#7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.

Ting-

Bel cafe berbunyi, sepasang laki laki menyambut kedatangan mereka berdua Karin and Zern. "SELAMAT DATANG! SILAKAN DUDUK DI SEBELAH SINI" ucap si laki laki Waitress menuntun ke arah mereka ber singgah.

Nuansa nya benar benar khas Jepang sekali. Pohon sakura, gambar orang dengan kimono lalu gambar gambar yang bisa dilihat dan bisa ditebak dari Jepang. Pokoknya disini adalah tempat rekomendasi untuk kalangan muda hingga tua tapi yang paling kebanyakan adalah orang tua karena mereka suka dengan nuansa kuno. Apalagi Jepang suasana nya indah, hangat dan kuno.

"Mau pesan apa?".

"Coffe tanpa gula satu, kamu?" tanya Zern.

Karin terlihat berpikir "Memang apa aja menu nya?" tanya Karin kepada pelayan. Pelayan mulai menyebutkan, tapi bukan nama nya terlebih dahulu.

"Mulai kue,minuman,makanan dan lain lain. Pilih yang mana?".

Karin berpikir makanan apa aja memang? ia tak tau apapun tentang Jepang. "Makanan aja deh, makanan yang paling disukai disini apa?" tanya balik Karin kepada pelayan yang hanya tertawa kecut.

"Ehm... gimana kalau omelet dengan nasi goreng dibawah nya?" saran nya yang langsung di angguki.

"Ya deh itu aja, terus jangan ada udang nya ya. Soalnya saya alergi udang" ujar Karin . Pelayan mengangguk "Ya, memang tak ada kak. Sudah, hanya itu saja? minuman nya?".

"Aku mau teh dingin aja".

Pelayan menulis di memo kecil yang ia genggam. Beralih menatap Zern tepat di depan Karin. "Mas nya hanya pesan kopi? atau ada yang lain?".

Zern menggeleng.

"Ya sudah saya permisi dahulu".

Pelayan itu pergi dengan sopan apalagi sebelum ia pergi pelayan itu membungkuk.

Karin memainkan botol berisi garam di meja, ia mainkan atas nya, diputar putar begitu. Bosan apa yang harus Karin lakukan? rasanya enggan berbicara dengan nya. Zern yang merasa ditatap langsung menatap Karin yang cepat cepat mengalihkan pandangan.

"Kamu menatapku?" tanya zern.

Karin memandang lagi wajah Zern, seolah baru saja menoleh kan pandangan ke arah nya. "Enggak lah apa apaan sih!" ketus Karin tak suka walau dia juga berbohong kepada Zern.

Ting- pesan berbunyi Karin mengeceknya.

Mama: Karin, Mama lama ya gak bertemu sama kamu.

Mama: Tadi malam Mama mimpi in Papa kamu.Kayaknya dia mau ngomong sesuatu deh... Tapi Mama gak tau apa yang mau Papa sampaikan.

Mama: Kamu sama Suami mu gimana? dapat momongan lagi gak? oh ya besok Mama bakal ke rumah kamu buat main sama cucu Mama, Tasya. Dia pasti suka banget kalau Mama bawain coklat kan.

Deg- coklat?

Makanan yang sekarang Karin benci, menatap layar HP dengan sirat mata kecewa.

Mama: Kamu marah sama Mama? maafin Mama ya sayang... Mama udah tinggalin kamu? tapi Mama masih sayang sama kamu... Mama mau kamu jadi Anak Mama lagi.

Mama: Mama pingin makan sama kamu lagi Nak.

Aku: gak usah Ma.

Mama: Kenapa??? Mama emang salah ya? Mama emang salah se dari awal. Maafin Mama ya.

Aku: Besok gak usah ke rumah ku, Tasya lagi liburan (alasan) jadi gak ada di rumah.

Mama: oh gitu... Ih maaf ya Mama salah paham.

Aku: Ya ma, gak papa.

