Masih di kediaman keluarga Hillatop
Lewat tengah malam.
Dru melirik kearah jam di tangannya untuk beberapa waktu, memastikan waktu telah melewati batasan nya, menyakinkan diri Tiffany telah terlelap dalam tidur nya, pada akhirnya laki-laki tersebut beranjak dari posisi nya.
"Aku akan kembali ke kamar"
Dia berpamitan pada seluruh anggota keluarga, dimana mereka berkumpul bersama untuk mengobrol sambil bermain catur.
Tuan Gao daddy Tiffany mengembangkan senyuman nya, dia mengangguk kan Kepala kemudian berkata.
"Kamu terlambat kembali ke kamar, biasa nya si manja sudah terlelap dalam tidur nya"
Ucap laki-laki paruh baya lebih tersebut.
Mendengar ucapan mertua nya, Dru terlihat menaikkan ujung bibirnya.
"Tiffany terlalu lelah hari ini"
Jawab Dru pelan.
"Sejak pagi belum mendapat kan istirahat, aku ingin dia beristirahat sebelum kami kembali ke Paris besok"
Lanjut Dru lagi.
Mendengar ucapan Dru, tuan Gao menghentikan gerakan tangannya dalam menggeser satu bidak catur.
"Rasanya baru kemarin aku menggenggam erat jari kecil nya, dari dalam tabung inkubator dimana Tiffany tidak pernah aku bayangkan akan hadir di antara kami"
Laki-laki tua tersebut bicara, mengehala pelan nafas nya, dia pikir pada akhirnya putri nya akan di boyong oleh laki-laki lain yang akan menggantikan tugas nya.
Suka tidak suka atau siap tidak siap, orang tua harus rela melepas kan anak gadis mereka untuk laki-laki lain pada akhirnya.
"Melihat ekspresi tuan Gao, Daddy Dru, tuan Tristan langsung menepuk-nepuk punggung besan nya, dia kemudian berkata.
"Anak-anak sudah tumbuh dewasa"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
"Bahkan aku tidak pernah berani bermimpi, anak-anak kita akan menjadi sepasang suami istri dan kamu menjadi besan ku"
Lanjut nya lagi.
mendengar ucapan dari tuan Tristan, tuan Gao langsung melirik kearah laki-laki tersebut kemudian mengembang kan senyuman nya.
"Istri ku dan istri mu selalu berkata, anak-anak memiliki gadis jodoh nya, meskipun aku sering menertawakan nya, siapa sangka doa seorang ibu selalu di ijabah Allah SWT"
Dan setelah berkata begitu, tuan Gao langsung membuang pandangannya, dia mencoba kembali menggeser satu bidak catur dihadapan nya, kini tuan Tristan berusaha untuk bergeser, mengambil posisi disamping Dru untuk mengganti kan putra nya.
"Istirahat lah, kami akan melanjutkan permainan"
Dia bicara cepat, mencoba fokus pada catur nya dan kembali melanjutkan obrolan nya pada tuan Gao.
Melihat hal tersebut,Dru memilih beranjak dari hadapan daddy dan ayah mertua nya, memilih melangkah perlahan naik menuju ke arah tangga, begitu tenang menaiki satu persatu anak tangga.
"Mau kembali ke kamar?"
Tiba-tiba suara seseorang terdengar dari arah sisi kiri Dru saat laki-laki tersebut sudah berada di lantai atas, dia masih di ujung tangga, baru menapakkan kaki kanan nya pada sisa anak tangga terakhir saat seseorang bertanya pada nya, Dru buru-buru menoleh ke asal suara, memilih menghentikan langkah kakinya.
Sejenak dia menatap kearah siapa sang pemilik suara, menatap lurus kearah sosok laki-laki di sisi kirinya tersebut.
"Kau punya nyali untuk datang?"
Dru bertanya sambil menatap tajam wajah laki-laki yang kini bergerak tepat dihadapan nya, Sean menggeser posisi nya, berdiri tepat dihadapan Dru dengan tatapan yang di sulit di Jabar kan.
