Gadis tersebut jelas bertanya cukup terkejut atas ucapan Jessica, Sean mengkhianati nya sejak lama?!.
"Apa kau bercanda?"
dia bertanya dengan tatapan tidak percaya.
alih-alih menjawab pertanyaan Tiffany, Jessica malah berkata.
"aku tidak memiliki cara untuk melakukan pembelaan diri atau bahkan untuk menyalahkan diri, maafkan aku karena harus melukai perasaan kamu hingga sejauh ini"
Ucap Jessica pelan, dia menundukkan kepalanya secara perlahan, tidak Tiffany pahami sebenarnya apa yang ada didalam pikiran perempuan yang ada dihadapan nya tersebut.
"Kamu tidak merasa bersalah?"
Tiffany mencoba menggenggam erat telapak tangan nya, dia menahan getaran disana, menekan kuat-kuat telapak tangan kiri nya dengan kuku-kuku indah milik nya, rasa sakit nya sudah tidak terasa, dia tidak peduli jika kuku-kuku tersebut dapat melukai kulit indah punggung tangan nya.
Dia cukup penasaran apakah Jessica merasa cukup bersalah atas perbuatan nya.
"Aku tidak bisa menjabarkan nya"
Lagi jawaban Jessica terasa berada diluar ekspektasi nya, membuat Tiffany seketika menatap Jessica dengan tatapan tidak percaya.
"Aku pikir mungkin aku terlalu naik beranggapan jika semua orang disekitar ku baik dan dapat dipercaya, meskipun terkadang orang-orang telah menampilkan sisi lain yang terasa aneh aku masih membiarkan diri ku terlihat bodoh dan naif, berpikir dan beranggapan semua orang tidak mungkin melukai aku atau menikam ku dari belakang"
Tiffany berusaha menahan seluruh gejolak di hati nya.
"Hingga akhirnya setelah kejadian kemarin membuat aku berpikir aku terlalu bodoh karena ke naif'an ku dan aku pikir apakah ini cara mu membalas budi pada keluarga besar Hillatop? seharusnya kamu cukup tahu diri, bukan menikam ku dari belakang dan memperingati Sean , kalau bukan iblis apa julukan yang seharusnya aku Sempatkan pada mu?"
Tiffany pada akhirnya mengeluarkan suaranya, kemarahan nya seolah-olah tidak dapat dia bendung lagi, dia mencoba untuk menghitung budi dan kebaikan keluarga Hillatop berikan pada Jessica selama ini.
Jessica sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, perempuan tersebut secara perlahan meletakkan sesuatu di atas meje di mana mereka berada saat ini.
"Maafkan aku, tiff"
Ucap perempuan tersebut pelan, dia membiarkan Tiffany meluapkan kemarahan nya saat ini pada diri nya.
"seharusnya kamu bisa pura-pura berbohong pada ku, berkata Sean selingkuh dengan perempuan lain dan memperingatkan diri ku, membatalkan pernikahan kami melalui perempuan lain, aku mungkin masih bisa memaafkan semuanya, mencoba berkata semua baik-baik saja, kamu bisa pura-pura menghilang dan berkata ingin tinggal di luar negeri dan menikah dengan Sean"
Ucap Tiffany kemudian menggebu-gebu, dia masih marah, sangat, berharap yah masih berharap jika Jessica tidak benar-benar berkata dia pengkhianat nya, suaranya bergetar dan bola matanya seketika berkaca-kaca.
"Tapi kamu benar-benar menghancurkan aku seperti tanpa sisa, mengabarkan sesuatu dalam waktu yang sangat terjepit, Seolah-olah berpikir apa yang kalian lakukan di belakang ku adalah sebuah pembenaran, katakan pada ku bagaimana caranya aku memaafkan Kalian terutama kamu, Jess?"
Kali ini dia berteriak histeris, mencoba untuk menatap tajam wajah Jessica, perempuan dihadapan nya tersebut menundukkan kepalanya, namun Jessica sama sekali tidak menampilkan sisi bola matanya yang berkaca-kaca.
Terlalu angkuh menatap Tiffany yang diliputi kebencian dan kemarahan.
"Seharusnya kamu sedikit saja berbohong untuk menjaga perasaan ku, tapi kenapa?"
dia terus bertanya, berpikir bagaimana bisa perempuan yang dia anggap saudara sendiri tega melakukan nya.
"Maafkan aku..."
Lagi Jessica hanya mengeluarkan kata-kata jitu nya.
Entah kenapa Tiffany hanya merasa benci melihat nya.
"Pergilah dari kehidupan ku juga kehidupan Hillatop dan Pastika kamu tidak tidak akan pernah kembali, cari kehidupan mu sendiri dan jangan pernah coba-coba kembali melangkah kan kaki mu ke kediaman keluarga manapun yang terhubung dengan Hillatop company"
Tiffany bicara cepat, membiarkan bola mata berkaca-kaca menumpahkan lautan air bah didalam nya.
Mendengar ucapan Tiffany, Jessica seketika menaikkan kepalanya, menatap Tiffany untuk beberapa waktu dengan tatapan yang cukup sulit di artikan.
"Jangan sampai aku melihat wajahmu lagi di mulai sejak hari ini"
Tambah Tiffany lagi kemudian.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 208 Episodes
Comments
Aditya Ivander
sedih q jessy d usir dr hillatop🥲
2023-11-11
0
dd
terkadang kata2 yg di ucapan dlm keadaan masih diselimuti amarah yg membuncah itu tidak benar2 dr dlm dasar hatinya. semua tertutup oleh kabut amarah🤭🤭🤭
jiaahhhhh..... sok bnget lah aku😁😁😁
2023-10-28
0
dd
wahhh... salah kau Tiffany jika kau ucapkan kata2 tersebut kepada Jesica. harusnya kata2 tersebut kau ucapkan untuk Sean...
secara dr bayi sampai dewasa km tinggal bersama dlm suka suka dengan Jesica. walaupun Jesica hanya anak angkat. setidaknya sedikit banyaknya kau paham akan karakter Jesica bagaimana. yaa kan...
2023-10-28
0