Suara air mengalir, Perempuan cantik dengan rambut pendek nya sedang mencuci mulut nya tak tersadar akan sesuatu. Dilihat nya dulu dirinya di kaca, Perempuan ini seolah tak mengerti. Ia merasa mengingat sesuatu, tapi apa?. Dilihat, diputar putar wajah nya beberapa kali tak menemukan jawaban hingga.
Wanita ini melihat ke kedua tangan nya, memutar tangan nya beberapa kali. Merasakan oksigen di sekitar sini ia mulai sadar.
"HAH???"
Kali ini wanita itu sudah sepenuh nya sadar, mengambil HP di tas kecil nya. Melihat tanggal yang berada di HP nya.
"5 Januari 2020,ini kan..."
Tidak mungkin, ini tidak mungkin terjadi. Kalau iya benar mimpi. Cubitan di pipi nya tak lah sakit. "Aihh... Sakit juga, hah? ini nyata???" merasa masih tak percaya lagi ia putar tubuh nya beberapa kali.
"Ini hari dimana saat aku tunangan sama Mas Haikal, terus 2 bulan lagi aku menikah sama Mas Haikal. 7 Tahun setelah nya tahun 2027 aku..."
KARIN ARIANA, benar Wanita yang sudah ia kira mati tak bernyawa dibunuh oleh Zern. Sekarang kembali ke masa lalu. Permintaan nya, permintaan yang ia minta tiba tiba terkabulkan... Kalau begitu hari ini!.
"Papa masih ada, Mama masih sama Papa... kalau begitu, ini adalah hari..." Karin tersenyum puas.
"Hari dimana aku akan di tunang kan? , kalau begitu aku bisa batalin tunangan ku dan aku bisa merubah takdir ku di masa depan!. Kalau begitu."
Karin kembali ke umur 23 Tahun. Dimana umur itu adalah masa awal ia mulai kehidupan baru dengan yang namanya (Haikal).
Dengan Karin tau semua perbuatan jahat yang akan menimpa dirinya, Karin tersenyum jahat. "Akan ku buat kesengsaraan yang sama untuk mu Haikal".
Karin membuka HP nya, tepatnya membuka kamera. Meng foto dirinya dengan Dress Hitam cantik nya. Memasukkan kembali ke dalam tas kecil, Karin tersenyum senang menutup mulut nya seakan tak percaya.
"Terimakasih zern, dengan begini aku bisa memberikan pembalasan untuk Suami ku tercinta. Aku sayang dengan mu Zern" pulas Karin di dalam hati tapi tak benar benar suka dengan Zern. Ia juga dendam dengan Zern karena menghianati nya dari belakang apalagi sampai membunuh dirinya.
Karin berjalan santai ke arah luar, menuju ke arah kumpulan keluarga yang sedang berbincang bincang sesuatu. Karin berhenti dari kejauhan sana melihat Haikal yang ramah tamah kepada kedua orang tua Karin, padahal senyuman ramah nya menutupi semua kekejian nya.
Karin menghampiri Papa nya dahulu. Karena ia benar benar rindu dengan Papa nya yang akan tiada 4 Tahun lagi.
"PAPA!!!"
Rasanya ingin sekali menangis, momen dimana papa tersayang kembali itu benar benar menyenangkan, dan merindukan. Apalagi Karin ingin terus memeluk Papa seperti ini saja, tak usah di lepas.
Papa Karin yang bernama PRATAMA, menoleh ke belakang dan tersenyum senang melihat Karin memeluk nya. Pratama Lelaki berumur 35 Tahun itu menuntun tangan Karin untuk duduk di tengah Papa dan Mama nya Karin.
"Sini sini... Kenapa sayang??? padahal baru ke toilet udah rindu aja sama Papa" Tanya lembut Pratama, Karin tersenyum senang. Tertawa kecil rasanya ingin menangis sekarang juga Rasanya ingin menceritakan semua penderitaan yang ia alami. Rasanya ia ingin bilang saja sekarang ke Papa kalau "Aku gak bahagia Pa" pikir Karin dengan senyuman manis nya.
Walau disuruh tak menangis Karin langsung dibuat menangis, setitik air mata menetes, Pratama langsung heran dan ketakutan sendiri "Ada apa sayang? kenapa menangis?" Pratama mengusap air mata anak tercinta nya. Tapi juga tak dipungkiri kalau Karin benar benar akan menangis sekaligus bahagia bisa bertemu lagi dengan Papa di masa lalu.
"Pa, aku gak bakal nyia-nyiain kesempatan ini. Sudah cukup aku tersiksa sekali, tak akan lagi terjadi" pikir Karin sambil menganggukan kepala.
