Hari pernikahan Tiffany dan Dru
Beberapa jam sebelum pernikahan.
Kata nya pernikahan itu hari sakral yang paling membahagiakan untuk seorang gadis, mereka akan melebarkan senyum dengan jantung berdebar-debar dan hati berbunga-bunga, nyata nya Tiffany sama sekali tidak merasa semua nya, dia hanya mampu menatap pantulan dirinya sendiri didepan cermin tanpa mengeluarkan sedikit pun suara nya.
"Kamu cantik"
Kalimat tersebut di berikan sebagai sebuah pujian untuk dirinya, namun nyatanya tidak membuat Tiffany mampu melayang-layang di udara menerima nya, bagaimana kecantikan nya hari ini keluar nyata nya bukan atas dasar kebahagiaan, dia berdiri di sini didalam hati yang telah mati, menikah dengan laki-laki yang sama sekali tidak dia cintai.
Berawal dari pengkhianatan kekasih dan saudara angkat nya dan kini berakhir entah kemana dia sama sekali belum mengetahui nya, menikah dengan laki-laki yang tidak dia cintai bahkan dia tidak tahu apakah laki-laki tersebut benar-benar mencintai nya juga.
"kenapa kamu ingin menikahi ku?"
Barisan tanya tersebut meluncur dari balik bibirnya ketika dia dan Dru masih berada di ruangan yang sama tempo hari, duduk berhadapan bicara 4 mata.
"Orang bilang menikah itu rata-rata karena cinta, manusia semakin memandang cinta romantis sebagai alasan utama untk menikah di jaman ini. Namun tanpa disadari dijaman dimana pasangan memiliki kebebasan untuk menentukan pasangannya dan menikah karena cinta, angka perceraian juga semakin meningkat. Oleh karena itu timbul pertanyaan apakah menikah karena cinta adalah keputusan yang tepat?"
Dru membuka suaranya, menelisik bola mata Tiffany untuk waktu yang sangat lama.
Tiffany diam mendengarkan ucapan laki-laki tersebut, yah dia tahu pada akhirnya landasan cinta saja tidak cukup untuk menyakinkan hubungan dia dan Sean, buktinya bisa di lihat sendiri.
Kisah mereka yang berawal dari kata cinta berakhir pada Pengkhianatan.
Gadis tersebut menelisik balik bola mata Dru, dua tidak dapat menyelami dunia Dru, laki-laki yang jarang menampilkan ekspresi nya sejak dulu hingga kini. Dru persis seperti kakak laki-laki nya, begitu datar dan dingin, seperti glester sang bongkahan es dari kutub Utara dan Selatan, tidak tersentuh dan sulit untuk dipahami.
"Aaron Beck (1989) yang dikenal sebagai Bapak Cognitive Behavioral Therapy menulis buku yang berjudul Love Is Never Enough. Dia mengatakan cinta saja tidak mampu menolong pasangan menghadapi tantangan dalam pernikahan. Bruckner (2013) dalam Has Marriage For Love Failed? menuliskan alasan yang dipakai masyarakat masa kini untuk menentang pernikahan tradisional yang tidak berdasarkan cinta justru menjadi alasan mengapa pernikahan karena cinta gagal. Jika seseorang menikah hanya karena cinta, maka jika perasaan cinta itu hilang landasan pernikahan itu juga ikut hilang. Oleh karena itu tidak mengherankan jika pernikahan yang hanya berdasarkan cinta banyak menemui kegagalan."
Dan Tiffany diam, dia menggenggam erat telapak tangan nya, lagi dia setuju atas ucapan laki-laki tersebut.
