.
17 #17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18 #18/Bukan pemandangan indah.
19 #19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20 #20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21 #21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22 #22/Ambang batas?
23 #23/Belanja ke mall
24 #24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25 Draft
26 Pengumuman
27 #25/Salam XENA kita masa dilupain.
28 Draft
29 Alby Suka Kue Keju.
30 Alby suka kue keju.
31 #26/Alby suka kue keju.
32 #27/Kecewa?
33 #28/Benarkah permintaan maaf an?
34 #29/ Wanita gatal.
35 #30/Rencana agar asisten nya pergi.
36 #31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37 #32/Masa kecil dulu.
38 #33/Percaya bahwa papa tak salah.
39 #34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40 #35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41 #36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42 #37/ Gara-Gara sebuah vidio
43 #38/Kericuhan para wartawan di luar.
44 #39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45 #40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46 #41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47 #42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48 #43/Bubur ayam bawang.
49 #44/Wanita misterius
50 #45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51 #46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52 #47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53 #48/Someone still Care's.
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
#4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5
#5/Maksa banget.
6
#6/Seru seruan dulu.
7
#7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8
#8/Awal baru.
9
#9/Hanya sandiwara semata?
10
#10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11
#11/Dua permintaan.
12
#12/Guru yang bernama DELIMA.
13
#13/PAMAN JORDAN.
14
#14/Belajar tentang Perkantoran.
15
#15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16
#16/Masalah utang.
17
#17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18
#18/Bukan pemandangan indah.
19
#19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20
#20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21
#21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22
#22/Ambang batas?
23
#23/Belanja ke mall
24
#24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25
Draft
26
Pengumuman
27
#25/Salam XENA kita masa dilupain.
28
Draft
29
Alby Suka Kue Keju.
30
Alby suka kue keju.
31
#26/Alby suka kue keju.
32
#27/Kecewa?
33
#28/Benarkah permintaan maaf an?
34
#29/ Wanita gatal.
35
#30/Rencana agar asisten nya pergi.
36
#31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37
#32/Masa kecil dulu.
38
#33/Percaya bahwa papa tak salah.
39
#34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40
#35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41
#36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42
#37/ Gara-Gara sebuah vidio
43
#38/Kericuhan para wartawan di luar.
44
#39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45
#40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46
#41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47
#42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48
#43/Bubur ayam bawang.
49
#44/Wanita misterius
50
#45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51
#46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52
#47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53
#48/Someone still Care's.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!