"Aku rindu Papa"
Pratama membalas dengan senyuman "Papa juga rindu kamu sayang, sini peluk sini bareng Mama".
Mama Karin yang bernama Adriana juga ikut bahagia, mereka bertiga langsung berpelukan bersama sama.
"Ini".
Karin mendongak melihat sebuah tisu ditawarkan kepadanya, "Haikal!" ucap nya dalam hati menyiratkan kebencian yang sangat tinggi mengingat kejadian yang akan terjadi di masa depan. dimana pasti Haikal memang belum merasakan nya, tapi hanya dirinya yang merasakan nya, akan Karin buat Haikal sengsara setelah ini.
Karin menatap lelaki paruh baya di sebelah Haikal. Lelaki itu bukannya yang katanya Haikal adalah ayah Haikal. tapi setelah pernikahan , Karin tak mendengar apapun tentang Lelaki yang disebut ayah Haikal itu, kenapa ya? sepertinya Haikal memang sudah merencanakan sesuatu dari awal sebelum pernikahan "Licik sekali kau" pikir Karin dengan tatapan tajam.
"Oh ya bagaimana kalau besok saja tunangan nya?. Papa sama Mama sudah siapin gaun cantik, cincin tunangan sama tempat nya sudah papa booking semua. Tenang saja dengan undangan... Papa akan memberikan secepatnya undangan ke teman Papa dan para tertinggi, orang luar semua kebanyakan yang Papa undang. Gak papa kan? kan Karin jago bahasa Inggris jadi Karin bisa mengatasi para tamu".
Cepat sekali tunangan nya di jadwalkan, tapi memang yang Karin ingat memang besok waktunya. Bagaimana Karin membatalkan nya?.
"Tak apa pa, aku bisa menyambut para tamu dengan baik dan sopan, akan saya ajak pacar ku. Karin untuk berdansa besok, untuk itu... Saya ingin Karin bisa berdansa untuk besok" ucap Haikal dengan senyuman manis maut nya.
Karin tak kan tinggal diam "Dasar muka dua, bilang saja mau caper ke Papa Mama. Sebelum menikah aja ramah tamah gitu bagaimana setelah nya???. Cuek, dingin, egois, jahat, gak tau diri lagi... Akan ku bongkar sifat aslimu!!!!" gumam Karin kesal nya tak main dalam hati.
Langsung menghentikan tunangan ini, atau ia lanjutkan permainan ini?.
Tapi kalau ia Terima, ia takut akan sama selanjutnya bagaimana, apa yang harus Karin lakukan???.
"Bagaimana kalau kalian jalan jalan? makan coklat bersama gitu... Kan Karin suka coklat kan, ya kan?" tanya Pratama ke arah Karin yang diam tak menanggapi. langsung ditanggapi dengan gebrakan meja.
"BEGINI SAJA!" tunjuk Karin ke arah Haikal. Haikal yang tak tahu menahu hanya berkata "ada apa sayang?" benar benar perkataan buaya darat. Persis sekali dengan Pria yang tak tahu malu.
"Batalkan pertunangan ini".
Haikal sontak berdiri, apa sifat aslinya akan keluar? pikir Karin.
"Apa yang kamu katakan sayang? bukannya kita sudah janji untuk tunangan esok?.Kenapa kamu mau membatal kan nya?" tanya Haikal dengan raut ketakutan. benar benar wajah yang ingin Karin lihat.
"Aku udah gak sayang lagi sama kamu Haikal, mending cari perempuan lain sana, dah! ayo Pa, Ma kita pergi".
Karin mengambil tas nya dan memakai nya di pundak nya. Pratama dan Adriana tak tahu apa apa, yang baru saja Karin katakan membuat mereka berdua Tercengang.
"Nak yang kamu katakan itu???".
"Aku mau batalin, jadi gak ada yang namanya tempat pertunangan, gaun,cincin atau apapun itu. Karin gak suka" Karin membuat alasan yang tak masuk akal, tiba tiba membatalkan hanya karena alasan tak sayang?. Bukannya selama ini Karin selalu mengatakan ia sayang, benar benar cinta dengan Haikal? sekarang kenapa lagi?.
"Sayang!!!" Pratama dan Adriana cepat cepat menyusul Karin yang jalan nya begitu cepat, Karin benar benar ingin pergi dari sini meninggalkan Haikal dan ayah nya dengan raut wajah tak bisa dijelaskan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Ani Indriani
bapak nya umur 35..?
Karin 23😵💫
2023-04-16
0