Mama: Kamu udah makan belum sayang?.

Aku: Udah.

Mama: Sama Suami mu Haikal?.

Aku: Y.

Mama: Yaudah Mama dipanggil tuh sama mas Dirga. Mama pergi dulu ya.

Karin menatap datar ke HP nya, menatap dengan tatapan biasa saja. Zern menyadarkan Karin yang melamun, menatap HP nya.

"Kenapa?" tanya Zern.

Karin segera tersenyum kembali "Hah? enggak kok".

Pesanan datang nasi goreng dengan omelet di atas nya,. Teh dingin, coffe tanpa gula satu cangkir. Wanita itu menatap Zern "Kamu gak beli makanan? kok kesan nya aku yang kayak".

"Hah? gak papa makan aja. Kan aku yang ngajak kamu".

"Tapi aku ngajak kamu, Kamu yang bayar" Karin lesu sendiri.

"Ya gak papa nikmatin aja" Zern membalas dengan senyum tipis tapi masih datar seperti biasa nya.

"Ya sudah kalau gitu... ENAKKK!!!!".

Karin berkaca kaca sendiri, tak pernah ia mencoba makanan seenak, segurih ini. Makanan dari planet mana ini.

"Jangan berisik kalau makan" tegur Zern. Pelaku hanya tersenyum tanpa bersalah.

"Habis ini kemana?" tanya Zern.

"Pulang lah... Nyam...".

Zern segera berdiri "Udah jam 8 malam aja, gak kerasa ya. Cepat banget waktunya" Zern berjalan menuju ke kasir.

"Eh... mawu hwabis" lahap Karin memakan dengan cepat cepat. Meminum sedikit minuman nya dan segera menuju ke Zern.

"Besok boleh kan jalan jalan lagi?" tanya Karin.

Zern menoleh "Ya kalau ada waktu. Tapi sebelum itu aku mau ajak kamu ke suatu tempat yang gak bakal kamu percaya".

Karin tersenyum ia sudah yakin. Mantap akan keyakinan nya bahwa Zern tak lah jahat. "Dimanapun itu, aku akan ikut kamu".

Zern ikut tersenyum, tersenyum atas rencana keberhasilan nya.

.

Sampailah di gundukan taman hijau, sepi tak ada orang. Tak ada pengunjung hanya Karin dan Zern saja yang berada di sini. dengan dipenuhi cahaya cahaya bintang, nuansa jangkrik ikut menghampiri. Aroma bunga mulai tercium. Disini nyaman sekali bagaimanapun tempat ini adalah tempat sepi, indah, nyaman dan menghangatkan apalagi saat malam hari.

"Bagaimana suka?" tanya Zern halus, mengelus rambut Karin tiba tiba.

"Hah? oh eh ya bagus kok" Karin menepis tangan Zern.

"Sorry" lirih Karin.

"About?" tanya Zern menatap kedua bola mata cantik Karin.

"Maaf aku udah buruk sangka sama kamu. Maaf ya" ucap Karin halus, Zern mengangguk mengerti.

"Jadi kamu suka sama aku?" goda nya.

"Hah! ih enggak lah! aneh aneh aja" Karin mengalihkan pandangan nya malu sambil menutup muka dengan tangan kanan.

Zern hanya geleng geleng, melihat ke arah bintang. Zern menyuruh Karin untuk menghitung jumlah bintang yang ada di langit sana.

"1... 2...5..7...8...11..15...17...19...20....34...Eh 33??? berapa sih... Zern aku gak tau jangan bikin aku buat nge hitung susah susah. Bintang nya aja banyak gini".

Zern tersenyum untuk jawaban nya dan mengatakan "Berapa pun akhirnya, berapa akhir yang kau hitung itu adalah jumlah permintaan mu. permintaan mu apa? kalau saja memang nyata".

Karin seolah berpikir, ia tak memikirkan tentang permintaan atau apapun itu. Tapi ia berpikir jernih, akan ia katakan disini.