"Cinta romantis memang membuat hidup menjadi indah. Mereka yang sedang jatuh cinta bisa merasakan jantung berdebar-debar, pikiran yang tidak bisa berhenti memikirkan kekasih, perasaan bahwa segala sesuatu selain kekasih tidak berarti. Banyak film dan lagu yang menggambarkan hal ini dan banyak orang terbius karena dalam berbagai media ini digambarkan indahnya cinta romantis dan cinta seperti ini bisa terus bertahan. Jika cinta romantis ini dapat mengharu biru perasaan manusia, lalu mengapa cinta romantis tidak dapat menjadi fondasi utama pernikahan? Salah satu jawabannya adalah karena cinta romantis tidak dapat bertahan lama. Alasan mengapa cinta romantis tidak dapat bertahan lama dapat dilihat dari faktor-faktor yang mempengaruhi cinta romantis yaitu : fantasi, kebaruan, dan gairah."
"Fantasi meningkatkan cinta romantis. Di awal hubungan pasangan masih belum terlalu mengenal pasangannya dan juga masih terbutakan oleh cinta, sehingga fantasi mereka tentang pasangan dan hubungan mereka masih tinggi. Seiring dengan berjalannya waktu, pasangan juga semakin mengenal satu sama lain sehingga sedikit demi sedikit mereka semakin menyadari realitas yang sesungguhnya. Dengan semakin dapat melihat realitas, fantasi juga semakin menurun. Hal ini berarti fantasi menurun seiring dengan berjalannya waktu. Kebaruan juga membuat cinta semakin hidup dan berenergi. Manusia selalu tertarik dengan hal-hal yang baru, demikian pula halnya dengan cinta. Ketika pasangan baru menjalin hubungan, banyak hal-hal baru yang mengejutkan dan dapat membuat cinta mereka semakin berkobar. Dengan berjalannya waktu, pasangan sudah saling mengenal dan semakin sedikit hal-hal baru yang dijumpai. Oleh karena itu cinta juga dapat meredup. Hal yang sama juga terjadi pada gairah. Gairah berhubungan dengan kadar dopamine yang dihasilkan otak. Diawal relasi, otak memproduksi dopamine dalam jumlah yang banyak. Namum produksi dopamine ini menurun setelah pasangan semakin saling mengenal. Oleh karena itu gairah juga menurun seiring dengan berjalannya waktu"
Meksipun dia tahu penjabaran Dru terkesan panjang lebar, realita nya itulah yang terjadi pada pernikahan anak sekarang. Menikah dengan dalih cinta, kemudian seiring waktu rasa memudar, yang ada para pasangan berusaha bertahan dengan alasan ini demi anak-anak.
Terlalu miris bukan? wanita dituntut kuat dan harus bertahan demi anak-anak, menyakinkan diri jika pasangan akan berubah dan dengan mindset yang berkata dia akan kembali seperti dulu jika sudah waktunya.
realitanya dulu perasaan itu diliputi kebaikan dari laki-laki bermodalkan cinta karena belum mendapat kan kita, setelah dapat jelas saja keinginan terpuaskan lalu para laki-laki berubah karena tidak memiliki tujuan sesungguhnya dalam pernikahan karena hanya bermodal kan cinta, mereka bukan laki-laki baik yang benar-benar ingin berjuang bersama mu, hanya cinta sesaat menggebu-gebu tanpa tujuan pasti didalam pernikahan, bosan menghadapi orang yang sama bertahun-tahun dan berpikir ingin berpaling.
Terlalu banyak pernikahan seperti itu yang dia lihat dan orang-orang lihat di dunia ini, nyata nya cinta saja memang tidak akan cukup dalam menapaki jenjang pernikahan.
"Bagi ku bukan cinta romantis yang dapat membuat hubungan sepasang kekasih bertahan lama hingga ke jenjang pernikahan melainkan karakter nya"
Dan saat Dru berkata begitu, Tiffany terlihat mengerutkan keningnya.
Karakter?!.
Tiffany bertanya di dalam hatinya.
"Aku tidak munafik, semua orang pasti jatuh cinta pada face terlebih dahulu, penampilan fisik akan menjadi prioritas utama, tapi itu akan berubah, menua dan menghilang seiring berjalannya waktu, tapi jatuh cinta pada karakter seseorang itu menjadi pilihan yang paling tepat, karena karakter tidak akan pernah berubah hingga akhir hayat'
Dan Dru menjelaskan nya secara gamblang.