Entah apakah tatapan tersebut dipenuhi kemarahan atau bahkan kekecewaan tidak ada yang tahu, satu-satunya orang yang tahu tatapan tersebut hanya Dru tapi laki-laki tersebut lebih memilih untuk tidak menanggapi ekspresinya.
"Aku sebenarnya tidak ingin datang tapi rasanya terlalu gelisah saat aku tidak bisa bertemu dan bicara 4 mata dengan mu"
Sean bicara, memilih berdiri sambil terus menatap tajam bola mata Dru.
Dru terlihat menarik ujung bibirnya, dia meletakkan tangan nya ke dalam kantong celana nya, terlihat begitu tenang dan santai menghadapi laki-laki dihadapan nya tersebut.
"Bukankah kita tidak memiliki urusan yang begitu penting? cukup lucu saat kamu menemui ku di malam pertama pernikahan ku"
Ucap Dru sembari menaikkan ujung alisnya, dia mencoba untuk membuang pandangannya, merasa tidak penting untuk bicara dengan laki-laki dihadapan nya itu.
Tapi belum berhasil dia beranjak meninggalkan Sean, laki-laki tersebut berkata.
"Kau yang mengatur semua nya? kau yang sengaja mengacaukan perusahaan dan menyeruak masuk menghancurkan hubungan kami bukan?"
Laki-laki tersebut Bertanya, dia mencoba untuk menahan kemarahannya.
mendengar hal tersebut, Dru menghentikan langkah nya, dia secara perlahan berbalik dan bergetar melangkah mendekati Sean, membuat laki-laki tersebut memundurkan langkahnya dengan gugup, Dru menatap tajam bola mata Sean dengan nyala api penuh kemarahan di balik netra indah nya tersebut.
"Bukankah seseorang sudah memperingatkan kamu sejak awal?"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
"Aku tidak akan melepaskan nya jika kamu berani bermain-main dibelakang nya, dan kau melakukan nya"
Kobaran kemarahan terus menyala dibalik bola mata Dru, dia menatap Sean dengan tatapan penuh kebencian.
Sejak awal dia sudah memperingatkan laki-laki dihadapan nya itu, jaga Tiffany dengan baik dan jangan pernah menyakiti nya, tapi laki-laki itu berkali-kali bermain dibelakang gadis polos tersebut dengan temeng cinta.
"Tiffany terlalu buta, dan kau lupa ada banyak orang yang melindungi nya, kau sejak awal memang tidak pantas untuk nya, jadi jangan coba-coba untuk kembali menemuinya jika kau tidak ingin aku mematahkan kaki dan tangan mu satu persatu"
Saat Dru berkata begitu, seketika Sean menggenggam erat telapak tangan nya, kemarahan terlihat jelas di balik bola mata nya.
"Dan jangan pernah coba-coba menyakiti Jessica, kau tahu? aku bahkan bisa mematahkan leher mu Ketika kau berani melukai nya meskipun seujung kuku nya"
Setelah berkata begitu Dru bergerak mundur kemudian dia mengarahkan dua jari nya ke arah mata nya kemudian mengarahkan nya ke arah Sean.
"Aku terus mengawasi mu"
Dru membalikkan tubuhnya, beranjak menjauh dari laki-laki tersebut dengan cepat, bergerak menuju kearah kamar di mana Tiffany kini terlelap didalam sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Rustan Sinaga
suka banget dgn kata² mendominasi ya thor, kadang penempatannya gak pas, koreksi ya thor....
2023-10-27
0
Yanti Yunda
seperti biasa ciri khasnya Mak othor penuh misteri menguras otak tp tetep bikin nagih...semangat mak/Heart//Heart/
2023-10-11
0
Kugy Narisa
SepeRti'a AdA SkeNArio D BaLik BerAKhiR'a HubungAn TiffAny N SeAn.....
muNgkin KAkAk TiffAny KhAn Ikut ANdiL....
2023-07-17
0