"Aku ingin bahagia!!! aku ingin Mas Haikal tau kalau aku benci dia!!! benci!!! benci banget!. Aku mau ke 7 tahun atau 1 tahun sebelum pernikahan!. Dan aku akan merubah takdir!. Aku ingin mengulang.... Aku ingin mengubah semua nya... Aku ingin mengubah penderitaan ku menjadi kebahagiaan, aku ingin hidup dengan damai!.Aku ingin bersama TASYA ANAK KU!!!".

"Hanya itu?" tanya Zern sebelum Karin jawab "Iy-".

DORR-

Perluru tembakan lolos ke dalam jantung Wanita itu. Ia terkejut dengan perbuatan laki laki yang sudah ia percaya dari tadi, terkejut tak bisa berkata kata lagi.

DORR-

Peluru kedua di lontarkan, darah seketika menetes dari dahi nya. Pening tajam meng hampiri, sesak tak tertahan tiba tiba datang rasanya tubuh nya terasa diangkat tak bisa bergerak sama sekali,Tubuh nya seolah kaku.

Di tatap nya Zern sebelum ia benar benar tiada. "T-a-k k-u...A-kh" kedua mata nya terbuka. Mulut Perempuan itu menggangga. Zern jongkok di depan Wanita itu, mengelus wajah nya dengan telapak tangan nya menutup kedua bola mata dan mulut kecil nya yang sebelumnya terbuka.

"Permintaan bodoh.Mana ada permintaan aneh seperti itu? dasar Wanita aneh" Zern tersenyum keji.Menatap mayat nya yang sudah tak bergeming sama sekali.

Cekrik, Zern memotret hasil kerja keras nya tak disangka ia harus mengatasi Wanita gila ini. "Hah, aku dari tadi ingin menginjak muka mu saking gila nya dirimu tadi. Banyak mau nya, uang ku habis kan gara gara kamu! Ya tapi seenggaknya aku sudah ditransfer sama Bos Haikal, lumayan".

Zern pergi meninggalkan nya, dengan datang nya 3 Bodyguard yang siap menyembunyikan barang bukti.

Di Kantor .

"Bagus, dengan begini tak akan ada pengganggu di hidup ku!HAHAHAHAHAHA" Haikal tertawa senang, tertawa terbahak bahak.

.

Ada yang memanggil namanya.

"Mama".

"Mama".

"Mama".

"Mama!".

Karin menatap sekeliling, tersenyum karena ia menggendong Tasya, memeluk nya dengan erat.

"Dengan begini nak, Mama bisa bersama kamu selamanya".

Tasya mendongak melihat wajah Karin, tersenyum senang "hahahaha" tawa lucu Tasya.

"Mama.Papa bagaimana?" tanya Tasya menggandeng Karin menuju ke suatu cahaya.

"Biarkan dia, Mama ikhlas kalau tak ada pria seperti dia lagi. Yang penting Mama bisa sama kamu lagi".

Cahaya putih Karin tembus bersama Tasya, Anak perempuan nya.

Karin mendengar "Ya , nanti kita akan bertemu lagi".

Karin mendapati anaknya sudah tak ada di samping nya. Sebuah cahaya kilat menghampiri, membuat ke silauan .

Karin harus menutupi diri dengan kedua lengan nya.

.

Terpopuler

Comments

verachipuuu

verachipuuu

btw kak, kakak nya bilang apa ya?