"Aku suka karakter kuat mu dan seharusnya kamu pun bisa menilai dengan baik karakter ku"
Dan kini netra mereka bertemu.
"Realita nya Karakter dari sepasang kekasihlah yang menentukan apakah hubungan mereka dapat bertahan atau tidak. Jika hubungan ini memiliki karakter yang baik yang antara beberapa hal nya ditandai dengan kemampuan untuk berkompromi dan memaafkan, besar kemungkinan hubungan pernikahan akan tetap harmonis dan aku tidak perlu melibatkan cinta di awal dalam hubungan kita, karena pada akhirnya saat karakter kita bertemu, kita perlahan akan merasakan sendiri cinta itu tumbuh nantinya"
Dan pada akhirnya mereka bungkam, Tiffany terlihat diam, mencoba untuk mencerna setiap ucapan Dru.
"Jangan membuat keputusan tergesa-gesa, masih ada beberapa hari, jangan menerimanya jika hati mu masih ragu, istikharah dan tanya pada Allah SWT, karena satu-satunya tempat untuk mengadu dan meminta hanya kepada Nya, Allah SWT paling suka pada kita yang selalu meminta dan bertanya"
Dru membiarkan bola mata menatap kegelisahan hati Tiffany, bicara tenang tanpa tekanan.
"Aku tidak bilang aku lebih baik dari laki-laki itu, tapi aku bukan laki-laki yang buruk seperti laki-laki itu"
Dia kembali bicara, tidak ingin membandingkan diri tapi mencoba memberikan penjabaran pada Tiffany.
Gadis tersebut diam, membiarkan netra nya menatap kembali netra Dru, membiarkan pikiran mereka tenggelam dalam pemikiran masing-masing.
"Tiff"
Satu suara mengejutkan Tiffany, seketika lamunan nya atas ingatan masa kemarin buyar bagaikan serpihan angin.
"Ya?"
Dia menoleh ke arah kaca, mengamini panggilan untuk dirinya.
Setelah panggilan dari salah satu sepupu nya dia sahuti, sejenak dia menatap sosok laki-laki dengan pakaian rapi nya bergerak masuk melalui pintu kamar dimana para penata rias menyelesaikan riasan terbaik nya.
Wajah tampan mendominasi tersebut menatap hangat kearah dirinya dengan balutan tuxedo putih yang menambah tingkat ketampanan sang pemilik tubuh indah nan atletis tersebut.
Dia akui pesona laki-laki tersebut mampu menggetarkan jiwa perempuan dan gadis manapun yang melihat nya, tapi Tiffany tidak berjanji bisa ikut luluh dalam pesona yang dimiliki laki-laki tersebut, hati nya telah mati, seperti bunga yang akar nya telah mati.
Tangan Kokoh itu kini terbentang menunggu uluran balik dari nya, seulas senyuman mahal mengembang di Balik wajah tampan Dru.
Ini kali pertama dia melihat laki-laki glester tersebut tersenyum kepada dirinya sejak mereka saling mengenal Dimasa kecil hingga hari ini.
"Yakin sudah siap?"
Suara hangat tersebut terdengar merasuki seluruh Indra pendengaran dan hati Tiffany, untuk orang yang baru jatuh cinta mungkin ini bisa membuat mereka bergetar di buatnya, tapi untuk orang yang baru patah hati, semua terdengar biasa-biasa saja.
Tiffany tidak menjawab, dia menatap lengan dan telapak tangan kokoh tersebut dengan seksama untuk beberapa waktu, menerima uluran tangan tersebut artinya dia akan masuk pada kehidupan baru bersama orang asing yang katanya mencintai nya dari sudut pandang yang berbeda, mempersembahkan cinta pada hati yang telah mati, remuk redam atas rasa pengkhianatan yang mungkin tidak akan terobati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Kugy Narisa
YaKin Za TiffAny Kl DRu LaKi" Yg BAik
2023-07-17
0
Wati_esha
Druuu, masih bertanya?
2023-04-29
0
Wati_esha
👌👌👌👍👍👍
2023-04-29
0