2023-01-04

0

verachipuuu

verachipuuu

hahahaha

2023-01-04

0

amalia gati subagio

amalia gati subagio

jalang sun the dal ogebnya kebanyakan menyempit mautnya dgn selingkuh bo to the doh akut 🤔

2023-01-04

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1
2 Bab 2
3 Bab 3
4 #4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5 #5/Maksa banget.
6 #6/Seru seruan dulu.
7 #7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8 #8/Awal baru.
9 #9/Hanya sandiwara semata?
10 #10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11 #11/Dua permintaan.
12 #12/Guru yang bernama DELIMA.
13 #13/PAMAN JORDAN.
14 #14/Belajar tentang Perkantoran.
15 #15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16 #16/Masalah utang.
17 #17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18 #18/Bukan pemandangan indah.
19 #19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20 #20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21 #21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22 #22/Ambang batas?
23 #23/Belanja ke mall
24 #24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25 Draft
26 Pengumuman
27 #25/Salam XENA kita masa dilupain.
28 Draft
29 Alby Suka Kue Keju.
30 Alby suka kue keju.
31 #26/Alby suka kue keju.
32 #27/Kecewa?
33 #28/Benarkah permintaan maaf an?
34 #29/ Wanita gatal.
35 #30/Rencana agar asisten nya pergi.
36 #31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37 #32/Masa kecil dulu.
38 #33/Percaya bahwa papa tak salah.
39 #34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40 #35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41 #36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42 #37/ Gara-Gara sebuah vidio
43 #38/Kericuhan para wartawan di luar.
44 #39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45 #40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46 #41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47 #42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48 #43/Bubur ayam bawang.
49 #44/Wanita misterius
50 #45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51 #46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52 #47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53 #48/Someone still Care's.
Episodes

Updated 53 Episodes

1
Bab 1
2
Bab 2
3
Bab 3
4
#4/Semua gak bakal bisa kembali, tapi kata siapa?.
5
#5/Maksa banget.
6
#6/Seru seruan dulu.
7
#7/Ini akan berakhir.Tapi entah kapan dimulai.
8
#8/Awal baru.
9
#9/Hanya sandiwara semata?
10
#10/Menjelaskan yang sebenarnya.
11
#11/Dua permintaan.
12
#12/Guru yang bernama DELIMA.
13
#13/PAMAN JORDAN.
14
#14/Belajar tentang Perkantoran.
15
#15/Bekas taman yang akan dijadikan sebagai ruangan baru.
16
#16/Masalah utang.
17
#17/Awal pertama harus dilaksanakan sungguh sungguh.
18
#18/Bukan pemandangan indah.
19
#19/Kegiatan yang akan menjadi pembiasaan menjadi yang lebih baik ke depan nya.
20
#20/Sandiwara apalagi yang dia mainkan?
21
#21/Bunga yang begitu berbahaya, seperti yang memberikan nya.
22
#22/Ambang batas?
23
#23/Belanja ke mall
24
#24/Kedatangan Sahabat masa kecil.
25
Draft
26
Pengumuman
27
#25/Salam XENA kita masa dilupain.
28
Draft
29
Alby Suka Kue Keju.
30
Alby suka kue keju.
31
#26/Alby suka kue keju.
32
#27/Kecewa?
33
#28/Benarkah permintaan maaf an?
34
#29/ Wanita gatal.
35
#30/Rencana agar asisten nya pergi.
36
#31/Sebenarnya apa yang terjadi?
37
#32/Masa kecil dulu.
38
#33/Percaya bahwa papa tak salah.
39
#34/wanita itulah yang harus disalahkan.
40
#35/Tak ada jawaban bahkan keberadaan nya.
41
#36/Kata menyerah? tak ada di kamusku.
42
#37/ Gara-Gara sebuah vidio
43
#38/Kericuhan para wartawan di luar.
44
#39/Tak enak hati dengan Paman Jordan.
45
#40/ Tak berhak anda mengetahui hal pribadi orang lain.
46
#41/ Paman Jordan Jatuh Pingsan.
47
#42/Eve tergila gila dengan cinta nya.
48
#43/Bubur ayam bawang.
49
#44/Wanita misterius
50
#45/Kucing lucu hingga tugas ku lupakan.
51
#46/Emosi hanya menyia-nyiakan waktu.
52
#47/Kau takut? tapi itu bukan salah ku!.
53
#48/Someone still Care's.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!